Cara Merawat Kucing Hamil

Cara Merawat Kucing Hamil

Bagi saorang pemula yang baru memiliki kucing betina yang hamil, dia pasti akan sangat bingung dan was-was terhadap kucing kesayangannya. Saya juga pernah mengalaminya. Perasaan khawatir muncul saat melihat sang induk kurus, susah berjalan, perut yang besarnya sudah tidak bisa dikontrol dan yang paling membuat kita khawatir, kucing tidak nafsu makan atau terserang penyakit.

Sebenarnya semua itu wajar, karena siklus kehamilan kucing memang seperti itu. Hal yang perlu Anda perhatikan saat merawat kucing hamil adalah berikan nutrisi terbaik yang mampu Anda beli untuk kucing betina dan bayinya, berikan tempat istirahat yang nyaman, hangat serta jauh dari keramaian, dan berikan pengawasan extra terhadap perkembangan kehamilan kucing.

Saya akan berbagai pengalaman tentang cara merawat kucing hamil, semoga dapat mengurangi rasa khawatir teman-teman semua saat merawat kucing hamil. Saya akan membagi artikel ini menjadi beberapa bahasan agar mudah dipahami.

  1. Cara memastikan kehamilan pada kucing
  2. Nutrisi yang dibutuhkan kucing saat hamil
  3. Pemeriksaan kesehatan kucing saat hamil
  4. Cara mendeteksi tanda-tanda kucing siap melahirkan
  5. Persiapan kelahiran anak kucing
  6. Perawatan kucing pasca melahirkan
  7. 10 Kesalahan yang sering pemilik kucing lakukan saat merawat kucing hamil

Saya akan membahas setiap topik dengan detail agar mudah dipahami. Namun, saya tidak dapat langsung menyelesaikannya. Saya akan mengupdate artikel ini bertahap setiap minggunya. Jadi, mohon dukungannya untuk share ke social media Anda agar saya semakin semangat menyelesaikan panduan merawat kucing hamil ini.

Baik, hal pertama yang harus Anda lakukan saat akan merawat kucing hamil adalah memastikan kehamilan kucing Anda terlebih dahulu.

1. Cara memastikan kehamilan pada kucing

Percayakah Anda bahwa tidak semua kucing betina dapat langsung hamil setelah dikawin kucing jantan?

Percaya? Boleh

Tidak percaya? Juga boleh

Kadang ada kucing betina yang telah dikawin kucing jantan tidak hamil. Ternyata hal tersebut disebabkan oleh:

  1. Kucing jantannya mandul
  2. Kucing betina sudah di steril (diangkat rahimnya)
  3. Kucing betina memiliki penyakit kista didalam rahimnya
  4. Kucing betina dan kucing jantan tidak diridhoi punya anak (takdir tuhan)
  5. Kucing mati kecelakaan sehari setelah dikawin kucing jantan

Oleh sebab itu, kita tidak boleh langsung menyimpulkan kucing kita hamil setelah dikawin kucing lain. Anda harus memastikan terlebih dahulu kehamilan kucing Anda sebelum Anda khawatir memikirkannya.

Biasanya kucing betina yang telah positif kehamilannya akan menunjukkan tanda tanda perubahan fisik dan perilaku. Berikut ini tanda-tanda kehamilan pada kucing yang perlu Anda tahu:

a.. Ciri fisik kucing hamil

Jika kucing Anda sudah positif hamil, sekitar 15-18 hari setelah ovum kucing betina dibuahi kucing jantan. Kucing betina akan memperlihatkan perubahan fisik. Berikut ini ciri perubahan fisik saat kucing betina positif hamil:

  1. Puting kucing akan membesar dan memerah (pinking up). Anda dapat memeriksa kucing Anda dengan cara membaringkannya dengan posisi terlentang. Kemudian sibak bulu bagian perut kucing dan rabalah area putting kucing. Saat meraba Anda akan merasakan benjolan-benjolan kecil. Lihatlah area itu, jika benar kucing Anda hamil, putting kucing akan membesar dan berwarna kemerahan (pinking up).
  2. Perut kucing Anda akan mulai membesar. Kucing yang sudah positif hamil akan berhenti dari masa estrusnya. Semua hormon yang ada pada tubuhnya akan fokus pada persiapan kehamilan kucing. Rahim kucing akan dipersiapkan untuk proses penumbuhan janin kucing. Semakin banyak janin kucing yang sukses dibuahi semakin besar ruang rahim yang dibutuhkan. Sehingga, secara fisik perut kucing akan terlihat membesar dan akan terus bertambah besar sampai proses persiapan kelahiran anak kucing.
  3. Berat badan kucing akan bertambah 1-2kg tanpa sebab yang jelas. Jika Anda sering berinteraksi dengan kucing Anda dan sering mengangkatnya / menggendongnya. Anda akan merasa kucing Anda terasa lebih berat tanpa tahu sebabnya. Anda dapat langsung menimbangnya untuk memastikannya. Jika Ada kenaikan berat badan 1-2kg tanpa sebab pada kucing betina Anda dan puting susu mereka merekah dan membesar. Sudah dapat dipastikan kucing Anda hamil. Berat badan kucing yang meningkat tanpa sebab ini sebenarnya berasal dari berat badan janin kucing yang mulai terbentuk. Kucing dapat melahirkan anak 3-6 ekor. Jika mereka tumbuh dengan sempurna, diawak kehamilannya berat badan kucing betina dapat naik 1-2kg.
  4. Terlihat gambar janin kucing pada ultrasonografi. Setelah 15 hari kucing Anda dikawin oleh kucing jantan. Sperma yang berhasil membuahi induk telur (ovum) akan melahirkan janin kucing yang menempel di dinding rahim. Anda dapat mengetahui penampakan fisik janin melalui alat ultrasonografi. Anda hanya perlu membawa kucing Anda ke klinik dokter hewan yang melayani pemantauan anak kucing dengan ultrasonografi. Disana Anda akan melihat berapa jumlah janin kucing, bagaimana posisinya, dan bagaimana perkembangannya melalui ultrasonografi.

Kelebihan menggunakan ultrasonografi dalam memantau kehamilan pada kucing:

  • Dapat mengetahui usia kehamilan kucing, sehingga kita dapat melihat ukuran janin kucing dan dapat memprediksi tanggal kelahirannya.
  • Mengetahui pertumbuhan dan perkambangan janin kucing dalam kandungan.
  • Mendeteksi sejak dini jika ada penyakit tumor atau kista dalam rahim induk kucing.
  • Mengidentifikasi masalah plasenta, sehingga dapat melakukan tindakan penanganan janin kucing saat persalinan.
  • Mendeteksi ancaraman keguguran.
  • Mengetahui kelainan janin sejak didalam rahim kucing.

b. Ciri perubahan perilaku kucing hamil

Kucing yang telah positif hamil akan berhenti dari masa estrus (birahi) dan akan memasuki masa awal kehamilan. Didalam tubuh kucing akan terjadi perubahan metabolism dan perubahan hormon yang signifikan.

Perubahan metabolism dan hormon yang terjadi secara mendadak ini akan mengubah perilaku kucing saat hamil. Berikut ini perubahan perilaku kucing saat dia positif hamil:

  1. Kucing akan berhenti dari perilaku birahi secara mendadak dan dia tidak selalu menolak saat ingin dikawin kucing jantan.  Kucing yang telah positif hamil akan kehilangan hormon yang memicu birahi, sehingga secara tiba-tiba dia akan menolak lawan jenis yang akan mengawininya. Pada masa ini kucing Anda akan lebih pendiam, jarang bersuara keras dan lebih betah dirumah.
  2. Kucing menjadi sering mual dan muntah (morning sickness). Anda yang baru pertama merawat kucing hamil mungkin akan panik saat kucing Anda tiba-tiba muntah di awal-awal kehamilannya. Gejala ini disebut morning sickness pada manusia. Kucing hamil akan sering mual dan kadang muntah. Jika kondisi kucing Anda sudah sangat lemas dan tidak mau makan mungkin Anda perlu memeriksakannya ke dokter hewan agar diberi suplemen tambahan untuk menguatkan tubuh kucing.
  3. Nafsu makan kucing meningkat. Anda akan mengamati perubahan perilaku makan kucing betina Anda. Nafsu makan dia akan meningkat 2x lipat. Perilaku ini wajar untuk kucing hamil. Kucing secara naluri akan menambah asupan makannya untuk memberikan nutrisi kepada janinnya. Sebagai pemilik Anda harus menyadari hal ini, Anda perlu menambahkan 25% makanan tambahan dari jatah yang biasanya Anda berikan. Kadang ada kejanggalan, kucing tidak ada tanda-tanda hamil secara fisik tapi nafsu makan meningkat. Jika kondisinya seperti itu, coba periksa feses kucing. Apabila ada cacing kecil pada fesesnya, kucing Anda positif terserang infeksi cacing. Sehingga Anda perlu memberi dia obat cacing.
  4. Kucing akan bertingkah lebih keibuan. Ini perilaku yang paling mencolok saat kucing hamil. Kucing secara naluri akan beringkah keibuan, dia menjadi lebih banyak mendengkur, mencari perhatian, dan membuat sarang. Jika Anda telah mengetahui perilaku Aneh ini, segera berikan perhatian ekstra kepada kucing Anda. Buatkan sarang yang nyaman untuk dia istirahat. Berikan pula selimut untuk menghangatkan tubuh kucing saat tidur.

