Bolehkah makanan kucing diberi garam?

Bagi manusia, garam merupakan salah satu bumbu penyedap untuk meningkatkan cita rasa makanan. Bahkan, bagi kebanyakan orang, masakan tanpa garam itu hambar. Logika ini turut menarik rasa ingin tahu pemilik kucing. Dia kemudian berfikir, ”Apakah kucing tidak bosan makan makanan hambar setiap hari? Bolehkah makanan kucing diberi garam?”. Nah, jawaban singkatnya adalah boleh. Makanan kucing boleh kamu beri garam, tapi sangat sedikit. Kucing juga membutuhkan garam dalam jumlah tertentu sebagai senyawa elektrolit tubuh. Akan tetapi, jika melebihi ambang batas, garam akan menjadi racun bagi kucing. Kucing yang mengkonsumsi garam dalam jumlah berlebih dapat mengalami muntah, diare, kejang-kejang, keracunan dan bahkan kematian. Untuk lebih detailnya, simak pembahasan di bawah ini:

Makanan kucing boleh diberi garam, tapi…

Kucing boleh memakan makanan yang mengandung garam. Karena tubuh kucing juga memerlukan mineral garam (natrium klorida) untuk menjaga fungsi tubuh.

Ada 4 fungsi garam bagi tubuh kucing:

  • Pertama, sebagai agen transport nutrisi.
  • Kedua, sebagai zat pendukung.
  • Ketiga, sebagai mineral esensial untuk menjaga kadar elektrolit tubuh.
  • Terakhir, sebagai zat pembantu metabolisme sel di dalam tubuh kucing.

Akan tetapi, itu hanya dalam jumlah yang sangat sedikit.

Menurut penelitian dari Journal of Nutrition, kucing dewasa sehat membutuhkan garam sekitar 21-42 miligram per hari. What’s? Dikit banget?

Dan tahukah kamu, makanan kucing yang kamu beli di pet shop sudah mengandung garam dalam konsentrasi tinggi. Jadi, sebagai pemilik si meong kamu hanya boleh memberikan garam ke makanan kucing secukupnya.

Terus membaca: Berapa takaran makanan kucing per hari yang tepat >>

Secukupnya itu seberapa banyak?

Setelah kamu paham tentang kebutuhan garam harian kucing, kamu bisa mulai menakar. Jadi, jika kamu memasak daging untuk kucing, kamu hanya boleh memberikan garam secukupnya.

Secukupnya ini seberapa banyak? Jawabannya relatif.

Karena pada hari itu kucing sudah makan makanan kucing seberapa banyak? Apa hubungan makanan kucing dengan konsumsi garam pada kucing?

Begini, pada bagian belakang kemasan makanan kucing ada komposisi dan nutrisi. Jika kamu melihat ada kandungan natrium, salt, sodium di dalam kemasan tersebut, berarti makanan kucing sudah mengandung garam. Nah, kalau kucing sudah makan makanan kucing berdasarkan aturan penyajian yang benar, kebutuhan garam kucing sudah tercukupi.

Sampai di sini paham ya?

Jadi, kamu perlu memperhatikan label penyajian di balik kemasan makanan kucing.

Bagaimana jika saya merebus daging ayam untuk kucing dan saya beri garam?

Kembali ke aturan awal dari Journal of Nutrition. Selama kucing kamu belum makan terlalu banyak makanan kucing, kamu boleh memberi garam pada makanan kucing secukupnya.

Secukupnya itu, ya kasih sedikit aja. Hehe. Karena lidah kucing itu lebih sensitif dari pada lidah manusia. Akan tetapi, kalau kamu ragu-ragu, lebih baik ga usah pakai garam. Dengan begitu, kamu tidak khawatir berlebihan.

Makanan manusia yang aman untuk kucing tapi memiliki rasa asin juga perlu kamu batasi. Misalnya: ayam KFC, keripik, roti panggang asin, sosis, tempe goreng, telur goreng, dll. Lebih baik, kamu memilihkan makanan yang sehat untuk si meong. Dengan begitu, kucing akan tumbuh sehat.

Baca juga: Pengetahuan dasar tentang cara merawat kucing [A-Z] >>

Kandungan garam di berbagai makanan kucing komersial

Garam selain berfungsi untuk meningkatkan cita rasa makanan kucing, dia juga berfungsi sebagai zat pengawet. Dengan begitu, makanan kucing dapat bertahan lama dan tidak cepat busuk.

