Home » Penyakit Kucing

Cara menghilangkan jamur pada kucing

Saya paling kesal kalau kucing di rumah ada yang terinfeksi jamur. Penyakit yang satu ini bisa menular dengan sangat cepat ke kucing lainnya. Selain itu, kucing menjadi lebih pasif dan hanya sibuk garuk-garuk saja. Sebagai pemilik, tentu penasaran dong bagaimana sih cara untuk menghilangkan jamur pada kucing. Saya akan bagikan beberapa cara yang pernah saya gunakan dan terbukti efektif. Mulai dari memandikan dengan sampo khusus, pemberian salep dan bedak, hingga menjaga agar si kucing tidak stres. Eitss, sebelum melakukannya, kamu perlu tahu dulu nih jenis jamur apa yang menginfeksi si kucing. Langsung saja simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Kenali jenis jamur yang menginfeksi kucing

Infeksi jamur tidak boleh disepelekan. Saat kucingmu terinfeksi jamur, maka kamu harus segera menghilangkannya. Namun, sebelum itu kamu wajib tahu dulu jenis-jenis jamur yang biasa menginfeksi kucing. Ini penting karena kamu perlu melakukan pemeriksaan dulu. Dari pemeriksaan tersebut, kamu bisa mendapat gambaran mengenai jenis jamur dan seperti apa kondisinya. Setelah itu, kamu bisa memutuskan treatment apa yang paling tepat untuk mengatasinya sebagai langkah pertolongan pertama.

  1. Ringworm

Ringworm disebabkan oleh jamur Microsporum Canis atau Trichophyton Mentagrophytes. Pada kulit kucing yang terinfeksi ringworm akan nampak bentuk lesi seperti cincin berwarna merah. Hati-hati saat mengurus kucingmu yang terkena ringworm. Jamur ini bisa menular dengan cepat ke manusia. Dulu saya juga pernah tertular ringworm dari salah satu kucing. Rasanya perih, gatal, panas, dan muncul lingkaran-lingkaran merah di beberapa bagian tangan. Biasanya, ringworm diatasi melalui pengobatan topikal (kombinasi pemberian salep, obat oral, dan mandi dengan sampo khusus).

2. Jamur telinga (yeast)

Jamur telinga disebabkan oleh Malassezia Pachydermatis. Jamur ini menginfeksi di bagian dalam telinga kucing. Kalau dibiarkan, jamur ini bisa menyebabkan keluarnya bau kurang sedap dan cairan kotor dari telinga kucing. Pada kondisi lebih parah, jamur telinga bisa menyebabkan penyakit otitis dan hematoma. Jamur ini dapat diobati dengan salep maupun obat tetes.

3. Stud Tail

Stud Tail bisa disebut juga sebagai jamur pada ekor kucing. Jamur ini muncul akibat berlebihannya minyak atau sebum dari pangkal ekor. Minyak berlebihan tersebutlah yang memicu munculnya lesi-lesi berkerak hingga kerontokan bulu.

4. Eosinophilic Granuloma (EGC)

Kucing yang terkena EGC akan mengalami ruam kemerahan di permukaan kulitnya. Biasanya ini akan muncul di sekitar perut, paha dalam, hingga di wajah.

5. Alergic Dermatitis

Jamur juga bisa muncul pada kucing akibat reaksi alergi yang dialaminya. Baik itu alergi dari makanan, obat, kondisi lingkungan, atau produk perawatannya. Kucing yang terinfeksi alergic dermatitis akan merasakan gatal luar biasa sehingga terus menggaruk tubuhnya.

Cara terbaik menghilangkan jamur pada kucing

Setelah mengetahui jenis-jenis jamur yang menginfeksi kucing, langkah selanjutnya adalah mengatasi jamur pada si kucing. Sebelum dibawa ke dokter hewan, kamu bisa coba menghilangkan sendiri jamur pada kucingmu. Ada beberapa cara yang pernah saya gunakan dan terbukti efektif. Saat mencoba cara-cara di bawah ini, pastikan kamu menggunakan sarung tangan, ya.

1. Mandikan kucing dengan sampo khusus

Cara pertama yang bisa kamu coba adalah dengan memandikan si kucing 2-3 kali seminggu. Untuk memandikan kucing yang jamuran, kamu harus menggunakan sampo khusus anti jamur. Produknya banyak tersedia di petshop. Kalau saya biasanya menggunakan Rainbow Medicated Shampoo All In One karena paling mudah ditemukan di petshop mana saja. Harganya berkisar Rp25.000,00 – Rp30.000,00 untuk kemasan 250 ml. Sesekali pernah juga menggunakan RaidAll Miconazole ShampoAnti Fungal. Harganya Rp38.000,00 untuk kemasan 200 ml.

