Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir Yang Ditinggal Induknya

Cara Merawat Anak Kucing Baru Lahir Yang Ditinggal Induknya

Apakah Anda pernah melihat anak kucing terlantar secara langsung? Mereka masih sangat kecil mungkin umur kucing kurang dari 3 minggu. Mereka hanya terus memanggil-manggil induknya tapi tidak ada siapa-siapa disana.Sungguh sangat kasihan, tidak tega hati ini melihat pemandangan tersebut. Anak kucing baru lahir ini akan tumbuh menjadi anak kucing yatim piatu. Mereka hanya bias menggigil jika induk mereka tidak kunjung kembali saat malam mulai larut.

Sebaiknya kucing baru lahir yang terlantar dan telah ditinggal induknya segera diselamatkan (rescue). Anda dapat merawatnya sampai mereka dapat mencari makan sendiri. Perawatan anak kucing baru lahir berupa pemberian susu rendah laktosa sebagai pengganti ASK (air susu kucing), pembuatan sarang kucing yang aman, nyaman dan hangat, dan berikan perhatian pada kesehatan kucing apabila dia sakit.

Sebelum Anda memutuskan untuk rescue anak kucing terlantar sebaiknya Anda memastikan terlebih dahulu kucing tersebut benar-benar terlantar atau hanya sedang di tinggal oleh induknya untuk mencari makan:

#1. Lihat dan perhatikan

Saat Anda menemukan anak kucing tanpa induk, sebaiknya Anda lihat terlebih dahulu memeriksa lingkungan disekitar tempat penemuan anak kucing tersebut.

Anda harus memastikan 2 hal:

  1. Apakah anak kucing tersebut sedang berada disarangnya? Ataukah dia sedang terpisah dari keluarganya?
  2. Apakah induknya masih ada ataukah sudah mati?

Induk kucing tidak akan meninggalkan anak-anaknya tanpa sebab. Mereka secara naluri keibuan akan melindungi dan membesarkan anak-anaknya.

Ada 4 alasan kenapa anak kucing ditinggal induknya:

  1. Induk kucing sedang mencari makan
  2. Induk kucing sedang memindahkan anak-anaknya satu persatu agar tidak dimangsa hewan lain. Kucing mempunyai kebiasaan untuk memindahkan sarangnya sebanyak 5-7 kali.
  3. Induk kucing terluka dan sekarat saat bertarung mempertahankan sarangnya.
  4. Induk kucing mati saat mencari makan,misal mati karena kecelakaan, dibunuh, kehabisan darah, terserang penyakit, dll

Setelah Anda memastikan status tempat anak kucing tersebut sarang kucing atau bukan, sekarang berdirilah menjauh sekitar 10 meter atau lebih. Lalu bersembunyilah selama beberapa waktu.

Saat bersembunyi Anda harus mengamati gerak-gerik anak kucing dan tanda-tanda induk kucing. Jangan buru-buru menyimpulkan, sabar dan tunggu. Anak kucing dapat menahan lapar sampai beberapa jam sambil menunggu induk mereka pulang.

Bagaimana kalau saya tidak punya waktu menunggu?

Anda dapat menilai lingkungan anak kucing tersebut, apakah aman dari binatas liar, anjing, hewan buas, lalu lintas motor/mobil yang ramai? Jika aman Anda dapat memotret tempat penemuan anak kucing tersebut dan meninggalkannya. Nanti setelah pekerjaan Anda selesai, Anda dapat kembali melihatnya.

Jika lingkungan tidak aman, Anda harus memindahkannya ke tempat yang lebih aman. Misal ditaruh dikardus dan diletakkan ditempat yang tidak terkena hujan dan panas secara langsung. Baru setelah Anda memastikan kucing akan aman sampai induknya kembali, Anda boleh meninggalkannya dan saat pekerjaan Anda selesai Anda dapat melihatnya kembali.

Jangan memaksakan diri me”rescue” anak kucing jika mereka masih mempunyai induk. Kebutuhan terbaik anak kucing adalah kasih sayang induknya dan air susu kucing (ASK). Percayalah, mereka lebih baik diberi minum air susu kucing dari pada susu dancow.

