Panduan lengkap cara merawat kucing hamil hingga melahirkan

Kamu sedang membaca panduan komprehensif tentang topik “kucing hamil”. Artikel ini akan menjelaskan secara detail cara merawat kucing hamil dari awal kehamilan sampai melahirkan.

Apa yang akan kamu pelajari?

Apakah kamu ingin mempelajari tips dan trik merawat kucing hamil? Let’s go!

Berapa lama kucing hamil?

Pada kondisi normal, lama kucing hamil sekitar 58-67 hari. Perhitungan dimulai sejak ovum kucing dibuahi oleh sperma kucing jantan. Tapi, secara praktiknya sulit mendeteksi kehamilan di minggu pertama.

Jadi, menentukan ciri kucing hamil 1 minggu setelah berhubungan itu masih relatif sulit. Perubahan perilaku dan perubahan fisik kucing belum terlihat dengan jelas.

Jika kamu ingin tahu kehamilan kucing di minggu pertama, bawalah kucing ke dokter. Dokter hewan memiliki peralatan medis yang dapat mendiagnosis kehamilan dini dengan tepat.

Wah, kak! Kalau ke dokter hewan kan harus bayar. Apa tidak ada cara simple dan gratis? Hehe.

Ada, tapi kamu harus sabar. Mau?

Tunggu 15-18 hari setelah kucing dikawinkan. Saat ovum kucing betina sudah dibuahi dengan sempurna maka blastula akan terbentuk. Blastula akan memicu perubahan fungsi hormon. Hormon estrogen yang memicu birahi akan menghentikan gejolak birahi.

Selanjutnya, hormon estrogen akan memicu terbentuknya kelenjar susu. Perubahan kadar hormon estrogen inilah yang membuat perubahan perilaku dan fisik kucing. Tanda perubahan fisik akan terlihat jelas pada minggu ke-2 sampai minggu ke-3.

Kamu kesulitan mengawinkan kucing? Kucing kamu galak? Penakut? Dan suka pilih-pilih pasangan? Saya sudah menulis solusi cara mengawinkan kucing di sini. Pada artikel tersebut, saya telah mengulas panduan cara mengawinkan kucing sampai berhasil. Panduan newbie friendly, jadi mudah untuk dipelajari.

CATATAN: Masa kehamilan kucing kampung sekitar 58-67 hari. Sama seperti kucing ras yang lain. Tapi, jika terjadi kelainan kehamilan, kadang anak kucing lahir prematur.

Terus membaca: Bolehkah kucing hamil mandi? >>

Cara mengetahui kucing hamil

Jika kamu mau menunggu 15-18 hari, kamu dapat dengan mudah mengetahui kucing hamil. Amati saya perubahan sifat, perilaku dan kondisi fisik kucing betina. Setelah, 2-3 minggu tanda-tanda kucing hamil akan terlihat sangat jelas. Percaya deh!

Ciri-ciri kucing hamil

Kamu dapat mengetahui ciri-ciri kucing hamil melalui 3 cara:

  1. Mengamati ciri fisik kucing.
  2. Mengamati perubahan perilaku kucing.
  3. Mengamati perkembangan janin menggunakan alat Ultra Sonografi (USG)

Saya akan membahas satu persatu dari ketiga cara tersebut. Keep reading!

1. Ciri fisik kucing hamil

Pada bagian awal sudah saya jelaskan tentang hormon estrogen. Hormon estrogen akan merubah tampilan fisik kucing setelah dia positif hamil. Berikut ini ciri-ciri kucing betina hamil.

1. Puting kucing membesar dan memerah (pinking up)

Ciri ciri kucing hamil muda pertama adalah munculnya fenomena pinking up. Jadi, puting susu kucing betina akan membesar dan berwarna merah.

Kok bisa membesar?

Hormon estrogen memicu kelenjar susu untuk memproduksi air susu kucing. Jadi, seluruh perangkat kelenjar susu kucing akan membesar. Bagian yang paling mencolok secara fisik adalah puting susu.

