Home » Info Kucing

12 perbedaan kucing anggora dan himalaya

Semua kucing berbulu panjang itu adalah kucing anggora. Namun benarkah itu? Bagaimana dengan kucing himalaya yang juga memiliki bulu panjang? Jika dilihat sekilas, hampir semua kucing berbulu panjang memiliki tampilan yang sama. Apalagi keduanya termasuk kucing domestik. Padahal, kalau kamu perhatikan, anggora dan himalaya adalah 2 jenis kucing yang berbeda. Perbedaannya bisa dilihat dari bulunya, hidung hingga harganya. Untuk tahu lebih lanjut dan lebih rinci tentang perbedaan kucing anggora dan himalaya, simak pembahasan sampai selesai. Yuk, lanjut!

1. Asal usul

Kucing anggora

Kucing anggora disebut juga anggora turki, ankara atau angola. Kucing ini berasal dari Ankara, Turki. Ankara kedisi ini termasuk ras kucing domestic yang alami dan tertua di dunia.

Kucing anggora tidak diketahui secara pasti dari mana asalnya. Ada yang menyebutkan dari kucing pallas dan ada yang menyebutkan dari kucing liar Afrika yang dijinakkan suku Tatar.

Kucing yang dibawa suku Tatar ini kemudian dibawa ke Turki  oleh pedagang Mesir pada zaman Mesir Kuno. Setelah itu, berkembang biak melalui perkawinan sedarah antar kucing di area pegunungan.

Kepopuleran anggora sudah ada sejak Perang Salib. Di abad ke-15, anggora dibawa dari Turki ke Eropa oleh tentara dan kemudian dikembangbiakkan di Inggris dan Perancis. Maka dari itu, anggora popular di abad Renaisans.

Kepopuleran anggora di Eropa semakin massif. Abad ke-16, Nicolas-Claude Fabri de Peiresc, sarjana Perancis, membawa pulang anggora dari ankara ke Perancis. Anggora kemudian dikembangbiakkan dan anakannya diberi ke bangsawan seperti Kardinal RIchelieu sebagai penghormatan dan hadiah.

Sultan Turki juga menjual anggora, untuk pertama kalinya, ke orang kaya di Inggris dan Perancis pada abad ke-16.  Bahkan, Raja Louis XV dan Maria Antonia juga ikut memelihara anggora.

Tahun 1620, Pietro della Valle, penjelajah Asia asal Italia, mendarat di Turki. Kemudian membawa 7 pasang anggora ke Roma dan memberikan anggora ke bangsawan Romawi.

1917, pemerintah Turki dan Kebun Binatang Ankara menjalankan program pengembangbiakan anggora. Tujuannya adalah untuk melestarikan dan melindungi kucing anggora ras murni dengan mata ganjil atau odd eye.

1854, anggora dijual untuk pertama kalinya ke Amerika Serikat. Kemudian berkembang pesat di tahun 1960-an tidak hanya di AS tetapi juga di Skandinavia dan Britania Raya.

Kucing anggora berbulu putih sudah diakui oleh Cat Fanciers Association sejak tahun 1968 dan FIFE tahun 1993. 1970, diselenggarakan kontes kucing tahunan untuk anggora. 1976, diselenggarakan kelas kejuaraan. Sayangnya, jenis anggora yang diakui pada tahun 1978 hanyalah anggora putih murni saja.

Kucing himalaya

Kucing Himalaya kerap disebut juga dengan persia himalaya. Kucing bulu panjang ini termasuk sebagai kucing domestic dan berasal dari Amerika Serikat.

Penamaan himalaya ini bukan disebabkan karena ada kaitannya dengan Gunung Himalaya. Justru, penampilan kucing himalaya seperti kelinci dan tikus himalaya yang memiliki warna point. Maka dari itulah, kucing ini disebut kucing himalaya.

Menurut sejarah, di tahun 1920-an, para peternak di seluruh dunia mencoba mengawinkan persia dan siam. Hingga pada akhirnya, di tahun 1935, 2 peneliti medis Harvard University melakukan proses pengawinan kucing persia dan siam.  Kedua peneliti tersebut bernama Clyde Keeler dan Virginia Cobb, seorang penangkar kucing.

Kala itu, kedua peneliti tersebut mengawinkan jantan persia hitam dengan betina siam. Tujuannya adalah untuk mempelajari karakteristik genetis yang diwariskan. Proses pengawinan berhasil dan kucing himalaya pertama dinamai Newton’s Debutante.

