Home » Cara Merawat Kucing

Cara merawat anak kucing baru lahir hingga dewasa

Ini adalah ulasan lengkap bagaimana cara merawat anak kucing baru lahir hingga dewasa.

Jika kamu ingin:

  • Merawat anak kucing baru lahir agar tidak mati.
  • Panduan lengkap & praktis cara merawat anak kucing hingga dewasa.
  • Anak kucing tumbuh sehat, dan gembul.

Maka, kamu pasti menyukai panduan cara merawat anak kucing ini.

Berikut cara merawat anak kucing baru lahir hingga dewasa:

Untuk lebih jelasnya, yuk, baca pembahasannya sampai selesai. Let’s get right in!

Langkah #1: buatkan tempat bersarang yang hangat

Anak kucing yang baru lahir butuh tempat bersarang yang nyaman dan hangat. Hal ini karena anak kucing umur 0-8 minggu belum memiliki kemampuan termoregulasi di dalam tubuhnya. Jadi, kucing belum bisa mengatur suhu tubuh untuk bertahan di situasi dingin.

Untuk itu, cara merawat anak kucing agar tidak mati kedinginan adalah kamu harus membuat tempat bersarang yang hangat. Tempat bersarang yang hangat memiliki suhu sekitar 29-32 derajat Celsius. Jika kamu mempunyai termometer ruangan, kamu bisa mengukurnya dengan presisi. Namun, jika kamu tidak punya, kamu bisa menggunakan kulit tanganmu untuk merasakan suhu udara hangat di dalam sarang kucing.

Ada 5 tips dalam membuat tempat bersarang kucing yang hangat:

  1. Berikan alas tidur yang lembut dan hangat. Alas tidur dari kain bekas, handuk bekas, selimut atau kain wol sangat disukai anak kucing dan induk kucing. Sebaiknya kamu memiliki 2-3 alas tidur, karena nanti alas tidur kucing pasti basar terkena air kencing dan pup anak kucing. Jadi, jika kotor kamu tinggal menggantinya.
  2. Pastikan tempat bersarang kucing berukuran besar dan memiliki dinding. Ruangan yang terlalu sempit membuat anak kucing yang baru lahir sering tertindih induk kucing saat menyusu. Akibatnya, anak kucing mati kehabisan nafas. Jadi, pilihkan tempat bersarang yang agak besar dan memiliki dinding. Dinding berfungsi sebagai pelindung anak kucing dari udara dingin dan serangan hewan predator. Tempat bersarang kucing yang paling ideal adalah kardus besar, keranjang bayi, ruangan di dalam almari, dll.
  3. Tambahkan penghangat ruangan untuk mendapatkan suhu ruangan yang di inginkan. Jika cuaca dingin, kamu harus menambahkan lampu/penghangat di tempat bersarang kucing. Apabila kamu menggunakan AC, kamu dapat menyalakan AC dalam kondisi hangat untuk menjaga kehangatan ruangan. Tujuannya adalah untuk menjaga anak kucing supaya tidak kedinginan.
  4. Menambahkan lapisan kain beludru atau kain wol di sekeliling dinding tempat bersarang kucing. Kain beludru dan kain wol memiliki kemampuan menyerap panas. Artinya, panas dari tubuh induk kucing akan tetap tersimpan di dalam kain sehingga memberikan kehangatan pada anak kucing saat ditinggal induknya.
  5. Memberikan pintu keluar masuk satu arah dan berikan penutup portable. Terlalu banyak pintu di tempat bersarang kucing memungkinkan udara luar keluar masuk. Hal ini sangat merugikan bagi anak kucing, karena saat malam hari, udara yang masuk adalah udara dingin. Solusinya, bikin pintu keluar-masuk kucing dalam satu arah saja. Dan apabila malam pintu tersebut di tutup. Tapi, pastikan kucing di dalam sarang tidak pengap dan tetap mendapatkan oksigen yang cukup.

Sampai di sini paham ya? Okay, yuk lanjut pembahasan berikutnya.