Seperti ini penampakan pinking up:

Penampakan fenomena pinking up pada kucing bulu pendek.

Jika kamu menemukan tanda puting kucing betina seperti gambar tersebut. Fix, kucing betina kamu positif hamil.

Fenomena pinking up terjadi kepada seluruh ras kucing. Tapi, beberapa ras bulu panjang sering susah terlihat. Kamu dapat menyibak/mencukur bulu kucing area perut untuk melihatnya.

CATATAN: Pada kucing betina normal yang tidak sedang hamil, puting susu tidak menonjol dan berwarna pucat.

2. Perut kucing betina membesar

Pada kondisi hamil, perut kucing betina akan membesar. Secara normal, rahim kucing betina dapat menampung 3-6 anak dalam sekali hamil. Jadi, perut kucing akan semakin membesar dari hari demi hari pada masa kehamilan.

Kamu mungkin bertnya,”Bagaimana membedakan perut besar kucing hamil, kucing gemuk dan kucing cacingan?”.

Perhatikan tabel berikut ini:

Kucing Hamil Kucing Gemuk Kucing Cacingan
Perut kucing berisi embrio anak kucing.Perut kucing berisi lemak berlebih.Perut kucing berisi cacing parasit.
Selama masa kehamilan perut kucing akan terus membesar secara cepat sampai melahirkan.Perut kucing tidak membesar secara cepat. Besar kecilnya perut kucing ditentukan dengan menu makan kucing.Perut kucing membesar dengan tidak proporsional dan tubuh kucing terlihat sakit.
Perut akan kempes setelah melahirkan.Perut akan kempes setelah lemak tubuh kucing turun hingga tersisa 13%.Perut kucing akan kempes setelah parasit kucing mati dan dikeluarkan dari perut.
Proses alamiah setelah perkawinan.Menu makan kucing yang terlalu banyak lemak dan karbohidrat.Kucing terinfeksi cacing parasit yang berbahaya.
Tidak menimbulkan penyakit.Menurunkan kinerja organ dalam kucing.Menyebabkan penyakit kronis pada kucing.

Sekarang paham perbedaannya? Pada kondisi tertentu ada komplikasi kehamilan pada kucing. Jadi kucing hamil terserang cacing parasit. Sebaiknya, kamu segera memeriksakan kucing betina kedokter agar cacing tidak menginfeksi anak kucing.

3. Berat badan kucing akan bertambah 1-2 kg tanpa sebab yang jelas

Ciri fisik terakhir adalah terjadinya penambahan berat badan 1-2 kg secara instan. Loh, kok bisa?

Iya, tentu bisa. Karena embrio anak kucing telah tumbuh menjadi janin. Bayangkan ya, kucing mengandung 5 anak. Setiap anak berbobor 300 gram. Jadi, bobot janin kucing 1,5 kg. Make sense?

Semakin mendekati masa persalinan tubuh kucing akan semakin berat. Kalau tidak percaya, coba digendong atau ditimbang.

2. Perubahan perilaku kucing hamil

1. Kucing mendadak tidak mau dikawin kucing jantan

Rahim kucing mampu menampung 3-6 anak. Jadi, kucing betina kadang bisa kawin dengan 2-3 kucing jantan. Kamu tidak perlu khawatir, memang kucing betina seperti itu. Nanti, setelah hamil, siklus birahi kucing betina akan padam. Dan kucing betina akan menolak dikawin kucing jantan.

Apabila kucing jantan memaksa kawin, kucing betina akan membela diri dan melawan. Kenapa bisa begitu? Karena hormon birahi kucing betina telah menurun dan hormon kehamilan naik. Jadi, kucing betina sudah tidak mau dikawin.

2. Kucing Hamil Muntah (Morning Sickness)

Kucing betina yang baru hamil muda juga sering mual dan muntah. Sama seperti manusia, kucing betina juga mengalami morning sickness.

Kamu belum tahu tentang morning sickness? Itu loh, keseringan muntah di awal kehamilan.

