Bagaimana cara merawat kucing agar terhindar dari penyakit?

Semua cats lover pasti ingin banget memelihara kucing sebanyak mungkin di rumah. Apalagi kalau kamu nonton video-video kucing lucu di YouTube. Tingkah kucing yang nyentrik dan unik memang bikin kamu gemas. Kamu pasti ingin banget supaya kucingmu tumbuh dengan sehat dengan biaya murah. Apalagi, biaya berobat ke dokter hewan yang memang terhitung mahal. Buat check-up saja, kamu bisa merogoh kocek mulai dari Rp 30.000 (baru biaya pemeriksaan, belum pengobatan dan tindakan medis). Apalagi kalau kucingmu sakit parah dan butuh perawatan intensif rawat inap. Bisa dipastikan, biaya yang kamu keluarkan pasti sangat banyak. Nah, saya akan membagikan kiat dan tips bagaimana cara merawat kucing agar terhindar dari penyakit. Mulai dari pengenalan penyakit genetik ras kucing, perawatan groming sampai vaksinasi kucing. Dengan begitu, pengeluaran biaya pengobatan kucing akan lebih murah dan kucingmu akan terhindar dari penyakit kronis. Penasaran? Let’s get started!

1. Pahami penyakit genetik sebelum adopsi atau beli kucing

Penampilan kucing maine coon atau ragdoll yang anggun memang bikin kamu tergiur buat memilikinya. Tapi, kamu wajib tahu kalau masing-masing ras juga bawa resiko penyakit genetik. Maine coon misalnya, punya kecenderungan terkena penyakit Hypertrophic Cardiomyopathy (HCM). Penyakit ini timbul akibat mutasi genetik yang abnormal. Dampaknya, kucingmu jadi memiliki otot jantung yang tebal banget. Hal tersebut mengakibatkan dia rawan terkena gagal jantung dan pembentukan gumpalan sel darah merah abnormal. Gejala HCM meliputi sesak napas dan kelumpuhan. Kalau terlambat ditangani, kucingmu bisa mati mendadak. Perawatan buat kucing yang kena HCM juga nggak mudah, lho.

Kamu harus beri kucingmu obat secara rutin buat menormalkan detak jantungnya. Selain itu, kamu juga wajib check up ke dokter hewan buat membuang cairan yang ada di paru-parunya. Nggak hanya menghabiskan biaya banyak, kamu juga harus super telaten.  Jadi, kamu harus siap-siap budget yang besar banget buat pengeluaran nggak terduga ini.

Kucing jenis scottish fold juga nggak kalah menggemaskan. Apalagi dengan kuping mereka yang terlipat dan kaki mereka yang pendek banget. Pokoknya, bikin kamu ingin uyel-uyel terus. Tapi, di balik keimutannya, si scottish fold punya bakat penyakit genetik juga. Osteochondrodysplasia adalah kondisi genetik yang berperan dalam membentuk kuping terlipat khas kucing menggemaskan ini. Tapi, di sisi lain hal tersebut juga bikin si meong rentan terkena Scottish Fold Disease. Penyakit ini mengakibatkan kucing scottish fold gampang terkena penyakit persendian, seperti arthritis. Dia jadi butuh terapi rutin buat meredakan rasa sakitnya. Siap-siap saja mengeluarkan biaya terapi yang agak menguras kantong.

Kamu dapat membaca informasi lengkap tentang panduan penyakit genetik pada ras kucing di sini. Cari semua informasi tentang penyakit bawaan (genetik) ras kucing di sana. Dengan memahami hal tersebut, kamu dapat mencegah penyakit kronis kucing. Dengan demikian, kamu dapat menghemat biaya pengobatan kucing tahunan.

2. Rajin-rajinlah grooming kucing kesayanganmu

Kucingmu memang bisa grooming atau merapikan bulunya sendiri. Tapi, dengan memanfaatkan jasa grooming, kamu bisa cegah dia muntah hairball. Hairball adalah gumpalan bulu yang nggak sengaja tertelan saat kucingmu lagi asyik menjilati badannya. Biasanya, kucingmu bakal memuntahkan bulu itu. Bisa juga dia keluarkan gumpalan bulu lewat kotoran. Tapi, ada kalanya gumpalan bulu itu terlalu besar. Akibatnya, saluran pencernaan kucingmu jadi tersumbat. Biasanya, kucingmu jadi muntah-muntah segera setelah makan. Atau, dia malah nggak mau makan sama sekali. Hairball juga bisa bikin kucingmu terkena konstipasi (susah BAB). Dengan grooming si meong secara rutin, kamu bisa minimalisir resiko bulu yang tertelan oleh si meong. Kalau kamu ke petshop, ada banyak banget kok shampoo dan sikat grooming yang cocok. Kamu juga bisa cari info tentang salon pet grooming terdekat di area domisilimu.

