5 cara memberi makan kucing sakit [100% berhasil]

Kucing yang sedang sakit harus tetap diberi asupan makanan. Walaupun terlihat lemas dan tidak nafsu makan, tetapi tetap harus dipaksa. Ini penting supaya si kucing selalu mendapatkan energi. Baik untuk proses penyembuhan maupun mencegah timbulnya penyakit lain. Masalahnya adalah bagaimana cara terbaik memberi makan kucing sakit? Dalam kondisi sakit, biasanya kan kucing susah sekali diberi makan. Nah, ada 4 cara memberi makan kucing sakit yang bisa kamu coba. Mulai dari memancing nafsu makannya dengan makanan basah, menyuapi si kucing, sampai memberikan asupan nutrisi melalui infus. Mana cara yang terbaik untuk kucingmu? Yuk, disimak dulu pembahasan lengkapnya sampai selesai.

1. Beri makan kucing dengan makanan basah yang lembut dan berair

Cara pertama, cobalah pancing nafsu makan kucing dengan memberikan makanan basah. Kenapa harus makanan basah? Karena kucing lebih suka makanan basah dari pada makanan kering. Kenapa begitu? Karena makanan basah memiliki aroma yang lebih tajam dibandingkan makanan kering. Aroma makanan yang tajam ini biasanya bisa menggugah selera makan. Supaya lebih menarik, pilih makanan basah dengan varian rasa kesukaan si kucing. Kemudian, coba dekatkan makanan basah ke arah hidungnya. Atau, kamu bisa coba dengan mengoleskan sedikit makanan basah ke dalam mulut kucingmu. Kalau si kucing tertarik, ia akan menjilati sendiri makanannya sampai habis.

Saya pernah mencoba cara ini. Saat itu kucing saya sedang lemas dan demam karena baru saja divaksin. Nafsu makannya menurun drastis. Makanan kering yang biasa dikonsumsi sehari-hari, tidak disentuh sama sekali. Drh. Dinda Rahma, dari Paws Health Klinik, menyarankan supaya kucing saya diberikan makanan basah. Alasannya karena aroma dan rasa makanan basah akan lebih memancing nafsu makan kucing. Hasilnya? Terbukti ampuh, kok. Setelah diganti dengan makanan basah, akhirnya kucing saya mulai mau makan.

Catatan: Pada kondisi kucing yang sakit ringan, makanan basah dan berair sudah cukup. Kucing akan makan dengan cara menjilati makanan basah dan sesekali makan makanan basah yang padat. Jadi, pastikan makanan basah yang kamu kasih, selalu dalam kondisi berair.

2. Suapi kucing secara langsung dengan tangan

Kalau cara pertama gagal karena si kucing tidak juga tergugah seleranya, maka kamu bisa mencoba cara kedua ini. Bantu si kucing untuk makan dengan menyuapinya secara langsung. Kamu bisa melakukannya tanpa bantuan alat apapun. Gunakan makanan basah atau semi basah. Kemudian, ikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Ambil sedikit makanan basahnya, lalu padatkan membentuk bola-bola kecil. Bisa juga agak digepengkan. Sesuaikan saja dengan kondisi si kucing.
  2. Posisikan kucing terlentang menyamping supaya mudah disuapi.
  3. Gunakan jari telunjuk dan jempol tangan kiri untuk membuka mulut kucing. Atau, kamu bisa menekan perlahan kedua sisi rahang belakang supaya si kucing mau membuka mulutnya.
  4. Setelah mulut kucing berhasil dibuka, segera masukan makanan yang sudah dipadatkan tadi ke dalam mulut kucing. Usahakan mendorong hingga ke lidah bagian belakang supaya lebih cepat ditelan oleh si kucing. Lakukan langkah ini dengan cepat dan hati-hati supaya tanganmu tidak tergigit.
  5. Saat makanan sudah berhasil dimasukkan, tutup mulut si kucing. Tahan sebentar di bagian moncongnya supaya makanan tidak dikeluarkan lagi. Lakukan ini sembari mengelus perlahan di bagian bawah dagu sampai ke lehernya.

Ulangi langkah tersebut sampai jatah makannya habis. Namun, pastikan kamu menyuapi sedikit demi sedikit dulu. Jangan sekaligus banyak karena bisa membuatnya muntah.