Morning sickness bukan penyakit. Dan kamu tidak perlu takut. Itu memang fenomena di awal kehamilan. Akan tetapi, apabila kucing kamu mulai tidak mau makan, badan lemas dan pucat, segera bawa ke dokter. Nanti, kucing akan diberi makanan penambah nafsu makan kucing.

3. Nafsu Makan Kucing Meningkat

Kamu perlu menyediakan stok makanan lebih banyak untuk kucing betina yang sedang hamil. Kucing akan sering merasa lapar dan pengennya makan. Nafsu makan kucing dan porsi makan kucing akan meningkat berkali-kali lipat.

Tenang, itu hal wajar. Kucing tidak makan untuk dirinya sendiri. Dia juga makan untuk mencukupi nutrisi untuk anak kucing yang dikandungnnya.

Jika kamu punya cukup uang, belikan Royal Canin Pro Queen. Nutrisi makanan kucing tersebut mampu mencukupi kebutuhan kucing hamil dan anak yang dikandungnya.

4. Kucing Bertingkah Manja dan Selalu Ingin diperhatikan

cara-merawat-kucing-hamil-besar

Ini perilaku yang paling mencolok saat kucing hamil.

  • Pertama, kucing betina selalu mencari perhatian dan minta dimanja.
  • Kedua, kucing betina menjadi suka tidur.
  • Ketiga, kucing betina mulai membuat sarang.

Jika kamu telah mengetahui perilaku aneh tersebut, segera berikan perhatian ekstra. Cukupi kebutuhan dan keinginan kucing. Kalau perlu buatkan rumah kucing untuk kucing tidur.

3. Cara mengetahui kucing hamil melalui ultrasonograsi (USG)

Saat ini, klinik dokter hewan sudah alat ultrasonografi (USG) khusus untuk kucing. Melalui USG, kamu dapat mengamati perkembangan janin kucing dari awal kehamilan sampai kelahiran. Biaya USG kucing sekitar 200.000-500.000 rupiah. Tergantung tingkat kecanggihan alat USG dan keahlian dokter hewan.

Wah, ternyata harga USG kucing relatif mahal ya. Tidak ada diskon ya?

Coba tanya langsung ke klinik dokter hewan terdekat. Biasanya setiap setahun sekali ada program bakti sosial. Kadang-kadang ada USG gratis, vaksin gratis dan steril kucing gratis.

Hasil USG kucing, seperti gambar di bawah ini:

hasil USG pada kucing hamil

Hasil USG kucing berupa gambar hologram dengan warna hitam putih. Gambar USG akan di baca oleh dokter hewan untuk melihat perkembangan janin kucing. Kamu akan diberi tahu tentang jumlah anak, ada tidaknya kelainan, dan posisi anak di dalam rahim.

USG kucing dapat digunakan untuk mendeteksi respon uterus kucing saat hamil. Deteksi dini respon uterus dapat mencegah terjadinya kematian anak kucing yang akan lahir. USG juga dapat mendeteksi infeksi penyakit yang ada di dalam perut kucing. Jadi, kamu dapat mengetahu perkembangan kesehatan kucing dari awal kehamilan sampai melahirkan.

Baca juga: Cara mengobati kucing hamil mencret >>

Usia produktif kucing betina

Menurut kamu,” Sejak umur berapa kucing bisa hamil?”. Tulis jawaban kamu di kolom komentar ya.

Kucing betina memiliki masa pubertas yang berbeda-beda. Jadi, selama organ reproduksi kucing sudah sempurna, kucing betina dapat mengandung. Pada kondisi normal, kucing betina umur 4-6 bulan sudah bisa hamil.

Ada satu hal yang perlu kamu tahu. Kucing tidak memiliki masa menopause. Jadi, kucing dapat hamil dan beranak mulai dari umur 4-6 bulan sampai akhir hidupnya. Rahim kucing akan selalu subur dan selalu bisa hamil. Hebat, bukan?

Apakah tidak ada cara agar kucing tidak hamil? Jika kucing betina setiap 3 bulan beranak 5 maka setahun memiliki 20 anak. Belum lagi, kalau anaknya ikut beranak. Bisa-bisa terjadi ledakan populasi kucing.

