Cara Merawat Anak Kucing

Bagaimana cara merawat anak kucing dengan benar agar tidak mati? Kamu sudah berulang kali merawat anak kucing tapi tidak pernah bertahan lama? Saya punya solusinya. Mau?

Saya akan sharing tips cara merawat anak kucing. Untuk memudahkan kamu belajar, saya membagi penjelasan ini menjadi 2 chapter.

Kenapa dibedakan?

Ya, karena teknik merawat anak kucingnya beda. Anak kucing yang memiliki induk akan bergantung pada asi induknya sampai umur 2 bulan. Anak kucing tanpa induk harus hidup mandiri tanpa induknya. Jadi, kamu harus menyiapkan makanan untuknya.

Mau tahu strategi merawat anak kucing agar tidak mati? Let’s dive in!

Chapter 1: Cara Merawat Anak Kucing Umur 0-8 Minggu (Ada Induknya)

Kucing kamu baru saja melahirkan? Kamu memiliki beberapa anak kucing lucu? Selamat ya! Pasti sangat menyenangkan sekali.

Sebagai pemilik kucing yang baik, kamu harus merawat anak kucing tersebut. Kamu dapat mulai dengan memperhatikan makanan, kesehatan dan perkembangan anak kucing.

Kenapa harus butuh manusia untuk memperhatikan anak kucing? Bukankah sudah ada induk kucing?

Ya, 100% induk kucing memiliki peranan penting. Tapi banyak kasus anak kucing mati sebelum berusia 8 minggu. Berikut ini kasus anak kucing mati sebelum dia dewasa:

  1. Anak kucing tertindih badan induknya saat sedang menyusu.
  2. Anak kucing dimakan induknya (entah kucing betina atau kucing jantan).
  3. Anak kucing anemia karena serangan kutu.
  4. Anak kucing mengalami demam dan sakit.
  5. Anak kucing dimakan tikus.

Umur 0-8 minggu adalah masa rawan dalam pertumbuhan anak kucing. Jika kamu benar-benar ingin merawatnya, sebaiknya kamu merawat anak kucing dengan sungguh-sungguh.

Saya akan membagikan tips cara merawat anak kucing yang baru lahir agar tidak mati. Let’s dive in!

Cara Merawat Anak Kucing Umur 0 Minggu

Cara Merawat Anak Kucing Usia 0 Minggu

Anak kucing umur 0 minggu memiliki tubuh yang sangat mungil. Kamu dapat mengenali anak kucing yang baru lahir dengan mengamati ciri berikut ini:

  • Mata anak kucing masih tertutup.
  • Telinga anak kucing masih terlipat.
  • Telinga anak kucing berukuran sangat kecil dan kencang.
  • Anak kucing belum memiliki gigi.
  • Hidung, mulut, dan jari kaki juga berwarna merah jambu (pink).
  • Jika kamu membuka mulutnya, terlihat lidah dan rongga mulut berwarna merah jambu (pink).
  • Jika kamu menyibak perutnya, terlihat masih ada tali pusar.

Ah, iya. Ada tali pusar yang masih menempel saat anak kucing baru lahir. Apakah tali pusar ini perlu dipotong? Jangan, biarkan saja. Nanti, 4-5 hari akan lepas sendiri.

perawatan yang dibutuhkan anak kucing umur 0 minggu

  1. Berikan tempat bersarang yang hangat, bersih dan nyaman. Anak kucing berumur 0 minggu belum memiliki sistem pangatur suhu tubuh. Jadi, tubuh kucing belum mampu melawan suhu dingin. Kamu dapat membuatkan tempat bersarang yang hangat agar anak kucing tidak mati kedinginan.
  2. Berikan pengawasan ekstra. Kamu harus memantau anak kucing setiap 2 jam. Anak kucing belum bisa berpindah tempat. Dia hanya bisa menggoyang-goyangkan kakinya. Jadi, setiap 2 jam sekali kamu harus memastikan anak kucing tidak tertindih. Dan kamu harus memastikan bahwa induk kucing menyusui semua anaknya.
  3. Catat kesehatan anak kucing. Kamu harus mencatat berat badan, suhu badan dan kondisi fisik anak kucing. Berat badan normal anak kucing sekitar 75-150 gram. Suhu badan normal anak kucing sekitar 35-36 derajat celcius. Kondisi lingkungan yang ideal untuk anak kucing adalah 29-32 derajat celcius.

Sudah, kamu cukup melakukan ketiga hal tersebut. Mudah, bukan? Sisanya, serahkan kepada induk si kucing. Anak kucing seharusnya selalu bersama dengan induknya.

Tugas utama induk kucing adalah:

  1. Memberi anak kucing air susu kucing. Air susu kucing lebih hebat dari pada susu formula untuk kucing. Air susu kucing mengandung colostrum yang mampu menguatkan sistem kekebalan tubuh. Jadi, anak kucing yang menyusu pada induknya akan tumbuh lebih sehat.
  2. Memandikan kucing. Induk kucing akan memandikan anak kucing dengan cara menjilati seluruh tubuh anaknya. Jadi, kamu tidak perlu repot-repot memandikan anak kucing.
  3. Menghangatkan tubuh anak kucing. Secara naluri, induk kucing akan selalu menjaga anaknya. Induk kucing akan merontokkan bulunya atau melingkatkan badannya agar anaknya selalu hangat.

Bersyukurlah, karena kamu merawat anak kucing yang masih memiliki induk. Induk kucing dapat mengurus anak kucing secara mandiri. Kamu hanya perlu melakukan kontrol setiap 2 jam sekali. Pastikan anak kucing sehat, aman dan tidak dimakan induknya.

Apakah kamu ingin belajar bagaimana cara merawat anak kucing umur 1 minggu? Keep reading!

Cara Merawat Anak Kucing Umur 1 Minggu

Anak kucing berusia 1 minggu sudah dapat bersuara “meow” dengan nyaring. Kamu akan lebih sering mendengarnya setiap saat. Kondisi fisik anak kucing saat berumur 1 minggu.

  • Mata anak kucing masih tertutup.
  • Telinga anak kucing sudah terbuka dan tidak terlipat.
  • Tali pusar anak kucing sudah lepas.
  • Tubuh anak kucing sudah mulai kokoh.
  • Kepala dan perut anak kucing sudah lebih besar.
  • Anak kucing belum memiliki gigi.
  • Hidung, mulut, dan jari kaki juga berwarna merah jambu (pink).
  • Memiliki berat badan 150-250 gram.
  • Memiliki suhu badan 36-37 derajat celcius.
  • Anak kucing akan menyusu pada induknya setiap 2-3 jam sekali.