Sampo anti jamur memiliki kandungan khusus seperti ketoconazol dan sulfur. Keduanya efektif untuk menghilangkan jamur dan mempercepat penyembuhan infeksi jamur. Setelah dimandikan, kamu wajib mengeringkan bulu si kucing. Jangan dikeringkan seadanya, ya! Harus sampai benar-benar kering. Kalau perlu, setelah dilap dengan handuk, gunakan juga hair dryer kucing. Ini penting supaya bulu dan kulit si kucing tidak lembab karena masih ada bagian yang belum kering. Bulu dan kulit yang lembab bisa memperparah jamuran pada kucingmu.

2. Oleskan salep khusus

Salep yang pernah saya gunakan adalah Salep 88. Salep ini bisa dibeli di apotek, toko obat, indomaret, atau online shop. Kisaran harganya Rp8.000,00 – Rp11.000,00 (kemasan 6 gram). Sepengalaman saya, Salep 88 cukup ampuh untuk menghilangkan jamur pada kucing. Selain Salep 88, ada juga yang menggunakan Salep Ketoconazole. Salep Ketoconazole bisa dibeli di apotek seharga Rp7.500,00 untuk kemasan 10 gram.

Cara pemakaian salep cukup mudah. Cek bagian mana saja yang terinfeksi jamur. Kalau ada kotoran atau kulit yang mengelupas, bersihkan terlebih dahulu. Begitu juga dengan bagian terinfeksi yang tertutup bulu tebal, pastikan kamu mengguntingnya. Kemudian, setelah bersih, kamu bisa langsung mengoleskan salepnya. Untuk dosis pemakaian, cek ulang petunjuk pemakaian di bagian kemasan. Jangan lupa pasangkan collar kucing yang tepat untuk kucingmu. Fungsinya supaya si kucing tidak menggaruk dan menjilati bagian yang sudah diolesi salep tersebut.

3. Gunakan bedak anti jamur

Kalau bedak anti jamur, sebenarnya saya belum pernah menggunakannya untuk kucing-kucing di rumah. Namun, saya mengumpulkan beberapa merek yang pernah digunakan oleh teman-teman pecinta kucing. Bedak-bedak tersebut mengandung salicylic acid, sulfur, miconazole, dan triclosan sebagai anti jamur dan bakteri. Kamu bisa membeli bedak anti jamur untuk kucing ini di petshop atau online shop.

Cara pemakaiannya juga mudah. Cukup taburkan bedak di area yang terinfeksi jamur. Pastikan tidak ada bedak yang basah dan menggumpal di tubuh si kucing. Setelahnya, pasangkan collar supaya kucing tidak menjilati kulit dan bulunya. Bahan kimia yang terkandung di dalam bedak anti jamur bisa membahayakan kesehatan kucing kesayanganmu.

4. Berikan obat cair

Obat untuk mengatasi masalah jamur pada kucing ada juga yang berbentuk cair. Pengaplikasiannya dengan cara diteteskan atau disemprotkan ke bagian kulit yang terinfeksi. Beberapa merek obat cair untuk jamur kucing berikut ini bisa kamu beli di petshop atau online shop.

Bagaimana dengan obat cair yang cara pemberiannya melalui suntikan? Saran saya, berhati-hatilah dengan obat jamur suntik yang dijual bebas. Jangan coba-coba menyuntikannya sendiri di rumah. Kesalahan pemberian obat jamur suntik ini bisa mengakibatkan keracunan pada sistem syaraf kucing. Bukannya sembuh dari jamuran, kucingmu malah bisa bertambah parah kondisinya. Tindakan ini lebih baik dilakukan oleh dokter hewan saja.

5. Oleskan Virgin Coconut Oil (VCO)

VCO adalah obat alami untuk mengatasi jamur pada kucing. Ini adalah cara yang paling sering saya gunakan untuk menghilangkan jamur karena relatif lebih aman. Bisa digunakan untuk kucing dewasa maupun kitten, serta aman kalau terjilat. Cara penggunaannya sangat mudah, tinggal dioleskan merata ke bagian yang terinfeksi. Lakukan secara rutin setiap hari. Hasilnya memang tidak secepat kalau menggunakan obat berbahan kimia. Namun, saya pastikan kalau kamu telaten mengoleskan VCO, jamurannya pasti akan sembuh. Begitu juga dengan kulit yang berkerak dan bulu yang rontok akan membaik seperti semula.

6. Penggunaan obat oral

Ada beberapa obat oral yang biasanya digunakan untuk mengatasi jamuran pada kucing. Mulai dari Ketoconazole, Fluconazole, dan Itraconazole. Namun, saya tidak menyarankan pemberian obat oral ini kalau kamu belum berkonsultasi dengan dokter hewan. Sebabnya, ketiga obat tersebut memiliki efek samping seperti rasa mual, muntah, dan menurunkan nafsu makan. Jadi, kalau mau memberikannya untuk kucingmu, dosisnya harus tepat.