#2. Jika induk kucing kembali…

Anda harus bersyukur jika dalam pengamatan dan penantian Anda sang induk kucing telah kembali. Anak-anak kucing anak aman bersama induknya. Anda hanya perlu memastikan mereka dilingkungan yang aman.

Jika Anda masih khawatir, Anda dapat membuatkan “shelter”/tempat berlindung kucing di area sarang kucing tersebut dan berkunjung setiap pagi untuk memberi makan. Jangan menaruh makanan di shelter, letakkan saja ditempat yang agak jauh dari sarang. Induk kucing akan menemukannya.

Jika Anda menaruh makanan disarang kucing/shelter, bau dari makanan tersebut dapat memancing kucing lain atau hewan pemangsa untuk mendatangi sarang kucing. Biarkan induk kucing yang menemukan makanan yang Anda tinggalkan dan biarkan dia yang menyuapi anak-anaknya.

Apabila Anda menyukai salah satu anak dari kucing tersebut dan beminat untuk mengadopsinya, sebaiknya Anda menunggu sampai anak kucing disapih oleh induknya. Proses ini membutuhkan waktu 8 minggu.

Setelah itu baru Anda boleh mengambilnya anak kucing dari induknya untuk diadopsi. Saya merekomendasikan untuk mengakrabkan diri dengan induknya, jika suatu saat ada sterilisasi gratis dari klinik dokter hewan, Anda dapat menangkapnya untuk di ikutkan sterilisasi.

Kucing betina itu memiliki siklus reproduksi yang pendek, jika mereka dibiarkan liar maka akan terjadi kelebihan populasi. Kelebihan populasi kucing akan menimbulkan banyak masalah apabila mereka hidup liar. Sterilitasi adalah salah satu solusinya.

#3. Jika induk kucing tidak kembali…

Kasus saat sang induk tidak kembali adalah hal yang paling menyedihkan. Apalagi kalau Anda melihat induknya mati kecelakaan. Haduh sedihhh banget!!!

Segera Anda foto anak kucing tersebut dan sampaikan pada komunitas kucing/NGO kucing terdekat untuk meminta bantuan dalam rescue kucing, sampaikan kepada mereka kondisi anak kucing tersebut secara detail.

Memang tidak semua komunitas mau merescue anak kucing yang belum disapih, namun kadang ada anggota komunitas yang baik hati, dan mau membantu anak kucing tersebut disusui oleh induk kucing yang dimilikinya.

Jika Anda menemukan keberkahan seperti itu, segera rescue anak kucing tersebut dan buat janji dengan sang penyelamat. Segera ke tempat orang tersebut untuk menitipkan anak kucing terlantar sampai mereka berumur 8 minggu.

Setelah anak kucing tersebut agak besar Anda memiliki banyak pilihan:

  1. Mengadopsinya sendiri sebagai kucing Anda
  2. Memberikan kucing ke tempat penampungan kucing dan membiayainya sampai menemukan majikan baru yang mau mengadopsinya
  3. Memeliharanya sampai agak dewasa, lalu daftarkan vaksinasi gratis dan sterilisasi gratis. Setelah kucing tersebut sukses Anda vaksin dan sudah di sterilkan Anda boleh melepaskannya untuk kembali ke koloninya.

Cara merawat anak kucing tanpa induk

Saya berterima kasih kepada teman-teman yang mau merawat kucing baru lahir yang yatim piatu karena ditinggal induknya. Sebagai ucapan terimakasih, saya menuliskan panduan merawat anak kucing berikut ini:

  1. Perawatan Anak Kucing
  2. Pembuatan sarang kucing yang hangat, nyaman dan aman
  3. Pemberian susu botol
  4. Pemberian makanan lunak
  5. Litterbox Training
  6. Grooming
  7. Pemeriksaan ke dokter
  8. Lepas adopsi
  9. Trap-Neutral-Return (TNR)

Saya akan menjelaskannya secara lebih detail.

1. Perawatan Anak Kucing

Saat Anda me“rescue“ anak kucing yang ditinggal induknya, perawatan pertama yang perlu Anda lakukan adalah membersihkan seluruh tubuh kucing dan melakukan pemeriksaan kesehatan.

