10 ciri ciri kucing ngambek beserta solusinya

Kucing sering dikenal sebagai hewan dengan karakter acuh dan terlihat lempeng-lempeng aja. Tapi, jangan salah! Kucingmu ternyata juga punya perasaan. Dan kucing bisa mengekspresikannya dengan cara unik. Si meong bisa merasa happy, stres, dan sedih. Bahkan, dia juga bisa ngambek lho! Kucing ngambek bisa aja tiba-tiba menolak main bareng kamu, atau malah mogok makan. Atau, bisa juga si kucing langsung hissing dan kadang menggigitmu. Pada artikel ini, saya akan menjelaskan 10 ciri-ciri kucing ngambek beserta solusinya. Yuk, baca sampai selesai.

1. Kucing sering menghindari majikannya

Biasanya, kucing selalu manja dan ingin selalu ada di dekatmu. Tapi, mendadak dia nggak mau duduk di dekatmu. Dia juga bisa jadi cuma mau mengamatimu dari kejauhan. Begitu didekati, eh, si meong langsung menyingkir. Mirip banget deh saat kamu lagi ngambek dengan sama si dia, hehe. Kucingmu bisa jadi ngambek gara-gara kamu keterlaluan saat lagi menggodanya. Atau, bisa juga kucing butuh ruang tersendiri, dan menurut dia kamu lagi clingy banget. Atau, kamu tiba-tiba pulang dengan membawa keponakan kecil yang suka berteriak-teriak saat lihat si meong. Jadi, jangan kaget kalau kucingmu jadi merasa sedikit risih. Harap lebih peka ya pada si meong kesayangan. Hehe.

2. Ekor yang bergerak cepat

Selain mengeong, kucingmu juga bisa berinteraksi denganmu menggunakan ekor. Ekor kucing yang tegak atau meliuk-liuk sebenarnya jadi penanda suasana hati si meong. Nah, saat si meong lagi ngambek, kamu juga bisa melihatnya lewat isyarat ekor. Kucing yang kelihatan sebal biasanya menggerakkan ekornya ke kanan dan kiri dengan cepat. Kadang-kadang, kucing juga sedikit memukulkan ekornya ke lantai. Saat kucing saya lelah diuyel-uyel, biasanya dia bakal menggerakkan ekornya ke kanan kiri sambil sedikit memukulkannya ke lantai. Kalau diabaikan, barulah dia menggigit atau mencakar orang yang menguyel-uyelnya. Kalau kucingmu menunjukkan isyarat ekor yang sama, berhenti menguyel-uyelnya, ya! Ingat, ekor yang bergerak ke kanan dan ke kiri bisa jadi cuma pertanda dia lagi jengkel. Tapi, kalau dia sudah memukul-mukulkan ekornya, itu tanda kalau dia mulai marah dan ngambek. Jadi, segera cari solusi dan jangan si kucing sementara waktu. Kalau tidak, kamu bakal di gigit dan ditinggal pergi.

3. Kucing memberikan tatapan maut

Kucing dewasa memang rata-rata punya tatapan yang selalu terlihat bete. Tapi, tiap cat owner pasti tahu tatapan khas saat si meong lagi ngambek. Kalau kucingmu lagi marah dan siap menyerang, biasanya pupilnya sedikit membesar. Kalau kamu masih menggodanya, si meong biasanya bakal hissing (mendesis kuat) dan mencakarmu. Kalau kucingmu sudah memberikan tatapan maut itu, sebaiknya kamu mundur dulu, deh.

4. Kucing hissing atau menggeram secara terus menerus

Ciri-ciri kucing ngambek yang satu ini jadi penanda jelas kalau kucingmu sedang marah. Dia bisa jadi marah karena kamu menyentuh bagian tubuh yang nggak disukainya. Kucingmu juga bisa ngambek saat mengendus bau kucing lain yang nempel di baju atau tanganmu, lho. Kucing biasanya mengeluarkan suara hissing sebagai isyarat supaya kamu atau kucing lain nggak datang mendekat. Sederhananya, dia menyuruh pergi. “Minggir sana, kalau nggak pergi gue gampar nih”, kira-kira begitu suara hati si kucing.