Langkah #2: catat grafik pertumbuhan dan kesehatan anak kucing

Cara merawat anak kucing selanjutnya adalah mencatat grafik pertumbuhan dan kesehatan anak kucing. Grafik pertumbuhan akan membantu kamu dalam menilai apakah kucing tumbuh dengan baik atau kucing mengalami gangguan penyakit.

Berikut fase pertumbuhan normal dari anak kucing umur 0-8 minggu:

Anak kucing umur 0 minggu

cara merawat anak kucing umur 0 minggu
Anak kucing umur 0 minggu.

Kondisi fisik anak kucing umur 0 minggu:

  • Mata anak kucing masih tertutup.
  • Telinga anak kucing masih terlipat.
  • Telinga anak kucing berukuran sangat kecil dan kencang.
  • Anak kucing belum memiliki gigi.
  • Hidung, mulut, dan jari kaki juga berwarna merah jambu (pink).
  • Jika kamu membuka mulutnya, terlihat lidah dan rongga mulut berwarna merah jambu (pink).
  • Jika kamu menyibak perutnya, terlihat masih ada tali pusar.

Anak kucing umur 0 minggu masih memiliki tali pusar diperutnya. Ada tali pusar yang masih menempel saat anak kucing baru lahir. Setelah, 4-5 hari tali pusar akan lepas sendiri.

Perawatan yang perlu kamu lakukan adalah memastikan induk kucing menyusui anaknya dan jangan sampai anak kucing tertindih induknya. Jadi, kamu perlu melakukan pengecekan setiap 2 jam sekali agar semua kondisi aman terkendali.

Anak kucing umur 1 minggu

cara merawat anak kucing umur 1 minggu
Anak kucing umur 1 minggu.

Kondisi fisik anak kucing saat berumur 1 minggu:

  • Mata anak kucing masih tertutup.
  • Telinga anak kucing sudah terbuka dan tidak terlipat.
  • Tali pusar anak kucing sudah lepas.
  • Tubuh anak kucing sudah mulai kokoh.
  • Kepala dan perut anak kucing sudah lebih besar.
  • Anak kucing belum memiliki gigi.
  • Hidung, mulut, dan jari kaki juga berwarna merah jambu (pink).
  • Memiliki berat badan 150-250 gram.
  • Memiliki suhu badan 36-37 derajat Celsius.
  • Anak kucing akan menyusu pada induknya setiap 2-3 jam sekali.

Anak kucing berusia 1 minggu sudah dapat bersuara “meow” dengan nyaring. Kamu akan lebih sering mendengarnya setiap saat ketika anak kucing lapar.

Catatan: Berikan pengawasan ekstra kepada anak kucing. Sebaiknya, kamu memeriksa anak kucing umur 1 minggu setiap 2-3 jam sekali. Hal ini untuk memastikan anak kucing tidak tertindih oleh induk kucing saat mereka tidur.

Anak kucing umur 2 minggu

cara merawat anak kucing umur 2 minggu
Anak kucing umur 2 minggu.

Kondisi fisik anak kucing saat berumur 2 minggu:

  • Mata anak kucing sudah terbuka sepenuhnya, tapi penglihatannya masih buram.
  • Telinga anak kucing sudah tumbuh memanjang.
  • Otot dan tubuh anak kucing sudah kokoh. Jadi, dia sudah dapat berjalan.
  • Kepala, perut, kaki, ekor dan telinga anak kucing sudah lebih besar.
  • Anak kucing belum memiliki gigi.
  • Hidung, mulut, dan jari kaki juga berwarna merah jambu (pink).
  • Kuku anak kucing sudah mulai tumbuh, tapi belum dapat dilipat untuk mencengkeram.
  • Memiliki berat badan 250-350 gram.
  • Memiliki suhu badan 36-37 derajat Celsius.
  • Anak kucing akan menyusu pada induknya setiap 3-4 jam sekali.