  1. Bersihkan semua kotoran yang menembel pada bulu kucing dengan menggunakan handuk bersih. Jika ada kotoran yang sulit dibersihkan, coba lap dengan kain basah. Setelah itu keringkan kembali bulu-bulu kucing tersebut.
  2. Periksa kesehatan kucing, mulai dari hidung sampai ekor. Catat semua keanehan yang terjadi. Biasanya anak kucing yang ditinggal induknya sering mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti: infeksi jamur, serangan kutu, kekurangan nutrisi, demam, cacingan, distemper. Usahakan selalu pakai sarung tangan, karena kita belum tahu anak kucing tersebut membawa bibit penyakit menular atau tidak.
  3. Bersihkan area wajah, hidung dan mata dengan tissue basah. Jika Anak kucing yang Anda selamatkan berumur kucing dari 3 minggu mereka mungkin akan memiliki banyak ingus dan kotoran di wajah mereka.
  4. Periksalah gigi kucing dan hitung kelengkapannya. Pemeriksaan gigi kucing dapat digunakan untuk menaksir umur kucing. Setelah Anda tahu berapa umurnya, segera timbang dan catat hasilnya. Umur kucing dan berat badan kucing dapat digunakan untuk mengetahui kesehatan awal anak kucing.

Tabel perkembangan anak kucing

Umur Berat Badan Normal Perkembangan Keterangan
1 hari 100 gram Kucing sudah dapat menghisap Anak kucing yang memiliki berat pada kurang dari 100 gram biasanya tidak berumur panjang
3-5 hari 130-200 gram Luka di tali pusar setelah persalinan mengering Kucing sebaiknya diberi ruangan hangat atau dijemur setiap pagi selama 5-10 menit.
1 minggu 700-800 gram Kucing mulai membuka matanyaTelinga kucing mulai berfungsiKucing mulai menggigitKucing senang tidur melingkar Usap bagian bawah ekor, daerah anus, dengan kain lap yang dibasahi air hangat. Hal ini untuk membantu kucing pup. Pada umur ini kucing tidak bisa pup kecuali dirangsang dari luar..
3 minggu   Kucing mulai senang memanjat, bermain, menjatuhkan diri dan sudah bisa kencing sendiri. Pada umur ini gigi susu kucing sudah mulai tumbuh. Anda harus mulai melatih kucing menggunakan litter box
4 minggu   Warna mata mulai terlihat jelas, kucing mulai berjalan dengan normal, kucing bisa membersihkan dirinya sendiri, kucing senang bermain  
6-7 minggu   Kucing sudah aktif bermain dan senang memanjat, gigi susu kucing sudah lengkap, kucing sudah dapat makan makanan basah dan biskuit kucing Mulailah melatih kucing Anda menggunakan litter box untuk kencing dan pup. Anda juga perlu melatih motorik kucing dengan sering mengajaknya bermain.
8 minggu   Kucing sudah dapat mulai disapih, kucing sudah pintar kencing dan pup di litter box, kucing sudah lincah Kucing siap untuk di vaksinasi dan dilepas adopsi

2. Pembuatan Sarang Kucing

Anak kucing memiliki sistem imun yang masih lemah, dan bulu yang masih sangat tipis. Sehingga anak kucing mudah kedinginan dan terserang demam. Untuk itu sebagai pengganti induk kucing, Anda harus membuatkan tempat tidur kucing yang nyaman dan hangat.

Bahan & alat:

  1. Kardus ukuran sedang?sesuaikan dengan ukuran kucing Anda.
  2. Selimut yang memiliki permukaan halus
  3. Gunting/pisau cutter
  4. Lem UHU
  5. Kertas kado
  6. Hiasan/aksesories
Bahan-dan-alat-untuk-membuat-tempat-tidur-kucing-sendiri

Prosedur:

Tahap #1. Buatlah rancangan tempat tidur anak kucing Anda

Disini saya akan membuat tempat tidur yang simple saja. Inti dari tempat tidur yang saya buat adalah hangat, nyaman dan mudah untuk dibersihkan.  Anda dapat menggambar terlebih dahulu rancangan Anda di atas kertas dengan pensil. Setelah mencapatkan rancangan yang cocok segera direalisasikan.

Tahap #2. Potonglah kardus sesuai dengan rancangan yang Anda.