PERAWATAN YANG DIBUTUHKAN ANAK KUCING UMUR 1 MINGGU

  1. Berikan pengawasan ekstra. Kamu harus tetap memantau anak kucing setiap 2 jam. Pada umur 1 minggu anak kucing sudah memiliki otot dan tulang yang kokoh, Dia dapat bergerak. Akan tetapi, anak kucing belum dapat melihat. Pada usia 8-10 hari, baru mata anak kucing terbuka sepenuhnya. Jadi, tetaplah waspada dan awasi anak-anak kucing kesayanganmu.
  2. Catat kesehatan anak kucing. Kamu harus mencatat berat badan, suhu badan dan kondisi fisik anak kucing. Suhu ruangan ideal untuk anak kucing umur 1 minggu adalah 28-30 derajat celcius.
  3. Berikan makanan bernutrisi tinggi untuk induk kucing. Kamu dapat memberikan makanan anak kucing kepada induk kucing. Kasih saja porsi 2x lipat dari pada porsi makan sehari-hari. Induk kucing butuh banyak makanan agar tidak kurus. Jadi, selalu sediakan makanan berlebih untuk induk kucing.

Mudah? Ya, memang mudah. Selama kamu merawat anak kucing yang memiliki induk, kamu hanya perlu melakukan sedikit hal. Sisanya serahkan pada induk kucing.

Pada topik bahasan berikutnya da tips menarik. Jangan pergi dulu, tetep lanjut baca!

Cara Merawat Anak Kucing Umur 2 Minggu

Cara Merawat Anak Kucing Usia 2 Minggu

Anak kucing umur 2 minggu sudah mulai membuka matanya. Kebanyakan mata anak kucing berwarna biru. Warna ini hanya sementara dan akan berubah setelah dia dewasa. Warna mata kucing mewarisi warna mata dari induknya.

Biarpun mata anak kucing sudah terbuka, tapi penglihatannya masih sangat jelek. Jadi, kamu harus hati-hati ya kitten. Hehe. Anak kucing umur 2 minggu sudah dapat berjalan. Biarpun masih sempoyongan. Tapi, dia sudah mulai bisa mengeksporasi lingkungan sekitarnya.

Kondisi Fisik anak kucing saat berumur 2 minggu

  • Mata anak kucing sudah terbuka sepenuhnya, tapi penghilatannya masih buram.
  • Telinga anak kucing sudah tumbuh memanjang.
  • Otot dan tubuh anak kucing sudah kokoh. Jadi, dia sudah dapat berjalan.
  • Kepala, perut, kaki, ekor dan telinga anak kucing sudah lebih besar.
  • Anak kucing belum memiliki gigi.
  • Hidung, mulut, dan jari kaki juga berwarna merah jambu (pink).
  • Kuku anak kucing sudah mulai tumbuh, tapi belum dapat dilipat untuk mencengkram.
  • Memiliki berat badan 250-350 gram.
  • Memiliki suhu badan 36-37 derajat celcius.
  • Anak kucing akan menyusu pada induknya setiap 3-4 jam sekali.

PERAWATAN YANG DIBUTUHKAN ANAK KUCING UMUR 2 MINGGU

  1. Catat kesehatan anak kucing. Kamu harus mencatat berat badan, suhu badan dan kondisi fisik anak kucing. Suhu ruangan ideal untuk anak kucing umur 2 minggu adalah 26-27 derajat celcius.
  2. Pemberian obat cacing. Anak kucing berumur 2 minggu sudah diperbolehkan untuk diberi obat cacing. Jadi, kamu boleh memberikan dosis obat cacing untuk membantu anak kucing terbebas dari cacingan. Selanjutnya, kamu dapat mengulang pemberian obat cacing 2 minggu sekali.
  3. Berikan susu formula kucing pada anak kucing kerdil. Ada kalanya, anak kucing tidak mendapat jatah susu yang memadai. Jadi, beberapa anak kucing tumbuh kerdil karena kekurangan nutrisi. Kamu dapat membelikan susu khusus kucing untuk menambah nutrisi anak kucing. Tolong di ingat, maksimal pemberian susu kucing hanya 10-14 ml per 4 jam. Jangan lebih dari itu, okay.
  4. Berikan makanan bernutrisi tinggi untuk induk kucing. Kamu dapat memberikan makanan anak kucing kepada induk kucing. Kasih saja porsi 2x lipat dari pada porsi makan sehari-hari. Induk kucing butuh banyak makanan agar tidak kurus. Jadi, selalu sediakan makanan berlebih untuk induk kucing.

Saat kucing saya beranak, salah satu anaknya selalu kalah saat berebut susu. Alhasil, pertumbuhannya terganggu. Untuk memberi asupan nutrisi saya kasih dia susu khusus kucing. Kucing umur 2 minggu sudah bisa dikasih dot kucing. Dan ternyata, anak kucing tersebut sangat lahap meminum susunya.

Saya membuat dot kucing sendiri. Kamu dapat melihat proses pembuatan dot kucing di sini. Tidak menghabiskan banyak biaya, tapi 100% working. Akan tetapi, jika kamu tidak punya waktu untuk membuat dot kucing, beli aja di petshop terdekat.

Cara Merawat Anak Kucing Umur 3 Minggu

Cara Merawat Anak Kucing Umur 3 Minggu

Anak kucing berumur 3 minggu memiliki perawakan yang sangat lucu dan menggemaskan. Saya kadang benar-benar lupa diri saat melihat keimutannya.

  • Pertama, anak kucing ini masih sangat polos.
  • Kedua, mata, telinga dan hidung anak kucing sudah berfungsi dengan normal. Jadi, sudah bisa diajak berkomunikasi.
  • Ketiga, anak kucing bertingkah lucu dan menggemaskan.

Tolong jangan ditertawakan ya! Hihihi. Pecinta kucing yang mengerti mainan imut umur 3 minggu pasti juga ingin membelainya.

Kondisi fisik anak kucing saat berumur 3 minggu

  • Mata, hidung dan telinga kucing sudah berfungsi dengan normal.
  • Telinga anak kucing sudah tumbuh memanjang.
  • Otot dan tubuh anak kucing sudah kokoh. Jadi, anak kucing sudah dapat beraktivitas.
  • Ukuran anak kucing sudah sebesar telapak tangan orang dewasa.
  • Gigi pertama anak kucing sudah mulai tumbuh. Gigi susu bagian depan.
  • Hidung, mulut, dan jari kaki juga berwarna merah jambu (pink).
  • Kucing sudah jarang tidur dan mudah terbangun.
  • Memiliki berat badan 350-450 gram.
  • Memiliki suhu badan 37 derajat celcius.
  • Anak kucing akan menyusu pada induknya setiap 4-5 jam sekali.