Tapi, kucing yang hissing nggak selalu berarti dia sedang marah, lho. Bisa jadi, dia sebenarnya sedang menunjukkan rasa sakit. Misalnya, dia hissing saat kamu menyentuh bagian punggungnya. Padahal, biasanya dia malah menikmati belaianmu. Apalagi, kalau bagian yang kamu pegang terasa bengkak. Itu berarti kucingmu butuh buat dibawa ke dokter hewan. Karena tubuh kucing sedang mengalami gangguan kesehatan.

5. Kucing memukul atau mencakar tanganmu

Ciri-ciri kucing ngambek lain adalah kucing menolak untuk disentuh. Hal itu biasanya dilakukan dengan cara mengayunkan kaki depannya ke tanganmu. Ada kalanya, dia juga mengeluarkan cakarnya sekaligus. Bahkan, bisa jadi kucing benar-benar mencakarmu sampai berdarah. Biasanya, itu bergantung dari seberapa jengkel si meong ke kamu. Kalau kamu terlalu menggodanya, ya jangan heran kalau dia sampai mencakarmu. Kucing saya biasanya juga mendorong tangan saya dengan menggunakan kaki depannya. Tapi, dia nggak menunjukkan tanda agresi satupun. Itu bisa berarti kalau dia nggak ngambek. Itu artinya, sesi mengelus sudah saatnya diakhiri. Jika dilanjutkan, mungkin si kucing tidak akan segan untuk mengeluarkan cakar kesayangannya untuk menghalau jari-jemarimu.

6. Posisi telinga kucing mendatar

Selain lewat ekor, kucingmu juga menunjukkan mood lewat gerakan telinga. Misalnya, kucing menegakkan kupingnya saat sedang fokus mendengarkan suara tertentu. Sedangkan saat kucing ngambek, dia bakal merendahkan kupingnya. Kadang-kadang, telinganya bisa turun hingga sejajar seperti sayap pesawat. Kalau kucingmu menunjukkan tanda ini, hentikan menguyel-uyelnya, ya. Soalnya, itu tanda kalau dia lagi jengkel pake banget dan siap menyerangmu. Selain karena jengkel, kuping kucing yang mendatar juga bisa jadi tanda kalau dia lagi takut atau stres. Ini biasanya sering terjadi saat kamu membawanya ke dokter hewan.

7. Kucing buang air kecil di tempat tidurmu

Kucing adalah hewan yang cinta banget dengan kebersihan. Biasanya, dia bakal memilih tempat kencing khusus untuk buang hajar, yaitu litterbox. Selama kamu jaga kebersihan litterboxnya, kecil kemungkinan kucingmu bakal buang air di tempat lain. Tapi, kalau dia tiba-tiba buang air di tempat tidurmu, bisa jadi itu tanda kalau dia lagi ngambek. Misal, si kucing sedang kelaparan di malam hari. Dan sudah berusaha keras membangunkanmu tapi, kamu tetap tidur dan nggak mau bangun. Akhirnya, si kucing ngompol di kasurmu sebagai ungkapan jengkel, marah dan ngambek kepada majikannya.

Kucing kencing di tempat tidurmu bisa juga karena kucing merasa cemas. Mungkin, kamu baru saja pindah rumah beserta kucing milikmu. Kucing mungkin nggak merasa nyaman dengan lingkungan barunya. Akhirnya, si meong mencari tempat dengan bau yang paling familier baginya, yaitu kamu. Jadilah kucing buang air di tempat tidurmu buat menandai wilayahnya.

8. Kucing menggigit tangan majikannya

Awalnya, kucingmu enjoy saja saat kamu mengelus dan menguyel-uyelnya. Eh, tiba-tiba dia langsung mencakar atau menggigitmu. Kamu pasti bingung, ya? Kejadian yang baru menimpamu itu disebut dengan “petting aggression”. Artinya, kucingmu menunjukkan perilaku agresi seperti mengigit atau mencakar saat sedang dielus. Walaupun bikin jengkel, itu sebenarnya normal banget kok. Si meong menggigitmu karena dia merasa terstimulasi berlebihan. Makanya, dia memintamu buat berhenti dan nggak uyel-uyel dia lagi. Turuti saja permintaannya, ya. Kalau nggak, kucing bisa semakin agresif dan galak.

