Home » Cara merawat kucing » Cara merawat kucing di kamar kos

Cara merawat kucing di kamar kos

| | Category

Sewaktu masih kuliah, saya memutuskan untuk memelihara kucing di kamar kos. Sebabnya, keseharian saya terasa lebih menyenangkan saat ada kucing peliharaan yang menemani di dalam kamar. Namun, memelihara kucing di kamar kos bukan hal yang mudah, lho. Banyak hal yang harus dipersiapkan sejak awal. Mulai dari komitmen diri, cara perawatan, sampai menyediakan segala kebutuhan si kucing. Tanpa itu semua, si kucing bisa stres dan sakit karena hanya dipelihara seadanya di dalam kamar. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk merawat kucing di kamar kos? Yuk, simak pembahasan detailnya berikut ini.

Terlebih dahulu, pastikan kamu siap dan komitmen untuk memelihara kucing

Kesiapan diri adalah hal penting saat kamu ingin memelihara kucing. Kesiapan diri ini erat dengan yang namanya komitmen dan tanggungjawab. Kamu tidak bisa hanya sekadar “oh, saya suka kucing makanya saya mau pelihara”.

Saran saya, tanyakan dulu ke diri sendiri: kira-kira saya siap tidak meluangkan waktu untuk merawat si kucing? Bisa tidak ya saya rutin membersihkan kamar setiap hari? Keuangan saya cukupkah untuk menyiapkan segala kebutuhan harian dan menjamin kesehatannya?”

Memelihara kucing di kamar kos lebih sulit dibandingkan dengan saat kamu memelihara kucing di rumah sendiri. Kebanyakan kamar kos itu ukurannya tidak cukup besar. Kamu juga pasti tinggal di rumah kos dengan banyak orang. Belum tentu teman kosmu juga menyukai kucing, kan? Jadi, kamu pasti akan lebih sering meninggalkan kucingmu di dalam kamar saja. Kalaupun sedang dikeluarkan, si kucing harus terus kamu awasi agar tidak mengganggu kenyamanan penghuni kos yang lain.

Bayangkan deh akan seperti apa nasib si kucing kalau sejak awal kamu tidak memiliki komitmen yang sungguh-sungguh untuk merawatnya. Saya sering lho menemukan kucing yang ditelantarkan dan dilepas begitu saja karena rendahnya komitmen dari si pemilik. Alasannya macam-macam. “Duh, kamar kos saya kecil. Sering berantakan dan bau karena ada si kucing. Wah, teman-teman di kos rese nggak suka kucing, saya dikomplain terus, nih!” Sedih sekali kan nasib si meong? Kamu jangan sampai begitu, ya?!

Minta izin dulu pada pemilik kos

Sampai di sini, apakah kamu sudah yakin untuk memelihara kucing di kamar kos? Okey, kalau sudah, maka kamu perlu meminta izin dulu pada penjaga atau pemilik kos. Tanyakan apakah memang diperbolehkan untuk memelihara kucing di area kos.

Dari pengalaman saya, ada beberapa pemilik yang tidak mengizinkan anak kosnya untuk membawa hewan peliharaan apapun. Ada juga yang memperbolehkan, tetapi dibatasi hanya di dalam kamar saja. Yang lebih asyik, kalau pemilik kos adalah pecinta kucing juga, pasti deh diperbolehkan untuk memelihara kucing di area kos. Jadi, pastikan dulu kira-kira pemilik kosmu tipe yang mana, nih.

Bagian ini jangan sampai kamu lewatkan, ya. Tujuannya supaya kamu tidak sembunyi-sembunyi memelihara si kucing. Jangan sampai saat si kucing sudah sempat kamu rawat, tapi ternyata pemilik kos tidak mengizinkan. Nanti ujung-ujungnya kamu akan kebingungan sendiri mencari adopter untuk si kucing.

Persiapkan sudut khusus di dalam kamar

Panduan cara merawat kucing di kamar kos selanjutnya adalah menyiapkan area khusus untuk kucing. Walaupun kamar kosmu berukuran kecil, tapi cobalah memberikan sudut atau spot khusus untuk si kucing. Di tempat tersebut kamu nantinya bisa meletakkan kandang, cat tree, atau keranjang tidurnya. Kucing juga memerlukan privasi atau tempat yang nyaman untuk dirinya beristirahat dan bermain.

Pastikan area khusus tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik. Dulu saat memelihara kucing di kamar kos, saya menyediakan spot yang tidak jauh dari ventilasi. Tujuannya supaya aliran udara tetap lancar untuk si kucing. Kamar juga tidak terlalu bau walaupun si kucing ditinggal seharian di dalam kamar.

