Home » Cara Merawat Kucing » Aturan Perkawinan Sedarah Kucing Persia [Inbreeding]

Aturan Perkawinan Sedarah Kucing Persia [Inbreeding]

| | Category

Usia berapakah kucing persia Anda saat ini? Apakah sudah memasuki masa kawin? Saat kucing persia sudah menginjak dewasa, mereka akan memasuki masa perkawinan. Dimana, baik pejantan maupun betina akan mengalami birahi. Anda dapat memilih untuk mengatasi birahi dengan mengawinkannya atau mensterilkannya. Ulasan tentang sterilisasi kucing dapat Anda baca lengkap disini.

Jika Anda memilih untuk mengawinkannya, perkawinan dengan kucing persia milik orang lain yang tidak sedarah/kerabat, itu sah-sah saja. Namun, bagaimana jika Anda mengawinkannya dengan kucing persia sekerabat? Bolehkah kucing persia kawin dengan saudara kandung/inbreeding? Jawaban singkatnya boleh, tapi ada aturannya. Jika Anda tidak mengetahui aturannya, kucing persia Anda akan melahirkan keturunan yang cacat secara gen dan cacat mental.

Sebelum mempelajari tentang aturan inbreeding kucing persia, Anda sebaiknya mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan dari perkawinan inbreeding(perkawinan dengan saudara kandung) pada kucing persia.

Kelebihan Perkawinan Sedarah/Inbreeding

  • Anda dapat memiliki anak kucing persia yang identik dengan induknya : Perkawinan inbreeding akan meningkatkan homozigot gen dari suatu generasi sehingga, jika anakan kucing persia memiliki homozigot gen tinggi, kemiripan dengan indukannya akan semakin terlihat jelas.
  • Anda dapat memiliki anak kucing persia yang bisa diprediksi warna dan kualitasnya : Apabila Anda belajar lebih mendalam tentang COI (coeffisient of inbreeding) dan teknik pewarisan sifat genetik. Inbreeding dapat dengan mudah membantu Anda memprediksi anakan seperti apa yang akan muncul dari sepasang induk kucing persia.
  • Anda dapat memiliki anak kucing persia yang lebih berkualitas atau minimal sama dengan induknya : Semakin Anda mendalami Inbreeding, pemilihan induk yang sesuai akan sangat membantu Anda dalam menghasilkan keturanan kucing persia yang lebih berkualitas.
  • Anda dapat menghapus dan menyeleksi kemunculan gen anak kucing persia yang kurang baik dan tidak diinginkan : Selaras dengan penjelasan pada point sebelumnya, selain dapat meningkatkan potensi anakan. Anda akan mendapatkan formula perkawinan yang dapat menghilangkan sifat-sifat yang tidak Anda sukai dari sebuah keturunan. Perhitungan perwarisan sifat genetik menjadi peran penting dalam kasus ini.
  • Anda dapat lebih mudah mengontrol kualitas populasi kucing persia Anda : Inbreeding akan mengontrol populasi kucing persia secara baik, karena Anda tidak akan mengawinkan kucing persia kesayangan Anda secara sembarangan.

Kekurangan Perkawinan Sedarah/Inbreeding

  • Kehilangan kesempatan mendapatkan anak kucing persia jenis baru : Inbreeding menurunkan gen heterozigot dari suatu keturunan, jadi munculnya varietas kucing persia jenis baru sangat jarang terjadi.
  • Meningkatkan prevalensi kelainan bawaan pada anakan kucing persia : Dalam praktek inbreeding, selain Anda dapat mewariskan genetik positif pada suatu generasi dan menghilangkan sifat-sifat yang tidak diinginkan, ternyata gen resesif tetap terbawa. Semakin tinggi gen resesif ini menumpul dan menjadi dominan. Kelainan bawaan pada anakan kucing persia akan muncul.
  • Defisiensi imun : Saya mempelajari sedikit mendalam tentang defisiensi imun ini. Ternyata keturunan dari hasil perkawinan sedarah memiliki penurunan sistem pertahanan imun. Anakan kucing persia hasil inbreeding akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rendah dari pada induknya.
  • Pertumbuhan lambat : Pada kasus kerusakan gen akibat terlalu dominannya genetik negatif. Anakan kucing akan mengalami kelainan pada organ tubuhnya. Ciri-ciri yang sangat mudah terlihat adalah kucing persia ini mengalami pertumbuhan yang lambat.
  • Penururan kemampuan reproduksi pada anakan kucing persia : Banyak kasus menyebutkan, bahwa semakin jauh praktek inbreeding pada lintas generasi kucing persia. Generasi baru yang muncul sering infertill atau mengalami gangguan reproduksi. Sehingga kucing persia ini susah dikembangbiakkan.
  • Memunculkan cacat genetik pada anakan kucing persia : Penyakit yang sudah berkaitan dengan genetik memang sangat sudah ditangani. Inbreeding menjadi salah satu penyebabnya.
  • Anakan kucing persia memiliki lama hidup yang lebih pendek : Anakan kucing persia yang mengalami cacat genetik pasti mengalami kelainan organ tubuh. Sehingga, sangat mempengaruhi daya hidup kecing tersebut.