Itulah yang saya pelajari saat kucing saya hamil. Anda dapat mengerahui kehamilan kucing Anda melalui ciri fisik, perubahan perilaku dan menggunakan alat ultrasonografi di klinik dokter hewan.

Setelah Anda memastikan kucing Anda benar-benar hamil. Saya menyarankan Anda untuk mulai menjaga nutrisi makanannya. Karena keseharan janin kucing akan ditentukan dari asupan nutrisi dan kesehatan induknya.

2. Nutrisi yang dibutuhkan kucing saat hamil

Saat kucing hamil dia tidak hanya makan untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk mencukupi nutrisi anak kucing yang dikandungnya. Oleh karena itu pemberian nutrisi yang cukup saat kehamilan kucing merupakan salah satu perawatan kucing hamil yang sangat penting.

Apa saja nutrisi yang dibutuhkan kucing saat hamil?

  1. Protein berkualitas tinggi.
  2. Kalori berlebih.
  3. Vitamin & mineral secukupnya

Kucing hamil membutuhkan banyak kalori untuk mempersiapkan metabolisme tubuhnya mulai dari awal kehamilan sampai ke proses persalinan. Anda harus menyediakan makanan berlebih untuk mencukupi kebutuhan kalori kucing hamil.

Anda dapat mengikuti aturan pemberian makan kucing hamil berikut ini:

  1. Minggu pertama kehamilan, berikan makanan kucing dengan porsi seperti biasanga, misal kita beri tanda 100%.
  2. Minggu kedua–ketiga kehamilan, tambahkan ekstra 10% makanan kucing pada menu makanan harian kucing, jadi porsi makan harian + tambahan 10%.
  3. Minggu keempat-kelima kehamilan, tambahkan ekstra 25% makanan anak kucing pada menu makanan harian kucing. Di minggu ketiga kehamilan kucing mulai akan sering meminta makan diluar jam makannya. Tambahan ekstra makanan 25% dapat Anda berikan saat kucing mengeong meminta makanan diluar jam makannya.
  4. Minggu keenam kehamilan, tambahkan ekstra 35% makanan anak kucing pada menu harian kucing. Jadi saat ini kucing memiliki 135% kenaikan jumlah makanan dari pada porsi makanan harian. Anda juga harus mempertimbangkan asupan cairan kucing. Jika kucing minum dalam jumlah banyak, itu bagus. Namun, jika Anda melihat kucing Anda jarang minum, dan lidah kucing selalu menjulur keluar. Anda dapat memberikan makanan basah dengan porsi yang lebih besar. Makanan basah mengandung lebih banyak air, sehingga akan mencukupi kebutuhan cairan saat kucing hamil.
  5. Minggu tujuh kehamilan, tambahkan ekstra 50% makanan kucing pada menu makan harian kucing. Disini mungkin kucing Anda akan meminta makan setiap 4 jam sekali. Jadi penting bagi Anda untuk membagi-bagi jatah makanan untuk kucing Anda. Seimbangkan menu makanan kering dan basah kucing. Pilihlah produk khusus makanan kucing hamil dari petshop langganan Anda.
  6. Minggu kedelapan-kesembilan kehamilan, pada masa ini kucing sudah memasuki masa hamil tua. Ada kucing yang sudah mulai malas makan dan ada kucing yang menjadi semakin rakus makan. Anda perlu menyiapkan ekstra makanan 80-100% dari menu harian kucing untuk mencukupi kebutuhan protein, kalori, vitamin dan mineral kucing. Anda lebih baik memberikan makanan anak kucing pada masa ini, karena menjelang proses kelahiran nutrisi untuk anak kucing lebih diutamakan.
  7. Pasca melahirkan, selamat kucing Anda sudah menjadi ibu bagi anak-anak kucingnya. Anda tetap perlu memberikan makanan ekstra untuk kucing Anda, karena dia membutuhkan asupan nutrisi tambahan untuk diberikan kepada anak-anaknya melalui air susu kucing (ASK). Saya menyarankan Anda tetap memberikan makanan kitten untuk induk yang menyusui. Semakin banyak semakin bagus.