Rancangan-kasur-tidur-kucing-yang-terbuat-dari-kardus

Saya memotong bagian atas kardus, karena saya ingin membuat tempat tidur anak kucing menyerupai keranjang. Bagian depan sayan potong bentuk trapezium agar anak kucing mudah naik dan turun dari ranjang jika dia sudah bisa berjalan.

Tahap #3. Letakkan busa/kapas dacron/kain bekas sebagai alas

Berikan alas yang empuk agar kucing nyaman tidur di tempat yang kita sediakan. Anda dapat menggunakan busa ataupun kain sisa. Setelah itu lapisi dengan selimut yang memiliki permukaan lembut seperti bulu induk kucing. Semakin lembut dan empuk tempat yang Anda siapkan, semakin nyaman anak kucing beristirahat disana.

Anda juga dapat menggunakan bantal kecil, jika Anda tidak memiliki busa atau kain bekas. Intinya, alas tempat tidur usahakan empuk, hangat dan nyaman untuk anak kucing istirahat.

Tahap #4. Bungkus kardus dengan kertas kado dan hiasan

Menghias-tempat-tidur-kucing-yang-terbuat-dari-kardus-bekas

Setelah semua tertata sesuai rancangan Anda dan kardus sudah dipotong dengan benar. Langkah selanjutnya adalah membungkus kardus agar terlihat elegan. Anda dapat menggunakan kertas kado, kertas hias, dan bisa juga menambahkan berbagai aksesories untuk mempercantiknya.

Tahap #5. Uji Coba

Bawa Anak kucing yang telah Anda rescue dan letakkan di tempat tidur tersebut. Amati perilakunya. Biasanya Anda perlu memindahkan tempat tidur ini kebeberapa tempat sampai anak kucing Anda menyukainya. Anak kucing suka jika tempat tidurnya berada di tempat yang tenang, redup dan hangat.

Bagi Anda yang tidak memiliki waktu luang Anda dapat membeli kasur untuk kitten di online shop, disana ada berbagai macam pilihan yang bagus. Berikut ini 5 kasur kucing yang menarik dan layak Anda koleksi:

1. Kasur Anak Kucing Berbentuk Bola

Kasur-anak-kucing-bentuk-bola

Tempat tidur kucing ini memiliki desain yang elegan. Bagian luar tempat tidur memiliki pola kayu berwarna cokelat muda dan bagian dalam berwarna abu-bau solid. Kesan mewah dan minimalis langsung tercermin dari produk ini.

Untuk alas tidur menggunakan busa dacron, sehingga akan sangat empuk, nyaman dan hangat untuk kucing. Ukuran tempat tidur kucing ini dapat digunakan kitten sampai dia menjadi kucing dewasa. Saya menyukai bagian lubang yang berbentuk lengkungan oval, desainnya sangat futuristik dan elegan.

2. Kasur Anak Kucing Berbentuk Kapsul

Kasur-anak-kucing-bentuk-kapsul

Desain tempat tidur ini terlihat sangat modern dan keren. Terinspirasi dari kapsul, seorang pecinta kucing mendesain tempat tidur anak kucing unik berbentuk kapsul. Ada 2 lubang untuk keluar dan masuk kucing.

Saya menyukai warna abu-abu misty dari tempat tidur kucing ini. Warnanya dapat dengan mudah terpadu dengan furnitur rumah kita. Didalam selongsong kasur tidur ini terbalut busa lembut yang sangat empuk. Kucing Anda akan dimanjakan 24 jam saat dia beristirahat di kasur ini.

3. Kasur Anak Kucing Berbentuk Sofa

Kasur-anak-kucing-bentuk-sofa

Tempat tidur DIY yang saya buat dari kardus terinspirasi dari produk ini. Menurut saya kasur anak kucing dengan model sofa ini sangat cantik dan mudah dibersihkan. Warna abu-abu kecoklatan dan selimut bulu berwarna putih menjadikan tampilan kasur kucing ini manis dan mewah.

Bagian depan kasur anak kucing yang melengkung dan agak mendek membuatnya mudah untuk naik-turun anak kucing yang masih memiliki kaki yang pendek. Kasur kucing ini juga dapat Anda jadikan pajangan diruang tamu atau ruang keluarga Anda. Desain yang simpel dan minimalis akan membuat kasur kucing ini mudah menyatu dengan ruangan Anda.