Dari pengalaman saya merawat kucing yang sakit, memberi makan dengan cara seperti ini membutuhkan banyak waktu luang dan kesabaran. Seringnya kucing berontak karena tidak suka dipaksa makan. Makanan yang diberi akan berantakan di sekitar mulut dan ada yang jatuh mengotori lantai.

Catatan: Memberi makan kucing secara langsung akan meningkatkan ikatan antara kucing dan majikan. Setelah sembuh, kucing akan semakin manja denganmu. Tapi, saya takut! Jangan takut, memberi makan dengan tangan tidak berbahaya selama kamu selalu jaga kebersihan. Jadi, setiap selesai menyuapi kucing, pastikan selalu cuci tangan dengan sabun.

3. Gunakan spuit untuk memberi makanan kucing secara paksa

Gunakan spuit (syringe) untuk memberi makan kucing yang sakit. Spuit adalah alat suntik tanpa jarum. Kamu bisa mendapatkannya di apotek terdekat. Cara ini bisa dipilih kalau kamu tidak berani menyuapi kucingmu dengan tangan kosong.

Karena menggunakan spuit, makanan yang diberikan harus makanan basah dan lembut. Carilah yang tidak terlalu padat supaya makanan bisa masuk dan keluar dengan mudah di spuit. Kamu juga bisa menggunakan makanan kering yang sudah dicampurkan dengan air hangat supaya teksturnya menjadi lebih lembek.

Selain itu, kamu juga perlu menyiapkan beberapa perlengkapan penting ini.

  • Spuit ukuran 3cc atau 5cc. Jangan terlalu besar karena akan merepotkan untuk diselipkan ke mulut kucing.
  • Tisu atau kain lap lembut untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang tumpah.
  • Tisu basah untuk menyeka sekitar mulut dan kaki kucing yang terkena tumpahan makanan.
  • Air hangat dalam mangkok untuk mensterilkan spuit sebelum digunakan.
  • Handuk kecil diperlukan untuk berjaga-jaga kalau kucing berontak saat akan diberi makan dengan spuit.
  • Kamu bisa membungkus si kucing dengan handuk supaya tidak mencakar.

Jika kamu lebih suka panduan dalam bentuk video, silakan klik di sini.

Catatan: Saya sarankan untuk membeli makanan kucing khusus kitten. Karena menurut pengalaman saya, makanan khusus kitten memiliki tekstur makanan yang jauh lebih lembut, berair dan tidak ada daging ukuran besar. Dengan begitu, lubang spuit milikmu tidak akan tersumbat dengan pecahan daging dari makanan basah kucing.

Cara memberi makan kucing menggunakan spuit

  • Pertama, isi spuit dengan makanan basah.
  • Kedua, posisikan kucing dalam kondisi terlentang ke samping.
  • Ketiga, elus kucingmu terlebih dahulu. Ini untuk menenangkan sekaligus tidak membuatnya kaget saat akan diberi makan.
  • Keempat, pegang dan tahan bagian leher atas si kucing. Kalau si kucing mulai berontak, sebaiknya kamu bungkus dulu dengan handuk supaya tidak mencakar. Namun, kalau si kucing tidak berontak saat lehernya ditahan, kamu bisa langsung lanjut ke langkah berikutnya.
  • Kelima, setelah si kucing bisa dikendalikan dan berada di posisi yang tepat, masukkan spuit berisi makanan ke dalam mulutnya. Masukkan dari sisi kiri atau sisi kanan mulut kucing. Sweat spot berada di pangkal bibir kucing. Ikuti saja bibir kucing sampai ke arah belakang. Nanti, ada bagian belakang bibir kucing yang renggang dan mudah terbuka.
  • Keenam, jangan memberi makan kucing sakit dari mulut bagian depan karena rentan membuat kucing tersedak.
  • Terakhir, setelah posisi tepat, tekan spuit untuk mengeluarkan makanan. Jangan buru-buru, lakukan perlahan supaya kucing tidak tersedak dan makanan tertelan dengan baik.