Poin-poin penting:

Pertama, saat hamil kucing membutuhkan tambahan nutrisi untuk tubuhnya dan untuk pertumbuhan janin kucing. Mereka membutuhkan ekstra protein, kalori, vitmin, mineral dan cairan.

Kedua, mulailah memberi makanan tambahan yang dicampur dengan makanan anak kucing, saat usia kehamilan memasuki minggu ke empat.

Ketiga, pada saat kucing hamil tua, gantilah makanan kucing Anda dengan makanan kitten. Pada masa tersebut, metabolisme kucing fokus pada pemberian nutrisi pada janin kucing. Mungkin kucing Anda akan makan sangat rakus. Turuti saja. Berikan 80-100% makanan kitten ekstra untuk kucing Anda.

Keempat, setelah kucing melahirkan, kucing akan memasuki masa menyusui. Pertahankan pola pemberian makan seperti poin ketiga. Berikan tambahan vitamin dan cairan untuk memperlancar air susu kucing (ASK).

3. Pemeriksaan Kesehatan Kucing Saat Hamil

Setelah proses perawatan nutrisi kucing saat hamil, Anda perlu memberikan pemeriksaan kesehatan kucing saat hamil secara berkala. Perawatan kesehatan ini dapat Anda lakukan sendiri dirumah, atau bisa juga Anda membawa kucing Anda untuk kontrol ke klinik dokter hewan.

Apa saja pemeriksaan kesehatan kucing saat hamil?

  1. Pemeriksaan berat badan, jika kucing mengalami kehamilan normal dan sehat, dia akan mengalami pertambahan berat badan secara exponensial disetiap minggunya. Anda dapat membuat grafik pertambahan berat badan kucing setiap 2 minggu sekali. Sampai minggu ke sembilan. Umumnya masa kehamilan kucing dalam rentang waktu 60-65 hari.
  2. Pemeriksaan nafsu makan, kucing hamil akan mengalami peningkatan nafsu makan secara bertahap mulai dari awal kehamilan sampai melahirkan. Anda harus memperhatikan nafsu makan kucing Anda. Apabila dia mulai tidak nafsu makan segera cek, apakah dia bosan dengan makanannya ataukah dia sedang sakit. Jika kucing Anda bosan dengan makanannya, berikan makanan pengganti untuk meningkatkan nafsu makannya.
  3. Pemeriksaan penyakit cacingan, saat kucing Anda sudah positif hamil, segera lakukan tes cacingan pada kucing. Bagi pemilik yang tidak secara rutin memberikan obat cacing kepada kucing, kemungkinan besar kucing terinfeksi cacing. Infeksi cacing pada tubuh kucing akan menimbulkan kekurangan gizi bagi induk dan anak kucing. Karena nutrisi di dalam usus kucing sudah di hisap terlebih dahulu oleh koloni cacing parasite tersebut.
  4. Pemeriksaan jamur dan kutu, Anda harus memastikan kucing Anda terbebas dari jamur dank utu saat dia hamil. Jamur dan kutu akan sangat mudah menular dari tubuh induk kucing ke anak kucing. Hal ini disebabkan induk dan anak kucing akan sering melakukan kontak fisik saat menyusui dan saat tidur bersama. Pada kasus tertentu jamur dan kutu kucing dapat menyebabkan kematian anak kucing yang berusian dibawah 4 minggu.
  5. Pemeriksaan virus (bagi kucing yang belum divaksin saat hamil), kucing hamil memiliki sistem imun yang lebih lemah dari pada kucing tidak hamil. Pada kondisi drop kucing mudah sekali tertular wabah virus dari lingkungannya, seperti Feline Panleupcopenia, Feline Rhinotracheitis, Feline Calicivirus, Chlamydia. Jika kucing Anda yang sedang hamil belum divaksin, lalu tiba-tiba kucing Anda sakit parah, segera bawa ke klinik dokter hewan untuk pemeriksaan serangan virus. Virus Feline Panleupcopenia, Feline Rhinotracheitis, Feline Calicivirus, Chlamydia sangat berbahaya bagi induk kucing dan anaknya.
  6. Pemeriksaan Kesehatan Fisik Kucing, Anda dapat melakukan pemeriksaan fisik kucing secara berkala setiap hari. Saat Anda bermain dengannya, cek dan perhatikan mata, hidung, telinga, kaki, puting, kuku, ekor dan bulu kucing. Pastikan fisik kucing sehat dan tidak ada kelainan.
  7. Pemeriksaan Janin kucing (optional), Pemeriksaan janin kucing dengan USG tidak wajib. Jika kucing Anda pernah memiliki riwayat kesulitan saat prosesi pelahirkan, Anda boleh melakukan pemeriksaan janin kucing dengan berkunjung ke klinik dokter hewan dan meminta untuk melakukan USG pada kucing Anda. USG pada kucing dapat mengetahui berapa jumlah anak kucing, posisi kucing saat akan lahir dan mengetahui perkembahan kesehatan janin kucing.