>>> Klik di sini untuk mengetahu cara mudah agar kucing tidak hamil.

Masa kehamilan kucing

Masa hamil kucing berkisar antara 58-67 hari atau 2 bulan lebih dikit. Untuk mempermudah kamu memahami masa kehamilan kucing, saya bagi menjadi 3 fase:

  1. Trimester pertama.
  2. Trimester kedua.
  3. Trimester ketiga.

Mau tahu detail setiap trimester pada kehamilan kucing? Let’s dive in!

1. Trimester pertama

Masa kucing hamil trimester pertama adalah kandungan kucing berumur 0-3 minggu. Bisa dibilang, trimester pertama adalah masa hamil muda.

Kamu dapat memberikan multivitamin yang tidak mengandung kalsium. Terlalu banyak asupan kalsium tidak baik untuk pertumbuhan awal embrio anak kucing. Berikan makanan dengan nutrisi berkualitas tinggi untuk menjaga kesehatan kucing.

2. Trimester kedua

Trimester kedua kucing hamil dimulai dari hari ke-25. Pada umur kehamilan tersebut, dokter hewan dapat mendeteksi detak jantung janin kucing. Kamu juga bisa meminta dokter untuk melakukan USG untuk melihat perkembangan janin kucing.

Pada minggu ke-4 atau hari ke-30, mulailah menambah makanan kucing betina. Saya biasanya menambah hingga 50% dari menu harian kucing betina. Jadi, peningkatan pemberian makannya adalah 150%.

Apakah makanan bakal dihabiskan kucing? Ya, lihat saja. Biasanya sih habis. Karena kucing hamil akan sering makan. Bahkan lebih sering dari pada biasanya.

3. Trimester ketiga

Saat kehamilan kucing kamu menginjak hari ke-50, periksakan kucing ke klinik dokter hewan. Mintalah untuk melakukan radiografi (rontgen). Jadi, kamu tahu berapa anak kucing yang akan lahir.

Prosedur ini penting untuk dilakukan.

Kamu dapat mencegah resiko komplikasi saat persalinan. Misal: induk kucing kelelahan, anak kucing lahir dalam posisi sungsang, pyometra.

Saat memasuki trimester ketiga, kucing sudah menunjukkan perilaku bersarang. Kamu dapat membuatkan tempat bersarang dari alas yang lembut dan hangat. Taruh kotak bersarang kucing ditempat yang redup dan hangat.

Kucing yang masuk masa persalinan tidak suka cahaya terlalu terang.

PRO TIP; Jika kamu memiliki kucing berbulu panjang, kamu perlu memotong bulunya. Bersihkan bulu di area puting susu dan vulva seminggu sebelum persalinan. Hal ini untuk membantu kucing tetap bersih dan memudahkan kucing menyusui.

Makanan untuk kucing hamil

Sebagai pemilik kucing yang baik, kamu perlu menyediakan makanan bernutrisi untuk kucing. Pastikan gizi kucing seimbang dan jumlah makanan mencukupi. Jadi, anak kucing akan tumbuh dengan baik dan produksi ASI induk kucing berlimpah.

Apa saja nutrisi yang dibutuhkan kucing saat hamil?

  1. Protein berkualitas tinggi.
  2. Kalori berkualitas.
  3. Vitamin & mineral secukupnya

Kucing betina butuh banyak makanan bernutrisi tinggi sebagi sumber tenaga. Memelihara janin dari awal kehamilan sampai melahirkan itu capek. Apalagi pada kontraksi saat melahirkan, pasti sangat menguras tenaga.

Baca juga: Bolehkah kucing persia makan kuning telur saat hamil muda? >>

Rekomendasi makanan untuk kucing hamil

Nama ProdukTempat BeliHarga Produk
Royal Canin Mother Baby & Cat Dry Food (2kg)TokopediaRp 235.000
Royal Canin Mother Babycat-Makanan Basah Kucing Hamil Menyusui (195gr)TokopediaRp 25.700
Royal Canin Pro QueenTokopediaRp 100.000
Meo Kitten 1 kg Rasa Ocean FishTokopediaRp 61.000
Whiskas Junior 1kgTokopediaRp 70.000

Sebaiknya kamu memberi makan kucing hamil dengan makanan kering dan makanan basah. Jangan melulu makanan kering. Karena jika kucing merasa bosan makan makanan kering, dia akan mulai berburu tikus.

