Bolehkah makan makanan bekas kucing?

Melihat video-video cat parent dan kucing peliharaan mereka berebut makanan emang lucu, ya? Bahkan, ada yang sampai rela sepiring berdua dengan kucing mereka. Emang, kita harus memperlakukan hewan peliharaan seperti keluarga sendiri. Tapi, harus ya sampai berbagi makanan segala? Sebenarnya, bolehkah makan makanan bekas kucing? Jawaban singkatnya adalah tidak boleh. Walaupun terlihat nggak bahaya, tapi saya tidak merekomendasikan makan makanan bekas kucing. Sama seperti mulut manusia, ada banyak bakteri dan kuman di dalam mulut kucing. Dan ada beberapa jenis bakteri dan kuman yang berbahaya bagi manusia. Saya akan menjelaskan detailnya di pembahasan. Yuk, baca sampai selesai.

Kenapa Nggak Boleh Makan Makanan Bekas Kucing?

Kalau kamu nggak sengaja makan makanan bekas kucingmu, jangan khawatir. Soalnya, sejauh ini nggak ada penelitian yang menyebutkan kalau makan makanan bekas kucing berakibat fatal buatmu. Kebanyakan orang yang sharing makanan dengan kucing mereka pun terbukti tetap sehat. Tapi hanya karena itu nggak berdampak negatif, bukan berarti bisa bisa kamu jadikan kebiasaan. Apalagi, kalau kamu punya kucing yang bebas berkeliaran di luar. Kamu nggak tahu kan barang apa saja yang sempat dia bawa dengan mulutnya? Kucing liar terutama, biasanya berburu dan menyantap daging hewan liar mentah. Kalau hewan yang dia mangsa ternyata terkontaminasi penyakit, kucingmu bisa jadi terinfeksi. Walaupun kucingmu nggak menunjukkan gejala sakit, dia bisa aja bawa bibit penyakit itu di dalam tubuhnya.

Kamu bisa meminimalisir resiko itu dengan menjadikan kucingmu sebagai kucing indoor. Kucing indoor emang punya peluang lebih minim mengkonsumsi daging hewan liar. Kucingmu juga nggak akan berkeliaran. Jadi, paling nggak kamu bisa mengawasinya lebih intens. Kucingmu juga sudah dapat makanan berkualitas terbaik dari kamu. Kamu pun juga jadi lebih gampang dalam memantau barang apa saja yang ia makan. Tapi, bukan berarti kucing indoorbebas resiko lho! Apalagi, banyak cat parents yang lengah dan membiarkan si kucing minum dari toilet. Bisa bayangin nggak setelah dia minum dari air WC, trus kucingmu mencicipi makananmu? Selain itu, kucing juga menggunakan lidahnya untuk membersihkan anusnya. Dia juga membersihkan kaki-kakinya dengan menggunakan lidah. Trus, dia pakai lidah yang sama buat menjilati sendok atau piring makanmu. Pastinya, kamu jadi pikir-pikir ulang kalau mau berbagi piring dengan kucing kesayanganmu.

Terus membaca: Bolehkah anak kucing makan makanan kucing dewasa? >>

Makan Makanan Bekas Kucing Bisa Bikin Kena Toksoplasmosis?

Toksoplasmosis emang jadi momok yang banyak didengar pencinta kucing. Pastinya kamu sudah kenyang banget dengan omongan ortu atau tetangga soal penyakit satu ini. Toksoplasmosis emang bisa berbahaya banget kalau menyerang ibu hamil. Soalnya, penyakit ini bisa mengakibatkan keguguran janin atau bayi jadi terlahir cacat. Banyak yang bilang kalau pelihara kucing bisa bikin kamu terkena Toksoplasmosis. Apakah Toksoplasmosis juga bisa menular dari kucing ke manusia lewat air liur?

