8 penyebab bulu kucing persia rontok dan solusinya

Apakah kamu juga punya pemikiran yang sama bahwa kucing persia memang gemesin banget? Kucing persia punya bulu panjang yang halus dan asyik banget buat dibelai. Kucing persia juga punya karakter yang kalem dan senang banget ada di sekitar manusia. Cocok banget deh buat jadi kucing rumahan. Tapi, bulu kucing persia memang sering banget rontok. Kerontokan bulu berlebihan (alopecia) pada kucing bisa disebabkan banyak hal. Penyebabnya bisa jadi karena kucingmu sedang masuk ke musim shedding. Selain itu, serangan kutu, ringworm, dan kehamilan juga bisa jadi faktor penyebab alopecia lainnya. Ingin tahu pembahasan kenapa bulu kucing persia rontok? Baca sampai selesai.

1. Musim shedding

Coba perhatikan rambutmu. Dalam periode tertentu, pasti beberapa helai rambutmu bakal rontok, kan? Kucing persiamu pun mengalami hal yang sama. Setiap makhluk yang punya rambut atau bulu pasti bakal mengalami musim shedding. Saat siklus ini tiba, bulu kucingmu yang sudah mati bakal rontok. Nantinya, bulu-bulu itu digantikan dengan bulu yang baru yang lebih sehat. Ini adalah peristiwa yang alami. Jadi, kamu nggak perlu terlalu khawatir. Kucing persia punya bulu yang lebih lebat dan panjang daripada kucing berbulu pendek. Jadi, bulu yang rontok juga pasti lebih banyak. Masa shedding kucing persia biasanya terjadi setiap 2 kali dalam 1 tahun.

Di masa shedding, kucing persiamu rawan terkena masalah pencernaan. Kucingmu bisa jadi muntah atau bahkan mengeluarkan gumpalan bulu (hairball) saat dia buang air besar. Hairball biasanya terbentuk gara-gara kucingmu nggak sengaja menelan bulunya sendiri saat sedang grooming. Kamu bisa bantu cegah itu dengan menyisir bulunya menggunakan sikat khusus. Menyisir bulu kucing nggak hanya bantu cegah kucingmu terkena sakit perut gara-gara hairball. Tapi kamu juga bisa cegah supaya bulunya yang rontok nggak menempel kemana-mana. Tubuh kucingmu juga bakal terasa lebih ringan. Memangkas bulu kucingmu juga bisa dilakukan buat mengurangi shedding, lho. Gunakan saja jasa grooming yang ada di kotamu. Konsultasikan dengan mereka tentang model potongan yang tepat buat kucing persiamu.

Terus membaca: Kenapa kucing persia harus dicukur? >>

2. Makanan berkualitas rendah

Nggak cuma rontok, tapi bulu kucing persiamu terlihat kusam? Wah, bisa jadi itu gara-gara kualitas makanan yang kamu kasih. Karena bulunya yang panjang banget, kucing persiamu butuh makanan kucing dengan kandungan asam amino yang cukup. Nggak cuma itu, kamu juga harus pastikan agar makanan kucing itu punya zat asam lemak omega 3 dan 6. Soalnya, ketiga zat itu dibutuhin banget supaya bulu kucingmu tetap sehat, kuat, dan lembut. Makanya, jangan sembarangan pilih makanan buat kucingmu. Pilihlah makanan kucing yang memang diformulasikan khusus buat menjaga supaya bulu si meong tetap kuat dan nggak gampang rontok. Jadi, jangan pilih yang asal murah ya. Kamu bisa konsultasikan dulu ke dokter hewan buat cari makanan kucing yang bagus buat pertumbuhan bulu kucing persia.

3. Invasi kutu

Bulu kucing persia yang rontok juga bisa disebabkan gara-gara dia terlalu sering menggaruk kulitnya. Bahkan, ada juga lho kucing yang menjilati dan mencabut bulunya sendiri karena nggak tahan dengan rasa gatal. Ini bisa disebabkan gara-gara iritasi gigitan kutu atau tungau. Akibatnya, dia bakal menggaruk dan menjilati area tubuh yang gatal sampai bulunya rontok. Bahkan, nggak jarang bagian tubuh tersebut jadi botak. Kalau kucingmu dibiarkan berkeliaran di luar rumah, bisa jadi dia ketularan kutu dari kucing liar yang ditemui. Dia juga bisa terkena kutu saat sedang asyik rebahan di tanah. Selain bulu rontok, gigitan kutu juga biasanya meninggalkan bekas benjolan-benjolan berkerak pada kulit si meong. Bagian yang rontok juga biasanya spesifik di satu tempat saja.

Makanya, pastikan kamu berikan dia obat kutu secara rutin. Kamu bisa beli obat kutu semprot di toko perlengkapan hewan terdekat di kotamu. Kucingmu juga harus dimandikan paling nggak sekali seminggu dengan sampo khusus untuk menghilangkan kutu. Kalau lagi gabut, kamu juga boleh kok menyisir bulu kucingmu dengan sisir kutu.

4. Reaksi alergi

Bulu rontok pada kucing persia juga bisa disebabkan gara-gara alergi. Bentuk alergi pada kucing juga bermacam-macam. Kucingmu bisa jadi terkena alergi setelah memakan makanan kucing merek tertentu. Atau, bisa juga reaksi alerginya timbul setelah kamu memberikannya vitamin. Gigitan kutu juga bisa jadi pemicu reaksi alergi pada kulit kucing. Kontak dengan partikel debu atau serbuk bunga juga bisa bikin kucingmu terkena alergi, lho. Saat terkena zat alergen, kulit kucingmu bakalan terasa kering dan makin rawan terkena iritasi. Akibatnya, bulu si meong jadi gampang rontok gara-gara kucingmu terus menggaruk bagian yang gatal.