Kucing berumur 8-10 hari sudah mulai membuka matanya. Saat anak kucing berumur 2 minggu, anak kucing sudah mulai membuka mata sepenuhnya. Kebanyakan mata anak kucing berwarna biru.

Warna ini hanya sementara. Irish pada mata anak kucing akan berubah setelah dia dewasa. Warna asli mata kucing mewarisi mata dari induk kucing jantan atau induk kucing betina. Warna mata anak kucing tergantung dari gen yang paling dominan.

Biarpun mata anak kucing sudah terbuka, tapi penglihatannya masih sangat jelek. Jadi, jalannya masih sering menabrak benda di sekelilingnya. Hal ini karena kucing belum bisa mengukur jarak dengan benar.

Catatan: Saat anak kucing berumur 2 minggu kamu wajib mulai membuat grafik perubahan berat badan kucing. Catat perubahan berat badan kucing per minggu untuk memantau apakah ada anak kucing yang kekurangan gizi.

Saat kucing saya beranak, salah satu anaknya selalu kalah saat berebut susu. Alhasil, pertumbuhannya terganggu dan anak kucing jadi kerdil. Untuk membantu anak kucing mendapatkan gizi yang optimal, saya memberikan susu kucing. Untuk lebih jelas tentang merek susu kucing terbaik, silakan baca ulasan rekomendasi susu kucing terbaik.

Mungkin kamu bertanya, “Emangnya, anak kucing umur 2 minggu sudah bisa dikasih dot kucing?”. Bisa, anak kucing yang saya rawat setelah doyan susu kucing sachet, dia sangat lahap meminumnya.

Jika kamu tidak punya dot kucing, kamu bisa membuat dot kucing dari barang bekas yang ada di rumah. Berikut cara membuat dot kucing sendiri di rumah. Pada artikel tersebut, saya menjelaskan langkah demi langkah membuat dot kucing dari bahan seadanya di rumah. 100% work!. Silakan di coba.

Anak kucing umur 3 minggu

cara merawat anak kucing umur 3 minggu.
Anak kucing umur 3 minggu.

Kondisi fisik anak kucing umur 3 minggu:

  • Mata, hidung dan telinga kucing sudah berfungsi dengan normal.
  • Telinga anak kucing sudah tumbuh memanjang.
  • Otot dan tubuh anak kucing sudah kokoh. Jadi, anak kucing sudah dapat beraktivitas.
  • Ukuran anak kucing sudah sebesar telapak tangan orang dewasa.
  • Gigi pertama anak kucing sudah mulai tumbuh. Gigi susu bagian depan.
  • Hidung, mulut, dan jari kaki juga berwarna merah jambu (pink).
  • Kucing sudah jarang tidur dan mudah terbangun.
  • Memiliki berat badan 350-450 gram.
  • Memiliki suhu badan 37 derajat Celsius.
  • Anak kucing akan menyusu pada induknya setiap 4-5 jam sekali.

Anak kucing umur 3 minggu memiliki perawakan yang sangat lucu dan menggemaskan. Banyak pencinta kucing yang benar-benar lupa diri saat melihat keimutannya. Tingkatnya, ukurannya, bulu jabriknya, lucu banget. Hehe.

Anak kucing umur 3 minggu sudah bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan manusia. Jika kamu ingin anak kucing jadi penurut, mulailah melatih anak kucing sejak umur 3 minggu.

Pelatihan anak kucing umur 3 minggu:

  • Pertama, bantulah anak kucing untuk pup secara mandiri tanpa bantuan induknya. Siapkan tissue lembut. Basahi dengan air hangat. Usapkan tissue hangat tersebut di area anus anak kucing. Suhu panas pada tissue akan merangsang pup untuk keluar. Ambil dan bersihkan semua pup yang keluar dari anus anak kucing. Buang tissue pada kotak sampah.
  • Kedua, kenalkan anak kucing toilet kucing (litterbox). Tandai waktu kucing biasanya pup. Saat memasuki waktu pup, taruh anak kucing di litterbox. Dan biarkan anak kucing di sana sampai beberapa waktu.
  • Ketiga, mulailah mengenalkan grooming kucing. Langkah awal adalah menyisir bulu kucing setiap hari.