4. Beri makanan cair yang memiliki nutrisi tinggi

Cara memberi makan kucing sakit ke-4 adalah memberi makan kucing dengan makanan cair. Pada kasus ini, kucing sudah dalam kondisi sakit parah dan tidak BAB lebih dari 1 hari. Kucing hanya tidur dan kencing. Kondisi tubuh sangat lemah. Jika kamu tidak yakin tentang sakit kucing kamu, silakan baca artikel ciri-ciri kucing sakit dan cara mendeteksi penyakitnya di sini.

Ada dua kondisi saat kamu memberi kucing makanan cair:

  1. Pertama, kucing tidak bisa di infus.
  2. Kedua, kucing mengalami gangguan konstipasi/sembelit/kucing tidak pup selama beberapa hari.

Saya akan bahas satu persatu.

Pada kasus pertama, kucing sudah melakukan perawatan di klinik dokter hewan. Dan dokter hewan sudah memberikan pengobatan melalui infus selama 2 minggu. Pada kondisi ini, dokter sudah memasang infus melalui kaki kiri, kaki kanan, dan depan belakang. Jadi, keempat jalur darah kucing sudah luka, tapi kucing belum sembuh.

Dokter tidak mau memaksakan untuk membuka luka baru, karena badan kucing sudah sangat kurus. Sangat sulit menemukan jalur infus saat kondisi kucing terlalu kurus. Akhirnya, dokter memutuskan untuk melepas infus untuk pemulihan luka terlebih dahulu.

Sebagai gantinya, kucing mendapat makanan dari makanan cair, seperti: madu cair, makanan kucing cair, makanan kitten yang diencerkan, dll. Setelah luka pada kucing membaik, baru dokter akan melanjutkan pemasangan infus dan pengobatan lebih lanjut.

Pada kasus kedua, kucing mengalami susah buang air besar. Entah karena ambeien atau penyakit lain. Pada kondisi tersebut, dokter hewan akan mengganti makanan kucing dari makanan padat ke makanan cair sambil memberi pengobatan. Kenapa seperti itu? Dokter ingin menghindari kucing buang kotoran padat terlebih dahulu.

Jika kucing makan makanan cair, maka kotoran yang keluar pasti melalui kencing. Dan sangat sedikit yang menjadi kotoran padat. Kucing tidak akan mengeluarkan BAB yang keras. Alhasil, kucing tidak kesakitan dan masih mau makan.

5. Lakukan pemasangan infus sebagai terapi cairan dan pengobatan

Pemasangan infus adalah langkah terakhir cara memberi makan kucing sakit. Kenapa cara terakhir? Ya, karena kamu butuh tindakan medis untuk melakukan prosedur ini. Pemasangan infus adalah cara terakhir seandainya kucing tidak mau makan sendiri, atau selalu gagal saat akan dibantu makan. Entah karena si kucing berontak atau makanannya terus menerus dimuntahkan. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Segeralah membawa kucingmu untuk kontrol ke dokter hewan.

Biasanya, kalau kucing sudah susah makan, dokter akan memasangkan infus untuk terapi cairan. Fungsinya untuk membantu asupan nutrisi ke tubuh kucing. Isi cairan infus akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. I Nyoman Suartha dalam Buletin Veteriner Udayana menegaskan tentang hal ini. Jenis cairan infus yang akan diberikan harus dipilih secara hati-hati dengan mempertimbangkan kandungan asam basa, elektrolit, dan tingkat dehidrasi. Selain itu, ada banyak faktor lain yang juga perlu dicek terlebih dahulu. Oleh sebab itu, pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter hewan saat ingin melakukan pemasangan infus untuk memberi makan kucingmu yang sakit.

Kesimpulan

Itulah 4 cara memberi makan kucing yang sakit. Memang kalau dipraktekkan, cara-cara tersebut tidak mudah. Apalagi kalau harus membantu kucing makan dengan cara menyuapi langsung atau menggunakan spuit. Kamu perlu meluangkan waktu dan ekstra sabar melakukannya. Namun, yang terpenting kucing kesayangan bisa segera membaik, kan? Nah, kalau kamu punya cara lain untuk memberi makan kucing yang sakit, bagikan kepada saya juga, ya.

Akhir kata, apa cara memberi makan kucing sakit favoritmu? Tulis pendapatmu di kolom komentar sekarang.

Baca lebih lanjut: Apa yang harus dilakukan saat kucing sakit? »