10 gejala kucing terkena flu beserta solusinya

Sama seperti manusia, kucing ternyata bisa mengalami flu juga lho. Gejala kucing flu ditandai dengan nafsu makan berkurang, sering bersin, mata dan hidung berair hingga sariawan. Untuk tahu secara lengkap gejala kucing yang terkena flu, simak pembahasan berikut ini sampai selesai.

1. Nafsu makan kucing berkurang

Nafsu makan kucing bisa berkurang karena berbagai macam faktor. Mulai dari bosan dengan makanan hingga sakit. Namun, apa bedanya nafsu makan berkurang karena bosan dan sakit?

Jika nafsu makan kucing berkurang namun tetap aktif, maka kucing kamu bisa jadi sedang bosan dengan makanannya. Berbeda jika kucing yang biasanya aktif dan nafsu makannya tinggi, tiba-tiba tidak mau makan. Gejala tersebut menunjukkan bahwa kucing sedang sakit.

Apakah berarti kucing sedang terkena flu? Tidak juga. Bisa jadi kucing kamu sedang sakit di bagian mulut, misalnya sakit gigi.

Lalu apa bedanya nafsu makan menurun karena flu dan penyakit mulut? Perbedaannya adalah adanya bau mulut. Jika kucing kamu memiliki bau mulut yang menyengat, berarti nafsu makan berkurang bisa disebabkan karena penyakit mulut. Sedangkan jika tidak ada bau mulut, berarti kucing sedang mengalami flu.

Lantas, kenapa nafsu makan kucing menurun saat flu? Hal tersebut disebabkan karena perut kucing terasa tidak enak dan menyebabkan kucing tidak memiliki energi. Akibatnya, kucing menjadi tidak mau makan dan minum.

2. Mata kucing memerah

Saya pernah nih mendapati mata kucing saya memerah. Awalnya saya pikir itu hanya iritasi karena terlalu sering main di luar. Kemudian saya amati lagi, kenapa kucing saya sering bersin, bahkan ada kotoran di bagian matanya. Setelah saya periksa dengan lebih teliti, ternyata kucing saya sakit flu dan matanya menjadi merah karena terlalu sering bersin.

3. Kucing sering bersin

Kucing ternyata bisa bersin juga lho. Pada dasarnya, kucing memiliki indera penciuman yang luar biasa sensitif apalagi saat sakit. Karena terlalu sensitif, intensitas bersin pada kucing flu jauh lebih banyak dibandingkan biasanya.

Lama kelamaan, akan muncul kotoran di hidung kucing. Jika kamu mendapati kucing bersin berlebihan dan ada kotoran di hidungnya, bisa jadi kucing milikmu sedang terkena gejala flu. Jadi, hati-hati ya kalau kamu hendak membersihkan kotoran pada hidung kucing. Pastikan virus flu kucing tidak menular pada kucing yang lain.

4. Kucing menjadi sering batuk

Batuk disebabkan karena peradangan yang terjadi pada tenggorokan. Seperti yang diketahui bahwa flu pada kucing terjadi karena infeksi pernafasan yang disebabkan pathogen. Beberapa patogen tersebut adalah Bronchiseptica dan Chlamydophila felis.

Jika dibandingkan, Chlamydophila felis menyebabkan gejala paling parah. Bahkan, kucing tidak hanya bisa batuk namun juga mengalami borok di bagian mata.

Namun, baik Bronchiseptica ataupun Chlamydophila felis, keduanya sama-sama menyerang saluran pernafasan. Kucing kemudian akan mengeluarkan ingus. Penumpukan ingus tersebut yang menyebabkan pernafasan kucing menjadi terganggu dan mengakibatkan batuk.

5. Kucing mengeluarkan ingus

Sama halnya seperti manusia, gejala kucing terkena flu adalah ingusan. Kucing yang terkena flu juga mengeluarkan ingus lho. Ingus yang dikeluarkan oleh kucing akan membasahi hidung. Jika tidak dibersihkan, ingus akan menumpuk dan membuat kucing tidak bisa bernafas ataupun mencium bau dengan baik.

6. Badan kucing lemas

Saat kondisi normal, kucing cenderung akan lebih aktif bergerak, misalnya berlarian. Namun, ketika sakit seperti terserang flu, kucing cenderung akan lebih diam dan terlihat lemas. Ini karena kucing merasa badan dan sendi terasa sakit dan kaku. Dengan begitu, kucing akan terlihat lemas dan bergerak lebih pelan.