4. Kasur Anak Kucing Berbentuk Kerang

Kasur-anak-kucing-bentuk-kerang

Jika Anda lihat sekilas, kasur tidur ini berbentuk seperti kerang yang sedang terbuka, sangat cantik bukan. Desain yang modern dan tidak membosankan menjadi salah satu keunggulan produk kasur tidur ini.

Saya menyukai kombinasi warna cream dan ungu dari kasur tidur anak kucing ini. Kesan mewah dan keren langsung tercermin saat pertama melihatnya. Bagian muka yang separuh tertutup membuat kita mudah meletakkan anak-anak kucing kesayangan kita. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda juga menyukainya?

5. Kasur Anak Kucing Berbentuk Sarang Burung

Kasur-anak-kucing-bentuk-sarang-burung

Kasur ini dibuat dengan cara disulam dengan benang khusus yang lembut dan berukuran besar. Bentuknya seperti sarang burung. Ukurannya lumayan luas untuk menampung 2-3 anak kucing. Terlihat alas kasur anak kucing ini bukan dari busa atau selimut bulu.

Namun, jangan khawatir. Bahan materialnya sudah empuk dan nyaman untuk kucing. Kasur ini mudah untuk di bersihkan dan dicuci. Bagi Anda yang menyukai kasur kucing yang praktis dan unik, kasur berbentuk sarang burung ini dapat Anda jadikan koleksi untuk kucing kesayangan Anda.

3. Pemberian susu botol

Sebelum Anda memberikan susu pengganti untuk anak kucing yang Anda selamatkan Anda harus memastikan terlebih dahulu tubuh anak kucing tersebut hangat. Hal ini lebih penting dari pada memberi makan. Mengapa?

Anak kucing yang kedinginan lebih mudah mati dari pada anak kucing yang kelaparan. Kedinginan yang menyebabkan hipotermia dapat mengganggu fungsi jantung dan kerja organ tubuh kucing. Jangan pernah memberi makan anak kucing yang dingin! Jika anak kucing kedinginan, Anda harus memanaskannya perlahan.

Anda bisa tahu anak kucing kedinginan jika bantalan kaki atau telinganya terasa dingin. Coba masukkan jari Anda ke mulut anak kucing. Jika terasa dingin, maka suhu anak kucing terlalu rendah. Ini mengancam jiwanya. Anda harus segera menghangatkannya untuk menyelamatkan nyawanya. Lakukan pemanasan pada anak kucing secara perlahan selama 20 menit dengan membungkusnya dengan handuk atau selimut bayi, menggendongnya dekat dengan tubuh Anda, dan terus menggosoknya dengan tangan hangat Anda.

Jika kondisi anak kucing sudah hangat, Anda baru bisa memberinya susu pengganti air susu kucing. Anda akan mudah menemukannya di petshop. Susu formula khusus untuk kitten. Anda juga memerlukan dot bayi kucing untuk membantu memberikan susu pada anak kucing.

Anda dapat membuat sendiri dot kucing tersebut dengan barang-barang yang ada dirumah Anda. Saya membuat tutorial cara membuat dot kucing diy disini. Disana Anda akan mempelajari cara membuat dot kucing sendiri dari botol cuka, botol bekas oli mesin jahit dan suntikan.

Namun, jika Anda tidak memiliki waktu luang, Anda dapat membeli dot bayi kucing di petshop seharga 15.000-25.000.

Susu Pengganti

Anak kucing yang di tinggal induknya tidak akan mendapatkan air susu kucing. Oleh karena itu ada 2 pilihan: pertama, Anda harus mencarikan induk kucing lain yang sedang menyusui atau kedua, Anda mencarikan susu pengganti.

susu pengganti dapat Anda beli di petshop, susu formula khusus anak kucing yang berbentuk bubuk lebih baik dari pada susu formula cair. Saya menyarankan Anda hanya menggunakan susu khusus kitten sejak awal atau sesegera mungkin untuk mencegah diare.

Dua merek susu anak kucing yang bagus: PetAg KMR® Powder and Farnam Pet Products Just Born® Highly Digestible Milk Replacer for Kittens. Susu tersebut sangat mudah untuk di cerna oleh sistem pencernaan kucing. Kedua merek tersebut ada dalam kemasan serbuk dan tersedia juga dalam bentuk cair.