Untungnya, nggak! Kucing emang bisa jadi carrier atau pembawa penyakit Toksoplasmosis. Penyakit ini juga termasuk ke dalam zoonosis, alias penyakit hewan yang bisa menular ke manusia. Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari parasit toxoplasma gondii. Kucing bisa terkena parasit ini kalau dia makan daging tikus atau daging hewan lainnya yang terinfeksi. Kucing yang terkena Toksoplasmosis emang nggak menunjukkan gejala sakit apapun. Tapi, dia tetap bisa menularkannya ke manusia. Tapi, media penularan Toksoplasmosis dari kucing ke manusia bukan lewat air liur. Kamu baru bisa terinfeksi Toksoplasmosis jika terkena kontak dengan kotoran kucingmu. Yap, parasit toxoplasma gondii hinggap di bagian usus besar kucing. Saat kucingmu buang air, maka parasit tersebut akan turut terbawa keluar dari tubuh si meong.

Kamu bisa terinfeksi Toksoplasmosisini kalau kamu membersihkan kotoran meong tanpa pakai sarung tangan. Parasit ini juga bisa aja menempel di kaki kucingmu kalau dia nggak sengaja menginjak kotorannya sendiri. Kalau dia mencolek makananmu setelahnya, ya bisa aja makananmu terkontaminasi. Tapi, penularan Toksoplasmosis dari kucing ke manusia tuh jarang banget. Yang banyak, justru mereka terkena Toksoplasmosis dari konsumsi makanan setengah matang.Contohnya, lalapan sayur dan sate daging. Selain itu, kamu juga bisa terkena Toksoplasmosis kalau kamu nggak cuci tangan dengan bersih setelah berkebun.

Makan Makanan Bekas Kucing Bisa Bikin Kena Rabies?

Rabies, atau penyakit anjing gila ternyata nggak hanya menyerang anjing saja. Penyakit yang menyerang syaraf ini juga bisa menginfeksi hewan mamalia lainnya. Termasuk di dalamnya adalah kucing dan manusia. Rabies bisa menular lewat air liur. Tapi, bukan berarti setelah kamu makan makanan bekas kucingmu jadi langsung terkena, ya? Kalau kucingmu nggak terkena rabies, maka kamu aman-aman aja. Ciri-ciri kucing yang terkena rabies antara lain:

  • Perubahan perilaku jadi agresif. Kalau awalnya kucingmu tipe kalem terus berubah jadi beringas, kamu wajib waspada. Apalagi kalau dia tiba-tiba juga menyerang barang-barang mati, seperti meja, kursi, dan lain sebagainya
  • Kucing yang kena rabies biasanya mengalami panting, atau napas yang nggak teratur. Dia juga keliatan gelisah banget dan nggak bisa diam
  • Nafsu makan yang merosot tajam
  • Kucing mengalami kejang-kejang dan disorientasi
  • Kematian mendadak beberapa hari setelahnya.

Kamu bisa terinfeksi rabies dari kucing lewat gigitan atau cakaran. Virus itu bisa masuk ke dalam jaringan pembuluh darah dan menyerang sistem syarafmu. Kamu nggak akan langsung menunjukkan gejala. Tapi begitu gejala itu muncul, sudah terlambat banget untuk mendapatkan pengobatan. Makanya, kamu disarankan untuk menjaga kucingmu agar ada di dalam rumah aja. Kalau kamu digigit atau dicakar, langsung cuci bersih lukamu dengan sabun antiseptik. Jangan lupa periksa ke dokter untuk jaga-jaga. Selain itu, jangan lupa buat jadwalin vaksinasi rabies buat si meong.

Apa Aja Sih yang Ada di Dalam Air Liur Kucing?