Catatan: banyak pemilik kucing pemula tidak mau mengeluarkan biaya untuk grooming kucing. Padahal, jika kucing rajin kamu grooming, dia akan terhindar dari penyakit berat. Dengan begitu kamu tidak mengeluarkan biaya pengobatan yang mahal. Believe me! It’s worth it!

3. Beri obat kutu secara rutin

Selain rajin grooming, kamu juga wajib berikan obat kutu secara rutin. Kutu kucing nggak hanya bikin gatal. Serangan kutu juga bisa bikin bulu kucingmu jadi gampang rontok. Nggak hanya itu, kutu juga jadi sarang penyakit lho. Penyakit cacingan misalnya, bisa menjangkit kucingmu kalau dia nggak sengaja menelan kutu saat grooming. Selain itu, penyakit lainnya seperti Cat Scratch Disease dan penyakit Lyme juga ditularkan lewat kutu. Kalau kucingmu jenis kucing  indoor, biasanya pemberian obat kutu memang nggak perlu terlalu sering. Tapi, si meong harus diberi obat kutu secara rutin kalau dia hobi berpetualang ke luar.

Catatan: obat kutu adalah perlindungan dan pencegahan dari infeksi penyakit berat yang berasal dari kutu. Jadi, dari pada kucing kamu opname di klinik dokter hewan, lebih baik kamu kasih obat kutu secara rutin.

4. Beri makan makanan kucing berkualitas

Sebagai owner yang baik, kamu juga harus berikan si meong makanan yang berkualitas. Makanan kucing wet food adalah pilihan yang terbaik. Soalnya, si meong bisa dapatkan semua nutrisi yang dia butuhkan. Mulai dari protein dari daging ayam atau ikan, hingga asupan cairan. Tapi, jenis makanan dry food juga sebenarnya oke-oke saja. Kamu harus pilih merek makanan kering yang berkualitas bagus. Pilih makanan kucing dry food dengan komposisi utama dari bahan daging. Harganya memang lebih mahal, sih. Tapi, makanan yang berkualitas tinggi bisa bantu cegah kucingmu dari berbagai penyakit. Kamu juga bisa pilih jenis dry food dengan formula sesuai jenis ras dan umur si meong.

Jangan lupa ketahui pola makan yang tepat buat si kucing. Idealnya, kucing makan 2 – 3 kali sehari. Buat jadwal makan dengan jam yang sama setiap harinya. Patuhi takaran makanan yang pas sesuai dengan usia dan pola aktivitas si kucing. Jangan sampai dia jadi kurang makan atau malah kebanyakan makan. Kalau kamu kasih makan kucingmu terlalu sedikit, bisa-bisa dia kena malnutrisi. Sebaliknya, terlalu banyak kasih makan juga bisa bikin kucingmu terkena obesitas. Dua-duanya sama-sama bawa efek buruk buat kesehatan kucingmu. Jadi, bijaklah dalam memberikan makan si meong.

5. Siapkan akses minuman bersih setiap saat

Akses minuman bersih penting banget dan harus ada buat kucingmu. Apalagi, kalau kamu kasih makan dia makanan kering. Dibandingkan makanan basah, dry food cuma punya kelembapan maksimal 15%. Yang jelas, itu nggak cukup buat menjaga kucingmu supaya tetap terhidrasi. Kalau kucingmu nggak dapat cairan yang cukup, dia bisa kena dehidrasi. Itu gawat banget, lho! Kucingmu beresiko terkena FLUTD. FLUTD atau Feline Lower Urinary Tract Disease adalah penyakit infeksi saluran kemih. Penyakit ini disebabkan terbentuknya kristal urine yang mengeras menjadi batu dan menyumbat saluran kemih. Akibatnya, kucingmu jadi nggak bisa pipis.

Padahal, urine yang nggak bisa keluar bisa menjadi racun. Dan, itu fatal banget kalau sampai terserap oleh tubuh. Kucingmu jadi harus dikateterisasi. Kateterisasi adalah proses pemasangan selang di saluran pipis kucing. Tujuan dari tindakan medis ini adalah untuk mengeluarkan endapan batu yang ada di kandung kemih. Secara sederhana, bisa kamu artikan sebagai metode pengobatan batu ginjal dan batu kandung kemih.