PERAWATAN YANG DIBUTUHKAN ANAK KUCING UMUR 2 MINGGU

Catat kesehatan anak kucing. Kamu harus tetap mencatat berat badan, suhu badan dan kondisi fisik anak kucing. Suhu ruangan ideal untuk anak kucing umur 2 minggu adalah 25 derajat celcius.

1. Berikan susu formula kucing pada anak kucing kerdil

Apabila ada anak kucing yang kerdik, tetap lanjutkan pemberian susu kucing. Ingat, katakan maksimalnya adalah 14-16ml setiap 4-5 jam. Jangan berlebihan! Okay?

2. Mulai ajarkan perawatan bulu sejak anak kucing berusia 3 minggu

Kamu dapat menggunakan sikat gigi bekas yang memiliki bulu halus sebagai sisir. Setiap pagi atau sore, peganglah anak kucing dan sisir secara perlahan. Mulailah dari kepala, tengkuk, badan, ekor, dan terakhir kaki. Lakukan berulang-ulang sampai anak kucing nyaman.

3. Merangsang anak kucing untuk pup

Anak kucing umur 3 minggu sudah dapat berjalan. Dia bisa saja pup sembarangan dan mengotori bantal atau karpet. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu wajib membuat anak kucing pup secara paksa.

  • Cara Membuat Anak Kucing Pup:
    • Pertama, cari tissue atau lap kering. Basahi dengan air hangat.
    • Kedua, angkat anak kucing dengan tangan kiri. Posisi perut menghadap ke atas.
    • Ketiga, pijat dengan lembut anus kucing dengan tissu yang telah dibasahi air panas. Suhu panas akan merangsang pup untuk keluar.
    • Keempat, ambil dan bersihkan semua pup yang keluar dari anus anak kucing.
    • Kelima, buang tissue pada kotak sampah.

4. Perkenalkan anak kucing dengan litterbox

Kamu harus tetap merangsang pup anak kucing dengan cara manual. Akan tetapi, kamu juga perlu memperkenalkan litterbox pada anak kucing.

  • Cara Mengenalkan Litterbox Untuk Anak Kucing Umur 3 minggu:
    • Pertama, biarkan anak kucing melihat induk kucing menggunakan litterbox.
    • Kedua, taruh anak kucing ke area litter box. Biarkan kaki dan tubuh kucing merasakan sensasi literbox secara langsung.
    • Ketiga, lakukan tahap pertama dan kedua secara berulang-ulang setiap hari.

Anak kucing berumur 3 minggu sangat lucu dan menggemaskan. Kamu dapat mengabdikannya dalam foto dan membingkainya. Momen tersebut akan sangat menyenangkan.

CATATAN: Jika masih ada anak kucing yang kerdil, pemberian susu tetap harus dilanjutkan. Takran susu kucing 14-18 ml setiap 5 jam.

Mau tahu tips merawat anak kucing selanjutnya? Yuk, lanjut!

Cara Merawat Anak Kucing Umur 4 Minggu

Cara Merawat Anak Kucing Umur 4 Minggu

Anak kucing berumur 4 minggu memiliki perkembangan penglihatan dan pendengara yang sangat cepat. Mata dan pendengaran anak kucing menjadi sangat tajam. Koordinasi gerakan dan kelincahannya juga semakin bagus.

Jika kamu mau menelisik lebih jauh, coba buka mulut anak kucing. Kamu akan melihat gigi taring mungil yang mulai tumbuh. Gigi mungil ini adalah gigi susu kucing. Saat beranjak dewasa nanti gigi ini akan copot. Ingin tahu lebih banyak tentang gigi susu kucing? Klik di sini. Di sana kamu akan belajar secara mendetail tentang kelengkapan gigi anak kucing.

Kondisi fisik anak kucing saat berumur 4 minggu

  • Mata, hidung dan telinga kucing sudah berkembang dengan sangat cepat.
  • Telinga anak kucing sudah tumbuh besar.
  • Kucing beraktifitas dengan gesit dan energik.
  • Gigi susu seri dan gigi susu taring anak kucing sudah mulai tumbuh.
  • Anak kucing sudah bisa untuk diajak bermain.
  • Kucing sudah mulai jarang tidur. Dia sangat mudah terbangun.
  • Memiliki berat badan 450-550 gram.
  • Memiliki suhu badan 37-38 derajat celcius.
  • Anak kucing akan menyusu pada induknya setiap 5-6 jam sekali.

PERAWATAN YANG DIBUTUHKAN ANAK KUCING UMUR 4 MINGGU

  1. Biarkan anak kucing tetap menyusu pada induknya. Gigi susu anak kucing memang sudah mulai tumbuh diusia ini. Gigi susu seri dan gigi susu taring. Akan tetapi, gigi ini belum dapat digunakan untuk makan daging ataupun biskuit. Jadi, biarkan anak kucing mendapatkan nutrisi dari induknya.
  2. Catat kesehatan anak kucing. Kamu harus mencatat berat badan, suhu badan dan kondisi fisik anak kucing. Suhu ruangan ideal untuk anak kucing umur 4 minggu adalah 24-26 derajat celcius.
  3. Pemberian obat cacing. Anak kucing umur 4 minggu sudah layak untuk diberi obat cacing. Pastikan kamu memberikan dosis yang tepat sesuai umur dan berat badan. Kamu dapat mengulang pemberian obat cacing 2 minggu sekali.
  4. Litterbox training, mulailah melatih anak kucing untuk menggunakan litterbox. Jadi, kamu tidak perlu lagi menstimulasi anus kucing terus menerus. Kamu dapat menggunakan induk kucing untuk mengajari anak kucing. Saya sudah menulis tutorial lengkap di sini. Semua problem dan tips litterbox training di bahas secara tuntas di sana.
  5. Berikan makanan bernutrisi tinggi untuk induk kucing. Kamu harus tetap menjaga nutrisi dari induk kucing. Jangan sampai induk kucing kurus kering karena tiap hari di susu oleh anak-anak kucing. Jadi, beri induk kucing banyak makanan berkualitas.

Itulah fokus perawatan yang perlu kamu perhatikan. Sudah jelas?

Okay, saya akan menambahkan sedikit. Induk kucing tahu bahwa anaknya sudah mulai tumbuh besar. Anak-anak kucing sudah mulai percaya diri mengeksplorasi lingkungannya. Sedikit demi sedikit anak kucing meniru apa yang dilakukan oleh induknya.