Poin-poin penting:

Pertama, pastikan kucing Anda terbebas dari cacingan, jamuran dan kutu saat dia positif hamil. Anda dapat memeriksakannya ke klinik dokter hewan.

Kedua, pastikan selalu memeriksa nafsu makan kucing. Jika perlu berikan vitamin atau minyak ikan untuk meningkatkan kebugaran kucing.

Ketiga, pastikan kucing terbebas dari wabah virus/bakteri/penyakit berbahaya selama masa kehamilan dan masa melahirkan.

Keempat, pastikan kucing Anda selalu bersih dan terawat. Kebersihan kucing akan menjadi sumber kesehatan induk kucing dan anaknya. Saya telah membagikan pengalaman memandikan kucing saat hamil disini. Anda dapat mengambil beberapa pelajaran dari sana.

4. Cara Mendeteksi Tanda-Tanda Kucing Siap Melahirkan

Saat masa kehamilan kucing telah mendekati 60-65 hari, kucing akan siap memasuki masa persalinan. Anda harus mulai menyiapkan tempat bersarang untuk kucing Anda. Biasanya kucing menyukai tempat yang hangat, tenang dan remang-remang.

Anda dapat membuatkan kucing Anda kotak bersarang dari kardus besar. Kemudian alasi kardus tersebut dengan beberapa lembar koran. Setelah itu beri kain atau selimut agar nyaman untuk kucing berbaring.

Jangan sembarang meletakkan kotak kardus besar yang telah Anda siapkan untuk persalinan kucing. Lokasi yang terlalu terang dan terlalu berisik tidak disukai kucing. Taruhlah kotak persalinan di tempat yang tenang dan memiliki cahaya yang relatif redup.

5 Tanda-tanda kucing siap melahirkan

#1. Ukuran kelenjar susu kucing akan meningkat.

Saat mendekati minggu terakhir kehamilan, kelenjar susu kucing akan bertambah besar. Kelenjar susu disusun dalam 2 baris paralel yang membentang di sepanjang dinding luar tubuh yang memanjang dari daerah selangkangan hingga bagian bawah dadanya. Kucing biasanya memiliki 4 pasang kelenjar susu. Sekitar 2 hari sebelum kucing Anda melahirkan, dia akan mulai memproduksi susu.

Anda mungkin melihat beberapa sekresi kental berwarna keluar dari putingnya. Kucing Anda mungkin menjilatnya atau ia bisa membiarkannya mengering dan Anda akan melihat bahwa putingnya akan memiliki tanda kecil berwarna keputihan. Secara umum diyakini bahwa setiap puting memiliki bau uniknya sendiri, yang digunakan anak kucing untuk menempelkan diri berulang kali ke puting yang sama.

#2. Kucing mulai membuat sarang

Kucing Anda akan berperilaku aneh. Dia mulai gelisah dan mulai mengumpulkan barang-barang untuk membuat sarang, seperti kain bekas, selimut, daun-daun, merontokkan bulu.

Anda dapat membantu kucing Anda dengan meletakkan kotak kardus atau sarang yang telah Anda buat di ruangan yang tenang, hangat dan remang-remang, serta bebas dari angin.

Sarang yang berbentuk kotal sangat penting untuk melindungi anak kucing dari kedinginan. Anak kucing yang baru lahir masih memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Dia tidak dapat mengatur suhu tubuhnya.