Biaya kateterisasi juga lumayan mahal, lho. Kamu harus merogoh kocek mulai dari Rp 500.000 – 1 juta. Penanganan terlambat sedikit saja, kucingmu bisa nggak tertolong. Jadi, kamu pilih mana? Selalu mengontrol air minum kucing, atau uangmu habis untuk pengobatan penyakit FLUTD kucing?

Catatan: cara untuk menghindari penyakit FLUTD adalah kucing harus banyak minum. Jadi, kamu harus rajin mengganti air minum kucing setiap hari agar kucing doyan minum. Dan kamu harus selalu memperhatikan hidung kucing. Kucing yang dehidrasi akan memiliki warna hidung putih dan kering. Waspada ya!

6. Wajib sediakan litterbox

Supaya lingkungan rumahmu tetap bersih, selalu sediakan litterbox buat si meong. Kamu bisa beli kotak penampung kotoran kucing ini dengan harga murah banget di petshop. Kehadiran litterbox ini memang maha penting. Kamu jadi bisa memantau kesehatan kucingmu dari kotoran yang dia tinggalkan. Soalnya, kebanyakan penyakit kucing akan mempengaruhi feses dan urin. Jika kucing kamu kencing dan BAB di Litterbox, maka kamu dapat mendeteksi serangan penyakit lebih dini. Dengan begitu, biaya pengobatan lebih murah. Karena kucing bisa mendapatkan pengobatan sebelum sakit parah.

Saya akan mencontohkan cara mendeteksi penyakit kucing melalui kotoran dan urin kucing. Misalnya, kamu bisa tahu kalau kucingmu kena masalah pencernaan kalau kotorannya lembek. Kamu juga bisa deteksi FLUTD lebih awal, lho. Salah satu gejala FLUTD adalah, kucingmu jadi lebih sering mampir ke litterbox-nya. Jadi, kucing akan merasa ingin kencing tapi tidak tuntas. Dan akhirnya, dia bolak-balik ke litterbox. Kalau masih gejala, pengobatannya mudah dan murah. Kalau udh parah, biaya pengobatan bisa sampai 3 juta rupiah.

Sekarang, tahu kan betapa pentingnya punya litterbox?  Idealnya, kamu harus punya 2 litterbox buat 1 kucing. Lokasinya pun bisa kamu letakkan di tempat yang berbeda. Ini meminimalisir resiko ‘kecelakaan’ gara-gara kucingmu nggak bisa sampai di litterbox tepat waktu. Lokasi litterbox juga nggak boleh sembarangan. Pastikan kamu meletakkan litterbox di tempat yang nggak dilewati manusia atau hewan lainnya. Tempat itu juga harus tenang dan jauh dari sumber kebisingan. Ibaratnya, kamu juga pasti nggak mood buang air kalau ada orang lalu-lalang di depanmu, kan? Selain itu, lokasi litterbox juga harus terpisah dari area makannya. Kucingmu nggak bakal mau makan kalau ada litterbox di dekatnya.

7, Rutin bersihkan litterbox

Jangan lupa, kucingmu ini makhluk yang cinta banget dengan kebersihan. Kalau litterbox-nya kotor, dia jadi malas buat buang air di situ. Akibatnya, dia memilih kencing dan BAB sembarangan. Kalau sudah begitu, rumahmu jadi kotor dan bau. Idealnya, kamu harus buang kotoran kucing sesegera mungkin. Jangan tunda sampai semalam, apalagi 2 – 3 harian. Soalnya, kotoran kucing adalah sumber penyakit. Misal: Toksoplasmosis. Jangan lupa ganti pasir kucing secara berkala. Supaya, kucingmu tetap mau menggunakan litterbox-nya. Membersihkan litterbox secara rutin juga bisa bantu kamu deteksi dini penyakit yang diderita kucingmu. Jangan lupa cuci litterbox dan ganti semua isinya paling nggak seminggu sekali. Ini mencegah litterbox jadi bau. Gunakan masker, sarung tangan, dan pakai scoop saat bersihkan kotoran kucing. Selain itu, kamu juga harus cuci bersih tanganmu setelah bersihkan litterbox.

Kok ribet banget sih? Kalau kamu cinta si meong, semua pekerjaan itu menyenangkan kok! Nanti, kucing kamu akan manja dan sayang banget sama kamu.