Untungnya, ada hal yang bisa kamu lakukan buat meredakan gejala alergi itu. Kamu bisa gunakan kain yang dibasahi dengan air hangat. Usapkan kain yang lembap itu ke bagian kulit kucing yang terkena iritasi. Kulit si meong pun bakal jadi terhidrasi dan bantu mengurangi efek iritasi. Kucingmu pun jadi nggak menggaruk kulitnya terus-menerus. Jangan lupa buat konsultasi ke dokter hewan supaya kamu tahu pasti pemicu alergi kulit yang dialami kucing kesayanganmu.

5. Faktor stres

Kalau kamu lagi stres, rambutmu bakal banyak banget yang rontok, kan? Nah, kucingmu pun nggak ada bedanya. Kalau kucing persiamu lagi stres, dia juga bakal mengalami kerontokan bulu. Kucingmu bisa jadi stres saat kamu membawanya ke dokter hewan. Lingkungan yang berbeda dan suara-suara yang asing memang bisa bikin kucingmu jadi bingung. Alhasil, bisa kamu lihat sendiri. Bulunya pun pasti banyak yang rontok bertebaran.

Tapi, kamu bisa kok bantu supaya dia merasa lebih nyaman saat dibawa ke dokter hewan. Tumbuhan kering catnip populer banget digunakan supaya si kucing lebih rileks. Selain itu, kamu juga bisa membujuknya dengan suara yang lembut. Kucingmu biasanya bakal lebih tenang setelah mendengar suaramu. Hal yang sama juga bisa kamu terapkan saat kamu membawanya untuk tampil di pameran kucing. Jangan lupa bawa tenda lipat supaya kucingmu tetap merasa nyaman.

Baca juga: 10 shampo kucing terbaik untuk mengatasi bulu rontok >>

6. Faktor usia

Seiring dengan bertambahnya usia, bulu kucingmu juga jadi lebih gampang rontok. Di usianya yang senja, kucing persiamu bisa jadi kesulitan dalam melakukan grooming mandiri. Akibatnya, bulunya pun jadi kusut dan lebih gampang rontok. Kamu pun dijamin lebih susah dalam membereskan bulu-bulu yang rontok itu. Rajin-rajinlah buat menyisir bulunya dengan sikat bulu kucing. Dengan begitu, kamu bisa mencegah bulu kucing jadi kusut dan rontok. Bulu yang rontok juga bisa langsung kamu buang tanpa perlu khawatir bertebaran kemana-mana. Menyisir bulu kucingmu juga bisa bikin si meong jadi lebih rileks dan happy, lho! Selain itu, bulunya juga terjaga kelembutan dan kilaunya.

7. Kehamilan

Kalau bulu kucing betinamu rontok lebih banyak dari biasanya, bisa jadi kucing hamil! Saat kucingmu hamil, tubuhnya bakal mengalami perubahan hormon buat mengakomodasi pertumbuhan janin. Salah satu efek dari perubahan hormon itu adalah kerontokan bulu. Biasanya, kerontokan bulu itu terjadi di bagian perut. Lebih tepatnya, di area puting susunya. Kamu nggak perlu khawatir, karena itu adalah hal yang normal banget. Fokuslah dalam memberikan makanan yang kaya nutrisi buat kucingmu. Kerontokan bulu ini biasanya bakal berakhir setelah masa menyusui kucingmu berakhir. Setelah dia berhenti menyusui, bulu-bulu perutnya bakal tumbuh kembali. Agar bulu kucing cepat tumbuh, silakan coba rekomendasi makanan untuk kucing menyusui ini. Kandungan nutrisi ekstra dari makanan kucing akan membuat si meong lebih cepat menumbuhkan bulunya.

8. Ringworm

Ringworm adalah penyakit kulit yang paling umum dialami oleh kucing. Kucing berbulu panjang, seperti kucing persia, punya resiko yang lebih tinggi buat terkena jamur kulit ini. Serangan jamur ini bisa bikin kucingmu jadi merasa gatal banget. Jadilah dia menggaruk atau menjilat bagian kulitnya yang gatal itu secara berlebihan. Akibatnya, bulu kucingmu pun jadi gampang banget rontok. Ringworm juga bisa menyebar sehingga makin banyak pula bulu kucingmu yang berguguran. Nggak heran, tubuh kucingmu pun bakal jadi pitak-pitak. Kasihan, bukan?

Ringworm ini ditandai dengan adanya ruam kemerahan berbentuk lingkaran atau cincin pada kulit kucing. Hati-hati, ya! Ringworm juga bisa banget nular ke manusia. Buat mengobati ringworm, bawalah kucingmu ke dokter hewan. Kalau kamu tertular ringworm, oleskan minyak tawon atau salep buat meredakan gatal-gatal. Jangan digaruk, ya! Semakin kamu garuk, ringworm itu bakal makin menyebar ke bagian kulit yang lain.

Kesimpulan

Ternyata, ada beberapa hal yang bikin bulu kucing persiamu mengalami kerontokan bulu (alopecia). Bisa jadi dia memang memasuki masa shedding atau faktor usia. Selain itu, alopecia juga disebabkan oleh faktor lainnya. Faktor stres, makanan berkualitas rendah, alergi, serangan kutu dan ringworm bisa bikin bulu si meong rontok. Menyisir bulu kucing dan pemberian makanan kaya nutrisi bisa bantu cegah alopecia. Jaga kucing agar tidak terkena stres. Soalnya, stres juga bisa picu terjadinya bulu rontok. Jangan lupa konsultasikan pemberian vitamin dengan dokter hewan terlebih dulu, ya.

Baca lebih lanjut: 11 cara melebatkan bulu kucing agar bagus dan berkilau >>