Mau tahu bagaimana cara saya mengelola pemberian makan kucing saat hamil? Keep reading!

1. Makanan kucing hamil untuk trimester pertama

Saat masa kehamilan berumur 0-3 minggu, saya sudah menambah porsi makanan kucing. Saya menambahkan 15% dari menu hariannya.

2. Makanan kucing hamil untuk trimester kedua

Masa trimester kedua yaitu saat kehamilan kucing berusia 4-7 minggu. Pada trimester kedua, kucing betina mulai meminta makan diluar jam makannya. Saya mulai memberi makanan basah sebagai nutrisi ekstra di malam hari. Jadi, saya mengkombinasikan makanan kering dan makanan basah.

Kamu juga harus mempertimbangkan asupan cairan kucing. Jika kucing minum dalam jumlah banyak, itu bagus. Namun, jika kamu melihat kucing jarang minum. Dan lidah kucing selalu menjulur keluar. Kamu dapat memberikan makanan basah dengan porsi yang lebih besar. Makanan basah mengandung lebih banyak air. Jadi, kebutuhan cairan kucing yang sedang mengandung akan tercukupi.

3. Makanan kucing hamil untuk trimester ketiga

Jaga keseimbangan antara makanan kering dan basah. Pastikan kucing tidak kekurangan cairan. Saya menambahkan ekstra 50% makanan kucing pada menu makan harian kucing.

Pada awal trimester ketiga, kucing akan minta makan setiap 4 jam sekali. Turuti saja. Nanti, semakin mendekati masa persalinan nafsu makan kucing akan menurun.

Gejala tersebut dikarenakan kucing mengalami beberapa kontraksi di perutnya. Jadi, kucing mulai gelisah dan stres menjelas persalinan. Akibatnya, kucing tidak mau makan. Jika kucing terlihat pucat dan lemes, kamu bisa belikan vitamin kucing di petshop.

4. Makanan kucing betina pasca melahirkan

Setelah kucing melahirkan semua anaknya, kamu harus tetap memberi kucing makanan bergizi. Karena kucing butuh banyak makanan untuk memulihkan diri dan memproduksi ASI kucing.

Pada masa pasca melahirkan, saya lebih banyak memberikan makanan anak kucing kering dan basah. Porsi yang saya berikan sekitar 150%. Saya ingin kucing betina tetap sehat dan bisa mandiri merawat anaknya. Saya juga sudah mengulas, 15 rekomendasi makanan untuk kucing menyusui. Silakan dipelajari sebagai bahan pertimbangan dalam memilih makanan kucing pasca melahirkan.

Poin-poin penting

  • Pertama, kucing hamil membutuhkan makanan dengan gizi seimbang. Makanan dengan protein berkualitas tinggi, kalori berlebih dan mengandung banyak vitamin.
  • Kedua, jangan hanya memberi makanan kering saja. Kombinasikan dengan makanan basah secara seimbang.
  • Ketiga, saat kehamilan kucing memasuki trimester ketiga, berikan makanan kitten. Kombinasikan makanan kucing kering dan basah. Tingkatkan porsi pemberian makanan sampai 150%.
  • Keempat, setelah kucing melahirkan, kucing akan memasuki masa menyusui. Pertahankan pola pemberian makan seperti poin ketiga. Berikan tambahan vitamin dan cairan untuk memperlancar ASI kucing.

Cara merawat kucing hamil

Secara alamiah, kucing betina sudah memiliki naluri untuk menjadi seorang ibu. Jadi, kucing betina dapat merawat dirinya dari awal kehamilan sampai melahirkan.