Saat Perang Dunia II berlangsung, perkembangbiakan kucing himalaya menjadi melambat. Hingga setelah perang, Marguerite Gofort, peternak dari Amerika, menciptakan kucing dengan fisik persia dan memiliki warna seperti kucing siam.

Di tahun 1950-an, kucing himalaya dikenalkan di Eropa dengan nama kucing persia warna point. Kemudian, tahun 1957, kucing tersebut terdaftar dan diakui secara resmi oleh American Cat Fanciers Association dan Cat Fanciers Association.  

Uniknya, menurut The International Cat Association (TICA), himalaya masuk ke kelompok yang berbeda dengan kucing persia. Anehnya, kucing himalaya masih dimasukkan ke kategori yang sama dengan kucing eksotis dan kucing persia. Salah satu alasannya adalah karena kucing himalaya memiliki karakter dan pola yang sama dengan kucing persia.

Jika dirunut dari ke atas, kucing himalaya adalah kucing yang berasal dari perkawinan kucing siam dan persia. Maka dari itu, kucing himalaya memiliki bulu panjang seperti persia dengan warna khas seperti kucing siam. Jadi, jangan heran ya kalau kucing himalaya disebut juga dengan Himmies atau persia himalaya.

2. Usia

Kucing anggora

Kucing anggora mampu bertahan hidup selama 12-18 tahun. Usia kucing anggora bisa lebih panjang lagi jika bisa merawat dengan baik.

Kucing himalaya

Kucing himalaya pada umumnya mampu bertahan hingga usia 9-15 tahun. Apakah bisa lebih lama? Bisa selama kamu mampu merawat dan menjaga kucing himalaya dengan baik.

3. Bentuk tubuh dan berat badan

Kucing anggora

Anggora memiliki bentuk tubuh yang langsing, panjang dengan bentuk anggora jantan yang lebih besar dari betina. Tubuh bagian depan lebih pendek dibandingkan bagian belakang.

Dengan berat tubuh 2,5-4,5 kg, kucing anggora memiliki struktur tulang kokoh. Jadi, kamu bisa melihat anggora terlihat lebih gagah.

Kucing himalaya

Kucing himalaya mempunya bentuk coby. Tubuhnya panjang dengan ukuran sedang hingga besar khas kucing persia.

Bentuk tubuhnya gempal, tulang kokoh dan dada lebar. Dengan bentuk tubuh yang gempal ini, membuat kucing himalaya terlihat sangat menggemaskan.

Namun, beberapa kucing himalaya ada pula yang memiliki tubuh langsing, anggun, ramping. Bentuk tubuh ini diperoleh dari keturunan kucing siam yang cenderung memiliki tubuh lebih langsing daripada persia.

Untuk berat badannya, kucing himalaya memiliki berat badan sekitar 4-6 kg. Berat tersebut adalah berat idealnya. Namun, tidak sedikit dijumpai kucing himalaya yang memiliki ukuran dan bobot yang lebih besar.

4. Bentuk kepala

Kucing anggora

Kucing anggora memiliki bentuk kepala seperti kucing domestik pada umumnya, yaitu bentuk segitiga terbalik. Jika dilihat, bentuknya sedikit lonjong dengan bagian atas lebih lebar daripada bagian dagunya.

Telinga kucing anggora juga cenderung lebih lebar di bagian bawahnya. Walaupun anggora memiliki bulu panjang, tapi bagian kepala khususnya telinga tidak terlalu dikelilingi bulu panjang. Alhasil, telinga anggora nampak lebih jelas.

Untuk hidungnya, anggora termasuk kucing yang mancung dan sedikit ke atas. Jadi, lubang hidung anggora akan terlihat.

Kucing himalaya

Kucing himalaya memiliki bentuk kepala yang besar dan bulat. Untuk wajahnya, kucing himalaya memiliki 2 jenis bentuk wajah, yaitu:

Wajah datar atau himalayan ultra face: jika dilihat dari samping, kucing himalaya ini memiliki wajah yang datar.

Wajah boneka atau himalayan doll face: jika dilihat dari samping, wajahnya lumayan pesek. Namun, jika dibandingkan dengan himalaya wajah datar, jenis himalaya boneka terlihat sedikit mancung.

Kucing himalaya dengan wajah datar jika dilihat dari samping, wajahnya terlihat benar-benar datar. Sedangkan kucing himalaya berwajah boneka sedikit lebih mancung jika dilihat dari samping.