9. Kucing menolak untuk makan makanan favoritnya

Biasanya dia lahap aja menyantap dry food kesukaannya. Tapi, dia jadi nggak berselera makan setelah kamu mengajaknya pindah rumah. Atau, dia bertingkah seperti itu setelah kenalan dengan kucing baru yang kamu adopsi. Hayo, itu bisa jadi tanda kalau si meong lagi ngambek lho. Kucing memang nggak suka kalau ada perubahan yang terlalu mendadak di dalam lingkungannya. Dia bisa aja merasa nggak nyaman karena harus pindah di lingkungan yang benar-benar asing. Kucing yang terbiasa jadi anak tunggal juga nggak suka kalau mendadak ada kucing baru di rumahnya.

Tapi, kamu juga wajib waspada kalau kucingmu menolak makan. Apalagi, kalau dia kelihatan lesu atau muntah-muntah. Hampir semua gejala kucing sakit dimulai dengan si meong yang kehilangan nafsu makan. Kalau kamu curiga faktor ngambek bukan penyebab utama dia mogok makan, segera bawa ke dokter hewan ya!

10. Bulu kucing mengembang

Ciri ciri terakhir kucing sedang ngambek adalah bulu kucing mengembang. Kamu mungkin pernah sesekali melihat kucingmu mengembangkan semua bulunya. Dia kelihatan seperti bola bulu yang menggemaskan. Apalagi, kalau kucingmu punya bulu yang lebat. Tapi, jangan coba-coba mengelusnya ya. Soalnya, kucingmu lagi bad mood parah. Kucing yang mengembangkan bulunya biasanya dalam keadaan marah atau ketakutan. Dia mengembangkan bulunya supaya terlihat lebih besar dan menakutkan buat lawannya. Sayangnya, buat cat lovers itu nggak mempan, ya. Yang ada, malah bikin kamu semakin pengen menguyel-uyelnya. Tapi, tetap saja sebaiknya kamu segera jaga jarak saat kucingmu seperti ini. Soalnya, kucingmu nggak bakal ragu buat menggigit atau mencakarmu. “Ini peringatan terakhir, berhenti ganggu gue atau lo gue gampar!”, bisik dalam hati si kucing yang lagi ngambek.

Kucingmu bisa ngambek gara-gara ini lho

Sekarang, kamu sudah tau apa saja ciri-ciri kucing yang lagi ngambek. Nah, kamu juga perlu tahu hal-hal apa saja sih yang bikin kucingmu bad mood. Ingin kucingmu bahagia dan nyaman denganmu? Jangan lakukan hal-hal ini, ya!

1. Kamu terlalu berlebihan saat mengelusnya

Kucing memang bikin gemas, ya? Jadi, saya nggak akan menyalahkan kalau kamu kadang terlalu berlebihan saat mengelusnya. Tapi, segemas apapun sama si meong, jangan sampai kamu melakukan hal yang bikin dia nggak nyaman. Kucing nggak suka banget saat manusia mengelusnya secara terlalu agresif. Kucing memang suka dielus, tapi hanya di bagian tertentu saja. Dia paling suka dielus pada bagian kepala dan leher. Punggung boleh saja, sih. Tapi, pastikan kamu nggak menyentuh bagian yang terlalu sensitif. Contohnya, seperti pangkal ekor dan ekornya. Kucing juga nggak terlalu suka dielus di bagian kaki dan perut. Si meong bakal menunjukkan ketidaksukaannya dengan menggigit atau mencakarmu. Saat kamu mengelus si meong, jangan lupa perhatikan reaksinya ya. Penasaran bagian mana saja yang OK dan nggak OK buat dielus? Simak gambar berikut:

2. Kamu cuek bebek terhadapnya

Kucingmu memang nggak suka perhatian yang berlebihan. Tapi, bukan berarti dia ingin diabaikan. Walaupun kucing terkesan makhluk penyendiri, dia tetap butuh perhatianmu. Kucingmu juga ingin kamu ajak main atau menemanimu di waktu santai dan menikmati belaianmu. Sesibuk apapun kamu, sebaiknya luangkan waktu beberapa menit buat berinteraksi dengan kucingmu. Bermain selama 15 menit dengan si meong saja sudah bisa bikin dia bahagia, kok. Kucing yang nggak mendapatkan jatah interaksi yang cukup bisa merasa kesepian. Ujung-ujungnya, dia juga bisa terkena depresi lho. Kalau mampu, kamu juga bisa adopsi kucing yang seumuran buat teman bermainnya.

3. Kamu nggak membersihkan litterbox si meong

Kucing adalah makhluk yang cinta kebersihan. Makanya, dia nggak bakal mau buang air kalau litterboxnya kotor. Ya, ibarat kamu pasti jijik dong buang air di toilet yang kotor? Bedanya, kucingmu nggak bisa membersihkan litterboxnya. Jadilah, dia bergantung padamu. Makanya, kamu wajib bersihkan litterbox si meong secara rutin. Bergantung dari jumlah kucing yang menggunakan litterbox itu, kamu mungkin harus membersihkannya paling nggak sehari sekali. Litterbox yang bersih dijamin bikin kucingmu makin bahagia. Kamu juga sekaligus menjaga kesehatanmu sekeluarga.

4. Kamu memberikan makanan basi untuk kucingmu

Orang awam biasanya sering banget melakukan ini. Soalnya, bagi mereka, toh itu cuma kucing. Padahal, sama seperti kamu, kucingmu juga nggak suka lho makan makanan basi. Makanan basi juga bisa jadi sarang penyakit buat si meong. Bakteri berbahaya seperti Staphylococcus dan Salmonella bisa bikin kucingmu terkena gangguan pencernaan. Jangan memberikan dry food atau makanan basah yang sudah terekspos udara luar dalam jangka waktu lama. Jamur bisa tumbuh pada dry food yang bisa bikin kucingmu sakit perut. Selain itu, rasa dan aroma makanan itu juga pasti berubah. Makanya, berikan porsi makanan yang tepat, ya.

5. Adanya suara-suara berisik yang mengganggu

Pendengaran kucing memang sensitif banget. Jadi, nggak heran kalau dia paling nggak suka dengan suara-suara keras. Bisa jadi kamu melakukan renovasi di bagian rumah tertentu. Atau, bisa jadi anggota keluargamu berkunjung ke rumahmu. Kucingmu juga bisa saja takut dengan suara kembang api, suara petir, atau suara musik yang terlalu keras.Yang manapun itu, kucingmu bakal berusaha menghindari sumber suara yang berisik itu. Jika memungkinkan, berikan ruang khusus buat dia untuk bersembunyi. Catnip atau pheromone spray sejenis Feliway juga bisa dipakai supaya kucingmu lebih rileks.

Saat kucing sudah menunjukkan ciri-ciri ngambek, apa yang harus saya lakukan?

Menggoda kucing sampai dia ngambek memang seru. Tapi, kalau keterusan bisa bikin kucingmu stres, lho. Kalau dia sudah menunjukkan tanda jengkel, lakukan hal ini, ya.

1. Biarkan dia sendiri dulu

Saat kamu lagi kesal sama seseorang, pastinya kamu ingin waktu sendiri buat menenangkan diri kan? Si meong juga nggak jauh beda, lho. Saat si kucing mulai menunjukkan tanda-tanda ngambek, sebaiknya kamu menyingkir sejenak. Kamu mungkin kepikiran buat menghibur si meong dengan menggendong atau memeluknya. Beda dengan manusia yang bisa leleh saat dipeluk, kucingmu malah makin kesal. Jadi, berhenti menggodanya dan berikan jarak yang dia butuhkan, ya.