Catatan: Kadang perkawinan sedarah (inbreeding) juga terjadi pada kucing liar yang hidup survival di kompleks perumahan. Kasus ini pasti akan meningkatkan populasi kucing dengan sangat cepat. Namun, semakin banyak anak, semakin kesulitan induk kucing untuk memeliharanya.

Sehingga banyak terjadi penemuan anak kucing baru lahir tanpa induk. Induk kucing yang memiliki terlalu banyak anak akan sangat kesulitan melindungi anaknya dari bahaya atau kesulitan mencarikannya makan. Alhasil, anak kucing ini sering ditinggalkan oleh induknya.

Entah ditinggal karena sengaja, atau ditinggal karena induknya mati akibat kecelakaan/berkelahi dengan kucing lain untuk mempertahankan daerah kekuasaan. Anda dapat me”rescue” anak kucing tanpa dosa ini. Apabila Anda kesulitan, Anda dapat melihat panduan merawat anak kucing tanpa induk disini.

Aturan Perkawinan Sedarah Kucing Persia [Inbreeding]

Saat ini kucing persia telah menjadi salah satu hewan favorit banyak orang. Ketertarikan ini telah menjadikan trend center bisnis pada bidang kucing. Berbagai cara dilakukan untuk memunculkan jenis kucing yang memiliki penampilan menawan dan disukai banyak orang, seperti: kawin silang antar ras, kawin silang antar spesies, kawin sedarah. Kucing dengan kharisma dan tampilan fisik yang menawan dapat dijual dengan harga yang sangat mahal.

Pemilik kucing mahal pasti juga ingin memiliki keturunan kucing yang kualitasnya seperti induknya. Maka langkah inbreeding mereka tempuh. Berikut ini, beberapa aturan inbreeding agar tetap bisa mendapatkan kualitas anakan kucing persia yang baik.

  1. Aturan untuk menghasilkan anakan baru (New Breed)
  2. Aturan untuk perbaikan genetik (Repair Genetic)
  3. Aturan peningkatan (Greeding Up)

Sebelum melakukan inbreeding, Anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa induk kucing persia adalah bibit yang berkualitas. Karana sifat indukan kucing persia akan diwariskan ke anakan kucing secara inbreeding.

Aturan untuk menghasilkan anakan baru (New Breed)

Induk pejantan kucing persia A dikawinkan dengan induk betina kucing persia B. Mereka melahirkan generasi pertama dengan nama, misal: F1. Hasil dari generasi pertama ini di tunggu sampai dewasa dan dikawinkan lagi. Induk pejantan kucing persia F1 dikawinkan dengan induk betina kucing persia F1. Mereka akan menghasilkan generasi kedua, misal: F2.

Generasi kedua ini dikawinkan dengan cara yang sama. Induk pejantan kucing persia F2 dikawinkan dengan induk betina kucing persia F2. Mereka melahirkan generasi ke-3, misal: FN. Generasi ketiga ini akan memiliki akan memiliki ciri spesifik baru dan tingkat homogenitas tertentu.

Aturan untuk perbaikan genetik (Repair Genetic)

Aturan ini fokus pada kucing persia jantan. Jika Anda ingin memperaiki genetik dari suatu keturunan, carilah pejantan yang tangguh dan berkualitas. Pertimbangkan bentuk tubuh, warna bulu, kebugaran, bentuk wajah dan kesehatan pejantannya.

cara perkawinannya sangat mudah. Pejantan kucing persia A yang terbaik dikawinkan dengan induk betina yang ingin diperbaiki keturunannya. Mereka akan melahirkan generasi pertama yang memiliki keunggulan pejantan A, misal: Fn. Anak kucing persia Fn ini akan memiliki keunggulan dari pejantan kucing persia A sehingga keturunan dari betina menjadi lebih baik.

Aturan untuk peningkatan (Greeding Up)

Aturan ini fokus pada kucing persia betina. Pilihlah indukan kucing persia yang berkualias. Anda harus lebih fokus pada kualitas betina. Untuk perkawinannya seperti ini, pejantan kucing persia A dikawinkan dengan kucing persia betina B. Mereka akan melahirkan generasi pertama, misal F1. Kemudian Anda ambil lagi kucing persia betina B dan setelah umur anaknya dewasa, segera kawinkan F1 dengan betina B. Mereka akan menghasilkan keturunan generasi kedua, misal: F2. Kemudian setalah anakan F2 dewasa, kawinkan kembali dengan betina B dengan F2. Maka, mereka akan menghasilkan generasi baru yang mengalami pengingkatan, breed B.

Saat melakukan perhitungan dan praktek inbreeding, saya menyarankan Anda mempelajari COI (Coefficient of Inbreeding). Formula COI akan membuat Anda mampu menghasilkan generasi terbaik dari kucing persia Anda.