Nah, pada tahap ini, cobalah melatih anak kucing kencing dan pup di-litterbox. Percayalah dengan adanya kucing senior, litterbox training akan lebih cepat dan mudah.

Apa perawatan untuk anak kucing saat berumur 5 minggu? Perawatannya…

Cara Merawat Anak Kucing Umur 5 Minggu

Cara Merawat Anak Kucing Umur 5 Minggu

Saat anak kucing berumur 5 minggu, dia menjadi sangat lincah. Otot tubuh dan sistem gerak telah terkoordinasi dengan baik. Anak kucing juga sudah mulai mengembangkan keterampilan bersosialisasi. Anak kucing menjadi senang berinteraksi dengan manusia dan hewan lain.

Kamu akan kagum melihat perkembangannya. Anak kucing sudah bisa berlari kencang, melompat dan menerkam. Melalui bimbingan induknya anak kucing melatih tubuh mereka. Dia berlatih menjatuhkan mangsanya, berlatih menggigit target dan berburu.

Jika kamu perhatikan, anak kucing berumur 5 minggu masih memiliki mata biru muda. Akan tetapi, penglihatan anak kucing jauh lebih tajam. Mata anak kucing sudah peka terhadap cahaya. Pupil mata anak kucing melebar dan menyempit saat fokus dengan benda disekitarnya.

Anak kucing berumur 5 minggu sudah memiliki kecerdasan. Dia dapat diajari pup dan kencing di litterbox oleh induknya. Pertahankan latihan litterbox training sampai menjadi kebiasaan anak kucing. Jadi, kamu tidak perlu takut anak kucing berak sembarangn. Dan kamu juga tidak perlu merangsang pup kucing melalui anusnya lagi.

Kondisi fisik anak kucing saat berumur 5 minggu

  • Mata, hidung dan telinga kucing sudah berkembang pesat.
  • Ukuran tubuh kucing sudah sebesar 2 telapaka tangan orang dewasa.
  • Otot tubuh dan sistem motorik anak kucing sudah terkoordinasi dengan baik.
  • Kucing bermain, berkelahi dan berlari dengan sangat gesit.
  • Gigi susu kucing sudah tumbuh hampir merata.
  • Anak kucing mulai mengikuti kebiasaan mandi kucing induknya (self grooming).
  • Memiliki berat badan 550-650 gram.
  • Memiliki suhu badan 37-38 derajat celcius.
  • Anak kucing sudah dapat makan makanan basah setiap 6 jam sekali.

PERAWATAN YANG DIBUTUHKAN ANAK KUCING UMUR 5 MINGGU

  1. Litterbox training. Kamu harus tetap mempertahankan litterbox training pada anak kucing. Biarkan dia latihan tersebut menjadi bagian dari hidup anak kucing. Jadi, saat dewasa kucing tidak kencing dan berak sembarangan.
  2. Mengajari kucing makan wet food. Anak kucing berumur 5 minggu sudah memiliki gigi incisor, fang dan premolars. Jadi, dia sudah siap beralih dari susu ke makanan basah. Kamu dapat memberi anak kucing snack kucing treat cream. Biarkan anak kucing menikmati makanan enak. Selanjutnya baru diganti makanan basah seperti whiskas junior.
  3. Memberikan tempat minum anak kucing. Kamu dapat menyediakan tempat minum yang landai untuk anak kucing. Biarkan dia belajar meminum air minum selain asi induknya. Biasakan anak kucing minum sejak berumur 5 minggu.
  4. Ajaklah bermain agar anak kucing berolahraga. Kamu dapat membeli cat teaser untuk bermain dengan anak kucing. Anak kucing akan senang mengejar-ngejar mainan yang membuatnya penasaran. Rajinlah mengajak bermain, agar otot tubuh anak kucing menjadi kencang dan sehat.
  5. Selalu monitor berat badan kucing. Anak kucing umur 5 minggu yang tumbuh normal akan memiliki berat badan 550-650 gram. Jika ada tanda-tanda kelainan atau kurang sehat segera diberi obat.

Anak kucing berumur 5 minggu itu sangat aktif. Jika kamu kesulitan untuk mengawasinya, kamu dapat menaruhnya diruangan khusus. Kamu juga dapat membelikan kandang yang lebih besar. Pokoknya, kamu ga bakalan bosen melihat tingkah anak kucing umur 5 minggu.

Cara Merawat Anak Kucing Umur 6 Minggu

Cara Merawat Anak Kucing Umur 6 Minggu

Anak kucing berumur 6 minggu sudah dapat makan, minum, kencing dan berak sendiri. Kamu akan bangga karena telah berhasil mendidik dan menjinakkan anak kucing. Selamat ya! Cheers!

KONDISI FISIK ANAK KUCING SAAT BERUMUR 6 MINGGU

  1. Anak kucing berumur 6 minggu akan memiliki gigi susu lengkap.
  2. Penglihatan dan pendengaran anak kucing telah berkembang sepenuhnya.
  3. Pada akhir minggu keenam mata anak kucing akan berubah warna seperti mata induknya. Hal ini dikarenakan terjadi peningkatan pembentukan melanin di mata anak kucing.
  4. Anak kucing memiliki berat antara 650-750 gram.
  5. Suhu badan anak kucing sekitar 37-38 derajat celcius.
  6. Tubuh kucing sudah mendapatkan kemampuan termoregulasi. Jadi, anak kucing sudah dapat menjaga suhu tubuhnya sendiri untuk beradaptasi dengan lingkungan.

PERAWATAN YANG DIBUTUHKAN ANAK KUCING UMUR 6 MINGGU

  1. Litterbox training. Kamu harus tetap mempertahankan litterbox training pada anak kucing. Biar litterbox training menjadi kebiasaan sepanjang hidup kucing.
  2. Sediakan makanan kucing basah dan minuman setiap 6 jam sekali. Kucing sudah dapat makan dan minum secara mandiri. Gigi susu kucing sudah tumbuh secara merata. Kamu akan melihat anak kucing menjadi doyan makan dan minum. Jadi, selalu tepat waktu dalam memberi jatah makan. jangan sampai anak-anak kucing kelaparan.
  3. Persiapan untuk vaksinasi. Kamu bisa membuka pra-syarat vaksinasi di sini. Di sana kamu akan belajar syarat kucing bisa divaksinasi. Ada minimum syarat berat badan, umur dan kesehatan. Jadi, pastikan kamu mempersiapkan kucing kamu sejak umur 5 minggu. Vaksinasi pertama adalah vaksin FVRCP.
  4. Bermainlah dengan anak kucing lebih sering. Anak kucing berumur 5 minggu memiliki gerakan yang lincah dan gesit. Dia akan mulai belajar berburu, memangsa dan menggigit dari induknya. Kamu harus melatih kemampuan kucing dengan mengajaknya bermain. Jadi, kucing kamu dapat menjadi pemburu dan penjaga rumah yang hebat.