5. Ekor

Kucing anggora

Kucing anggora termasuk kucing dengan bulu panjang. Panjang bulu ini ternyata juga menyelimuti hingga bagian ekornya saja. Jika bulu ekornya mengembang, maka tampilannya seperti kipas atau ekor musang.

Kucing himalaya

Kucing himalaya memiliki ekor panjang dan chubby turunan kucing persia. Warna ekor kucing himalaya senada dengan bagian telinga, point dan kakinya.

6. Kaki

Kucing anggora

Kaki kucing anggora cukup panjang dan langsing. Ibarat model, kaki anggora menjadi daya tarik tersendiri sehingga kerap ikut dalam kontes kucing.

Kucing himalaya

Kucing himalaya memiliki kaki pendek seperti kucing persia. Karena itulah, kucing himalaya susah untuk melompat.

Uniknya, tidak semua kucing himalaya memiliki kaki pendek seperti persia. Beberapa diantaranya ada juga yang memiliki kaki yang sedikit lebih panjang karena keturunan siam.

7. Warna bulu dan mata

Kucing anggora

Jika berbicara masalah bulu, anggora termasuk kucing berbulu panjang, khususnya area leher dan ekor. Uniknya, panjang pendek bulunya ini tergantung dari cuaca.

Jika cuacanya dingin, bulunya cenderung tumbuh lebih cepat. Begitu pula sebaliknya, saat panas, bulu anggora justru tumbuh lebih lambat.

Kucing anggora murni memiliki warna putih. Namun, seiring berkembangnya waktu, ada anggora dengan warna dan motif yang bervariasi, diantaranya:

  • Krem.
  • Merah.
  • Hitam.
  • Biru.
  • Bicolor.
  • Calico.
  • Smoke.
  • Tabby.

Untuk matanya, kucing anggora memiliki manik mata yang besar dengan bentuk sedikit miri ke atas. Jika diperhatikan dengan baik, mata anggora cenderung terlihat lentik.

Untuk warna matanya, ada yang kuning, biru ataupun mata tunggal (odd eye). Uniknya, anggora bermata tunggal sangat dihormati di Turki.

Ini karena beberapa masyarakat di Turki percaya bahwa pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk, nantinya akan dilahirkan lagi atau reinkarnasi. Bentuk reinkarnasinya adalah anggora putih odd eye dengan mata emas dan biru.

Kucing himalaya

Kucing himalaya memiliki bulu yang panjang dan lebat di seluruh tubuh karena berasal dari keturunan persia. Panjang bulunya, bisa mencapai 2-3 cm.

Kucing himalaya memiliki warna yang unik. Di bagian badannya, kucing himalaya biasanya memiliki warna krem, putih ataupun kuning gading.

Di bagian telinga, muka atau point, ekor dan kaki memiliki warna yang berbeda dari bulu badannya. Beberapa variasi warna yang menjadi ciri khusus dari kucing himalaya dan merupakan turunan genetik dari kucing siam, yaitu:

  • Coklat kehitaman.
  • Abu-abu kecoklatan.
  • Abu-abu.
  • Krem.
  • Krem kemerahan.
  • Coklat.

Keunikan kucing himalaya tidak hanya ada di bulunya saja tetapi juga di matanya. Kucing himalaya memiliki warna mata biru yang terlihat kontras dengan warna point (moncong) pada wajahnya. Karena itulah, kucing himalaya memiliki daya tariknya tersendiri yang tidak dimiliki kucing lain.

8. Kepibadian

Kucing anggora

Anggora terlihat sangat anggun. Namun, penampilannya tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan perilakunya. Ini karena anggora memiliki perilaku yang sangat aktif, berisik dan suka melompat.

Karena perilakunya yang aktif, kucing anggora tidak suka ditempatkan di kandang. Anggora cenderung lebih suka bersama pemiliknya. Walaupun begitu, anggora tidak suka digendong dalam waktu lama.

Anggora termasuk kucing yang mudah bersosialisasi dan bermain. Selain itu anggora termasuk kucing cerdas jadi kamu bisa mengajari anggora beberapa trik seperti melompat ke hula hoop.

Kucing himalaya

Pada dasarnya, kucing himalaya adalah turunan dari kucing persia yang memiliki sifat manja. Sifat tersebut menurun ke kucing himalaya sehingga kucing tersebut sangat butuh perhatian dan kasih sayang pemiliknya.

Walaupun cukup manja, tapi kucing himalaya memiliki pribadi yang hangat, manis, menyenangkan bahkan aktif. Kucing himalaya juga termasuk kucing yang cerdas, tenang, lembut dan komunikatif.