Kamu perlu ekstra sabar dalam memberikan pelatihan kepada anak kucing. Karena anak kucing masih beradaptasi dengan lingkungannya. Jadi, kalau anak kucing belum paham apa yang kamu kehendaki, ulangi lagi pelatihannya sampai anak kucing disiplin.

Catatan: Lanjutkan pencatatan grafik pertumbuhan kucing. Catat berat badan, panjang tubuh dan kondisi fisik kucing.

Anak kucing umur 4 minggu

cara merawat anak kucing umur 4 minggu
Anak kucing umur 4 minggu.

Kondisi fisik anak kucing umur 4 minggu:

  • Mata, hidung dan telinga kucing sudah berkembang dengan sangat cepat.
  • Telinga anak kucing sudah tumbuh besar.
  • Kucing beraktivitas dengan gesit dan energik.
  • Gigi susu seri dan gigi susu taring anak kucing sudah mulai tumbuh.
  • Anak kucing sudah bisa untuk diajak bermain.
  • Kucing sudah mulai jarang tidur. Dia sangat mudah terbangun.
  • Memiliki berat badan 450-550 gram.
  • Memiliki suhu badan 37-38 derajat Celsius.
  • Anak kucing akan menyusu pada induknya setiap 5-6 jam sekali.

Anak kucing umur 4 minggu memiliki perkembangan penglihatan dan pendengaran yang sangat pesat. Mata dan pendengaran anak kucing menjadi sangat tajam. Koordinasi gerakan dan kelincahannya juga semakin meningkat.

Cara merawat anak kucing umur 1 bulan:

  1. Biarkan anak kucing tetap menyusu pada induknya sampai anak kucing berumur 2 bulan.
  2. Buatlah grafik pertumbuhan dan kesehatan anak kucing.
  3. Mulai berikan obat cacing kucing dengan dosis sesuai berat badan anak kucing.
  4. Mulai ajarkan grooming kucing.
  5. Ajarkan kucing bersosialisasi dengan manusia.
  6. Latihlah litterbox training secara bertahap.
  7. Mulai kenalkan dengan makanan basah kucing (wet food).

Itulah fokus perawatan anak kucing umur 1 bulan yang perlu kamu lakukan. Sampai di sini paham ya?

Sedikit tambahan, Induk kucing tahu bahwa anaknya sudah mulai tumbuh besar. Anak-anak kucing sudah mulai percaya diri mengeksplorasi lingkungannya. Sedikit demi sedikit anak kucing meniru apa yang dilakukan oleh induknya.

Nah, pada tahap ini, cobalah melatih anak kucing kencing dan pup di-litterbox. Percayalah dengan adanya kucing senior, litterbox training akan jauh lebih mudah dan cepat.

Anak kucing umur 5 minggu

cara merawat anak kucing umur 5 minggu
Anak kucing umur 5 minggu.

Kondisi fisik anak kucing saat berumur 5 minggu:

  • Mata, hidung dan telinga kucing sudah berkembang pesat.
  • Ukuran tubuh kucing sudah sebesar 2 telapak tangan orang dewasa.
  • Otot tubuh dan sistem motorik anak kucing sudah terkoordinasi dengan baik.
  • Kucing bermain, berkelahi dan berlari dengan sangat gesit.
  • Gigi susu kucing sudah tumbuh hampir merata.
  • Anak kucing mulai mengikuti kebiasaan mandi kucing induknya (self grooming).
  • Memiliki berat badan 550-650 gram.
  • Memiliki suhu badan 37-38 derajat Celsius.
  • Anak kucing sudah dapat makan makanan basah setiap 6 jam sekali.

Saat anak kucing berumur 5 minggu, dia menjadi sangat lincah. Otot tubuh dan sistem gerak telah terkoordinasi dengan baik. Anak kucing juga sudah mulai mengembangkan keterampilan bersosialisasi. Anak kucing menjadi senang berinteraksi dengan manusia.

