ini 5 alasan kenapa kucing makan anak sendiri

Pernahkah kamu memergoki kucing makan anak sendiri? Pemandangan itu benar-benar sadis dan menyesakkan hati. Tanpa ada rasa bersalah kucing membunuh anaknya. Tapi, kenapa? Kenapa kucing tega makan anaknya sendiri? Rasa penasaran saya membawa saya untuk mencari jawabannya. Ada 5 alasan kenapa kucing suka makan anaknya sendiri:

  • Pertama, anak kucing terlahir cacat atau terlahir dalam kondisi sudah mati.
  • Kedua, anak kucing terkena infeksi penyakit yang bisa menular ke anak kucing yang lain.
  • Ketiga, induk kucing merasakan ancaman dari hewan predator lain.
  • Keempat, kucing mengalami stress dan mengalami gangguan kejiwaan.
  • Terakhir, induk kucing mengalami malnutrisi dan kelaparan.

Secara singkat, ada 5 penyebab kucing makan anaknya. Akan tetapi, perilaku kucing betina dan kucing jantan berbeda saat makan anaknya. Pada artikel ini, saya akan menjelaskan semua hal tersebut secara lengkap. Baca sampai selesai, ya! Let’s dive in!

Kucing betina memakan anak sendiri

Secara naluri, kucing betina yang melahirkan anak akan menyayangi anaknya. Kucing betina akan membersihkan tubuh anaknya dari air ketuban dan darah pasca melahirkan. Si meong juga akan memakan ari-ari kucing untuk membersihkan sarangnya.

Catatan: ada 3 alasan kenapa induk kucing memakan ari-ari anaknya.

  • Pertama, untuk membersihkan sarang kucing. Kuman, bakteri dan virus mudah bersarang di ari-ari kucing yang membusuk. Jika tidak dibersihkan, anak kucing akan terserang penyakit atau infeksi.
  • Kedua, untuk menghilangkan jejak dari predator. Ari-ari kucing akan mengeluarkan bau yang khas. Predator yang tahu akan hal ini akan mengincar anak kucing dan induknya. Karena dia tahu si kucing sedang dalam kondisi lemah pasca melahirkan.
  • Ketiga, untuk menambah nutrisi pasca melahirkan. Kucing membutuhkan banyak tenaga untuk melahirkan anaknya. Bayangkan ya, untuk melahirkan 3 anak, kucing betina membutuhkan waktu sampai 6 jam. Pasti capek banget si meong.

Baik, kembali ke topik utama. Biarpun secara naluri, kucing akan merawat dan menyayangi anaknya. Pada kondisi tertentu kucing betina akan tega memakan anaknya sendiri. Berikut ini 5 alasan kenapa kucing makan anaknya sendiri:

1. Kucing betina merasa terancam oleh hewan pemangsa

Filosofi banyak anak banyak rezeki tidak berlaku di dunia kucing. Di mana, jika kucing betina melahirkan banyak anak, dia butuh usaha ekstra untuk menjaga anaknya. Menjaga dari siapa? Ya, dari hewan predator yang sedang kelaparan. Contohnya: ular, tikus, anjing, kucing jantan, musang, dll.

Jika kucing kamu melahirkan di luar rumah, kemungkinan kucing betina akan selalu waspada. Kucing betina akan bersifat agresif dan galak. Tujuannya sederhana, untuk melindungi keluarganya. Akan tetapi, apabila si meong tidak bisa mempertahankan diri dari ancaman, dia akan mencari solusi sederhana.

  • Pertama, kucing betina akan memakan anak kucing yang lemah dan sakit-sakitan untuk mengurangi beban melindungi anak kucing.
  • Kedua, kucing betina akan meninggalkan anak kucing sendirian.

Kejam ya? Ya, memang! Begitulah adanya. Maka dari itu, jika kucing kamu mau lahiran, usahakan kamu siapkan tempat yang aman untuk dia bersarang. Jangan biarkan dia merasa terancam. Beri dia kasih sayang.

2. Kucing melahirkan anak yang cacat, sakit-sakitan atau sudah mati saat lahir

Kucing betina memiliki insting yang kuat untuk membedakan anak kucing sehat dan anak kucing yang terserang penyakit. Dari mana insting itu muncul? Menurut para ahli hewan, insting itu muncul secara alami saat kucing betina membersihkan tubuh anaknya dari darah dan air ketuban.

Nah, saat kucing betina paham akan kehadiran penyakit ataupun infeksi pada anak kucing, dia harus membuat keputusan.

  • Pertama, kucing betina harus membuang anaknya.
  • Kedua, kucing betina harus memakan anaknya.

Biasanya sih, kucing betina akan memilih memakan anaknya. Karena selain untuk memutus penularan penyakit, kucing betina akan mendapatkan banyak energi setelah makan anaknya sendiri. Sungguh aneh ya?