Pastikan susu bubuk yang Anda gunakan masih segar. Anda dapat mengetesnya dengan cara mencium baunya. Seharusnya susu bubuk yang masih segat berbau agak manis, seperti susu bubuk. Jika memiliki bau tajam seperti minyak goreng yang buruk, keju, atau bahan kimia, itu tengik, dan berbahaya untuk diberikan kepada anak-anak kucing. Jangan gunakan jenis susu apa pun yang melewati tanggal kedaluwarsa.

Tips: Gunakan larutan elektrolit Pedialyte bukan air saat mencampur formula bubuk selama 24 jam pertama menyusui membantu mencegah diare dan memudahkan transisi dari susu ibu ke susu formula pengganti susu komersial.

Poin-poin penting saat memberikan susu pengganti pada kucing:

1. Buatlah susu dalam kondisi hangat. Pastikan cairan susu yang Anda berikan memiliki suhu berkisar35-37 derajat celcius (hangat-hangat kuku). Usahakan jangan terlalu panas, karena susu pada kondisi panas akan membuat lidah kucing serasa terbakar. Serta jangan terlalu dingin, karena susu dingin tidak di sukai anak kucing, sering tidak diminum.

2. Pastikan suhu tubuh kucing selalu hangat. Anda dapat menyelimuti kucing dengan selimut untuk menjaga suhu tubuhnya, setelah itu baru Anda kasih susu. Membedong anak kucing seperti bayi juga dapat menjadi alternatif bagus.

3. Buatlah posisi kepala kucing membentuk sudur 45 derajat dengan dot kucing. Posisi ini menyerupai kondisi kucing minum susu pada induknya. Kelebihan posisi ini adalah anak kucing akan terhindar dari tersedak, mencegah air susu masuk ke paru-paru, dan mencegah susu masuk ke hidung.

4. Susu yang telah di sedu dengan air panas harus habis dalam waktu 24 jam. Apabila terdapat sisa jangan dimasukkan ke dalam kulkas.

Berapa banyak kebutuhan susu untuk anak kucing tanpa induk?

Bagi anak kucing yang masih memiliki induk, mereka dapat meminta susu setiap mereka haus dan berhenti menyusu saat mereka cukup. Namun, bagi Anda yang sedang merawat anak kucing tanpa induk, Anda harus terjadwal dalam memberikan susu dan di takar jumlahnya.

Jangan sampai kurang dan jangan sampai berlebih (overfeeding).

Apa yang terjadi saat kucing kekurangan susu? Dia akan sering menangis dan bersuara keras.

Apa yang terjadi saat kucing kelebihan susu? Dia akan memiliki pup yang encer dan berwarna kekuningan.

Usahakan membuat susu dengan takaran yang pas agar susu tidak banyak terbuang.

Tabel pemberian susu pada anak kucing.

Usia (minggu) Jumlah satu kali pemberian susu (ml) Waktu Pemberian Keterangan
1 2-4 Setiap 2-3 jam
2 3-6 Setiap 3-4 jam
3 8-10 Setiap 5 jam
4 10-15 Setiap 6 jam Sudah dapat makan makanan basah (wet food)

4. Pemberian makanan lunak

Saat usia anak kucing tanpa induk yang Anda rawat sudah berumur 4 minggu, Anda dapat memberinya makanan lunak (wet food). Anda dapat membelikannya wet food kemudian masukkan ke dalam mangkok kecil dan aduk-aduk sampai lunak seperti pasta, Anda dapat menambahkan air secukupnya jika adonan terasa kasar.

Cara memberikan makan:

  1. Siapkan makanan lunak kucing di dalam mangkuk.
  2. Ambil makanan kucing dengan suntikan 20 ml. Letakkan ujung suntikan di dalam adonan makanan yang sudah berbentuk pasta, kemudian tarik tuas yang ada di suntikan tersebut agar makanan terhisap ke dalam tabung suntikan.
  3. Suapin anak kucing Anda dengan cara di spet (menyuapi anak kucing dengan ujung suntikan). Tekan tuas suntikan agar makanan pasta keluar di ujung suntikan. Setelah itu arahkan ke mulut kucing. Mereka akan menjilat dan mengecap makanan ini. Setelah mereka mau memakan makanan basah, keluarkan lagi makanan pasta dari suntikan. Suapi anak kucing Anda secara bertahap.
  4. Sediakan satu suntikan tambahan yang berisi air, untuk membantu anak kucing minum.
  5. Jika Anak kucing belum dapat berdiri, Anda dapat menyuapinya sambil menggendongnya.