Tapi, itu cerita kalau kucing betina hidup di alam bebas. Kucing harus hidup mandiri dan berburu. Beda cerita kalau kucing sudah menjadi kucing indoor. Hehe.

Saya juga bingung mau mulai dari mana. Soalnya, saat saya merawat kucing hamil itu cuma sebagai pendamping sih. Jadi, segala hal sudah bisa dikerjakan sendiri oleh si kucing.

Saya cerita pengalaman saya saja ya? Setuju?

1. Trimester pertama

Pada trimester pertama kehamilan kucing saya tidak terlalu banyak melakukan perawatan. Saya sebatas memberikan menghilangkan kutu kucing, memandikan kucing dan memberikan makanan.

Saya melakukan ketiga hal tersebut agar kucing saya tetap bersih sampai masa persalinan. Dan anak kucing tidak terjangkit kutu.

By the way, apakah kucing kamu juga sedang kutuan? Saya punya solusinya. Klik di sini untuk mengetahui 5 cara mudah untuk menghilangkan kutu kucing. Dengan cara menghilangkan kutu tersebut, kucing saya bebas dari kutu sampai masa persalinan tiba.

Kak, mau tanya, dong! Emang boleh ya kucing hamil dimandikan?

Lah, emang yang ga bolehin mandiin kucing waktu hamil siapa? Hehehe. Kamu boleh memandikan kucing hamil asal tahu caranya. Saya sudah mengulas cara memandikan kucing hamil di sini. Kamu akan paham tentang beberapa tips mandi basah dan mandi kering untuk kucing yang akan melahirkan.

Nah, mengenai makanan kucing. setelah saya mengetahui tanda-tanda kehamilan pada kucing. Saya mulai memberi makan kucing betina dengan porsi 110%. Jadi, saya meningkatkan jatah makanannya.

Di sini saya masih menggunakan pakan kucing MAXI. Harga per 1 kg sekitar Rp 26.000. Kadang saya juga membuatkan makanan basah dengan daging ayam. Tapi cuma sebulan sekali. Kucing saya sangat lahap memakannya.

PRO TIP: Lebih baik mulai menghilangkan kutu kucing sejak kucing hamil muda. Jadi, anak kucing tidak akan tertular kutu dari induknya.

2. Trimester kedua

Saat kucing betina masuk trimester ke-2, saya mulai mengganti pakannya. Saya memberi 2 jenis makanan kucing, yaitu makanan kucing kering (dry food) dan basah (wet food).

  1. Dry Foot: saya beli Whiskas Junior. 1 kg harganya Rp 70.000.
  2. Wet Food: saya pakai Whiskas Junior sachet, 1 sachet Rp 6.000.

Mulai di hari ke-25, saya menaikkan porsi makanan kucing menjadi 130% + wet food di malam hari. Tujuannya supaya kucing gemuk dan tidak malnutrisi. Jika kamu ingin hemat, kamu bisa membeli wet food yang kalengan. Harga lebih murah dan isi lebih banyak.

Saya juga tetap memperhatikan kondisi asupan cairan kucing. Kadang-kadang kucing mulai jarang minum. Untuk mengatasi hal tersebut, saya mencampurkan wet food dengan banyak air dan mengaduknya.

Lalu, saya menambahkan beberapa dry food untuk mengurahi air berlebih. Selanjutnya, saya berikan kepada kucing. Ternyata makanan tersebut habis tak tersisa. Jadi, itu cara saya untuk mengatasi kucing hamil yang susah minum.

Hal lain yang saya lakukan adalah menghilangkan kutu. Loh, bukannya sebelumnya sudah? Ya, untuk jaga-jaga jika ada kutu yang terlewat.

3. Trimester ketiga

Kira-kira pada umur kehamilan hari ke-50 kucing sudah masuk trimester ketiga. Pada fase ini kucing sudah mulai menunjukkan perilaku bersarang.

