Cara Mengobati Kucing Cacingan

Tidak hanya manusia, ternyata kucing juga bisa terkena cacingan. Kucing yang menderita cacingan memiliki beberapa ciri khusus seperti bulu yang tampak kusam, gusi terlihat tidak sehat, kotoran mengandung cacing, hingga muntah cacing. Lalu, bagaimana cara mengobati kucing cacingan?

Penyebab kucing cacingan cukup beragam, mulai dari kutu, infeksi, lingkungan yang tidak bersih, serta tubuh kucing yang kurang terawat. Tapi Anda tidak perlu khawatir. Terdapat dua cara mengobati kucing cacingan, yaitu cara kimia dan cara alami.

Untuk cara kimia, Anda dapat menggunakan obat seperti drontal atau pirantel palmoat. Sedangkan obat tradisional yang bisa Anda gunakan antara lain minyak kelapa, biji pepaya, hingga lidah buaya. Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai cara mengobati kucing yang sedang cacingan berikut ini!

Penyebab kucing cacingan

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara untuk mengobati kucing cacingan, ada baiknya jika Anda mengetahui penyebab timbulnya kasus cacingan pada kucing. Pada umumnya cacingan timbul karena lingkungan yang kurang bersih sehingga cacing bisa dengan mudah masuk ke tubuh kucing. Namun terdapat beberapa sebab lain seperti berikut ini:

1. Tungau atau kutu

Telur cacing yang menempel pada kutu atau tungau menjadi salah satu penyebab timbulnya cacingan pada kucing. Ketika kucing kesayangan Anda menjilati tubuhnya, mereka akan memakan kutu yang menempel pada tubuh. Saat kutu atau tungau yang mereka telan mengandung cacing, maka telur cacing akan ikut tertelan dan menimbulkan penyakit cacingan.

2. Makanan yang mengandung cacing

Jika Anda kerap memberikan makanan mentah seperti ayam, daging, atau ikan, resiko untuk terkena cacingan semakin tinggi. Pasalnya, daging mentah kerap mengandung telur cacing sehingga dapat menyebabkan cacingan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memasak daging atau bahan makanan lain sebelum memberikannya pada kucing demi terhindar dari penyakit cacingan.

3. Lingkungan kotor

Lingkungan kotor menjadi salah satu faktor paling beresiko untuk menyebabkan cacingan. Lingkungan bukan hanya sekedar kandang kucing tetapi juga sekitar rumah di mana kucing berkeliaran. Karpet, sofa, atau tempat tidur kerap menjadi sarang telur cacing sehingga membuat kucing Anda rentan terkena cacingan.

Terus membaca: Panduan lengkap cara merawat kucing [2020] >>

Cara mengobati kucing cacingan dengan Drontal

Lantas, bagaimana jika kucing Anda sudah terlanjur cacingan? Sebagai pemilik yang baik, tentu saja Anda perlu mencari cara mengobati kucing cacingan yang efektif. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan obat-obatan kimiawi. Ada beberapa pilihan obat untuk kucing cacingan seperti pirantel palmoat, milbemycin oxime, dan drontal.

Kali ini, obat kimia yang akan dibahas adalah drontal. Drontal merupakan obat yang khusus digunakan untuk membasmi cacing pada kucing. Drontal sangat efektif untuk melawan berbagai jenis cacing, yaitu cacing pita, cacing tambang, hingga cacing gelang.

Drontal tersedia dalam bentuk tablet. Dalam menggunakan drontal, Anda harus mengikuti dosis dan cara penggunaan yang dianjurkan, yaitu 1 tablet untuk 4 kg berat badan. Jadi jika kucing Anda mempunyai berat 2 kg, maka Anda hanya perlu memberikan ½ tablet drontal. Atau jika kucing mempunyai bobot 6 kg, maka Anda membutuhkan 1 ½ tablet drontal.

Obat ini diberikan secara oral, langsung dalam bentuk tablet atau dihancurkan menjadi serbuk. Anda mungkin membutuhkan alat bantu seperti suntikan tanpa jarum. Isi suntikan dengan larutan drontal (5ml air + drontal). Masukkan alat suntikan ke mulut kucing kemudian suntikkan. Kucing tidak perlu melakukan puasa sebelum dan sesudah mengonsumsi obat drontal ini.