8. Jaga kebersihan gigi si meong

Tahu nggak, kucing juga bisa terkena masalah gigi, lho! Apalagi, kalau kamu memberikan dia makanan basah. Sisa-sisa makanan basah yang menempel di giginya bisa jadi sarang bakteri. Bakteri itu bakal berkembang biak dengan subur. Akibatnya, penyakit gigi seperti plak dan karang gigi bisa bikin kucingmu sakit gigi. Aroma mulut si meong juga jadi bau banget. Kalau sudah sakit gigi, kucingmu jadi nggak doyan makan. Kasihan, kan? Makanya, kamu bisa kombinasikan pemberian wet food dengan dry food. Tekstur dry food yang keras bisa bantu cegah penumpukan sisa makanan di gigi kucing.

Tapi, lebih bagus lagi kalau kamu menggosok gigi kucingmu. Kamu bisa beli sikat gigi khusus kucing di petshop terdekat. Atau, kamu juga bisa gosok gigi si meong dengan sikat gigi khusus bayi. Kamu bisa beli pasta gigi khusus buat kucing di petshop atau di dokter hewan. Jangan pakai pasta gigi buat manusia, lho! Kalau kucingmu nggak terbiasa, kamu bisa melilitkan kain kasa halus atau kain pada jarimu. Setelah itu, masukkan jarimu ke dalam mulut kucing dan biarkan dia gigit-gigit mesra. Kamu bisa bujuk si meong dengan camilan atau treat. Tujuannya, supaya dia nggak berontak selama sesi gosok gigi. Idealnya, kamu perlu gosok gigi kucingmu 1 hari sekali selama 2-3 menit saja.

Catatan: kucing ras abyssinian memiliki penyakit bawaan periodontal disease. Biaya pengobatannya mahal. Jadi, perawatan untuk pencegahan penyakit periodontal adalah menyikat gigi kucing Abyssinian setiap hari.

9. Steril kucingmu saat cukup umur

Topik satu ini memang kontroversial banget. Tapi, gerakan steril kucing sudah jadi praktek umum di luar negeri. Biasanya, owner kucing nggak mau steril kucingnya dengan alasan nggak tega. Padahal, ada banyak banget manfaat steril buat kesehatan si kucing. Selain bantu mengontrol populasi, kucingmu juga jadi lebih tenang. Kucing jantan yang nggak disteril bakal keluyuran jauh banget dari rumah saat lagi birahi. Dia juga berantem dengan kucing jantan lain buat memperebutkan kucing betina. Padahal, ada banyak banget penyakit yang ditularkan antar kucing lewat gigitan dan cakaran. Contohnya, seperti Cat Scratch Disease, rabies, dan lain-lain. Kucing jantan yang disteril juga berisiko lebih rendah terkena kanker testis dan masalah prostat. Steril kucing juga bisa menurunkan level agresif kucing. Kucingmu jadi nggak gampang stres kalau kamu tambah anggota kucing baru. Kucingmu juga jadi terhindar dari kebiasaan pipis sembarangan, atau spraying. Kucing jantan sudah bisa disteril mulai dari usia 6 bulan.

Nggak hanya kucing jantan saja, steril juga menguntungkan untuk kucing betina. Kucing betina yang disteril jadi terhindar dari kanker payudara dan infeksi rahim. Nggak hanya itu, kucing betinamu juga nggak lagi diganggu oleh siklus birahi kucing. Dia bisa hidup lebih tenang dan nafsu makannya pun jadi meningkat. Kamu juga nggak perlu dipusingkan dengan jumlah kitten yang terlalu banyak. Dilihat sekilas, steril memang terkesan lebih mahal daripada KB. Tapi, kamu bisa dapatkan manfaat jangka panjang dari steril. KB kucing juga bahaya banget, lho! Soalnya, jenis KB yang digunakan adalah KB buat manusia. Dan, itu bisa bikin ketidakseimbangan hormon estrogen pada kucing. Akibatnya, kucingmu bisa terkena rahim bernanah atau pyometra. Ujung-ujungnya, tetap saja rahim si meong harus diangkat. Nggak hanya lebih mahal, operasi pyometra juga berpuluh-puluh kali lebih beresiko dibanding operasi steril. Lebih baik keluar sedikit modal buat steril, kan? Kamu sudah bisa steril kucing betinamu di usia 4 bulan.