Hal penting lain yang harus Anda lakukan adalah pastikan lokasi kotak sarang kucing jauh dari jangkauan keramaian, jauh dari anak-anak dan terisolasi dari hewan lain. Tips: Ajak kucing Anda untuk tidur di dalam kotak ini segera setelah Anda melihat perilaku bersarang dan puting susu telah mengeluarkan cairan putih.

#3. Suhu badan kucing akan turun

Pada saat hamil badan kucing agak hangat. Anda dapat mengukur suhu kucing secara berkala dengan thermometer khusus kucing. Suhu normal kucing Anda antara 37,7º hingga 39,1ºC (100º hingga 102,5ºF).

Pada saat akan melahirkan suhu badan kucing akan menurun secara tiba-tiba. Satu atau dua hari sebelum melahirkan, suhu tubuhnya akan turun menjadi 37,2ºC (99ºF). Anda dapat mengukur suhunya di ketiak jika dia mengizinkan Anda.

#4. Perubahan Perilaku

Kucing Anda akan mulai menunjukkan perubahan perilaku yang mencolok. Selama minggu terakhir kehamilan, Kucing Anda mungkin menjadi senang bersembunyi di tempat tertutup (bersembunyi sebanyak mungkin di tempat terpencil di area rumah Anda) atau ia mungkin menjadi sangat manja.

Hal yang paling sering terjadi jika ia memiliki hubungan dekat dengan majikannya. Kucing yang sangat manja menginginkan majikannya untuk selalu menemaninya. Mereka mungkin sering menempel tetapi juga sangat terlihat gelisah.

#5. Penurunan Nafsu Makan.

Pada hari-hari terakhir mendekati kelahiran anak kucing, induk kucing akan mengalami penurunan nafsu makan. Dia akan menunjukan perilaku gelisah dan cemas. Kucing merasakan kontraksi yang terus menerus di perutnya. Desakan janin bayi yang semakin berat akan membuat kebanyakan kucing tidak merasa lapar. Dia akan menolak saat Anda beri makan.

5. Persiapan Kelahiran Anak Kucing

Anda telah mempelajari perawatan kesehatan kucing hamil, pemberian nutrisi untuk kucing hamil, pemeriksaan kesehatan kucing hamil dan membuatkan sarang untuk persiapan persalinan.

Semua itu dilakukan untuk perawatan kucing hamil sampai proses persalinan. Disini saya akan sharing sedikit tentang persiapan persalinan kucing. Anda yang belum pernah menemani kucing Anda melahirkan pasti butuh wawasan tentang hal ini.

Tahap persalinan kucing

Persalinan kucing memiliki dua tahap, yaitu pertama, tahap bersarang dan kontraksi dini. Kedua, tahap kontraksi yang lebih kuat dan kelahiran anak kucing.

#1. Tahap Pertama Persalinan Kucing

Selama tahap pertama persalinan kucing, ia akan mulai menunjukkan gejala-gejala ini:

  1. Bersarang, termasuk meremas / mengatur ulang tempat tidur atau kotak bersalinnya
  2. Pernapasan Cepat / Denyut Nadi Cepat
  3. Gemetaran
  4. Keluar cairan dari puting kucing.

Kucing akan merasa sangat tidak nyaman selama tahap pertama persalinan ini. Kontraksi dini pada rahim kucing menjadi awal dimulainya, anak-anak kucing memposisikan diri pada jalur kelahiran masing-masing.

Setiap anak telah memiliki urutan kelahirannya masih masing. Kucing mungkin akan mengalami kesulitan dalam proses ini. Dia membutuhkan beberapa saat untuk mengubah posisi badannya agar proses persalinannya nyaman.

Tahap pertama persalinan kucing dapat berlangsung dari 12 hingga 24 jam. Jika kucing Anda baru pertama kali melahirkan mungkin akan butuh waktu lama. Selalu dampingi kucing Anda saat dia mulai melahirkan. Jika lebih dari 24 jam kucing kesulitan melahirkan, mereka mungkin membutuhkan pertolongan dari Anda.

Jika Anda memiliki pengalaman membantu persalinan kucing, segera beri bantuan padanya, namun jika Anda masih pemula segera hubungi klinik dokter hewan langganan Anda dan tanyakan apakah dia bisa membantu persalinan kucing Anda.