Poin penting:

Setelah anak kucing mau makan makanan basah, dia pasti ingin pup dikemudian hari. Anda perlu membantunya. Anak kucing tanpa induk tidak ada yang mengajarinya pup dan kencing. Pertama, setiap pagi usap area bawah ekor (anus) kucing dengan lap yang di basahi air panas.

Rangsangan hangat dari luar tubuh kucing akan membuat otot usus besarnya berkontraksi untuk mengeluarkan kotoran. Anda dapat menunggunya beberapa menit sambil terus mengusap. Setelah kotoran anak kucing keluar segera bersihkan dengan tissu.

5. Litterbox Training

Apabila anak kucing sudah dapat pup tanpa di rangsang, sebaiknya Anda mulai melatihnya untuk menggunakan litterbox. Saya telah menulis tutorial cara melatih kucing pup dan kencing di litterbox disini. Di sana ada banyak panduan cara melatih kucing dari tingkat dasar sampai lanjutan. Anda dapat mencobanya, kucing yang terlatih akan menjadi kucing jinak, penurut dan cerdas.

6. Grooming

Saat anak kucing yang Anda rescue telah berumur lebih dari 2 bulan, dia sudah dapat menjalani perawatan kucing(grooming) tahap awal, seperti: memotong kuku, menyikat gigi kucing, menyisir bulu kucing, mandi basah, pemberian obat kutu dan pemberian vitamin dalam bentuk kapsul/tablet.

Perawatan grooming sebaiknya mulai Anda lakukan sejak anak kucing Anda masih kecil, agar saat dewasa mereka terbiasa dan tidak memberontak. Mandi, menyikat gigi dan pemberian obat menjadi perawatan kucing yang cenderung sulit untuk kucing dewasa yang tidak terlatih.

Anda dapat belajar cara memberikan obat pada kucing disini. Saya telah menulis tips dan trik cara mudah memberikan berbagai jenis obat dan vitamin untuk kucing. Jika Anda berhasil memberikan grooming kucing sejak kecil, saya jamin saat besar kucing tersebut akan mudah untuk di rawat.

7. Pemeriksaan ke dokter

Anak kucing tanpa induk yang berhasil Anda rawat dengan baik, saat memasuki usia siap untuk di vaksinasi sebaiknya segera Anda bawa ke klinik dokter hewan. Apabila ini pemeriksaan pertama untuk kucing Anda, dia akan menjalani banyak pemeriksaan, seperti:

  1. Pencatatan berat badan
  2. Pencatatan umur
  3. Pendataan riwayat penyakit
  4. Pemeriksaan gigi
  5. Pemeriksaan penyakit cacingan
  6. Pemeriksaan kutu dan jamur
  7. Pengecekan prasyarat vaksinasi
  8. Vaksinasi tahap 1 (tricat vaksin)

Untuk dapat melakukan vaksinasi tahap 1, tricat vaccine (Vaksin untuk penyakit Feline Panleupcopenia, Feline Rhinotracheitis, Feline Calicivirus), anak kucing harus sehat secara fisik, dan bebas dari jamur kutu dan cacingan.

Anda dapat mengecek panduan vaksinasi kucing lengkap disini.  Di sana saya mengulas dari mengapa kucing perlu divaksin, syarat kucing bisa di vaksinasi, jadwal vaksinasi dan perawatan pasca vaksinasi.

Berarti untuk merawat kucing tanpa induk kita harus mengeluarkan biaya banyak ya?

Kalau semua biaya pribadi dan Anda memilih rumah sakit hewan yang berkelas, ya pasti biayanya mahal. Namun, saya punya solusi!

Anda dapat menunggu jadwal pemeriksaan bersubsidi dan vaksinasi gratis dari klinik dokter hewan. Biasanya setiap tahun akan ada kegiatan amal untuk hewan yang diadakan oleh klinik-klinik dokter hewan. Anda juga dapat meminta bantuan komunitar TNR (trap-neutral-return) pecinta kucing untuk membantu pemeriksaan kucing Anda.