Sebenarnya, air liur kucing nggak ada bedanya dengan air ludah manusia, lho. Liur kucing terdiri dari beberapa elemen yang nggak membahayakan. Asalkan dia dalam kondisi sehat, lho. Tapi, kamu emang bisa terkena alergi atau tertular penyakit kalau air liur itu mengandung bakteri atau virus berbahaya. Buat lebih jelasnya, ini lho kandungan yang ada di dalam air liur si meong:

1. Enzim

Air ludah manusia punya enzim ptialin yang berguna supaya makanan lebih gampang dicerna. Kucing juga punya enzim khusus di dalam air liurnya. Tapi, enzim di dalam air liur kucing ini unik banget, lho. Pasalnya, enzim itu memiliki kandungan antibiotik yang bisa membantu membunuh bakteri dan kuman berbahaya. Enzim ini juga berperan buat mencegah infeksi. Jadi, nggak heran kucingmu bisa menyembuhkan luka-luka di badannya cukup dengan menjilati badannya. Enzim ini juga berguna buat menghentikan aroma darah yang bisa memancing predator. Kucingmu juga menggunakan enzim di dalam air liurnya ini buat menyejukkan tubuhnya. Praktis banget, ya?

2. Bakteri

Secara alami, kucing punya banyak banget bakteri di mulut dan di air liurnya. Bakteri ini punya peranan penting untuk mempercepat proses pencernaan makanan. Tapi, kucingmu juga bisa terkena bakteri jahat kalau sering keluyuran di luar rumah. Bakteri seperti Salmonella bisa bikin kucingmu sakit diare. Kamu juga bisa terkena Bartonellosis atau infeksi cakar kucing yang menular lewat air liur.

3. Protein

Air liur kucing juga mengandung protein. Nah, kandungan protein inilah yang jadi pemicu reaksi alergi di beberapa orang. Protein ini bisa menempel di bulu kucing saat dia sedang menjilati tubuhnya. Orang yang intoleran dengan protein ini bisa langsung terkena alergi setelah terkena kontak dengan bulu kucing. Menurut Fakultas Kedokteran Hewan OHIO, sebanyak 2/3 reaksi alergi yang kamu alami bersumber dari protein ini. Jadi, sebenarnya bulu kucing nggak memicu alergi apapun. Melainkan disebabkan oleh protein yang ada di dalam air liur kucing.

Kalau Udah Terlanjur Dimakan Kucing, Haruskah Makanan Itu Saya Buang?

Kamu udah tahu kalau sebenarnya makan makanan bekas kucing nggak berbahaya. Tapi, wajar aja kalau kamu masih parno. Kalo udah gitu ada 2 hal yang bisa kamu lakuin. Yang pertama, kamu bisa ikhlasin makanan itu buat dimakan kucingmu. Kamu juga bisa membuang makanan kalo si kucing udah malas menyentuhnya. Tapi, kalau kamu anti buang-buang makanan, ada cara lain yang bisa kamu pilih. Iris aja bagian yang sudah digigit kucingmu itu dari bagian makanan lain yang nggak tergigit. Buang bagian yang tergigit tadi, dan nikmati bagian yang bersih.

Kesimpulan

Jadi, bolehkah makan makanan bekas kucing? Jawabannya adalah tidak boleh. Soalnya, kucingmu bisa jadi makan hewan penyebar penyakit di luar sana. Nggak hanya itu, kucingmu juga membersihkan kaki dan alat kelaminnya dengan mulut. Dengan begitu, potensi bekas makanan kucing terkontaminasi sangat besar.

Tapi, bagaimana kalau sudah terlanjur? Berdoa saja, semoga tetap sehat. Hehe. Jikalau terlanjut, kamu nggak perlu terlalu parno tentang penyakit Toksoplasmosis ataupun infeksi rabies. Soalnya, sudah terbukti kalau penyakit Toksoplasmosis nggak menular lewat air liur kucing. Dan Infeksi rabies pun bisa kamu cegah dengan memberikan vaksin kucing. Tapi, jangan diulangi lagi ya!

Apakah ada pembahasan yang saya lewatkan tentang topik “Bolehkah makan makanan bekas kucing?”. Jika ada, tolong ingatkan saya melalui kolom komentar ya. Makasih.

Baca lebih lanjut: 10 makanan penambah nafsu makan kucing terbaik [2020] >>