Pada pembahasan ini, saya akan memberikan sedikit gambaran perbandingan konsentrasi garam pada makanan kering dan makanan basah.

Makanan kering kucingMakanan basah kucing
Konsentrasi garam tinggiKonsentrasi garam rendah
Tidak mengandung air (kondisi makanan kering)Mengandung air (kondisi makanan basah)
Sekitar 42 miligram garam per 100 gram makanan kering10 miligram garam per 85 gram makanan basah
Makanan kucing awetMakanan kucing tidak awet
Penyimpanan mudah (toples)Penyimpanan lebih susah (kulkas)

*Catatan: detail kandungan garam pada makanan kucing komersial dapat kamu lihat melalui label nutrisi di balik kemasan.

Bahaya kelebihan konsumsi garam pada kucing

Kucing yang terlalu banyak mengonsumsi garam dalam sehari dapat mengalami keracunan. Benar, garam bisa menjadi racun mematikan bagi kucing.

Garam dalam konsentrasi tinggi dapat mengganggu keseimbangan elektrolit pada tubuh kucing. Akibatnya, sel-sel di dalam tubuh kucing tidak akan bekerja dengan benar. Pada kondisi buruk, kucing dapat mati dalam waktu kurang dari 24 jam.

Lho, serem banget! Bagaimana cara mendeteksi kucing yang keracunan garam?

Menurut pengalaman saya, ada beberapa gejala yang muncul saat kucing mengalami keracunan garam.

  1. Kucing berjalan sempoyongan seperti orang mabuk. Pada kasus ini, sistem syaraf keseimbangan kucing sudah terganggu.
  2. Kucing mengalami muntah, diare, dan buang air kecil berlebihan. Pada kasus, ini sel-sel pencernaan kucing sudah tidak stabil.
  3. Kucing merasa sangat haus dan minum secara tidak wajar. Ini adalah naluri alamiah kucing saat terjadi pengentalan pada cairan elektrolit butuh. Waspada!
  4. Kucing mengalami kejang-kejang hebat. Pada kondisi ini, kucing sudah mengalami dehidrasi parah dan sel-sel tubuh tidak dapat terkendali.
  5. Kucing mati dalam keadaan diam. Jika kucing yang keracunan garam tidak segera mendapatkan perawatan, dia dapat meninggal dalam waktu 24 jam.

Baca terus: Penting! Ini sebabnya kucing tidak boleh makan ikan asin >>

Oh, gitu! Paham, lalu, apa yang harus saya lakukan jika kucing saya mengalami keadaan seperti itu?

  • Pertama, kasih cairan sebanyak-banyaknya. Tujuannya adalah untuk menurunkan konsentrasi garam yang berada di dalam tubuh kucing. Cairan ini dapat berupa air putih, air degan ijo, ataupun air aqua.
  • Kedua, segera bawa kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan infus darurat. Infus dalam konsentrasi tertentu akan membuat cairan pada tubuh kucing meningkat. Dengan begitu, dehidrasi kucing sembuh, keseimbangan elektrolit kembali normal dan kucing dapat mengeluarkan garam melalui urin.

*Catatan: Kucing tidak dapat mencerna semua jenis garam. Ada garam-garam jenis tertentu yang akan keluar melalui urin.

Kesimpulan

Jadi, sekarang kamu paham ya jawaban dari “bolehkah makanan kucing diberi garam?”. Betul, kamu boleh memberi garam pada makanan kucing. Tapi, hanya boleh dalam jumlah sedikit. Karena kebutuhan garam untuk kucing dewasa hanya 21-42 miligram per hari. Dan apabila kucing kamu telah mengkonsumsi makanan kucing komersiah dengan penyajian yang benar, kebutuhan garam pada tubuh kucing sudah terpenuhi.

Dengan begitu, pastikan kamu bijak saat berencana ingin menambahkan garam pada makanan kucing. Kenapa? Karena garam dalam jumlah dan konsentrasi tinggi dapat menjadi racun bagi kucing. Akhir kata, apakah ada hal penting yang saya lupakan? Ingatkan saya melalui kolom komentar ya! Makasih.

Baca lebih lanjut: 9 makanan penggemuk kucing yang bikin gendut dan bulu lebat >>