7. Suhu badan kucing meningkat, sampai menyebabkan demam

Pada dasarnya, kucing termasuk yang memiliki suhu tubuh sekitar 37-39 derajat Celcius. Namun, kucing yang sedang demam memiliki suhu yang lebih tinggi dari 39 derajat Celcius. Demam pada kucing ini bisa disebabkan karena 2 hal berikut ini:

  • Pyrexia: kondisi kucing yang sedang melawan penyakit pada tubuh. Jadi, semakin keras tubuh kucing bekerja melawan penyakit maka akan semakin tinggi suhu badannya. Jika dibiarkan, maka Pyrexia akan menyebabkan kerusakan organ, misalnya: kerusakan otak.
  • Hipertermia: kondisi ini disebabkan karena paparan suhu panas yang yang Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mempengaruhi kesehatan kucing kamu.

Karena hal tersebut, jika kucing terlihat demam atau flu, ada baiknya segera memeriksakan ke dokter hewan ya. Lalu, bagaimana cara mengukur suhu kucing? Satu-satunya cara mengecek suhu kucing adalah dengan menggunakan termometer di bagian dubur atau telinga.

Tahapan untuk mengecek suhu kucing lewat dubur adalah sebagai berikut ini:

  • Siapkan termometer khusus untuk hewan, pelumas seperti K-Y atau petroleum jelly, tisu, makanan kucing dan alkohol.
  • Gendong kucing kamu atau minta bantuan orang lain untuk memegang kucing selama masa pengukuran suhu badan kucing.
  • Jika kamu menggunakan termometer khusus untuk hewan peliharaan, kamu hanya perlu mengecek suhu lewat telinga. Sedangkan jika lewat dubur, maka beri pelumas terlebih dahulu ke thermometer.
  • Masukkan termometer ke dubur kucing kamu dengan kedalaman sekitar 2,5cm dan diamkan selama 2 menit.
  • Setelah itu, cek berapa suhu kucing kamu dan berikan makanan ke kucing sebagai imbalan. Saya biasanya memberikan Me-O Creamy Treats. Jika suhu lebih tinggi dari 39 derajat Celcius, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • Jangan lupa ya untuk membersihkan termometer dengan tisu dan alkohol agar tetap steril.

8. Mata kucing berair

Dalam kondisi normal, mata pada kucing tidak akan berair. Namun, kucing yang sedang flu akan memiliki mata yang berair.

Sebenarnya, mata berair ataupun lengket adalah gejala awal yang perlu kamu perhatikan lho. Kondisi ini terjadi karena infeksi saluran pernafasan bagian atas dan menyebabkan cairan keluar dari mata.

Jika kamu mendapati mata kucing berair, ada baiknya segera cek suhu badannya atau langsung ke dokter hewan ya. Dengan begitu, kucing kamu akan mendapatkan penanganan yang tepat sebelum kondisi semakin parah, misal kucing terkena infeksi mata konjungtivitis.

9. Kucing mengalami sariawan di bagian rongga mulut atau lidah

Sariawan biasanya menyerang kucing yang terkena calicivirus. Penyebab penyakit saluran pernafasan ini bisa menyebabkan pilek dan mata yang berair.

Kucing yang sariawan biasanya memiliki bau mulut tidak sedap. Jadi, kamu harus cek lebih dahulu apakah kucing kamu sedang sariawan atau tidak. Jika ternyata kucing kamu sariawan, akan lebih baik segera dibawa ke dokter.

Kenapa? Karena jika sariawan tersebut disebabkan oleh Calicivirus dan Rhinotracheitis, akan menyebabkan penyakit pernafasan. Jika dibiarkan, tentu akan membuat kucing kamu tidak nyaman dan bisa menyebabkan kucing mati.

10. Kucing tidur terus-menerus

Kucing yang sedang sakit akan merasa badannya sakit, linu dan lemas. Akibatnya, kucing tidak nafsu makan, energi  tubuhnya menurun dan tubuh mudah lelah.

Untuk menghemat energi dan juga agar tubuh tidak semakin sakit, kucing yang terserang flu cenderung tidur terus. Jika pun kucing bergerak, maka pergerakannya akan sangat lambat dan terlihat lesu.

Berapa lama gejala flu kucing berlangsung?

Dalam kondisi normal, gejala kucing terkena flu akan berlangsung selama 7-10 hari. Mulai minggu kedua dan ketiga, kucing kamu akan mulai membaik dan sembuh.

Dibandingkan dengan kucing dewasa, anak kucing lebih rentan untuk terkena flu dan susah untuk sembuh. Hal ini disebabkan karena sistem imun anak kucing belum sebaik kucing dewasa.

Apabila lebih dari 1 minggu kucing kamu belum juga membaik keadaannya, segera bawa ke dokter untuk menjalani pemeriksaan. Dokter bisa memberikan pemeriksaan secara menyeluruh dan penanganan yang tepat.