#2. Tahap kontraksi yang lebih kuat dan kelahiran anak kucing

Tanda-tanda persalinan tahap kedua adalah:

  1. Kucing mulai mengejan dengan sangat kuat, pada saat memasuki persalinan tahan ke dua kontraksi menjadi sangat kuat dan kucing menggunakan otot perutnya untuk mendorong anaknya lahir.
  2. Keluar cairan pada alat kelamin kucing. Hal ini tidak terjadi untuk semua kucing
  3. Menangis dan bersuara keras.

Kucing mungkin akan berbaring selama proses melahirkan. Diperlukan waktu satu jam untuk anak kucing pertama untuk dilahirkan setelah ia memasuki tahap kedua persalinan.

Setelah hidung dan cakar anak kucing muncul, anak kucing harus lahir dalam waktu 15 menit. Panggil dokter hewan Anda jika kelahiran anak kucing melewati 15 menit, atau jika hidung dan kaki muncul kemudian menghilang selama dia mengejan.

Beberapa anak kucing lahir lebih awal, Anda tidak perlu panik. Asalkan persalinan berjalan normal, ini akan baik-baik saja.

Setelah anak kucing lahir, induk kucing harus menggigit kantung ketuban agar anak kucing dapat bernapas! Jika kucing Anda baru pertama kali melahirkan atau sangat gugup. Anda mungkin harus membantunya dan menunjukan padanya cara memecahkan kantung ketuban.

Ada tahap istirahat di sela-sela proses kelahiran anak per anak. Pada tahap istirahat di antara anak kucing. Beberapa kucing berbaring diam, yang lain mungkin bangun sebentar untuk berjalan dan meregangkan tubuh.

Sediakan semangkuk air di dekatnya, sehingga ia dapat menyegarkan dirinya sendiri sebelum anak kucing berikutnya.

Kadang-kadang periode istirahat adalah beberapa menit antara anak kucing, kadang-kadang lebih dari satu jam. Dia dapat menggunakan waktu ini untuk merawat bayi-bayinya yang baru lahir dan memberi mereka makan.

Induk kucing dapat melahirkan 3-5 anak dalam satu kali melahirkan. Jadi kucing mungkin akan butuh waktu cukup lama menyelesaikan proses persalinannya. Ditambah lagi ada istirahat di setiap kelahiran anak-anaknya.

Jika kucing merasa nyaman dengan seseorang yang berada di dekatnya selama proses itu, dia mungkin menikmati usapan/belaian di petur atau punggungnya. Kata-kata penghiburan juga dapat membuatnya lebih bersemangat. Jika dia lebih suka diam, lakukan pemeriksaan cepat sesering mungkin untuk memastikan dia dan anak-anak kucing baik-baik saja. Jangan sampai anak kucing mati karena tertimpa induknya.

Beberapa masalah yang kadang terjadi pada persalinan kucing

Untungnya, sebagian besar induk kucing mampu melahirkan anak-anak mereka tanpa campur tangan manusia. Namun, beberapa masalah komplikasi persalinan juga dapat terjadi. Berikut ini beberapa masalah persalinan kucing:

#1. Kontraksi yang panjang tanpa kelahiran:

Jika kucing Anda mengalami kontraksi yang kuat selama lebih dari 30 menit, ia harus diperiksa oleh dokter hewan. Bawa dia dan anak kucing ke dokter hewan langganan Anda.

#2. Plasenta tidak keluar dari rahim.

Jika kucing Anda tidak mengeluarkan setiap plasenta dari setiap anaknya, itu dapat menyebabkan infeksi pada rahim kucing kalau tidak dikeluarkan. Penting untuk menghitung jumlah plasenta (satu per anak kucing).

Perhatikan dengan teliti, kadang kucing memakan plasenta anaknya; Ini hal normal. Di alam liar, induk kucing memakan plasenta anaknya untuk menghilangkan jejak kelahiran anaknya, hal ini untuk melindungi keluarga kucing dari hewan pemangsa. Jika ada plasenta yang belum keluar, segera hubungi dokter hewan Anda.

#3. Anak kucing tersangkut di saluran kelahirannya.

Anak kucing yang bersarang di saluran kelahiran selama lebih dari 10 menit, sangat berbahaya. Kejadian ini menunjukkan bahwa anak kucing dalam kesulitan. Anda dapat membantu kucing Anda untuk mendorong atau mengeluarkan anak kucing tersebut.

Jika Anda melihat anak kucing tersangkut di jalur kelahirannya, jangan menunggu terlalu lama untuk campur tangan. Jika Anda tidak tega membantu persalinan kucing Anda, segera hubungi dokter hewan langganan Anda.

