Inilah 11 sebab kenapa kucing mengeong terus-menerus

Kenapa kucing saya mengeong terus-menerus? Mungkin ada banyak hal yang ingin disampaikan kucing dengan cara mengeong terus-menerus. Kamu perlu mencari tahu apa keinginannya, bisa jadi si kucing sedang mengalami permasalahan kesehatan yang serius. Pada artikel ini, saya akan membagikan 11 sebab kenapa kucing tidak berhenti mengeong. Mulai dari kucing sedang birahi, kucing terserang penyakit hyperthyroidism, sampai kucing kesepian. Yuk, simak pembahasannya sampai selesai.

1. Kucing sedang birahi berat

Kenapa kucing saya mengeong terus-menerus disertai perilaku aneh? Kucing mengeong sambil berguling-guling di lantai. Dan kucing gemar melakukan spraying sembarangan. Kucing menjadi lebih agresif dari pada biasanya. Ini kenapa? Tenang, kucing kamu tidak kenapa-kenapa. Itu hanya kucing sedang birahi berat.

Kucing yang birahi berat akan lebih sering mengeong. Tujuan si kucing mengeong adalah untuk memanggil lawan jenisnya. Kucing yang sama-sama birahi akan saling sahut menyahut. Ya, mirip adegan orang PDKT gitulah!

  • Hi, neng sendirian aja? Boleh kenalan?
  • Hi, bang. Boleh!
  • Nama kamu siapa? Kamu lebih suka Whiskas atau Me-O Creamy?
  • Stevia bang. Suka semua bang. Asal dibeliin.
  • Okay, abang beliin, yuk, kencan di atap rumah mang Jajang.
  • Boleh, eneng pamit majikan dulu ya.

Catatan: episode berikutnya disensor, karena ada adegan kucing dewasa.

Kalau diterjemahkan ke bahasa manusia mungkin seperti itu. Haha.

2. Kucing terserang penyakit hyperthyroidism

Kucing yang tidak berhenti mengeong bisa berarti si meong sedang terserang penyakit hyperthyroidism. Menurut Peterson (2013), penyakit hyperthyroidism adalah penyakit akibat kelebihan thyroid hormon, thyroxine, triiodothyronine di dalam sirkulasi tubuh kucing.

Kucing yang mengalami kelebihan hormon tiroid akan mengalami malfungsi organ. Akibatnya, seluruh badan kucing merasa tidak nyaman. Karena kucing tidak bisa menulis dan menceritakan kondisi tubuhnya, kucing hanya akan terus menerus mengeong. Dengan harapan, majikannya segera memberinya obat untuk menyembuhkan rasa sakit dibadannya.

3. Kucing kehilangan penglihatan atau pendengaran

Bagi pemilik kucing pemula, kamu pasti belum pernah merawat kucing tua. Kucing tua mengalami banyak permasalahan kesehatan, seperti: penurunan fungsi ginjal, penurunan pendengaran, kehilangan penglihatan, dll.

Saya pernah memelihara kucing tua titipan dari tante saya. Apabila lampu kamar saya matikan, kucing tiba-tiba mengeong terus-menerus. Dan saat lampu kembali saya nyalakan, kucing diam. Semula saya kira si kucing melihat hantu atau semacamnya.

Setelah tante saya pulang dari liburan, saya menceritakan kejadian tersebut. Barulah saya mendapatkan jawaban dari pengalaman aneh saya tersebut. Kucing tua yang mengalami penurunan pendengaran dan penglihatan akan merasa buta saat lampu mati. Kucing yang tidak bisa melihat di dalam gelap merasa tersesat dan ketakutan. Apalagi  jika kucing tuli, suasana di malam hari akan semakin senyap. Hanya bunyi hissing dan kesunyian yang dia rasakan.

Akhirnya, kucing memutuskan untuk mengeong terus-menerus untuk memanggil majikannya. Saat si kucing sudah melihat dan mendengar suara majikannya dia merasa tenang.