Sediakan perlengkapan dan kebutuhan dasar si kucing

Cara merawat kucing di dalam kamar kos berikutnya adalah menyiapkan perlengkapan perawatan kucing. Kamu wajib menyediakan berbagai perlengkapan dan kebutuhan dasarnya. Ketujuh perlengkapan ini wajib ada sebelum kamu membawa si kucing ke kamar kosmu. Perlengkapan lainnya bisa menyusul sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan kucingmu. Apa saja? Kamu bisa cek daftarnya di bawah ini.

1. Kandang atau keranjang tidur

Kandang atau keranjang tidur ini bisa kamu sediakan untuk tempat beristirahat si kucing. Jangan lupa beri kain atau selimut yang lembut sebagai alas. Kucing saya nggak suka dikandang, nih, gimana? Kucing saya juga begitu, kok. Waktu itu kebetulan kucing yang saya pelihara tergolong aktif dan agak bandel. Solusinya, saya bebaskan si kucing untuk berkeliaran di dalam kamar saat saya sedang di kos. Namun, saat saya pergi, saya pasti akan memasukkannya ke dalam kandang. Daripada ketika pulang kamar saya jadi berantakan? Malah repot. Lama kelamaan si kucing terbiasa dengan cara ini.

2. Tempat makanan dan minuman

Gunakan tempat makanan dan tempat minuman khusus untuk si kucing. Ada banyak pilihan bentuk dan bahan yang bisa kamu pilih. Untuk kucing yang dikandang, saya sarankan kamu membeli tempat makan dengan pengunci khusus. Tempat makan model ini bisa kamu gantung di kerangka kandang dan lebih aman dari risiko tumpah. Sebagai tambahan, saya sarankan kamu juga menyediakan tempat makanan kucing otomatis. Tempat makanan otomatis ini bisa kamu gunakan kalau kamu berencana pergi untuk durasi waktu yang agak lama. Dengan begitu, kucing tidak akan kelaparan. Dan pastikan selalu memberikan air minum di samping tempat makan kucing. Biar kucing tidak dehidrasi.

3. Pasir wangi, kotak pasir, dan serokan kotoran

Biasakan kucingmu untuk buang air kecil dan pup di kotak pasir. Dengan adanya kotak pasir ini, kamu tidak perlu repot membersihkan kotoran si kucing. Isi dengan pasir wangi sehingga bisa menyamarkan bau kotorannya. Kalau binung memilih pasir kucing, saya sudah menulis ulasan lengkap tentang rekomendasi pasir kucing di sini. Letakkan kotak pasir ini di tempat yang mudah dijangkau oleh si kucing dan juga tidak jauh dari ventilasi kamarmu. Saat membersihkan kotoran di dalam kotak pasir, wajib gunakan serokan khusus, ya. Kalau perlu, gunakan plastik atau sarung tangan. Ini untuk mencegahmu terkena virus dan bakteri yang ada pada kotoran kucing.

4. Mainan

Bayangkan kalau kucingmu harus diam berjam-jam di dalam kamar saat kamu sedang pergi. Pasti akan sangat membosankan! Supaya kucingmu tidak stres, sediakan mainan khusus untuknya. Ada banyak pilihan mainan kucing, mulai dari bola karet, bola krincingan, tikus tiruan, bantal ikan mini, dan lain sebagainya.

5. Makanan basah, makanan kering, dan snack

Wah, yang satu ini jelas tidak boleh terlupakan, ya. Selalu sediakan stok makanan yang cukup. Kamu bisa menyediakan makanan basah, makanan kering, dan snack. Saran saya, makanan pabrikan yang banyak dijual di petshop adalah pilihan terbaik karena lebih praktis. Apalagi kalau kamu sering pergi beraktivitas seharian. Daripada repot, kan?

6. Air minum

Jangan lupa menyediakan air minum bersih untuk kucingmu. Mereka juga perlu minum yang cukup, terutama kalau makanan hariannya adalah tipe dry food. Sediakan di wadah yang berukuran agak besar supaya kamu tidak bolak balik mengisinya.

7. Perlengkapan mandi standar

Berhubung si kucing lebih banyak di dalam kamar, maka kondisinya harus selalu bersih. Kebersihan si kucing juga turut mempengaruhi kesehatanmu, lho. Jadi, sediakan perlengkapan mandi standar untuk kucingmu. Mulai dari shampoo anti kutu, sisir bulu, alat gunting kuku, handuk lembut, dan parfum kucing. Di waktu senggang, kamu bisa coba memandikan sendiri kucingmu.