7. Berikan vitamin dan asupan makanan yang bernutrisi

Kucing yang jamuran memerlukan banyak vitamin dan makanan bernutrisi untuk menjaga daya tahan tubuhnya agar tidak semakin drop. Vitamin dan makanan bernutrisi juga bisa membantu pemulihan kondisi kulit dan bulu si kucing. Saya biasanya memberikan minyak ikan sebagai suplemen tambahan. Kandungan dalam minyak ikan sangat berkhasiat untuk kesehatan kulit dan bulu kucing. Begitu juga dengan makanannya. Pada beberapa kondisi, si kucing menjadi tidak selera makan. Saya biasanya memberi wetfood tinggi protein dan vitamin untuk memancing selera makannya.

Praktisi kucing, drh. Puspasari Respatiningtyas menekankan pentingnya peningkatan daya tahan tubuh kucing untuk mengatasi jamuran. Pemilik hewan perlu memberikan suplemen yang bermanfaat untuk kesehatan kulit seperti minyak ikan, suplemen mineral, atau vitamin lainnya. Probiotik seperti yogurt dan probiotik serbuk (lacto b atau lactercon) bisa juga digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh kucing.

8. Bersihkan kandang atau ruang tinggal si kucing

Menghilangkan jamur pada kucing tidak bisa dilakukan tanpa tindakan membersihkan kandang atau ruang tinggalnya. Kenapa? Kalau ada jamur yang masih tertinggal di lingkungannya dan kondisinya juga kotor, berapa kali pun dimandikan atau diberikan obat, ya percuma, dong. Jamur masih akan tetap kembali lagi ke tubuh si kucing. Jangan lupa, bahwa lingkungan yang kotor adalah salah satu penyebab mengapa kucing bisa terinfeksi jamur. Jadi, bersihkan kandang atau ruang tinggal si kucing secara rutin setiap hari. Gunakan cairan desinfektan dan air sabun supaya lebih steril. Jauhkan kandang milik kucing yang sedang jamuran dari kandang kucing lainnya. Ini untuk meminimalisir kemungkinan penularan jamur.

9. Hindarkan kucing dari stres

Percaya atau tidak, cara ini juga sangat efektif. Saya sudah membuktikannya selama beberapa kali merawat kucing yang terinfeksi jamur. Dokter hewan langganan saya pernah menyarankan hal ini. Kondisi stres bisa memperlambat proses penyembuhan jamur di tubuh kucing. Lebih lanjut, Lydia Rehnberg dari La Trobe University of Melbourne melakukan penelitian seputar stres pada kucing. Melalui website BBC Earth, Rehnberg mengungkapkan bahwa stres bisa membuat kesehatan pada kucing semakin memburuk. Jadi, lebih seringlah mengajak si kucing bermain atau ngobrol santai. Sesekali ajak juga kucingmu untuk berjemur sebentar saat pagi hari. Sinar matahari bisa memberikan efek baik untuk mood dan kesehatan kulitnya.

Nah, sembilan cara tadi bisa kamu coba untuk menghilangkan jamur pada kucing. Dokter hewan Ernest Ward di website VCA Hospital menjelaskan tentang kombinasi cara menghilangkan jamur pada kucing. Cara-cara di atas tidak mesti dilakukan sendiri-sendiri. Kamu juga bisa menggabungkan beberapa cara tersebut. Misalnya, memandikan kucing dengan sampo khusus, yang kemudian diikuti dengan pemberian salep atau bedak anti jamur.

Tidak membaik? Segera bawa ke dokter hewan!

Menghilangkan jamur pada kucing memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Butuh waktu 2-6 minggu, bahkan lebih, untuk bisa membuat si kucing sembuh 100%. Namun, segera bawa ke dokter kalau semua cara di atas sama sekali tidak mengurangi infeksi jamur pada kucingmu. Ini wajib dilakukan karena infeksi jamur yang dibiarkan terlalu lama bisa berakibat fatal. Bulu kucing bisa semakin rontok, kucing menjadi lemas, bahkan memicu munculnya penyakit lain yang lebih berbahaya.

Kalau kucingmu yang jamuran masih usia kitten atau sedang hamil, saran saya bawalah ke dokter hewan. Apalagi kalau kamu masih ragu mengenai cara pengobatan mana yang paling tepat. Dokter hewan bisa mengecek dan memberikan pengobatan yang paling sesuai dengan usia serta kondisi kesehatan kucingmu.

Kesimpulan

Menghilangkan jamur pada kucing bisa dilakukan sendiri di rumah. Cek dulu jenis dan kondisi jamur yang menginfeksi kucingmu. Setelahnya, kamu bisa coba menghilangkan jamur pada kucing dengan beberapa cara. Mulai dari memandikan dengan sampo khusus, mengoleskan salep, hingga menggunakan VCO. Kalau belum berhasil, maka segera bawa si kucing ke dokter hewan. Jangan biarkan jamuran pada kucingmu semakin parah supaya tidak menimbulkan penyakit lain atau bahkan menular ke dirimu.

Baca lebih lanjut: 10 rekomendasi obat jamur kucing terbaik [2020] »