Terus membaca: Efek samping steril pada kucing: 5 fakta ini mengejutkan! >>

10. Jadwalkan vaksinasi

Penyakit kucing nggak hanya bersumber dari bakteri atau kuman saja. Yang paling mematikan justru berasal dari virus. Penularan virus juga relatif cepat banget. Sudah banyak banget kisah sedih cat lover kehilangan puluhan kucingnya gara-gara serangan virus. Musim pancaroba jadi musim di mana kucing paling rawan terkena virus. Itulah pentingnya vaksinasi kucing. Dengan vaksin, kucingmu jadi lebih kebal terhadap serangan penyakit. Virus fatal seperti panleukopenia, rabies, dan calicivirus bisa ditangkal dengan vaksinasi. Vaksinasi bisa jadi langkah pencegahan untuk melawan serangan penyakit kucing yang mematikan. Untuk lebih jelasnya, baca 20 manfaat vaksinasi pada kucing di artikel ini.

Kucingmu sudah bisa divaksin saat dia berusia 8 minggu. Vaksin pertama yang dia butuhkan adalah vaksin tricat. Vaksin ini meliputi vaksinasi buat Panleukopenia, Calicivirus, dan Rhinotracheitis.  Sedangkan vaksinasi buat rabies baru bisa diberikan setelah kucingmu berusia 4 bulan. Kamu juga perlu berikan vaksinasi booster setiap 3 tahun. Buat lebih jelasnya, kamu bisa simak ilustrasi di di bawah ini:

Jadwal valsinasi kucing

Catatan: vaksinasi kucing itu awalnya terlihat mahal. Akan tetapi, vaksinasi akan melindungi kucingmu dan anggota keluargamu dari penyakit virus berbahaya.

11. Lakukan Kunjungan Rutin ke Dokter Hewan

Supaya kucingmu tetap sehat, jangan lupa kunjungi dokter hewan secara rutin. Kunjungan check-up rutin ke dokter hewan bisa bantu deteksi dini penyakit yang diderita si meong. Dokter hewan bisa bantu cek kondisi gigi dan berat badan kucingmu. Kamu jadi bisa tahu apakah dia punya pertumbuhan plak gigi atau nggak. Kamu juga jadi bisa tahu berat ideal kucing itu berapa kilogram. Kalau kucingmu kegendutan, kamu bisa konsultasi tentang pola diet yang tepat. Jangan tunggu sampai kucingmu sakit, deh.

12. Beri vitamin secara rutin untuk memperkuat sistem imun kucing

Pemilik kucing sering menganggap pemberian vitamin adalah hal yang sia-sia. Karena kucing masih terlihat sehat dan nafsu makan tinggi. Tapi apakah begitu? Fakta menunjukkan, ada siklus tahunan unik untuk kucing. Di mana, pada siklus ini kucing sering terserang penyakit.

  • Pertama, saat masa pergantian musim (masa pancaroba).
  • Kedua, saat masa kawin.
  • Ketiga, musim wabah penyakit.

Pada musim tersebut, sistem imun kucing melemah. Nah, pada momen inilah vitamin kucing menjadi pahlawan. Vitamin akan membantu meningkatkan sistem imun kucing dan membuat kucing kebal terhadap penyakit. Contoh vitamin kucing: vitamin B6, B12, transfer factor feline, minyak ikan dan vitamin gel.

Bagi pemilik kucing pemula, perlakuan ini pasti dinilai pemborosan. Tapi, percayalah, it’s work! Kucingmu akan senang dan kamu akan tenang.

Poin penting cara merawat kucing agar terhindar dari penyakit

Ingin kucingmu tetap sehat dan bahagia? Kalau kamu ingin punya adopsi kucing ras, bekali diri dengan pengetahuan seputar penyakit genetik. Grooming kucing dan pemberian obat kutu juga penting banget. Setelah itu, pastikan kamu berikan makanan yang berkualitas dan akses air minum bersih yang bebas. Jangan lupa bersihkan litterbox secara rutin setiap hari. Kucingmu juga butuh gosok gigi supaya gigi dan gusinya tetap sehat. Kamu perlu antar kucingmu ke dokter hewan buat check-up rutin. Kalau sudah cukup umur, jangan lupa berikan vitamin, vaksin dan steril kucingmu.

Akhir kata, apakah ada informasi terkait topik “Bagaimana cara merawat kucing agar terhindar dari penyakit?” yang saya lewatkan? Ingatkan saya melalui kolom komentar ya. Makasih.

Baca lebih lanjut: 15 penyakit kucing yang menular pada manusia >>