Kamu perlu mulai menabung untuk memvaksin anak kucing. Vaksin memperpanjang peluang hidup anak kucing dan menjaga keamanan keluarga. Saya telah menuliskan 20 manfaat vaksinasi untuk kucing. Di sana kamu akan belajar kenapa anak kucing lebih baik divaksin. Silakan dipelajari sendiri ya!

Okay, selanjutnya kita akan membahas rahasia yang lebih menarik.

Cara Merawat Anak Kucing Umur 7 Minggu

Cara Merawat Anak Kucing Umur 7 Minggu

Anak kucing umur 7 minggu sangat playfull banget. Kamu pasti tidak akan pernah bosan untuk menggodanya. Ukuran tubuh mungil, wajah masih polos dan selalu ingin tahu. Sangat menggemaskan.

KONDISI FISIK ANAK KUCING SAAT BERUMUR 7 MINGGU

  1. Warna mata kucing berubah ke warna mata dewasa. Mirip dengan warna mata induknya.
  2. Anak kucing sudah dapat melompat, memanjat dan menerkam.
  3. Testis pada anak kucing jantan akan terlihat menonjol dan menggantung.
  4. Anak kucing betina akan terlihat lebih feminim.
  5. Berat badan anak kucing sekitar 750-850 gram.
  6. Suhu badan anak kucing sekitar 37-38 derajat celsius.
  7. Anak kucing sudah memiliki termoregulator yang sangat baik.
  8. Anak kucing sudah dapat makan, minum dan BAB secara mandiri.
  9. Anak kucing menjadi gemar berburu.

PERAWATAN YANG DIBUTUHKAN ANAK KUCING UMUR 7 MINGGU

  1. Litterbox training. Kamu harus tetap mempertahankan litterbox training pada anak kucing. Biarkan litterbox training menjadi rutinitas hidup kucing.
  2. Sediakan sumber makanan yang cukup. Anak kucing berumur 7 minggu akan makan setiap 6-8 jam sekali. Pastikan kamu selalu memiliki persediaan stok makanan. Jika tidak anak kucing akan terus-terusan mengeong kepada kamu.
  3. Ajarilah anak kucing berburu. Kamu dapat mengajari kucing berburu dengan cara mengajaknya bermain mengejar target. Target dapat berupa bola, boneka tikus, cat teaser ataupun robot tikus. Ingat, jangan pernah bermain dengan kucing menggunakan tangan. Jika kucing menandai tangan kamu, dia bisa menjadi buas dengan orang disekitarnya. Jadi, bermain dengan mainan saja.

Kamu harus mengajari anak kucing untuk tidak menyerang manusia. Jadi, jangan memancing amarah anak kucing dengan tangan ataupun kaki. Dan bermainlah hanya menggunakan mainan.

Cara Merawat Anak Kucing Umur 8 Minggu

Cara Merawat Anak Kucing Umur 8 Minggu

Anak kucing umur 8 minggu sudah tumbuh layaknya kucing dewasa. Bentuk tubuh dan matanya sudah berubah total. Pada umur 8 minggu, induk kucing biasanya mulai menyapih anak kucing. Jadi, anak kucing sudah harus mulai hidup mandiri.

PERAWATAN YANG DIBUTUHKAN ANAK KUCING UMUR 8 MINGGU

  1. Perawatan grooming. Anak kucing umur 8 minggu sudah siap untuk di-grooming. Kamu dapat mulai perawatan kucing mulai dari hal sederhana. Misalnya: menyisir bulu, menghilangkan kutu, memotong kuku kucing, mandi, mengeringkan bulu.
  2. Melatih kucing. Anak kucing umur 8 sudah memiliki kecerdasan yang bagus. Kamu dapat mengajari anak kucing pelatihan kucing dasar. Saya menulis panduan melatih kucing di sini. Silakan dipelajari.
  3. Mengajari anak kucing makan dry food. Anak kucing umur 8 minggu sudah memiliki gigi susu yang lengkap. Kamu dapat mulai melatih anak kucing untuk makan dry food. Untuk pertama, campurkan dry food dan makanan basah dengan perbandingan 20:80. Setelah itu, tingkatkan porsi dry food secara perlahan. Kamu dapat menambahkan sedikit air untuk mempermudah kucing mengunyah makanannya.

Ingin panduan cara merawat anak kucing berumur lebih dari 2 bulan? Saya juga sudah menulis panduan cara merawat anak kucing umur 2 bulan sampai dewasa. Di sana kamu akan belajar bagaimana merawat anak kucing sampai dewasa. Tips dan trik tentang makanan dan kesehtan kucing saya share di sana.

Chapter 2: Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Pada chapter 2, saya ingin membagi tips cara merawat anak kucing tanpa induk. Beberapa hari yang lalu sepulang kerja, saya menemukan anak kucing dijalana dekat rumah. Saya amati anak kucing tersebut ditinggal induknya.

Pertama saya biarkan saja, mungkin induknya sedang mencari makan. Akan tetapi, setelah sampai larut malam, anak kucing terus mengeong. Dan tetangga sebelah bilang ada induk kucing tertabrak motor. Jadi, sedih.

Mungkin saja, anak kucing tersebut menunggu induknya yang mencari makan. Tapi, ternyata yang ditunggu sudah tiada. Singkat cerita, saya memungutnya. Anak kucing ini usianya kira-kira 3 minggu. Saya memprediksinya dari melihat gigi anak kucing. Hanya gigi incisors (gigi seri) yang baru terlihat tumbuh.

Okay, berbekal pengalaman merawat anak kucing tanpa induk tersebut. Saya akan membagikan cara mudah merawat anak kucing tanpa induk. Keep reading!

Bagaimana cara merawat anak kucing tanpa induk agar tidak mati?

  • Pertama, buatkan akan kucing tempat tinggal yang hangat, nyaman dan aman.
  • Kedua, carikan makanan yang sesuai.
  • Ketiga, jaga kesehatan anak kucing.

Agar anak kucing tetap hangat, saya buatkan rumah kucing dari kardus. Sederhana sih, tapi cukup untuk anak kucing.

Rumah Untuk Anak Kucing Tanpa Induk

Anak kucing memiliki sistem imun yang lemah. Dan bulu tubuhnya masih sangat tipis. Untuk mencegah sakit, demam dan kedinginan, tolong buatkan rumah. Rumah yang hangat, bersih dan nyaman sangat disukai oleh anak kucing.