Namun, satu hal yang perlu Anda ingat. Pewarisan sifat melalui perkawinan sedarah/inbreeding itu, selalu, selalu membawa genetik dari induknya. Genetik dominan akan muncul, dan genetik non dominan akan tersimpan.

Semakin sering Anda melakukan inbreeding, genetik non dominan ini akan menumpuk dan menjadi dominan. Saat itulah generasi terbutuk akan lahir. Jadi Anda tidak perlu kaget jika dalam satu generasi nanti ada anakan kucing persia yang mengalami cacat fisik dan cacat mental.

Apabila Anda telah berhasil melakukan inbreeding dengan benar dan memiliki banyak anakan kucing berkualitas. Lebih baik Anda memberinya nama dan kalung sebagai penanda.

Hal ini untuk memudahkan Anda dalam mencatat perkembangan kesehatan kucing melalui kartu kontrol kesehatan kucing. Anda dapat menggunakan kumpulan koleksi nama kucing popular disini untuk memudahkan Anda memilih nama kucing yang tepat.

Apa yang harus kamu lakukan jika kucing hamil? Apakah perlu memberikan suplemen dan vitamin untuk kucing hamil? Itu semua tergantung kondisi kucing. Baca panduan merawat kucing hamil yang sudah saya tulis. Ada banyak tips memelihara kucing hamil agar sehat sampai melahirkan.

Solusi Pada Kemunculan Keturunan Cacat Mental dan Cacat Fisik

Semakin kita mempelajari lebih dalam tentang teknik persilang kucing persia, semakin kita tahu bahwa kelak dalam salah satu generasi inbreeding itu akan muncul keturunan yang memiliki cacar fisik, misal: tubuh kerdil, muka tidak normal, betina susah memiliki anda, dan lain lain.

Apa yang perlu kita lakukan jika kita menemukan generasi yang sudah memiliki dominan gen negatif? Ya…Anda perlu mencari indukan lain yang lebih baik. Hanya itu solusinya, karena saat ini belum ada teknologi biologi molekular yang dapat memperbaiki kerusakan sampai tingkat pewarisan genetik.

Tips Memilih Induk Kucing Persia Yang Berkualitas

Kita sekarang tahu bahwa indukan sangat penting peranannya dalam inbreeding. Jadi sebelum Anda melangkah lebih jauh. Saya akan memberikan beberapa tips yang bisa Anda gunakan dalam memilih induk kucing persia yang berkualitas.

  1. Jenis kelamin : Apa tujuan Anda melakukan inbreeding? Jawaban tersebuh akan menentukan jenis kelamin indukan yang akan dijadikan dominan. Apakah jantannya ataukah betinanya. Faktor genetik yang mendominasi dari induk kucing persia akan menjadi cetakan untuk anak-anaknya.
  2. Umur : Umur akan menjadi faktor penentu apakah kucing persia sudah dapat dikawinkan oatau belum. Anda harus menunggu sampai kucing Anda berumur minimal 8 bulan. Saat kucing persia berumur 8 bulan, organ reproduksi mereka sudah berkembang dengan sangat baik.
  3. Kondisi fisik : Anda harus benar-benar teliti saat mengamati fisik induk persia yang ingin Anda kawinkan. genetik indukan yang dominan akan menjadi cetakan untuk kondisi fisik anak-anak mereka. Pilihlah kucing indukan yang memiliki badan, mata, telinga, hidung, kepala, ekor dan warna bulu yang Anda sukai atau yang Anda targetkan.
  4. Silsilah : Anda sangat perlu mengetahui silsilah indukan kucing jika ingin melakukan inbreeding. Pastikan silsilah indukan sesuai dengan metode inbreeding yang Anda pilih.
  5. Vaksinasi : Anda juga harus melihat catatan sejarah vaksinasi dari induk kucing persia. Induk yang sehat akan melahirkan anak yang sehat. Sedangkan induk yang pesakitan akan mewariskan penyakitnya ke anak keturunannya. Panduan vaksinasi untuk pemula dapat anda baca disini.
  6. Kesehatan : Kucing persia yang akan Anda jadikan induk harus dalam kondisi sehat dan siap dikawinkan. Kesehatan kucing persia akan menentukan berhasil atau tidaknya inbreeding. Jika Anda telah memiliki pejantan ataupun betina yang terbukti subur, maka prosentase keberhasilan Anda akan lebih tinggi dibandingkan dengan yang belum terbukti produktif.

Kesimpulan

Setelah belajar lebih jauh tentang inbreeding, kita tahu ternyata ada berbagai aspek yang dipertimbangkan sebelum mengawinkan kucing persia kita. Jika Anda seorang breeder dan ingin memiliki kualitas anakan kucing persia yang lebih baik, silakan lakukan penelitian lebih lanjut tentang COI (coeffisien of inbreeding).

Formula tersebut akan membantu anda menciptakan anakan kucing persia yang istimewa. Namun, apabila anda tidak memikirkan tentang anakan kucing persia Anda. Informasi ini sudah lebih dari cukup untuk menjawab permasalahan Anda.

Tinggalkan komentar