Home » Info kucing » Mengapa kucing yang jatuh dari ketinggian tidak tampak kesakitan

Mengapa kucing yang jatuh dari ketinggian tidak tampak kesakitan

| | Category

Dua hari yang lalu, kucing Persia keponakan saya (Saskia) jatuh dari lantai dua setelah berkelahi dengan kucing liar. Saskia hanya bisa menangis sejadi-jadinya. Ya, namanya juga anak kecil. Dia pasti mengira kucingnya akan mati karena jatuh dari lantai 2. Akan tetapi, si kucing dengan santainya kembali lari-lari. Saskia yang tadinya shock sekarang kagum, “Kenapa kucing yang jatuh dari ketinggian tidak tampak kesakitan?”. Jawaban singkatnya karena kucing memiliki insting, indra penglihatan tajam dan otot kaki yang kuat. Jadi, sewaktu kucing jatuh, kucing dapat melakukan gerakan refleks yang efisien untuk mendarat dengan keempat kakinya. Di mana, kaki kucing memiliki fungsi sebagai peredam sehingga kucing tidak kesakitan. Untuk lebih jelasnya, baca pembahasan artikel ini sampai selesai.

Kaki kucing memiliki kemampuan shock absorber yang hebat

Pada penjelasan awal saya mengatakan bahwa insting bertahan hidup kucing aktif saat dia terjatuh dari ketinggian. Insting ini akan membuat kerja mata dan refleks kucing meningkat sampai 250%. Dengan begitu, kucing dapat melakukan gerakan yang efisien untuk pendaratan. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat ilustrasi komputasional dari Frederic Boyer di sini. Apabila kucing dapat mendaratkan kaki terlebih dahulu, daya hantam akan teredam oleh bantalan kaki dan otot kaki kucing. Akibatnya, kucing yang terjatuh dari ketinggian tidak tampak kesakitan.

Catatan: Kondisi kemunculan insting bertahan hidup kucing aktif saat kucing dalam kondisi bahaya, seperti kondisi hidup atau mati.

Kenapa bantalan kaki kucing dan otot kaki kucing dapat berfungsi seperti pegas shock absorber?

Alasannya sederhana, karena struktur kaki kucing memang berfungsi layaknya per peredam atau pegas. Ada 3 komponen utama kaki kucing yang berfungsi sebagai pegas:

  1. Bantalan kaki kucing.
  2. Struktur rangka kaki depan dan kaki belakang yang seperti sebuah per.
  3. Otot kaki kucing yang lentur dan kuat.

Perhatikan gambar di bawah ini:

kucing yang jatuh dari ketinggian tidak tampak kesakitan

1. Bantalan kaki kucing

Bantalan kaki kucing terdiri dari daging kenyal yang lembut. Dan pada area tersebut ada banyak saraf sensorik. Di mana, kucing memakainya untuk mengirimkan sinyal ke saraf motorik tubuh. Saraf inilah yang membantu kucing dalam menentukan seberapa daya redam saat pendaratan.

Oleh karena itu, mata kucing yang tajam akan membantu kucing untuk mencari posisi pendaratan yang paling efisien. Dengan begitu, kucing akan mendarat dengan bantalan kaki terlebih dahulu.

2. Rangka kaki depan dan kaki belakang kucing

Jika kamu perhatikan, rangka kaki depan dan belakang kucing seperti sebuah per. Fungsi utama model rangka tersebut adalah untuk memudahkan kucing berlari, melompat dan menerkam. Pada kasus tertentu, rangka yang berbentuk seperti per engsel tersebut berfungsi sebagai peredam.

Saat kucing jatuh dari ketinggian, kaki kucing akan berfungsi layaknya sebuah per. Kaki kucing akan menjaga tubuh kucing menghantam tanah. Akibatnya, kucing tidak tampak kesakitan setelah pendaratan.

Menurut pengalaman saya, kucing yang jatuh dari ketinggian yang mendarat dengan kaki terlebih dahulu pasti selamat. Paling, si meong deg-degan dan stres sementara waktu. Tapi, setelah itu si meong akan beraktivitas seperti biasa.

3. Otot kaki yang lentur dan kuat

Biarpun kucing memiliki kaki yang mungil, tapi kucing memiliki jaringan otot tendon yang lentur dan kuat. Otot kaki kucing dapat membantu kucing berlari dan menerkam dengan cepat. Pada kasus jatuh dari ketinggian, otot kaki kucing akan bersinergi dengan seluruh anggota tubuh kucing. Kerja sinergi ini membentuk sistem peredam hantaman yang sangat bagus. Dengan begitu, kerusakan fisik akibat jatuh dari ketinggian dapat dihindari. Jadi, kucing akan tampak tidak kesakitan walaupun kucing baru saja jatuh dari ketinggian.