Jika kamu memiliki uang lebih, silakan beli rumah kucing di petshop. Akan tetapi, jika kamu ingin hemat kamu dapat membuat rumah kucing dengan barang seadanya. Saya akan menunjukkan caranya padamu.

Berikut ini cara membuat rumah kucing dari kardus.

Bahan & alat:

  1. Kardus ukuran sedang?sesuaikan dengan ukuran kucing kamu.
  2. Selimut yang memiliki permukaan halus.
  3. Gunting/pisau cutter.
  4. Lem UHU.
  5. Kertas kado.
  6. Hiasan/aksesories.
Bahan-dan-alat-untuk-membuat-tempat-tidur-kucing-sendiri

Prosedur:

Tahap #1: Buatlah rancangan tempat tidur anak kucing

Di sini saya akan membuat tempat tidur yang simple saja. Inti dari tempat tidur yang saya buat adalah hangat, nyaman dan mudah untuk dibersihkan.  Kamu dapat menggambar desain rancangan terlebih dahulu. Setelah mendapatkan desain yang cocok segera direalisasikan.

Tahap #2: Potonglah kardus sesuai dengan Dengan Desain yang telah dibuat

Rancangan-kasur-tidur-kucing-yang-terbuat-dari-kardus

Saya memotong bagian atas kardus. Karena saya ingin membuat tempat tidur anak kucing menyerupai keranjang. Bagian depan saya potong bentuk trapezium agar anak kucing mudah naik dan turun dari rumahnya.

Tahap #3: Letakkan busa/kapas/dacron/kain bekas sebagai alas

Berikan alas yang empuk agar kucing nyaman tidur di tempat yang kita sediakan. Kamu dapat menggunakan busa ataupun kain sisa. Setelah itu lapisi dengan selimut yang memiliki permukaan lembut seperti bulu induk kucing. Semakin empuk tempat yang kamu siapkan, semakin betah anak kucing tinggal di sana.

Jika kamu kesulitan membuat alas tidur anak kucing, pakai saja bantal kecil. Intinya, alas tempat tidur usahakan empuk, hangat dan nyaman untuk anak kucing beristirahat.

Tahap #4: Bungkus kardus dengan kertas kado dan hiasan

Menghias-tempat-tidur-kucing-yang-terbuat-dari-kardus-bekas

Tambahkan hiasan dan pernak-pernik untuk membuat rumah kucing terlihat cantik. Kamu dapat menggunakan kertas kado, kertas hias, dan bisa juga menambahkan berbagai aksesories untuk mempercantiknya.

Tahap #5. Uji Coba

Bawa anak kucing tanpa induk yang kamu rawat. Letakkan diatas tempat tidur kucing. Kamu dapat menaruh rumah anak kucing ini di ruang khusus. Jika kucing masih kedinginan, tambahkan selimut.

Amati perilakunya. Kamu dapat memindah-mindahkan rumah kucing ini di beberapa tempat. Pastikan suhu udara dan kondisi ruangan tenang. Jadi, anak kucing dapat nyaman beristirahat di sana.

Saya tidak punya waktu membuat tempat anak kucing seperti itu. Bisakah langsung beli saja?

Tentu. Knda dapat membeli kasur untuk anak kucing di online shop. Di sana ada berbagai macam pilihan yang bagus.

Berikut ini 5 kasur kucing yang menarik dan layak Kamu koleksi:

1. Kasur Anak Kucing Berbentuk Bola

Kasur-anak-kucing-bentuk-bola

Tempat tidur anak kucing ini memiliki desain yang elegan. Bagian luar tempat tidur memiliki pola kayu berwarna cokelat muda. Dan bagian dalam berwarna abu-bau solid. Kesan mewah dan minimalis langsung tercermin dari produk ini.

Untuk alas tidur menggunakan busa dacron sehingga sangat empuk. Anak kucing akan sangat nyaman dan hangat untuk tidur di sana. Tempat tidur anak kucing ini dapat digunakan kitten sampai dia menjadi kucing dewasa. Saya menyukai bagian lubang yang berbentuk lengkungan oval. Sangat keren. Desainnya sangat futuristik dan elegan.

2. Kasur Anak Kucing Berbentuk Kapsul

Kasur-anak-kucing-bentuk-kapsul

Desain tempat tidur ini terlihat sangat modern dan keren. Seorang pecinta kucing mendesain tempat tidur anak kucing unik berbentuk kapsul. Ada 2 lubang untuk keluar dan masuk kucing.

Saya menyukai warna abu-abu misty dari tempat tidur kucing ini. Warnanya dapat dengan mudah terpadu dengan furnitur rumah. Di dalam selongsong kasur tidur ini terbalut busa lembut yang sangat empuk. Anak kucing akan dimanjakan 24 jam saat dia beristirahat di kasur ini.

3. Kasur Anak Kucing Berbentuk Sofa

Kasur-anak-kucing-bentuk-sofa

Tempat tidur DIY yang saya buat dari kardus terinspirasi dari produk ini. Menurut saya kasur anak kucing dengan model sofa ini sangat cantik. Kelebihan yang lainnya adalah mudah dibersihkan. Kombinasi warna abu-bau dan coklat menimbulkan kesan manis dan elegan.

Bagian depan kasur anak kucing yang melengkung didesain sangat menawan. Jadi, anak kucing akan mudah untuk naik dan turun ke rumah mereka. Kasur kucing ini juga dapat kamu jadikan pajangan di ruang tamu. Desain yang simpel dan minimalis membuatnya menjadi pemanis ruangan yang indah.

4. Kasur Anak Kucing Berbentuk Kerang

Kasur-anak-kucing-bentuk-kerang

Rumah kucing satu ini sangat cantik. Saat sekilas melihat, bentuk rumah kucing ini seperti kerang. Desain yang modern dan tidak membosankan menjadi salah satu keunggulan produk ini.

Saya menyukai kombinasi warna cream dan ungu rumah kucing inii. Kesan mewah dan keren langsung tercermin saat pertama melihatnya. Bagian muka yang separuh tertutup membuat kita mudah meletakkan anak-anak kucing. Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu juga menyukainya?

5. Kasur Anak Kucing Berbentuk Sarang Burung

Kasur-anak-kucing-bentuk-sarang-burung

Kasur ini dibuat dengan cara disulam dengan benang khusus yang lembut dan berukuran besar. Bentuknya seperti sarang burung. Ukurannya lumayan luas untuk menampung 2-3 anak kucing. Terlihat alas kasur anak kucing ini bukan dari busa atau selimut bulu.

