Home » Info Kucing

Inilah 11 alasan kenapa kucing pipis sembarangan

Kamu pasti sangat jengkel dan frustrasi ketika kucing lucu kesayanganmu mulai pipis sembarangan. Aroma di dalam rumah menjadi sangat pesing dan tidak sedap. Apalagi kalau ada tamu yang datang, pasti bikin keki. Jangan dulu menghukum kucingmu karena pipis sembarangan. Mungkin itu tanda kucing sedang mengalami masalah kesehatan atau permasalahan lainnya. Yuk, pelajari 11 alasan kenapa kucing pipis sembarangan. Di akhir artikel saya akan kasih tips ampuh untuk mengatasi kucing yang suka pipis sembarangan. Let’s get right in!

1. Kucing sedang menandai daerah kekuasaannya (marking)

Alasan pertama kenapa kucing pipis sembarangan adalah untuk menandai teritorial miliknya (marking). Kucing merupakan hewan teritorial. Di mana, kucing akan selalu menandai daerah kekuasaannya di lingkungan tempat dia tinggal (marking). Ada beberapa cara kucing dalam menandai wilayah kekuasaannya.

  • Pertama, kucing meninggalkan bekas cakar pada pohon, dinding, atau pun benda di lingkungan tempat kucing tinggal.
  • Kedua, kedua kucing merontokkan beberapa bulu di tubuhnya.
  • Ketiga, kucing menandai daerah kekuasaan dengan pipis kucing. Jadi, kucing menandai daerah kekuasaannya dengan pipis miliknya. Dengan begitu, kucing lain akan paham kalau dia sedang memasuki wilayah kekuasaan kucing lain.

Nah, pada praktiknya, kucing menandai daerah kekuasaannya secara acak. Di mana, apabila wilayah tempat tinggalnya belum memiliki aroma yang dia kenali, dia akan pipis di sana (spraying). Menurut pengalaman saya, kucing jantan lebih sering pipis sembarangan (marking) dari pada kucing betina. Hal ini karena kucing jantan terlahir sebagai pemimpin atau penguasa teritorial. Jadi, untuk menunjukkan eksistensinya, si meong memberi tanda berupa bau pipis.

2. Kucing sedang birahi berat

Alasan kedua kucing gemar pipis sembarangan adalah kucing sedang birahi berat. Kucing sudah mulai birahi saat organ produksi kucing telah terbentuk dengan sempurna. Kucing dewasa yang birahi mengalami perubahan hormon di dalam tubuh. Jadi, tubuh kucing menjadi hangat dan gejolak untuk menemukan lawan jenis meningkat.

Lalu apa hubungan kucing birahi dengan kucing pipis sembarangan? Kucing birahi memiliki hasrat kuat untuk segera kawin. Dengan begitu, kucing akan memberi tanda kepada lawan jenisnya. Ada beberapa cara kucing dalam memanggil lawan jenisnya.

  • Pertama, kucing mengeong keras dengan nada yang manja. Jika kamu dengarkan dengan teliti, kucing birahi akan mengeluarkan suara meong yang unik.
  • Kedua, kucing akan pipis di lokasi yang menurut dia nyaman. Kucing akan selalu mendatangi tempat tersebut. Dengan harapan ada kucing lain yang tertarik akan dirinya.
  • Ketiga, kucing rajin nongkrong di tempat tempat-tempat tertentu untuk menarik perhatian.

Saya akan bahas kenapa kucing pipis sembarangan dari segi masa birahi saja. Kucing yang birahi entah itu kucing jantan ataupun kucing betina, bisa melakukan spraying. Cara kucing spraying berbeda dengan kucing kencing secara normal. Ada teknik khusus, di mana kucing akan menggosok-gosokkan tubuhnya di tempat yang ingin dia tandai. Setelah itu, ekor kucing akan bergetar sambil kucing menyemprotkan pipisnya sedikit demi sedikit.

Kucing birahi akan menandai lokasi keberadaannya berulang-ulang. Jadi, jika kamu tidak segera membersihkan tempat tersebut dengan cairan enzim, kucing akan kembali datang ke tempat itu. Si meong akan menandai untuk memperkuat aroma keberadaannya.