Ada tiga hal yang saya lakukan pada trimester ketiga:

  1. Saya meningkatkan asupan makanan kucing mencapai 150% + wet food.
  2. Saya mulai membantu kucing untuk membuatkan sarang.
  3. Saya pergi ke klinik dokter hewan untuk melakukan pengecekan radiografi (rontgen). Ada dua keuntungan radiografi. Pertama, kamu dapat mengetahui jumlah anak kucing yang akan lahir. Kedua, kamu dapat mengetahui kelainan persalinan kucing lebih dini.

Apakah trimester ketiga perlu untuk memandikan kucing? Karena kucing saya sudah bersih, saya hanya mengelap bulunya saja. Tidak kurang dan tidak lebih. Kutu kucing juga sudah hilang. Jadi, saya pastikan kucing betina aman dari serangan kutu.

Oh iya, pada trimester ketiga, saya mengganti pakan kucing saya dengan Royal Canin Pro Queen.Kenapa diganti pakannya? Gini, saat mendekati masa persalinan, kucing akan mengalami penurunan nafsu makan. Jadi, mulai awal trimester ketiga, saya memberi nutrisi yang lebih baik.

5 tanda-tanda kucing siap melahirkan

Semakin mendekati hari persalinan, kucing mengeong terus. Beberapa bulu kucing rontok. Dan kucing terlihat gelisah. Berikut ini beberapa tanda-tanda kucing siap melahirkan.

1. Ukuran kelenjar susu kucing meningkat

Saat mendekati minggu terakhir kehamilan, kelenjar susu kucing akan bertambah besar. Kelenjar susu disusun dalam 2 baris paralel. Posisi kelenjar susu membentang di sepanjang dinding luar tubuh. Kelenjar ini memanjang dari daerah selangkangan hingga bagian bawah dadanya.

Kucing biasanya memiliki 4 pasang kelenjar susu. Sekitar 2 hari sebelum kucing melahirkan, dia akan mulai memproduksi ASI kucing. Jika kamu mau mengeceknya, kamu akan melihat cairan kental keluar dari puting kucing.

Kucing kamu mungkin menjilatnya atau dia bisa membiarkannya mengering begitu saja. Kadang kamu akan melihat puting susu kucing memiliki tanda berwarna keputihan.

CATATAN: Setiap puting susu kucing memiliki bau yang unik. Jadi, saat anak kucing lahir, dia akan menandai puting susu miliknya. Sehingga, anak kucing selalu menyusu ditempat yang sama.

2. Kucing mulai membuat sarang

Kucing kamu akan berperilaku aneh. Kucing mulai gelisah dan mulai mengumpulkan barang-barang untuk membuat sarang, seperti kain bekas, selimut, daun-daun, dan merontokkan bulu.

Kamu dapat membantu kucing kamu dengan meletakkan kotak kardus atau sarang yang telah kamu buat di ruangan yang tenang, hangat dan remang-remang, serta bebas dari angin.

Sarang yang berbentuk kotal sangat penting untuk melindungi anak kucing dari kedinginan. Anak kucing yang baru lahir masih memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Dia tidak dapat mengatur suhu tubuhnya.

Hal penting lain yang harus kamu lakukan adalah pastikan lokasi kotak sarang kucing jauh dari jangkauan keramaian, jauh dari anak-anak dan terisolasi dari hewan lain. Tips: Ajak kucing kamu untuk tidur di dalam kotak ini segera setelah kamu melihat perilaku bersarang dan puting susu telah mengeluarkan cairan putih.

3. Suhu badan kucing akan turun

Pada saat hamil badan kucing agak hangat. kamu dapat mengukur suhu kucing secara berkala dengan thermometer khusus kucing. Suhu normal kucing kamu antara 37,7º hingga 39,1ºC (100º hingga 102,5ºF).

Pada saat akan melahirkan suhu badan kucing akan menurun secara tiba-tiba. Satu atau dua hari sebelum melahirkan, suhu tubuhnya akan turun menjadi 37,2ºC (99ºF). kamu dapat mengukur suhunya di ketiak jika dia mengizinkan kamu.