Cara mengatasi kucing flu

Jika kucing kamu sedang flu, selain mematuhi saran dokter, kamu bisa melakukan cara berikut agar kucing cepat sembuh:

1. Pisahkan kucing yang memiliki gejala flu dengan kucing yang sakit

Jika kamu memiliki kucing lebih dari 1, pisahkan lebih dahulu antara kucing yang sehat dengan kucing yang sakit. Pemisahan kucing ini dilakukan untuk mencegah agar flu tidak menyebar atau menjangkiti kucing lain.

2. Selalu bersihkan mata dan hidung kucing

Tetap jaga agar mata, hidung dan tubuh kucing tetap bersih ya. Bersihkan lendir, cairan dari mata ataupun kotoran pada mulut dan mata.

Jika lendir ataupun mata yang berair dibiarkan, akan menyebabkan flu menjadi lebih parah. Misalnya infeksi mata dan peradangan yang semakin parah sehingga membuat kucing tidak nyaman.

3. Jangan memandikan kucing yang memiliki gejala flu

Walaupun kamu harus menjaga kebersihan badan kucing, namun jangan dimandikan dulu ya. Lho, kenapa? Ini karena kucing yang flu memiliki suhu yang tinggi dan harus dijaga agar tetap hangat. Kalau kamu memandikan kucing yang sedang flu, itu justru akan menyebabkan kondisi semakin parah.

Jika pun kamu ingin memandikan kucing yang sedang flu, kamu bisa menggunakan waslap yang dibasahi dengan air hangat. Kemudian, usap ke badan kucing secara menyeluruh. Dengan begitu, kotoran dan kuman bisa dihilangkan.

4. Berikan waktu istirahat

Jangan lupa untuk memberikan waktu istirahat untuk kucing kamu ya. Saya sarankan, kamu menyediakan tempat istirahat yang nyaman, tidak lembab dan kondisinya bersih. Dengan begitu, kucing kamu akan lebih nyaman dan lebih cepat pulih.

5. Biarkan kucing berjemur

Kucing kamu butuh waktu berjemur lho selama 10-15 menit di pukul 08.00-09.00. Tujuannya adalah agar tubuh kucing tetap hangat dan sistem imunnya meningkat. Dengan begitu kucing kamu akan lebih cepat sembuh.

6. Berikan makanan bernutrisi

Jangan lupa untuk memberikan makanan yang bernutrisi. Pilih jenis makanan dengan kandungan vitamin B agar kucing semakin cepat sembuhnya.

Rekomendasi obat & vitamin untuk kucing yang mengalami gejala flu

Jangan lupa untuk memberikan vitamin agar proses penyembuhan kucing berlangsung dengan lebih cepat. Beberapa jenis vitamin untuk kucing flu adalah:

  • Coldy Cat: Obat ini berbentuk cairan untuk kucing dewasa ataupun anak kucing. Manfaatnya adalah untuk mengatasi gangguan kesehatan kucing seperti berikut:
    1. Flu.
    2. Demam tinggi.
    3. Radang mata.
    4. Hidung yang mengeluarkan ingus.
    5. Nafsu makan yang berkurang.
  • For Flu: obat ini berbentuk cairan. Manfaatnya adalah untuk mengatasi flu, bersin, pilek dan demam pada kucing.
  • Flu Cat: obat flu untuk kucing ini berbentuk cairan dan biasanya dijual dalam kemasan 30 ml. Flu Cat bisa diberikan ke kucing untuk mengatasi flu dan pilek.
  • Stop Flu: obat flu untuk kucing ini berbentuk cairan dan memiliki kandungan seperti antibiotik agar kucing cepat sembuh. Jika kamu ingin membeli obat ini, Stop Flu disediakan dalam bentuk kemasan 30 ml.

Poin penting terkait kucing yang terindikasi memiliki gejala flu

Jika kucing kamu mengalami flu, maka kamu akan menemui gejala seperti berikut ini:

  • Nafsu makan kucing berkurang.
  • Mata berair.
  • Mata memerah.
  • Hidung mengeluarkan ingus.
  • Batuk.
  • Sariawan.
  • Sering bersin.
  • Panas atau demam.
  • Tidur terus.
  • Badan lemas.

Jika kamu menemukan gejala tersebut pada kucing milikmu, segera lakukan perawatan, seperti:

  • Membersihkan mata, tubuh dan hidung kucing.
  • Tidak memandikan kucing.
  • Memberi makanan bernutrisi, vitamin dan obat flu kucing.
  • Memisahkan kucing yang sehat dan yang sakit.
  • Membiarkan kucing beristirahat.
  • Membiarkan kucing berjemur.
  • Membawa kucing ke dokter hewan untuk pengobatan.

Baca lebih lanjut: 20 ciri-ciri kucing sakit dan cara mendeteksi penyakitnya [100% akurat] »