2. Buat si meong merasa nyaman

Kadang-kadang, kucing bukannya ngambek ke kamu. Hanya saja, dia merasa kesal gara-gara dia berada di lingkungan yang nggak dikenal. Ini seringkali terjadi saat kamu bawa si meong ke dokter hewan. Dibawa di dalam pet carrier kayaknya memang bukan pengalaman yang menyenangkan buat si meong. Apalagi, saat dia keluar dia ada di lingkungan yang beda banget. Bau ruangan dokter hewan pastilah beda dengan bau rumahmu. Jadi, nggak heran kalau si meong jadi marah dan takut.

Supaya dia nggak kaget, kamu bisa biasakan membawa si meong jalan-jalan dengan pet carrier sesekali. Kalau dia suka catnip, kamu juga bisa taburin sedikit di dalam pet carrier. Jangan lupa, kasih dia treat atau camilan dan pujian setelahnya. Lakukan ini setiap kali kamu mau membawanya ke dokter hewan, ya. Dijamin kucingmu nggak bakal ngambek lagi.

3. Jauhkan hal yang bikin dia marah

Kucingmu bisa saja ngambek karena ada hal-hal tertentu yang bikin dia kesal. Bisa jadi karena adik atau kakakmu terlalu lama menguyel-uyelnya. Atau, bisa juga karena ada kerabat dengan anak kecil yang senang berlarian dan berteriak. Kucing barumu juga bisa jadi faktor yang bikin si meong jadi kesal padamu. Supaya dia nggak stres, sebaiknya singkirkan hal-hal yang bikin dia sebal. Misalnya, kamu bisa berikan dia akses ruang tersendiri di rumah. Supaya, dia bisa bersembunyi saat ada anggota keluargamu yang berkunjung. Kalau kamu adopsi kucing baru, jangan langsung kamu perkenalkan dengan kucingmu ya. Lebih baik kamu lakukan perkenalan secara bertahap. Tujuannya, supaya si meong nggak merasa posisinya sebagai anak kesayanganmu terancam.

4. Ajak dia bicara dengan suara lembut

Memang, kamu lebih baik meninggalkan dia sendirian dulu saat si meong lagi ngambek. Tapi, bukan berarti kamu cuekin dia, lho. Sebenarnya, kucingmu juga bisa dibujuk kok saat lagi ngambek. Caranya, ajak dia ngobrol dengan suara yang lembut. Misalnya, kamu bisa minta maaf karena tiba-tiba membawanya ke dokter hewan. Lalu, kamu lanjutkan dengan menceritakan alasan kenapa dia harus check-up. Kamu juga bisa berikan dia camilan favoritnya. Supaya, dia kembali merasa nyaman denganmu.

5. Bawa dia ke dokter hewan

Kadang-kadang, kucingmu sedang nggak ngambek. Melainkan, dia sedang menunjukkan gejala sakit. Kucing yang marah saat kamu sentuh bagian tubuh tertentu misalnya, bisa saja mengalami pembengkakan di daerah tersebut. Selain itu, kucingmu juga bisa saja menunjukkan gejala sakit saat dia menolak buat makan makanan kesukaannya. Kalau kucingmu mendadak jadi suka kencing sembarangan, bisa jadi itu pertanda dia menderita sakit ginjal.

Kesimpulan

Sama seperti anak kecil, kucing juga bisa ngambek. Ciri-ciri kucing ngambek juga bermacam-macam. Dia bisa menunjukkannya lewat sorotan mata yang terlihat sewot atau lewat cakaran dan gigitan. Beberapa kucing bahkan menunjukkan kekesalannya dengan buang air sembarangan di tempat tidur pemiliknya. Walaupun lucu, jangan coba-coba buat mengelus kucing yang lagi marah ya. Apalagi saat semua bulunya lagi mengembang. Sama seperti manusia, kucingmu kadang-kadang butuh timeout supaya bisa kembali tenang. Tapi, ciri-ciri kucing ngambek bisa juga tanda kalau dia sebenarnya sedang sakit. Bawa dia ke dokter hewan jika perlu, ya.

Baca lebih lanjut: 10 cara mudah mengatasi kucing birahi tanpa dikawinkan »