3. Kucing sakit FLUTD (Feline lower urinary tract disease)

FLUTD (Feline lower urinary tract disease) adalah penyakit saluran kencing bagian bawah. Penyakit ini bisa menyerang kucing betina maupun kucing jantan. Tapi, kasus yang paling dominan terjadi adalah FLUTD pada kucing jantan. Karena kucing jantan memiliki urinary tract yang panjang dan menyempit di bagian ujungnya. Apabila terjadi penyumbatan pada saluran kencing bagian bawah tersebut, kucing tidak dapat tuntas saat pipis.

Kebiasaan pipis tidak tuntas inilah yang menjadi alasan kenapa kucing jantan pipis sembarangan. Ini masalah serius. Karena penyakit FLUTD pada kucing jantan pasti berujung tidak bisa kencing. Jadi, jika kucing kamu sering pipis sembarangan dan kucing tidak pernah tuntas saat kencing, segera bawa ke dokter hewan.

Ada dua penyebab utama FLUTD:

  • Pertama, penyempitan pembuluh di saluran kencing kucing.
  • Kedua, penyumbatan pembuluh darah akibat adanya kristal struvite. Bahasa sederhananya, saluran pipis kucing tersumbat oleh batu kandung kemih.

Gejala kucing terkena FLUTD:

  • Pertama, disuria. Kucing kesulitan saat pipis.
  • Kedua, pollakiuria. Kucing mendadak sering mondar-mandir ke litterbox. Jadi, kucing sering bolak-balik pipis.
  • Ketiga, haematuria. Air kencing kucing berwarna merah muda, gelap bahkan berdarah.
  • Terakhir, kucing menjilati area genital terus-menerus. Dan kucing sering pipis di luar litterbox.

4. Kucing memiliki batu kandung kemih (bladder)

Kandung kemih adalah tempat penampungan air kencing kucing sebelum dikeluarkan melalui uretra. Apabila kucing mengalami permasalahan di ginjal, proses penyaringan urin akan terganggu. Akibatnya, kandung kemih kucing terdapat banyak endapan garam, kapur dan mineral lainnya.

Singkat kata, apabila endapan garam dan mineral ini terus menerus menumpuk. Endapan halus akan menjadi butiran kristal dan batu. Dokter hewan menyebutnya penyakit batu kandung kemih (bladder). Batu kandung kemih dapat menyumbat saluran pipis kucing. Apabila itu terjadi, kucing jadi sering merasa ingin kencing, tapi tidak pernah bisa tuntas saat kencing. Alhasil, kucing pipis sembarangan saat terasa ingin pipis.

5. Kucing terserang batu ginjal (kidney stones)

Alasan lain kenapa kucing pipis sembarangan adalah kucing sedang sakit batu ginjal (kidney stone). Batu ginjal adalah penyakit akibat terbentuknya garam/mineral di dalam ginjal kucing. Batu ginjal merusak kerja ginjal. Dengan begitu, air kencing kucing tidak keluar dengan baik.

Kucing yang menderita batu ginjal sering tidak sempat menuju ke litterbox. Akibatnya, kucing mencari spot pipis terdekat yang membuat dia nyaman. Pengobatan batu ginjal pada kucing sangat sulit, maka dari itu, apabila kucing kamu menunjukkan gejala penyakit batu ginjal segera lakukan pemeriksaan ke dokter hewan terdekat.

6. Kucing sedang stres

Mungkin kamu tidak percaya, apabila stress pada kucing dapat membuat kucing kencing sembarangan. Stress adalah kondisi di mana emosi dan perilaku kucing tidak terkontrol dengan baik. Kucing menjadi agresif, liar dan susah diatur.

Ada beberapa penyebab stress pada kucing, seperti:

  • Pertama, kucing menerima tindakan medis dari dokter hewan yang tidak ramah.
  • Kedua, kucing baru saja pindah rumah.
  • Ketiga, kucing kalah dalam pertarungan perebutan wilayah.
  • Terakhir, kucing kesepian dan bosan karena hanya sendirian di rumah.