4. Kucing sudah pikun

Saat kucing berusia senja dan menua, kemampuan kognitif kucing menurun. Artinya, kucing menjadi pikun atau mengalami demensia. Kucing yang sudah pikun akan sering merasa takut dan bingung. Karena setiap hari dia selalu merasa tidak mengenal lingkungan di area tempat tinggalnya.

Kucing pikun yang sudah mulai bingung dan ketakutan akan meratap sejadi-jadinya. Kucing akan mengeong terus-menerus sampai dia merasa tenang. Ciri-ciri kucing yang mengalami pikun atau demensia:

  • Pertama, kucing menjadi lebih mudah marah.
  • Kedua, kucing tidak mengenali majikannya.
  • Ketiga, kucing lebih sering tidur.
  • Keempat, siklus hidup kucing berubah.
  • Terakhir, kucing kehilangan gerak koordinasi dan sering mengompol.

Jadi, jika kamu bertanya kenapa kucing tua saya terus-menerus mengeong, itu bisa jadi si kucing sudah pikun. Solusinya, berikan benda yang memiliki bau khas dari lokasi tempat si kucing tinggal. Dengan mengingatkan kucing akan tempat tinggalnya, kucing akan menjadi tenang dan tidak ketakutan.

5. Kucing terserang feline hyperesthesia syndrome

Feline hyperesthesia syndrome adalah penyakit kelainan saraf yang menjangkit kucing dewasa. Kucing akan menjadi sangat sensitif terhadap rasa sakit dan rasa senang. Sehingga, kucing akan liar dan gila. Kondisinya seperti si kucing sedang berhalusinasi.

Kucing yang terjangkit feline hyperesthesia syndrome dapat menangis dan mengeong dengan keras. Kenapa kucing yang terserang feline hyperesthesia syndrome mengeong terus-menerus? Karena kucing merasakan perubahan suasana hati yang aneh. Belaian angin sepoi-sepoi saja dapat menjadikan kucing merasa seperti dianiaya. Sedikit rasa sakit dapat menjadikan kucing sangat kesakitan. Dan kucing akan sering menggaruk-garuk bulunya sampai rontok untuk menghalau sakitnya, akan tetapi itu sia-sia.

6. Kucing mengeong terus-menerus karena merasa sakit

Kucing tidak selalu merintih saat sedang sakit. Si kucing dapat menahan rasa sakit tersebut sampai batas tertentu. Akan tetapi, saya pernah melihat kucing yang menangis dan mengeong terus-menerus ketika merasakan sakit.

Kejadian ini pada bulan Juni, saat kucing saya mendadak berperilaku aneh. Si meong bolak-balik ke litterbox, akan tetapi dia tidak bisa kencing. Setelah kesekian kalinya, si kucing pasrah, dia menangis dan mengeong sejadi-jadinya.

Setelah melakukan pemeriksaan kantung kemih dan melihat tanda-tanda kencing kucing di litterbox, saya paham. Kucing saya terserang feline lower urinary tract disease (FLUTD). Kucing saya tidak bisa buang air kecil (pipis) karena ada penyumbatan di saluran kemihnya. Tidak bisa pipis itu rasanya pasti sakit banget bagi kucing. Karena kucing saya yang tidak pernah mengeong kesakitan mendadak mengeong terus-menerus.

Setelah saya bawa ke dokter hewan dan mendapatkan pertolongan pertama, akhirnya si kucing dapat pipis dengan lancar. Semenjak itu, saya mulai menjaga kucing agar tidak dehidrasi dan membelikan urinary cat food. Jika kucingmu mengeong terus-menerus karena tidak bisa pipis dengan lancar, kemungkinan si meong terserang FLUTD. Segera bawa ke dokter hewan terdekat ya.

7. Kucing mengeong terus-menerus karena bosan atau kesepian

Kucing juga bisa merasakan bosan dan kesepian layaknya manusia lho. Apabila kamu memelihara satu ekor kucing di dalam rumahmu dan si kucing tidak memiliki teman, kucing bisa kesepian. Banyak kasus kucing kesepian saat pemilik kucing meninggalkan si meong sendiri di rumah selama beberapa hari.