#4. Anak kucing mati saat dilahirkan

Sayangnya, kejadian ini terkadang terjadi. Yang dapat Anda lakukan adalah mengeluarkan bayi kucing yang mati dari area tersebut agar induk kucing dapat meneruskan proses melahirkan tanpa gangguan.

#5. Pendarahan Pascapersalinan.

Meskipun beberapa pendarahan setelah melahirkan adalah normal, pendarahan yang berlebihan adalah keadaan darurat dan membutuhkan intervensi dokter hewan.

6. Perawatan Kucing Pasca Melahirkan

Saya ucapkan selamat bagi Anda yang telah berhasil menemani kucing kesayangan Anda melahirkan. Pasti akan menjadi pengalaman yang sangat menyentuh, jika Anda dapat melihat dan membantu persalinan kucing Anda.

Disini saya akan berbagi pengalaman tentang perawatan kucing pasca melahirkan. Jika Anda beruntung, Anda tidak perlu melakukan apapun untuk merawat kucing Anda. Kucing sudah dilengkapi naluri alamiah untuk tahu perawatan apa yang harus dilakukan setelah melahirkan.

Yupsss, mereka mandiri dan dapat di andalkan.

Anda dapat menyerahkan semuanya pada sang induk dan menonton apa yang dia kerjakan.

Poin-poin penting pasca kucing melahirkan:

  1. Pastikan semua plasenta anak kucing sudah keluar dari dalam rahim induk kucing. Anda harus teliti menghitungnya. Satu plasenta per anak. Apabila plasenta tertinggal di rahim kucing, uterus kucing Anda akan terinfeksi dan menyebabkan septikemia. Kasus lain adalah terjadi komplikasi parah sehingga memerlukan operasi darurat oleh dokter hewan.
  2. Bersihkan selaput dan cairan ketuban dari wajah anak kucing agar dia dapat bernafas dengan lancar. Kadang jika sang induk kelelahan setelah melahirkan, dia tidak mau menjilati muka anaknya untuk membersihkan cairan dan selaput ketuban.
  3. Pastikan anak kucing menyusu dengan benar. Jangan sampai ada anak kucing yang tertimpa tubuh induknya. Anak kucing yang baru lahir belum dapat membuka matanya, sehingga dia hanya mengikuti aroma yang dikeluarkan oleh puting ibunya. Mereka tidak tahu apakah posisi menyusunya benar atau tidak, jika dia tertindih badan ibunya yang besar lebih dari 30 menit, anak kucing dapat kehabisan nafas dan mati. Jadi, selalu cek posisi anak kucing saat menyusu dan saat tidur bersama induknya.
  4. Carilah cairan putih kehijauan(greenish vaginal discharge) di vagina kucing pada 1-3 minggu setelah kelahiran. jika yang keluar berupa kotoran coklat kemerahan, itu baik-baik saja. Sedikit keluarnya cairan hijau segera setelah plasenta dikeluarkan juga tidak apa-apa. Namun, jika Anda menemukan cairan berwarna hijau atau baunya tidak enak, Anda harus segera membawa kucing ke dokter hewan.
  5. Beri makanan dan minuman berlebih untuk induk kucing, kucing yang baru melahirkan memerlukan banyak asupan nutrisi dan asupan cairan untuk memberi susu kepada anaknya. Saya menyarankan untuk memberikan makanan anak kucing (kitten food) untuk kucing yang baru melahirkan. Berikan porsi berlebih pada menu makannya, mungkin 2x lebih besar dari pada porsi biasa dia makan sebelum hamil. Jaga asupan makanan dan minuman sampai anak kucing berumur 2 bulan (masa di sapih).
  6. Letakkan makanan dan minuman kucing pada tempat yang agak tinggi, agar tidak dapat di jangkau anak-anak kucing. Hal ini untuk menanggulangi kematian anak kucing yang tidak sengaja tercebur kedalam mangkuk minuman induk kucing saat diluar pengawasan induk kucing dan Anda. Anak-anak kucing belum membutuhkan makan dan minum dari luar, dia hanya membutuhkan susu induknya sampai dia berumur 2 bulan.
  7. Periksakan kucing jika ada kelainan kesehatan atau wabah penyakit menular. Jika Anda menemukan kelainan kesehtan atau tanda-tanda wabah penyakit menular, segera pindahkan keluarga kucing ke tempat yang lebih steril dan segera bawa ke klinik dokter hewan langganan Anda.

Coming soon

Leave a Comment