Tanda-tanda kucing sedang stress:

  • Kucing mengalami diare.
  • Si meong pipis sembarangan.
  • Si kucing menjadi lebih senang bersembunyi.
  • Nafsu makan kucing menurun.
  • Kucing melakukan grooming secara berlebihan.

Catatan: Jika kucing kamu memenuhi tanda-tanda tersebut, sebaiknya kamu harus lebih perhatian dengan kucingmu.

7. Kucing belum menemukan ritme pipis yang teratur

Kucing yang baru saja pindah rumah sering mengalami stress. Akibatnya, pola minum dan ritme pipis kucing tidak beraturan. Kondisi ini membuat kucing lebih suka pipis sembarangan dari pada pipis di litterbox. Kenapa kucing melakukan hal tersebut?

  • Pertama, pola minum kucing berubah akibat stress dengan kondisi tempat barunya. Kucing perlu melakukan adaptasi terkait suasana, bau ruangan dan lingkungan rumah.
  • Kedua, kucing mencium berbagai bau yang asing di lingkungan barunya. Dengan begitu, kucing mau menandai beberapa tempat sebagai wilayah kekuasaannya. Kucing menandai lingkungan barunya dengan tiga cara, yaitu: memberi tanda cakaran kucing, merontokkan bulu dan pipis di tempat tersebut.
  • Terakhir, lokasi litterbox di tempat baru tidak nyaman. Dengan demikian, kucing lebih suka memilih pipis di tempat lain.

Catatan: Untuk mengembalikan kembali ritme pipis kucing, kamu perlu menghilangkan stress kucing terlebih dahulu. Buat si kucing nyaman di lingkungan barunya. Kemudian, lakukan pelatihan litterbox sekali lagi. Beberapa hari kemudian akan normal kembali.

8. Litterbox terlalu kecil dan tidak nyaman

Semakin hari, kucing kecil kesayanganmu akan tumbuh besar. Nah, tanpa kamu sadari, kotak pasir (litterbox) miliknya menjadi terlalu kecil. Kotak yang terlalu kecil sangat tidak nyaman untuk pipis. Akibatnya, kucing lebih suka pipis di luar rumah.

Bagaimana kalau musim hujan? Nah, saat spot favorit kucing pipis di luar rumah lembab, kucing akan mulai kencing sembarangan di dalam rumah. Untuk itu, selalu sediakan litterbox yang sesuai dengan usia dan ukuran tubuh kucing.

Rekomendasi litterbox:

  • Untuk kitten, belilah litterbox yang memiliki mulut pendek. Tujuannya agar kitten mudah naik ke litterbox.
  • Untuk kucing dewasa, belilah litterbox berukuran besar atau jumbo. Pastikan berukuran 3-4 kali lebar tubuh kucing. Saya menyarankan untuk membeli litterbox dengan model tertutup. Kenapa? Karena kucing dewasa memiliki kebiasaan menggali dan menutup pasir dengan gerakan kaki yang kuat. Jika litterbox milikmu terbuka, pasir akan keluar dari litterbox. Dengan begitu, kamu perlu membersihkan pasir yang berceceran setiap hari.
  • Untuk kucing tua, belilah litterbox berbentuk rumah yang hangat. Kucing tua mengalami penipisan bulu di tubuh. Alhasil, kucing mudah merasa dingin. Apabila kucing tidak nyaman dengan litterboxnya, kucing akan kembali kencing sembarangan.

 

9. Jumlah litterbox terlalu sedikit

Jumlah litterbox yang terlalu sedikit, membuat kucing tidak mau pipis kotak pasir, sebelum tempat tersebut dibersihkan. Ingat, kucing itu sangat pemilih dan suka kebersihan. Jika litterboxnya kotor saat jadwal kucing pipis, kucing memilih pipis di tempat lain. Idealnya sih, satu kucing memiliki minimal 2 litterbox. Satu untuk pipis dan satu untuk pup. Tapi, kadang kucing bisa bergantian memakainya.