Kucing yang sendiri di rumah merasa sangat bosan dan kesepian. Dia mau main di luar tapi tidak bisa keluar. Akhirnya, si kucing hanya bisa mengeong terus-menerus. Dia ingin diperhatikan dan diajak bermain. Ya, itulah alasan kenapa kucing mengeong terus-menerus. Dia tidak suka kesepian. Jadi, jangan tinggal kucing sendirian di rumah saat kamu liburan. Lebih baik, kamu titipkan kucing ke tempat penitipan hewan saja.

8. Kucing merasa sangat lapar

Kucing yang merasa sangat lapar juga sering mengeong terus-menerus. Si meong akan mengikutimu ke mana pun kamu pergi. Dan di sepanjang jalan dia akan terus mengeong. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa manusia, mungkin hasilnya seperti ini:

  • Kasih aku makan.
  • Aku lapar.
  • Kasih aku makanan yang enak.
  • Aku lapar.
  • Kasih aku makan sekarang dong.
  • Aku lapar banget.

Dan kucing akan terus mengeong sampai kamu memberinya makan. Haha. Pastikan kamu memberikan makanan kucing kesukaannya.

9. Kucing sedang stress

Kucing yang sedang stress akan bersuara keras dan mengeong terus-menerus. Ini disebabkan oleh, kucing tidak dapat mengendalikan suasana hati dan emosinya. Kucing stress akan marah terus-menerus dan mencakar apapun yang ada di dekatnya.

Saya sarankan, segera bawa kucing stress tersebut ke dokter hewan. Dengan sedikit suntikan obat penenang, kucing akan tenang dan tidak mengeong lagi. Dan dokter hewan akan memeriksa penyebab kucing stress. Apakah itu karena birahi atau karena penyakit tertentu. Jadi, selalu perhatikan perubahan perilaku kucing kamu ya.

10. Kucing ingin masuk ke dalam ruangan

Nah, ini sering terjadi pada kucing indoor yang melarikan diri dari rumah. Kucing indoor yang terbiasa hidup nyaman di dalam rumah akan mengeong terus-menerus saat terkunci di luar rumah. Hal ini seperti seorang anak kecil yang menangis karena tidak dibukakan pintu oleh ibunya. Ya, seperti itu. Persis.

Kucing penakut yang terkunci di luar akan mengeong dan mengetuk pintu terus-menerus. Dia akan terus-menerus bersuara keras sampai kamu membukakan pintunya. Unik, ya? Hehe.

11. Kucing sedang cari perhatian

Alasan terakhir kenapa kucing mengeong terus-menerus adalah karena kucing sedang cari perhatian. Kucing itu hewan manja selalu senang diperhatikan. Dia akan mencari berbagai cara untuk mendapatkan perhatianmu. Mulai dari selalu mengikutimu, tidur di ruang kerjamu, duduk dipangkuanmu, dan mengeong terus-menerus kepadamu. Bagi manusia mungkin risih, tapi itu cara kucing menarik perhatianmu. Jadi, jangan mudah bete ya dengan tingkah si meong. Hehe.

Kesimpulan

Ada beberapa penyebab kenapa kucing terus-menerus mengeong. Mulai dari kucing lapar, kucing sedang sakit sampai kucing penakut terkunci di luar rumah. Untuk mengetahui penyebab pasti kenapa kucing mengeong terus-menerus, kamu perlu memahami perilakunya.

Akhir kata, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kamu yang sedang memiliki kucing yang sering mengeong. Jika kamu punya penyebab lain yang belum saya tuliskan, tolong kasih tahu saya melalui kolom komentar. Masukan dari pengalamanmu akan saya pakai untuk meningkatkan kualitas artikel ini. Makasih.

Baca lebih lanjut: 10 cara mengatasi kucing birahi tanpa dikawinkan »