Namun, jangan khawatir. Bahan materialnya sudah empuk dan nyaman untuk kucing. Kasur ini mudah untuk di bersihkan dan dicuci. Segera dikoleksi, sangat cantik untuk pajangan dan pameran di rumah.

Beri Makanan yang sesuai

Anak kucing yang saya rawat masih belum disapih oleh induknya. Usianya masih 3 minggu. Mau saya carikan induk kucing yang sedang menyusui, tapi sulit. Akhirnya saya buatkan susu kucing pengganti asi. Saya belikan susu growssy di petshop.

Jika kamu pengen buat dot kucing sendiri, saya sudah buat panduannya di sini. Hanya dari barang bekas, kamu bisa membuat dot kucing yang disukai anak kucing.

Susu Formula Khusus anak kucing

Dua merek susu anak kucing yang bagus: PetAg KMR® Powder and Farnam Pet Products Just Born® Highly Digestible Milk Replacer for Kittens. Susu tersebut sangat mudah untuk di cerna oleh sistem pencernaan kucing. Meskipun begitu, kamu boleh menggunakan susu anak kucing yang lain, seperti growssy.

Saat ingin membuat susu untuk anak kucing, pastikan susu bubuk yang kamu pakai masih segar. Kamu dapat mengetesnya dengan cara mencium bau susu. Seharusnya susu bubuk yang masih segat berbau agak manis, seperti susu bubuk. Jika memiliki bau tajam seperti minyak goreng yang buruk, keju, atau bahan kimia, susu itu tengik.

Kamu harus membuangnya. Susu tengik sangat berbahaya untuk anak-anak kucing. Jangan gunakan jenis susu apa pun yang melewati tanggal kedaluwarsa.

Tips: Gunakan larutan elektrolit pedialyte sebagai ganti air. Pedialyte akan mencegah anak kucing diare saat beralih dari ASI kucing ke susu formula anak kucing.

Poin-poin penting saat memberikan susu Untuk Anak kucing:

1. Buatlah susu dalam kondisi hangat. Pastikan susu kucing yang kamu berikan hangat. Suhu susu kucing sekitar 35 derajat celcius.

2. Saat ingin menyusui anak kucing, pastikan kepala anak kucing mendongak. Posisi terbaik adalah kepala kucing mendongak sebesar 45 derajat dari dot kucing. Jadi, air susu akan mengalir dengan mudah. Kelebihan dari posisi 45 derajat adalah anak kucing akan terhindar dari tersedak. Artinya, Anak kucing terhindar dari masuknya air susu ke paru-paru/hidung.

4. Susu yang telah di sedu dengan air panas harus habis dalam waktu 24 jam. Apabila terdapat sisa jangan dimasukkan ke dalam kulkas. Jadi, kamu harus menghitung takaran kebutuhan kucingmu.

Berapa banyak kebutuhan susu untuk anak kucing tanpa induk?

Bagi anak kucing yang masih memiliki induk, dia dapat meminta susu setiap 4 jam sekali. Akan tetapi, bagi anak kucing tanpa induk, tidak berlaku aturan itu. Kamu harus siaga menyesui anak kucing dengan dot kucing setiap 4-5 jam sekali.

Tolong pelajari kebutuhan susu anak kucing terlebih dahulu. Supaya kamu tidak overfeeding. Anak kucing yang terlalu banyak minum susu formula kucing bisa terkena diare.

Tabel Takaran pemberian susu pada anak kucing

Usia (minggu) Takaran Pemberian Susu (ml) Waktu Pemberian
1 2-4 Setiap 2-3 jam
2 3-6 Setiap 3-4 jam
3 14-16 Setiap 5 jam
4 16-18 Setiap 6 jam
5 16-22 Setiap 7 jam
6 22-24 Setiap 8 jam
7 24-26 Setiap 9 jam
8 26-28 Setiap 10 jam

Pemberian makanan lunak

Saat usia anak kucing tanpa induk yang kamu rawat sudah berumur 4 minggu, kamu dapat memberinya makanan lunak (wet food). kamu dapat membelikannya wet food kemudian masukkan ke dalam mangkok kecil dan aduk-aduk sampai lunak seperti pasta, kamu dapat menambahkan air secukupnya jika adonan terasa kasar.

Cara memberikan makan:

  1. Siapkan makanan lunak kucing di dalam mangkuk.
  2. Ambil makanan kucing dengan suntikan 20 ml. Letakkan ujung suntikan di dalam adonan makanan yang sudah berbentuk pasta, kemudian tarik tuas yang ada di suntikan tersebut agar makanan terhisap ke dalam tabung suntikan.
  3. Suapin anak kucing kamu dengan cara di spet (menyuapi anak kucing dengan ujung suntikan). Tekan tuas suntikan agar makanan pasta keluar di ujung suntikan. Setelah itu arahkan ke mulut kucing. Mereka akan menjilat dan mengecap makanan ini. Setelah mereka mau memakan makanan basah, keluarkan lagi makanan pasta dari suntikan. Suapi anak kucing kamu secara bertahap.
  4. Sediakan satu suntikan tambahan yang berisi air, untuk membantu anak kucing minum.
  5. Jika Anak kucing belum dapat berdiri, kamu dapat menyuapinya sambil menggendongnya.

Poin penting:

Setelah anak kucing mau makan makanan basah, dia pasti ingin pup dikemudian hari. kamu perlu membantunya. Anak kucing tanpa induk tidak ada yang mengajarinya pup dan kencing. Pertama, setiap pagi usap area bawah ekor (anus) kucing dengan lap yang di basahi air panas.

Rangsangan hangat dari luar tubuh kucing akan membuat otot usus besarnya berkontraksi untuk mengeluarkan kotoran. kamu dapat menunggunya beberapa menit sambil terus mengusap. Setelah kotoran anak kucing keluar segera bersihkan dengan tissu.

5. Litterbox Training

Apabila anak kucing sudah dapat pup tanpa di rangsang, sebaiknya kamu mulai melatihnya untuk menggunakan litterbox. Saya telah menulis tutorial cara melatih kucing pup dan kencing di litterbox disini. Di sana ada banyak panduan cara melatih kucing dari tingkat dasar sampai lanjutan. kamu dapat mencobanya, kucing yang terlatih akan menjadi kucing jinak, penurut dan cerdas.

6. Grooming

Saat anak kucing yang kamu rescue telah berumur lebih dari 2 bulan, dia sudah dapat menjalani perawatan kucing(grooming) tahap awal, seperti: memotong kuku, menyikat gigi kucing, menyisir bulu kucing, mandi basah, pemberian obat kutu dan pemberian vitamin dalam bentuk kapsul/tablet.