Praktisi kucing selalu mengingatkan untuk memiliki lebih dari satu litterbox di rumah. Misalnya begini:

  • Apabila kamu punya kucing 1, maka minimal kamu punya 2 litterbox.
  • Jika kamu punya kucing 2, maka minimal kamu punya 4 litterbox.
  • Dan jika kamu punya kucing 3, maka minimal kamu punya 6 litterbox.

Jadi, kamu memberikan 1-2 litterbox tambahan di dalam rumahmu. Tujuannya sederhana sih, apabila kamu sedang sibuk dan lupa membersihkan litterbox, kucing bisa menggunakan litterbox yang lain. Kamu dapat meletakkan litterbox di beberapa tempat yang berbeda. Dengan begitu, kucing tidak akan kencing sembarangan.

Catatan: Itu aturan minimal, kalau kamu punya budget lebih banyak, kamu boleh membeli litterbox tambahan.

10. Kucing sedang sakit dan tidak mampu mencapai litterbox

Saya pernah merawat kucing sakit, dia mengalami demam dan malas bergerak. Karena saya tidak ingin sakit kucing menular ke kucing lain. Akhirnya, si meong saya kandang selama beberapa hari. Dan si kucing pipis di kandang.

Namun, sakit si kucing tidak kunjung sembuh. Saat  kucing saya lepas agar tidak bosan di kandang, kucing ingin ke litterbox. Karena kondisi kucing sakit, akhirnya kucing jalan sempoyongan. Dan si kucing lebih memilih pipis sembarangan.

Catatan: Kamu bisa mendekatkan litterbox ke tempat kucing sakit. Akan tetapi, apabila kucing tidak mampu untuk menjangkau litterbox, kucing akan tetap pipis sembarangan. Jadi, apabila kucing kamu sakit, jangan marahi dia apabila kencing sembarangan. Itu karena kondisi tubuh kucing sedang lemah.

11. Pasir di litterbox terlalu sedikit

Alasan terakhir kenapa kucing pipis sembarangan karena pasir di litterbox terlalu sedikit. Apabila sejak kitten kamu sudah melakukan training litterbox dengan benar, kucing akan menggali dan mengubur bekas pipisnya sendiri. Semakin dewasa, kekuatan dayung kaki kucing semakin kuat. Dan kucing akan lebih puas apabila dapat menggali lebih dalam.

Kasus muncul saat jumlah pasir terlalu sedikit. Kucing sudah menggali sesuai keinginan dan kebutuhannya, akan tetapi hasilnya tidak memuaskan. Apabila kucing terpaksa pipis di pasir tersebut, kucing tidak dapat menimbunnya dengan baik. Awalnya sih biasa saja, tapi semakin hari kucing semakin tidak nyaman akan hal tersebut. Alhasil, kucing menjadi lebih suka pipis sembarangan.

Catatan: Tolong selalu pastikan kotak pasir kamu berukuran sesuai tubuh kucing. Dan lapisan ketebalan pasir minimal 5-7cm. Kadang penggantian jenis pasir juga membuat kucing enggan memakai litterbox, jadi pilihkan pasir yang cocok untuk kucingmu.

Kesimpulan

Ada beberapa alasan kenapa kucing pipis sembarangan. Mulai dari permasalahan kesehatan kucing, kucing sedang stress, hingga kucing birahi berat. Saya sudah mengulas ke-11 hal yang membuat kucing pipis sembarangan. Silakan kamu pelajari. Dengan paham akan hal tersebut, kamu tidak lagi buru-buru marah pada si kucing. Dan kamu dapat mencari solusi yang tepat akan permasalahan kucingmu.

Akhir kata, apakah ada informasi yang saya lupakan saat mengulas topik “kenapa kucing pipis sembarangan?”. Jika ada, ingatkan saya melalui kolom komentar sekarang. Nasihat dan masukan darimu akan saya jadikan renungan untuk menyempurnakan artikel ini.

Baca lebih lanjut: 5 alasan kenapa kucing tidak mau pup di pasir »