Kamu akan kagum melihat perkembangan anak kucing. Anak kucing sudah bisa berlari kencang, melompat dan menerkam. Melalui bimbingan induknya, anak kucing berlatih banyak hal, di antaranya:

  1. Anak kucing minum di tempat minum induknya.
  2. Anak kucing mulai mencicipi makanan yang dimakan induknya.
  3. Anak kucing mulai disiplin kencing dan pup dilitterbox sesuai yang dicontohkan induknya.
  4. Anak kucing mulai menggaruk di scratching post yang dipakai induknya.
  5. Anak kucing menirukan apa pun yang dilakukan induknya sesuai pemahamannya sendiri.

Jika anak kucing sudah mulai meniru induknya, berarti kecerdasan kucing sudah meningkat pesat. Pada titik ini kamu bisa mulai melatih anak kucing lebih intens melalui metode clicker training.

Catatan: Selalu monitor berat badan kucing. Pelajari grafik pertumbuhan ideal anak kucing. Jika ada anak kucing yang kerdil segera pisahkan dan beri nutrisi tambahan secara individual.

Anak kucing umur 6 minggu

cara merawat anak kucing umur 6 minggu
Anak kucing umur 6 minggu.

Kondisi fisik anak kucing saat berumur 6 minggu:

  • Anak kucing berumur 6 minggu akan memiliki gigi susu lengkap.
  • Penglihatan dan pendengaran anak kucing telah berkembang sepenuhnya.
  • Pada akhir minggu keenam mata anak kucing akan berubah warna seperti mata induknya. Hal ini dikarenakan terjadi peningkatan pembentukan melanin di mata anak kucing.
  • Anak kucing memiliki berat antara 650-750 gram.
  • Suhu badan anak kucing sekitar 37-38 derajat Celsius.
  • Tubuh kucing sudah mendapatkan kemampuan termoregulasi. Jadi, anak kucing sudah dapat menjaga suhu tubuhnya sendiri untuk beradaptasi dengan lingkungan.

Anak kucing berumur 6 minggu sudah dapat makan, minum, kencing dan berak sendiri. Kamu akan bangga karena telah berhasil mendidik dan melatih anak kucing sampai jadi penurut. Selamat ya! Cheers!

Anak kucing umur 7 minggu

cara merawat anak kucing umur 7 minggu
Anak kucing umur 7 minggu.

Kondisi fisik anak kucing saat berumur 7 minggu:

  • Warna mata kucing berubah ke warna mata dewasa. Mirip dengan warna mata induknya.
  • Anak kucing sudah dapat melompat, memanjat dan menerkam.
  • Testis pada anak kucing jantan akan terlihat menonjol dan menggantung.
  • Anak kucing betina akan terlihat lebih feminin.
  • Berat badan anak kucing sekitar 750-850 gram.
  • Suhu badan anak kucing sekitar 37-38 derajat Celsius.
  • Anak kucing sudah memiliki termoregulasi yang sangat baik.
  • Anak kucing sudah dapat makan, minum dan BAB secara mandiri.
  • Anak kucing menjadi gemar berburu.

Anak kucing umur 7 minggu sangat playfull banget. Anak kucing senang bermain, berlari dan bersembunyi. Kamu pasti tidak akan pernah bosan untuk menggodanya. Terlebih tingkah lakunya ditunjang oleh tubuh mungil, wajah masih polos dan rasa ingin tahu yang tinggi. Itu perpaduan keimutan yang hakiki. Hehe. Menggemaskan banget!

Catatan: Perawatan anak kucing lanjutan yang perlu kamu lakukan adalah litterbox training, grooming kucing dan vaksinasi kucing. Jadi, saat kucing berumur 7 minggu kamu harus mulai menabung untuk si anak kucing.

Anak kucing umur 8 minggu

cara merawat anak kucing umur 8 minggu
Anak kucing umur 8 minggu.