Apakah semua kucing tampak tidak kesakitan apabila jatuh dari ketinggian?

Jawaban jujurnya adalah tidak. Tidak semua kucing bisa selamat dan tidak kesakitan setelah jatuh dari ketinggian. Kucing yang bisa selamat adalah kucing yang bisa mendarat dengan kaki terlebih dahulu. Kerusakan dan daya hantam dapat teredam oleh kaki kucing. Alhasil, kucing dapat selamat saat jatuh dari ketinggian.

Catatan: Biasanya, kucing dewasa yang sehat dan gesit selalu bisa selamat saat terjatuh dari ketinggian. Karena mata kucing masih sangat tajam, otot tubuh kuat, gerakan lincah dan kucing tidak punya rasa takut.

Menurut pengalaman saya, ada beberapa kriteria kucing yang pasti mengalami luka saat terjatuh dari ketinggian.

  • Pertama, kucing yang mengalami obesitas.
  • Kedua, anak kucing dan kucing tua yang memiliki tulang rangka yang lemah.
  • Ketiga, kucing yang memiliki penyakit saraf motorik.

Ketiga kriteria kucing tersebut memiliki refleks dan otot kaki yang lemah. Kucing pasti tidak mendarat dengan sempurna ketika jatuh. Entah mendarat dengan kepala atau badan terlebih dahulu. Akibatnya, kucing mengalami cedera yang serius.

Berapa ketinggian maksimum yang aman bagi kucing saat terjatuh?

Menurut penelitian Philips, dkk. 1979, kucing dewasa tidak akan mengalami patah tulang jika kucing jatuh dari ketinggian 2-4 meter. Ya, anggap kucing sedang lompat-lompat dari rumah ke rumah. Dan tanpa sengaja si meong jatuh. Pada kondisi ini, jika kucing tepat mendarat dengan kakinya, kucing tidak akan mengalami kesakitan atau patah tulang.

Bagaimana kalau kucing jatuh dari balkon lantai 2 atau lantai 3?

Saya akan membuat sedikit asumsi:

  • Pertama, ketinggian balkon sekitar 3,5 meter.
  • Kedua, kucing yang terjatuh adalah kucing dewasa yang sehat.
  • Ketiga, area tempat jatuh datar dan tidak berisi benda tajam.

Dengan asumsi seperti itu, jika kucing dapat refleks dengan bagus dan mendarat dengan kaki terlebih dahulu, kucing akan aman, tidak patah tulang dan tidak kesakitan. Apalagi kalau area pendaratannya tanah atau bidang empuk, pasti si meong selamat.

Beda cerita apabila tempat pendaratan berisi benda tajam seperti paku, pecahan kaca atau kerikil. Karena tempat pendaratan yang berisi benda tajam akan membuat bantalan kaki kucing luka terlebih dahulu. Akibatnya, kucing tidak akan presisi saat mengirimkan sinyal ke saraf motorik. Akhirnya, kaki kucing tidak mampu meredam hantaman dengan benar dan posisi jatuh kucing akan sangat fatal.

Catatan: Di alam bebas, kucing hutan mampu memanjat pohon sampai ketinggian 15 meter. Dan apabila jatuh kucing masih bisa selamat. Hal ini dikarenakan kucing hutan memiliki struktur tubuh yang atletis, dan lingkungan hidup yang ekstrim. Jadi, kucing hutan memiliki insting bertahan hidup yang lebih kuat dari pada kucing indoor.

Kesimpulan

Kucing yang terjatuh dari ketinggian dan tidak tampak kesakitan itu bukan karena kucing sakti atau memiliki nyawa 9. Ini karena kucing jatuh dalam posisi yang benar dan kucing memiliki kaki yang berfungsi sebagai peredam kejut (shock absorber). Menurut pengalaman saya kucing dewasa yang jatuh dari ketinggian 2-4 meter selalu selamat dan tidak tampak kesakitan. Akan tetapi, anak kucing, kucing tua, kucing obesitas dan kucing pesakitan pasti mengalami cedera. Hal ini dikarenakan kucing tidak dapat mendarat dengan benar.

Tidak di sangka, artikel ini sudah mencapai bagian akhir. Apakah rasa penasaranmu telah terjawab? Jika belum tinggalkan pertanyaanmu di kolom komentar sekarang.

Baca lebih lanjut: Cara menyelamatkan kucing yang masuk ke sumur »