Perawatan grooming sebaiknya mulai kamu lakukan sejak anak kucing kamu masih kecil, agar saat dewasa mereka terbiasa dan tidak memberontak. Mandi, menyikat gigi dan pemberian obat menjadi perawatan kucing yang cenderung sulit untuk kucing dewasa yang tidak terlatih.

Anda dapat belajar cara memberikan obat pada kucing disini. Saya telah menulis tips dan trik cara mudah memberikan berbagai jenis obat dan vitamin untuk kucing. Jika kamu berhasil memberikan grooming kucing sejak kecil, saya jamin saat besar kucing tersebut akan mudah untuk di rawat.

7. Pemeriksaan ke dokter

Anak kucing tanpa induk yang berhasil kamu rawat dengan baik, saat memasuki usia siap untuk di vaksinasi sebaiknya segera kamu bawa ke klinik dokter hewan. Apabila ini pemeriksaan pertama untuk kucing kamu, dia akan menjalani banyak pemeriksaan, seperti:

  1. Pencatatan berat badan
  2. Pencatatan umur
  3. Pendataan riwayat penyakit
  4. Pemeriksaan gigi
  5. Pemeriksaan penyakit cacingan
  6. Pemeriksaan kutu dan jamur
  7. Pengecekan prasyarat vaksinasi
  8. Vaksinasi tahap 1 (tricat vaksin)

Untuk dapat melakukan vaksinasi tahap 1, tricat vaccine (Vaksin untuk penyakit Feline Panleupcopenia, Feline Rhinotracheitis, Feline Calicivirus), anak kucing harus sehat secara fisik, dan bebas dari jamur kutu dan cacingan.

Anda dapat mengecek panduan vaksinasi kucing lengkap disini.  Di sana saya mengulas dari mengapa kucing perlu divaksin, syarat kucing bisa di vaksinasi, jadwal vaksinasi dan perawatan pasca vaksinasi.

Berarti untuk merawat kucing tanpa induk kita harus mengeluarkan biaya banyak ya?

Kalau semua biaya pribadi dan kamu memilih rumah sakit hewan yang berkelas, ya pasti biayanya mahal. Namun, saya punya solusi!

Anda dapat menunggu jadwal pemeriksaan bersubsidi dan vaksinasi gratis dari klinik dokter hewan. Biasanya setiap tahun akan ada kegiatan amal untuk hewan yang diadakan oleh klinik-klinik dokter hewan. kamu juga dapat meminta bantuan komunitar TNR (trap-neutral-return) pecinta kucing untuk membantu pemeriksaan kucing kamu.

Intinya, jika kamu ingin kucing yang telah kamu rescue dapat hidup sehat dan terhindar dari wabah penyakit, lakukan vaksinasi dan pemeriksaan tahunan.

8. Lepas adopsi

Saya ucapkan selamat, kamu berada di akhir pembahasan cara merawat anak kucing baru lahir yang ditinggal Induknya. Setelah kamu dengan rajin merawat anak kucing malang tersebut sampai dia berusia 2-3 bulan. Sudah saatnya kamu memutuskan untuk merawat dia untuk dijadikan kucing rumahan atau melepasnya agar di adopsi oleh orang lain.

Anak kucing tanpa induk yang sudah berusia 2-3 bulan sudah dapat hidup tanpa induk. Jika kamu telah menyempatkan waktu untuk melakukan pelatihan dasar untuk kucing kamu, kucing tersebut sudah kamu bekali perilaku baik apabila dia pindah kepengasuhan.

Jadi, terserah kamu! Mau merawatnya dan menjadikannya kucing permanent dirumah kamu atau menawarkan lepas adopsi kepada komunitas pecinta kucing. Saat ini banyak grup facebook komunitas kucing yang sangat aktif saling tolong menolong dalam merawat kucing. Silakan kamu coba berkenalan dan bersilaturahmi dengan mereka.

9. Trap-Neutral-Return (TNR)

Ini adalah opsi terakhir, saya tidak merekomendasikan. Tapi karena memang juga termasuk solusi, jadi saya sampaikan.

Apabila ternyata kamu lagi APES dan me”rescue” anak kucing tanpa induk yang galak, susah diatur dan sering membuat kekacauan. Lakukan teknik ini!

Tekniknya seperti apa?

Trap – Neutral – Return (TNR)

Trap = tangkap/jebak kucing target. Segera tangkap anak kucing tanpa induk yang kamu rescue. Usahakan jangan sampai lepas, sampai dia melakukan pemeriksaan ke klinik dokter hewan pada jadwal berikutnya.

Neutral = sterilisasi kucing. Segera bilang ke dokter hewan tentang masalah kamu, dan minta rujukan untuk melakukan sterilisasi kucing. Saya telah menulis panduan sterilisasi kucing disini. kamu dapat mempelajari sterilisasi/pemandulan kucing jantan dan betina secara lengkap di artikel tersebut.

Return = kembalikan ke koloni kucing, setelah kamu berhasil melakukan sterilisasi pada kucing tanpa induk yang galak tadi, kamu dapat mendaftarkannya untuk mengikuti vaksinasi gratis distemper dan rabies, setelah itu kamu dapat mengembalikannya ke koloni kucing.

Kenapa harus divaksin dulu?

Anda akan mendapat jawabannya pada artikel 20 manfaat vaksinasi kucing disini. Singkat kata, vaksinasi untuk mengurangi penyebaran virus Panleukopenia, Rhinotracheitis, Calicivirus, Bordetella, dan Rabies yang dapat menular dan membahayakan manusia.

Anda tidak perlu khawatir, kucing ini sudah dapat hidup mandiri, dia juga sudah dimandulkan sehingga tidak akan melahirkan atau membuat anak kucing tanpa induk lagi. Terakhir kucing yang telah menjalani TNR akan lebih kebal terhadap penyakit dari pada kucing jalanan lainnya.

Kesimpulan

Untuk dapat merawat anak kucing sampai dewasa itu butuh ilmu. Saya berusaha menyampaikan semua pemahaman yang saya tahu. Semoga kamu dapat mengambil manfaatnya.

Inti dari merawat anak kucing adalah asupan nutrisi, tempat berlindung dan sarang. Selama kamu memperhatikan dengan baik ketiga poin penting tersebut. Anak kucing kamu pasti tumbuh dengan sehat.

Akhir kata, jika ada info penting yang lupa saya bahas, tolong ingatkan saya melalui kolom komentar. Saya akan segera memperbaikinya. Apakah kamu suka konten informatif seperti ini? Share dan komen ya! Saya tunggu. Hehehe.