Perilaku unik induk kucing saat anak kucing berumur 8 minggu. Pada umur 8 minggu, induk kucing biasanya mulai menyapih anak kucing. Hal ini karena air susu induk kucing sudah semakin mengering. Alasan lainnya karena anak kucing sudah mulai menggigit dengan gigi susu saat menyusu pada induknya. Jadi, induk kucing merasa kesakitan dan tidak nyaman. Alhasil, anak kucing mulai disapih induknya.

Anak kucing umur 8 minggu sudah tumbuh besar. Sebentar lagi kucing akan berubah menjadi kucing junior. Bentuk tubuh dan mata anak kucing sudah berubah total. Gigi susu kucing juga sudah mulai lengkap. Dan hal yang paling penting, anak kucing sudah bisa makan dan minum sendiri. Jadi, kamu perlu membelikan tempat makan dan tempat minum khusus untuk anak kucing.

Untuk cara merawat anak kucing umur 1, 2, 3 bulan hingga kucing dewasa, saya jelaskan pada pembahasan selanjutnya. Yuk, lanjut baca.

Langkah #3: berikan takaran makanan kucing yang tepat

Setelah anak kucing menginjak umur 2 bulan, mulailah mengenalkan makanan basah kucing dan makanan kering kucing. Secara normal, anak kucing akan lebih memilih makanan basah, karena aroma, rasa dan teksturnya lezat.

Kamu bisa mulai menyisipkan beberapa persen makanan kering dalam porsi makan harian anak kucing. Substitusi saja sedikit demi sedikit. Sampai anak kucing mau makan makanan basah dan makanan kering. Misalnya, pagi dan sore makan makanan basah dan siang hari makan makanan kering.

Untuk detail porsi makan kucing dalam sehari, silakan ikuti panduan menghitung takaran makanan kucing per hari secara presisi berikut ini. Di sana, kamu akan belajar menghitung kebutuhan kalori dan protein harian kucing yang paling optimal. Dengan demikian, kamu bisa mendapatkan anak kucing yang cantik dengan tubuh proporsional.

Langkah #4: mulai ajarkan litterbox training

Saya menyarankan untuk mulai melatih anak kucing melakukan litterbox training sejak anak kucing berumur 4 minggu. Dan latihan tersebut harus kamu lanjutkan sampai kucing berusia 4 bulan. Jika kamu disiplin kucing akan kencing dan pup di kotak pasir tanpa perlu kamu suruh. Pada tahap selanjutnya, kamu bisa melatih kucing untuk pup di WC. Keren, bukan? Jadi, jangan berhenti melatih anak kucing.

Langkah #5: berikan obat cacing secara rutin

Penyakit cacingan adalah salah satu penyakit yang paling sering menyerang anak kucing. Maka dari itu, pada pembahasan sebelumnya, saya menganjurkan untuk memberikan obat cacing pada anak kucing berumur 1 bulan. Tujuannya untuk penjagaan.

Untuk lebih jelasnya, berikut anjuran pemberian obat cacing untuk anak kucing:

  • Pertama, berikan obat cacing sebulan sekali sampai anak kucing berumur 6 bulan. Setelah kucing berumur lebih dari 6 bulan, berikan obat cacing setiap 3 bulan sekali.
  • Kedua, dosis obat cacing kucing harus disesuaikan dengan berat badan kucing.
  • Ketiga, jika kucing kesulitan untuk minum obat cacing tablet, belikan obat cacing cair.

Jika kamu menjalankan anjuran di atas, anak kucing akan sehat dan terbebas dari penyakit cacingan. Dengan begitu, anak kucing akan tumbuh sehat dan gimbul.

Saat ini, banyak sekali obat cacing kucing yang beredar di pasaran. Biar kamu nggak salah pilih, saya telah membuatkan rekomendasi obat cacing kucing yang bagus. Melalui artikel tersebut, kamu akan paham berbagai jenis obat cacing kucing berkhasiat tinggi. Ada yang berwujud serbuk, tablet, hingga cair.