Intinya, jika Anda ingin kucing yang telah Anda rescue dapat hidup sehat dan terhindar dari wabah penyakit, lakukan vaksinasi dan pemeriksaan tahunan.

8. Lepas adopsi

Saya ucapkan selamat, Anda berada di akhir pembahasan cara merawat anak kucing baru lahir yang ditinggal Induknya. Setelah Anda dengan rajin merawat anak kucing malang tersebut sampai dia berusia 2-3 bulan. Sudah saatnya Anda memutuskan untuk merawat dia untuk dijadikan kucing rumahan atau melepasnya agar di adopsi oleh orang lain.

Anak kucing tanpa induk yang sudah berusia 2-3 bulan sudah dapat hidup tanpa induk. Jika Anda telah menyempatkan waktu untuk melakukan pelatihan dasar untuk kucing Anda, kucing tersebut sudah Anda bekali perilaku baik apabila dia pindah kepengasuhan.

Jadi, terserah Anda! Mau merawatnya dan menjadikannya kucing permanent dirumah Anda atau menawarkan lepas adopsi kepada komunitas pecinta kucing. Saat ini banyak grup facebook komunitas kucing yang sangat aktif saling tolong menolong dalam merawat kucing. Silakan Anda coba berkenalan dan bersilaturahmi dengan mereka.

9. Trap-Neutral-Return (TNR)

Ini adalah opsi terakhir, saya tidak merekomendasikan. Tapi karena memang juga termasuk solusi, jadi saya sampaikan.

Apabila ternyata Anda lagi APES dan me”rescue” anak kucing tanpa induk yang galak, susah diatur dan sering membuat kekacauan. Lakukan teknik ini!

Tekniknya seperti apa?

Trap – Neutral – Return (TNR)

Trap = tangkap/jebak kucing target. Segera tangkap anak kucing tanpa induk yang Anda rescue. Usahakan jangan sampai lepas, sampai dia melakukan pemeriksaan ke klinik dokter hewan pada jadwal berikutnya.

Neutral = sterilisasi kucing. Segera bilang ke dokter hewan tentang masalah Anda, dan minta rujukan untuk melakukan sterilisasi kucing. Saya telah menulis panduan sterilisasi kucing disini. Anda dapat mempelajari sterilisasi/pemandulan kucing jantan dan betina secara lengkap di artikel tersebut.

Return = kembalikan ke koloni kucing, setelah Anda berhasil melakukan sterilisasi pada kucing tanpa induk yang galak tadi, Anda dapat mendaftarkannya untuk mengikuti vaksinasi gratis distemper dan rabies, setelah itu Anda dapat mengembalikannya ke koloni kucing.

Kenapa harus divaksin dulu?

Anda akan mendapat jawabannya pada artikel 20 manfaat vaksinasi kucing disini. Singkat kata, vaksinasi untuk mengurangi penyebaran virus Panleukopenia, Rhinotracheitis, Calicivirus, Bordetella, dan Rabies yang dapat menular dan membahayakan manusia.

Anda tidak perlu khawatir, kucing ini sudah dapat hidup mandiri, dia juga sudah dimandulkan sehingga tidak akan melahirkan atau membuat anak kucing tanpa induk lagi. Terakhir kucing yang telah menjalani TNR akan lebih kebal terhadap penyakit dari pada kucing jalanan lainnya.

Kesimpulan

Sebelum Anda menyelamatkan anak kucing terlantar tanpa induk, Anda harus memastikan terlebih dahulu induk mereka benar-benar meninggalkannya atau hanya ditinggal sebentar untuk mencari makan. Jika kondisi anak kucing memprihatinkan dan memang induknya tidak kembali karena alasan mati kecelakaan atau mati keracunan Anda harus merawatnya.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah menjaga suhu badan kucing jangan sampai kedinginan, membersihkan badan kucing, merawat kesehatannya menyediakan susu pengganti, menyediakan sarang yang nyaman dan hangat untuk tidur anak kucing dan memberi makan sampai dia berumur 2 bulan. Setelah itu Anda dapat memilih untuk lanjut merawatnya atau melepas adopsi kepada orang lain.

Leave a Comment