Jadi, kucing himalaya terlihat sangat menggemaskan. Bahkan kamu akan rela menghabiskan waktu bersama dengan kucing himalaya.

9. Perawatan

Kucing anggora

Jika kamu memiliki kucing jenis Turkish angora, hendaknya kamu memeliharanya di dalam ruangan. Dengan begitu, kucing kamu akan terhindar dari penyakit menular, serangan hewan lain seperti anjing dan pencurian.

Selain itu, kamu perlu memperhatikan kebersihan karena anggora termasuk kucing yang suka kebersihan. Jadi, sisir bulunya setiap hari khususnya area leher dan ekor, cek kandangnya dan mandikan secara rutin.

Kucing himalaya

Jika dibandingkan dengan kucing anggora, kucing himalaya memiliki bulu panjang yang lebat di seluruh tubuhnya. Agar tidak kusut dan gimbal, maka kamu harus menyisir bulunya setiap hari dan lebih rutin.

Sisir yang digunakan pun haruslah sisir dengan gigi rapat. Tujuannya agar debu dan kotoran yang menempel  pada bulunya bisa dibersihkan.

Perawatan lainnya yang perlu kamu lakukan untuk kucing himalaya, yaitu:

  • Cek kuku setiap minggu dan potong saat sudah panjang.
  • Cek telinganya karena bentuk telinga yang runcing membuat telinga kucing himalaya rentan kemasukan kotoran. Untuk membersihkan, gunakan bola kapas dan bersihkan secara perlahan dan lembut.

10. Masalah kesehatan

Kucing anggora

Secara umum, anggora memiliki kesehatan yang baik. Namun, beberapa anggora berbulu putih dan odd eye, cenderung bisu dan tuli. Jadi, kalau kamu punya anggora jenis tersebut, coba cek pendengaran dan suaranya ya.

Selain itu, kamu perlu cek kesehatan bagian dalam seperti syaraf dan jantung. Selain itu, kamu perlu memperhatikan gangguan kesehatan pada organ geraknya karena anggora cenderung aktif.

Kucing himalaya

Kucing himalaya memiliki beberapa masalah kesehatan yang wajib kamu waspadai, diantaranya:

  • Penyakit ginjal polikistik atau PKD adalah penyakit yang biasanya dialami kucing persia khususnya anakan persia. Penyakit ini  ditandai dengan munculnya kista di ginjal kucing. Perlu penanganan sedini mungkin agar resiko infeksi bakteri bisa diminimalisir.
  • Susah bernafas dan menelan.
  • Kurap yang bisa muncul karena bulu kucing yang panjang dan lebat yang tidak terawat dengan baik.

11. Harga

Kucing anggora

Harga kucing anggora saat ini berkisar antara Rp400.000-Rp20.000.000. Harga tersebut berdasarkan kualitas, keaslian (murni atau tidak), mata, kondisi tubuhnya, umurnya.

Kucing himalaya

Harga kucing himalaya cukup mahal. Harganya berkisar antara Rp655.000-Rp25.000.000. Harga tersebut biasanya tergantung dari usia, ukuran tubuhnya, pihak penjual, warna bulunya dan kualitas secara keseluruhan.

12. Kelangkaan

Kucing anggora

Kucing anggora termasuk kucing yang populer dan banyak dipelihara di Indonesia. Sayangnya, untuk kucing anggora asli atau murni, perkembangbiakannya dijaga dengan ketat khususnya di Turki. Bahkan, anggora turki murni ditempatkan di kebun binatang.  

Di Indonesia sendiri, jika ada pemilik anggora murni cenderung mencari anggora murni lain untuk dikawinkan.

Bagaimana caranya tahu anggora itu murni atau tidak? Setiap pemilih anggora murni akan dibekali dengan sertifikat tertentu. Jadi, kamu bisa cek sertifikatnya ya.

Kucing himalaya

Kucing himalaya termasuk kucing domestik yang kini banyak dikembangbiakkan. Walaupun harganya cukup mahal terutama untuk top quality, tapi, kamu masih bisa mendapatkan kucing himalaya dengan mudah.

Akhir kata, sekian pembahasan dari topik perbedaan kucing anggora dan himalaya. Mulai sekarang kamu tahu perbedaan kucing anggora dan himalaya, bukan? Kalau ada pertanyaan, silahkan sampaikan melalui kolom komentar di bawah.

Baca lebih lanjut: 17 perbedaan kucing anggora dan persia »