Langkah #6: lakukan grooming kucing sejak usia dini

Cara merawat anak kucing selanjutnya adalah melakukan grooming kucing secara rutin sejak dini. Grooming kucing adalah upaya untuk merawat kesehatan dan penampilan kucing sejak anak kucing berumur 1 bulan hingga kucing dewasa.

Berikut beberapa tahapan grooming kucing:

  • Menyisir bulu kucing setiap hari.
  • Memotong kuku kucing seminggu sekali.
  • Memandikan kucing sebulan 1x.
  • Membersihkan telinga kucing sebulan sekali.
  • Membasmi kucing sebulan sekali.
  • Menghilangkan jamur yang menyerang kucing.
  • Cukur bulu kucing ketika bulu kucing terlalu panjang dan susah diatur.

Grooming kucing memang memiliki banyak tahapan. Untuk lebih jelasnya, silakan baca panduan lengkap & praktis grooming kucing untuk pemula. Pada artikel tersebut, saya telah menjelaskan secara sistematis cara melakukan grooming kucing sendiri di rumah.

Jika kamu rutin melakukan grooming kucing sejak anak kucing berusia 1-3 bulan, maka kucing kamu akan sehat dan cantik. Apabila kebiasaan grooming kucing kamu lanjutkan sampai anak kucing dewasa, kucing akan memiliki tampilan yang menawan, terawat dan sehat.

Langkah #7: berikan vaksin kucing

Pada pembahasan sebelumnya, saya menyarankan pemilik kucing untuk mulai menabung sejak anak kucing berumur 7 minggu. Hal ini bukan tanpa alasan, karena saat umur 16 minggu (4 bulan) anak kucing sudah bisa mendapatkan vaksin inti pertamanya.

Apa manfaat vaksin kucing? Vaksin kucing berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh kucing dalam menghadapi ancaman wabah virus di masa mendatang. Artinya, kucing yang mendapatkan vaksinasi akan memiliki peluang hidup lebih besar saat terserang virus mematikan.

Sampai di sini paham ya?

Nah, lalu, apa saja vaksin inti kucing? Vaksin inti kucing berisi vaksin dari virus-virus mematikan yang sering membunuh kucing di seluruh dunia. Berikut 4 vaksin inti yang wajib diterima anak kucing:

  1. Vaksin feline panleukopenia virus (FPV).
  2. Vaksin feline herpesvirus-1 (FHV-1).
  3. Vaksin feline calicivirus (FCV).
  4. Vaksin rabies.

Vaksin inti bisa kamu berikan pada anak kucing saat dia berumur minimal 4 bulan. Biasanya pemberian vaksin kucing 2 kali, pertama untuk vaksin awalan dan kedua untuk vaksin penguat. Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel panduan vaksinasi kucing untuk pemula.

Langkah #8: latihlah kucing untuk bersosialisasi dengan manusia

Setelah mendapatkan vaksin kucing secara lengkap, kini kucing kamu siap hidup berdampingan dengan manusia. Untuk itu, mulailah melatih kucing bersosialisasi dengan manusia. Ajarkan kucing tentang cara duduk, cara meminta makanan, cara menyapa tamu hingga cara berkomunikasi.

Jika kamu melatih kucing bersosialisasi sejak anak kucing umur 3 minggu, kucing akan jadi sangat penurut. Saat perkembangan otak kucing mencapai tahap maksimal, kecerdasan kucing dalam menerima perintah akan meningkat. Dengan begitu, kamu dapat melatih berbagai hal baru agar membuat kucing ramah dalam bersosialisasi dengan manusia.

Kucing yang bisa bersosialisasi dengan manusia biasanya memiliki ikatan kuat dengan majikannya. Dengan ikatan tersebut, kucing menaruh rasa percaya yang tinggi pada manusia. Alhasil, jika ada anggota keluarga yang datang, kucing akan menyambut dengan riang gembira. Dan dia tidak akan menolak jika ada yang menggendongnya.