Baca juga: Pertama kali pelihara kucing? Ini perlengkapan yang harus dipersiapkan »

Ajak bermain dan ngobrol supaya tidak stres

Kucing yang dipelihara di dalam kamar kos memerlukan perhatian ekstra. Tujuannya supaya si kucing tidak mudah stres. Apalagi kalau kucingmu hanya sendirian dan tidak ada temannya. Sering-seringlah mengajak kucingmu untuk bermain saat kamu sedang berada di kos. Kucing yang sering ditinggal lama di dalam kamar berpotensi mengalami stres. Secara alami, kucing adalah hewan yang senang bermain dan berada di tempat yang bebas. Pastinya akan sangat membosankan bagi si kucing kalau hanya diam di dalam kamar. Jadi, kalau kamu ada waktu luang, kucingmu jangan dicuekin! Kamu bisa mengajak kucingmu bermain dengan tali, lampu laser, tongkat bulu, kertas gulung, atau benda-benda lain yang menarik untuknya. Kucing juga sangat senang disayang dan diperhatikan, lho. Selain bermain, cobalah sering mengobrol dan mengelusnya.

Kalau kondisi memungkinkan, coba ajak kucingmu bermain di luar kamar. Namun, kamu perlu mengawasinya, ya. Jangan sampai kucingmu membuat risih penghuni kos lain yang tidak menyukai kucing. Dengan diawasi, kamu juga bisa memantau ke mana kucingmu pergi bermain. Berbahaya juga kalau si kucing sampai bermain ke tempat yang kotor. Risiko penyakit bisa muncul kapan saja dari tempat-tempat yang kotor itu. Kalau mau lebih aman, kamu bisa mengajak kucingmu berjalan di luar kamar dengan menggunakan harness atau tali kekang khusus.

Rutin cek kesehatannya

Kesehatan kucing juga turut berpengaruh pada kesehatanmu. Oleh sebab itu, kamu harus benar-benar memperhatikan kesehatan si kucing. Caranya adalah dengan rutin memeriksakan kondisi kucing ke dokter hewan. Terutama kalau si kucing menunjukkan tanda-tanda kesehatan yang menurun.

Untuk perawatan kesehatan rutin, kamu bisa memberikan obat cacing tiap 2-3 bulan sekali. Saya biasanya menggunakan Drontal. Obat cacing Drontal bisa kamu beli di petshop atau klinik dokter hewan. Dosisnya 1 tablet untuk kucing dengan berat badan 4 kg.

Obat anti kutu! Nah, ini penting. Kamu tidak mau kan kalau sampai gatal-gatal karena kucingmu kutuan? Obat kutu juga bisa kamu beli di petshop dan klinik dokter hewan. Mereknya ada bermacam-macam dengan rentang harga yang bervariasi. Dosis dan cara pemakaiannya bisa kamu cek di kemasan. Atau, cobalah berkonsultasi dengan dokter hewan.

Terakhir, vaksin berkala. Sama seperti manusia, kucing juga perlu divaksin. Tujuannya untuk menghindarkan kucing dari penyakit yang sifatnya menular dan berbahaya. Misalnya seperti Virus Panleukopenia, Herpes, hingga Calicivirus. Kucing membutuhkan vaksin awal sejak umur 6-8 minggu hingga usianya mencapai 16 minggu. Setelah vaksin awal tersebut, vaksinasi lanjutan bisa dilakukan setiap 1 tahun sekali. Untuk lebih jelasnya, saya sudah mengulasnya secara lengkap di artikel panduan vaksinasi kucing.

Wajib! Bersihkan kamar setiap hari

Panduan cara merawat kucing yang terakhir adalah rajin membersihkan kamar kos setiap hari. Untuk menjag kesehatanmu dan juga kesehatan si kucing, rutinlah membersihkan kamarmu setiap hari. Bersihkan mulai dari tempat tidur, lantai, dan kandang si kucing. Sapu dan pel lantai dengan cairan desinfektan agar selalu steril. Kotak pasir usahakan untuk langsung dibersihkan tiap kali ada kotoran. Jangan dibiarkan menumpuk karena akan membuat aroma yang kurang sedap di dalam kamar. Kalau saya, biasanya juga rutin menjemur pasir kucing 2-3 kali seminggu supaya pasir tidak lembab dan apek.

Nah, sudah siapkah merawat kucing di kamar kos?

Itulah cara-cara merawat kucing di dalam kamar kos yang bisa kamu coba. Kamu harus mau meluangkan waktu, mendapatkan izin dari pemilik kos, menyediakan perlengkapan si kucing, hingga rutin membersihkan kamar. Tidak mudah, sih. Apalagi untuk kamu yang masih baru pertama kali akan memelihara kucing. Namun, sepanjang sudah ada niat dan komitmen, kamu bisa praktekkan perlahan semua tips tadi. Selamat mencoba.

Baca lebih lanjut: 10 penyebab kucing tidak mau makan dan tidur terus »