Drontal tidak hanya dapat digunakan untuk pengobatan tetapi juga pencegahan. Berikan drontal setiap 3 bulan sekali atau saat dibutuhkan sesuai dengan rekomendasi dokter. Untuk kucing menyusui, drontal dapat diberikan secara bersamaan dengan anak kucing.

Obat kimia drontal tidak diperuntukkan bagi kucing yang sedang hamil atau berusia kurang dari 6 minggu. Setelah mengonsumsi drontal, kucing mungkin mengalami beberapa efek samping seperti muntah, diare, atau hilang nafsu makan. Konsultasikan dengan dokter hewan apabila gejala efek samping tidak kunjung berhenti.

Anda bisa mendapatkan obat drontal di pet shop terdekat. Harga obat cacing kucing ini adalah sekitar Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu per tablet. Setelah mengonsumsi drontal, terdapat beberapa tanda kesembuhan yang mungkin muncul. Kucing yang awalnya lemas akan terlihat lebih aktif dan ceria. Bulu yang kusam juga akan terlihat lebih cerah dan perut yang buncit akan kembali normal. Nafsu makan kucing Anda juga akan kembali.

Cara mengobati kucing cacingan secara alami

Selain menggunakan obat kimia, Anda juga bisa mengobati kucing cacingan menggunakan obat alami. Ada banyak sekali bahan alami yang terbukti efektif dan ampuh untuk mengusir cacing dari kucing kesayangan Anda. Meskipun begitu, Anda perlu sedikit lebih bersabar karena efek yang dihasilkan mungkin membutuhkan waktu sedikit lebih lama dibandingkan dengan obat kimia.

Bagi Anda yang ingin mengobati kucing menggunakan cara tradisional, simak beberapa pilihan berikut ini:

1. Biji labu

Biji pada sayur labu mengandung cucurbitacins yang mampu melemahkan cacing mulai dari telur hingga induknya. Biji labu juga mampu mematikan parasit serta membuangnya melalui kotoran. Untuk mengobati kucing cacingan menggunakan labu,

Anda dapat menghaluskan biji labu kemudian campur dengan air hangat. Tambahkan madu agar lebih menyehatkan. Obat tradisional ini bisa Anda berikan 2 hingga 3 hari sekali sampai kucing benar-benar sembuh dari cacingan.

2. Biji pepaya matang

Jangan buang biji pepaya matang Anda karena bahan alami ini dapat dipergunakan untuk mengobati cacingan pada kucing. Biji pepaya mengandung carpaine, sitosterol, dan caricin yang terbukti efektif untuk membunuh cacing dan telur cacing pada kucing. Terlebih lagi, biji pepaya juga mampu menyembuhkan peradangan akibat cacing.

Cara pembuatannya cukup mudah. Keringkan biji pepaya kemudian hancurkan. Campur dengan air hangat kemudian saring. Tambahkan madu agar tidak terlalu pahit. Jadwal pemberian obat cacing kucing ini adalah 2 hingga 3 hari sekali, terutama pada malam hari.

3. Nanas

Nanas mengandung bromelain, sejenis enzim yang mampu mematikan berbagai jenis cacing yang berkembang dalam tubuh kucing. Untuk mengobati cacingan menggunakan nanas, Anda dapat membuat jus nanas kemudian memberikan secara langsung pada kucing. Berikan setiap hari hingga Anda melihat tanda-tanda kesembuhan.

Ada beberapa tanda kesembuhan yang bisa Anda temukan setelah mengonsumsi ramuan cacing tradisional. Kucing mengeluarkan kotoran yang mengandung cacing mati, kucing terlihat lebih ceria, dan nafsu makan akan meningkat. Pastikan kotoran kucing sudah tidak lagi mengandung cacing, yang berarti saluran pencernaan sudah benar-benar bersih.

Kesimpulan

Cacingan pada kucing dapat disebabkan oleh berbagai hal, terutama lingkungan kotor. Ketika kucing menderita cacingan, Anda mempunyai dua pilihan yaitu menggunakan cara kimia dan cara alami. Untuk cara kimia, tersedia obat drontal yang terbukti cepat dan efektif. Namun Anda juga bisa menggunakan cara alami dengan membuat berbagai jenis ramuan dari bahan-bahan alami seperti biji labu dan biji pepaya.

Baca lebih lanjut: Bolehkah pemberian obat cacing dicampur dengan makanan atau minuman kucing? >>