4. Perubahan perilaku

Kucing kamu akan mulai menunjukkan perubahan perilaku yang mencolok. Selama minggu terakhir kehamilan, Kucing kamu mungkin menjadi senang bersembunyi di tempat tertutup (bersembunyi sebanyak mungkin di tempat terpencil di area rumah kamu) atau ia mungkin menjadi sangat manja.

Hal yang paling sering terjadi jika ia memiliki hubungan dekat dengan majikannya. Kucing yang sangat manja menginginkan majikannya untuk selalu menemaninya. Mereka mungkin sering menempel tetapi juga sangat terlihat gelisah.

5. Penurunan nafsu makan

Pada hari-hari terakhir mendekati kelahiran anak kucing, induk kucing akan mengalami penurunan nafsu makan. Dia akan menunjukan perilaku gelisah dan cemas. Kucing merasakan kontraksi yang terus menerus di perutnya. Desakan janin bayi yang semakin berat akan membuat kebanyakan kucing tidak merasa lapar. Dia akan menolak saat kamu beri makan.

Baca terus: Kucing melahirkan berapa anak? >>

Bagaimana cara kucing melahirkan?

Saat ingin melahirkan kucing akan mengeong terus menerus dan mulai terjadi kontraksi. Proses melahirkan pun dimulai. Proses pertama diawali dengan keluarnya darah pada saluran reproduksi kucing. Selanjutnya, anak kucing keluar satu persatu.

Aaah, ini momen yang paling mendebarkan. Saya bisa menangis melihat perjuangnya. Selamat ya cing, kamu sudah menjadi ibu dari anak-anakmu.

Pertanyaan seputar kucing hamil (F.A.Qs)

Biarpun saya sudah membahas topik “kucing hamil” ini secara detail. Tapi tetap saja, ada hal yang belum terjawab. Kamu dapat menuliskan pertanyaan kamu di kolom komentar. Untuk nantinya saya jawab di sini.

1. Umur berapa kucing bisa hamil?

Kucing betina sudah bisa hamil umur 4-6 bulan. Karena organ reproduksi kucing sudah berkembang secara sempurna.

Jadi, jika kamu tanya,”Kucing umur 5 bulan bisa hamil ga?” Jawabannya “YES”. Apakah kucing umur 6 bulan bisa hamil? Jawabannya “YES”. Sudah terjawab ya?

Saya ingin memberi tahu fakta. Ternyata kucing tidak memiliki menopause. Jadi, setelah dewasa, kucing dapat terus-menerus melahirkan anak sampai akhir hidupnya. Inilah yang menyebabkan ledakan populasi kucing liar. “Siklus reproduksi yang cepat dan tidak ada menopause”.

2. Bolehkah kucing hamil dikawinkan?

Sebaiknya jangan. Toh kamu sudah tahu kucing kamu sedang mengandung, bukan? Buat apa dikawinkan lagi? Jika ovum di dalam rahim kucing sudah dibuahi oleh sperma kucing jantan. Dikawinkan lagi pun sperma kucing jantan baru tidak akan mendapatkan ovum.
Dan lagi, biasanya setelah 3 minggu kucing positif hamil. Kucing betina sudah tidak tertarik dengan kucing jantan. Bahkan kucing betina akan melawan saat akan dikawin. Lagi pula, siklus birahi kucing betina juga sudah memudar.

3. Apakah kucing hamil boleh dimandikan?

Jawabannya “YES”. Kamu boleh memandikannya. Tapi ada caranya.

4. Apa ciri kucing hamil keguguran?

Sejujurnya, saya belum pernah merawat kucing betina yang keguguran. Tapi, saya pernah bertanya kepada dokter hewan tentang ciri kucing hail keguguran. Berikut ini 4 ciri kucing hamil keguguran:

1. Terjadi pendarahan abnormal pada organ reproduksi kucing.
2. Jaringan plasenta berwarna gelap.
3. Ditemukan gumpalan daging mirip janin yang keluar dari organ reproduksi kucing.
Seperti itu sih, setahu saya. Jika ada yang lebih paham, tolong tulis pengalamanmu di kolom komentar.

Baca lebih lanjut: Cara merawat anak kucing usia 0-8 minggu >>