Catatan: Saya biasanya melakukan clicker training dengan lebih intens sejak anak kucing berumur 4 bulan hingga kucing dewasa. Karena pada usia tersebut, anak kucing sudah makin pintar menerima perintah-perintah yang lebih rumit.

Langkah #9: belilah perlengkapan kucing secara bertahap

Cara merawat anak kucing berikutnya adalah membeli perlengkapan perawatan kucing. Saat anak kucing berusia 4-6 bulan, tubuh kucing akan tumbuh dengan pesat. Akibatnya, kucing butuh perlengkapan kucing tambahan untuk kenyamanannya.

Kamu tidak perlu membeli perlengkapan kucing secara komplit, beli saja satu per satu sesuai kebutuhan si kucing. Berikut 10 perlengkapan kucing yang wajib dimilik oleh pemilik kucing pemula:

  1. Tempat makan kucing.
  2. Tempat minum kucing.
  3. Makanan kucing.
  4. Toilet kucing (litterbox).
  5. Pasir kucing.
  6. Serokan pup kucing.
  7. Kandang kucing.
  8. Kalung kucing.
  9. Tiang garukan kucing.
  10. Peralatan grooming kucing.

Belilah secara bertahap sesuai budget yang kamu miliki. Hal ini karena perlengkapan kucing akan terus bertambah saat kucing semakin dewasa. Misalnya, kamu butuh kandang kucing yang lebih besar, pet cargo untuk membawa kucing jalan-jalan, hingga alat cukur bulu kucing.

Biar kamu lebih paham tentang perlengkapan kucing, saya sudah mengulasnya secara detail pada artikel perlengkapan kucing untuk pemula.

Langkah #10: lakukan kunjungan ke dokter hewan secara berkala

Langkah terakhir dalam panduan cara merawat anak kucing adalah melakukan kunjungan ke dokter hewan secara berkala. Langkah ini sangat penting untuk anak kucing kamu. Berikut 3 kunjungan ke dokter hewan yang wajib kamu lakukan bersama anak kucing yang kamu pelihara:

  • Kunjungan pertama, kunjungan untuk mendapatkan vaksin kucing. Pemilik kucing wajib mengunjungi dokter hewan saat anak kucing berusia minimal 4 bulan untuk mendapatkan vaksin. Pada kunjungan pertama, kamu akan mendapatkan pengetahuan dasar tentang status kesehatan anak kucing dan kelayakan anak kucing untuk menerima vaksinasi kucing. Jika anak kucing layak, dokter akan menyuntikkan vaksin inti tahap pertama.
  • Kunjungan kedua, kunjungan selanjutnya adalah saat kucing berusia 1 tahun. Pada kunjungan kedua, kucing akan mendapatkan vaksin inti tahap kedua untuk penguatan. Ini adalah seri rangkaian vaksin inti pada kucing. Setelah vaksinasi kucing, dokter akan mengecek kesehatan kucing secara menyeluruh. Mulai dari pengecekan kutu telinga, scabies, jamuran, cacingan hingga karang gigi.
  • Kunjungan ketiga, kunjungan dadakan saat kucing tiba-tiba sakit dan tidak nafsu makan. Kunjungan ke klinik dokter hewan secara mendadak biasanya akibat kucing terserang penyakit sehingga butuh pertolongan medit.

Selain ketiga kunjungan tersebut, kamu wajib melakukan kunjungan ke dokter hewan minimal 1 tahun sekali. Kunjungan rutin tahunan ini untuk pengecekan kesehatan gigi kucing. Hal ini untuk menghindari penyakit karang gigi, dan gingivitis yang merusak gusi dan gigi kucing saat kucing menua.

Demikian pembahasan lengkap cara merawat anak kucing baru lahir hingga dewasa. Mulai dari anak kucing berumur 0 minggu hingga berumur 1+ tahun. Jika ada penjelasan yang kurang jelas, silakan tinggalkan pertanyaan melalui kolom komentar di bawah.

Baca lebih lanjut: Kapan anak kucing bisa makan makanan kering? »