Catatan: Jika kucing kamu melahirkan, selalu awasi anak-anak kucing yang terlihat lemah. Jika perlu, kasih perhatian ekstra. Jangan sampai, si meong khilaf dan ambil keputusan untuk memakan anaknya.

 3. Kucing betina mengalami anemia dan malnutrisi pasca persalinan

Apabila kamu pernah menemani kucing melahirkan, kamu pasti paham beban kucing betina. Sekali melahirkan kucing bisa mengeluarkan 3-6 anak. Belum lagi, kalau ada anak kucing yang posisinya sungsang, ini malapetaka besar. Kadang butuh bantuan dokter hewan agar persalinan aman.

Bagi yang belum tahu, kucing melahirkan anaknya secara bertahap. Kontraksi pertama mungkin bisa 15 menit dan beberapa menit kemudian anak kucing pertama lahir. Setelah itu ada jeda, sekitar 45 menit – 2 jam. Jika tenaga kucing sudah kembali, dia akan mulai kontraksi kedua. Dan begitu seterusnya. Jadi, kucing betina dapat menghabiskan waktu 6-10 jam untuk melahirkan 4-5 anaknya.

Bisa kamu bayangkan? Berapa banyak energi yang kucing betina butuhkan untuk melakukan kontraksi, persalinan dan membersihkan anaknya? Nah, kondisi pasca lahiran ini bisa menjadikan kucing anemia dan malnutrisi. Akibatnya, kucing betina akan melihat anak kucing sebagai mangsanya. Dan, jika tidak ada yang memergokinya, si meong yang kelaparan dapat memakan anaknya sendiri.

Catatan: Kejadian kucing memakan anaknya karena anemia dan malnutrisi itu sangat jarang. Jika terjadi, itu karena induk kucing tidak mendapatkan makanan yang cukup. Pastikan kamu memberi nutrisi yang cukup untuk kucing betina yang sedang hamil.

4. Kucing betina merasa stress

Mungkin terlihat sepele, tapi kucing betina yang stress dan mengalami gangguan kejiwaan tega memakan anaknya sendiri. Hal ini sering terjadi pada kucing betina yang baru pertama kali melahirkan. Apalagi kalau si meong hamil di usia muda. Pasti dia frustrasi saat merawat anaknya.

  • Ada anak kucing yang tiap menit minta susu.
  • Ada anak kucing yang selalu mengeong setiap lapar.
  • Dan ada anak kucing nakal yang senang menjahili induknya.

Bisa kamu bayangkan betapa tersiksanya si meong jika merawat 5 anak kucing? Ya, pasti stress banget. Pada kondisi stress berat, kucing bisa kepikiran untuk membunuh dan memakan anaknya. Apalagi kalau beberapa penyebab bergabung menjadi satu, misal: kucing stress + malnutrisi + sedang melawan predator. Udah ga pikir panjang deh! Si anak malang bakal meregang nyawa.

Catatan: tolong bagi yang sedang merawat kucing hamil, perhatikan tingkat stress si meong. Kamu dapat meredakan stress kucing dengan memberi makanan kesukaannya, dan membelai-belai bulunya. Buat kucing betina menjadi rileks dan tenang.

5. Kucing betina sedang sakit syaraf

Alasan terakhir ini, termasuk logis dan ga logis sih. Tapi, karena saya mengalaminya sendiri, maka saya sampaikan saja. Kala itu, saya sedang berlibur di rumah nenek. Dan saat di sana, saya melihat ada induk kucing yang telah melahirkan 6 ekor anak kucing. Lucu-lucu dan mungil.

Karena kucing betina ini termasuk kucing domestik, si meong memiliki kebiasaan untuk memindahkan anaknya. Dengan begitu, setiap si meong merasa ga nyaman, dia memindahkan anaknya satu persatu.

Dari sinilah, awal dari kasus pembunuhan berantai terjadi. Setiap pagi, nenek saya selalu menemukan anak kucing mati. Dan itu berlangsung selama 3 hari berturut-turut. Saya curiga, kucing betina sengaja membunuhnya untuk dimakan. Tapi itu tidak mungkin, karena kucing ini sudah mendapatkan makanan gratis dari nenek saya. Jadi, prediksi saya salah. Lalu, kenapa anak kucing mati?

Akhirnya, saya mengamati perilaku kucing dari dekat. Dan saya melihat, saat kucing betina memindahkan anaknya, si meong kesulitan untuk menggigit tengkuk kucing. Karena tidak sabar, dia justru menggigit leher anaknya. Di sini, saya mulai curiga. Apakah ini pembunuhan yang tidak disengaja? Kemudian saya mengecek foto dari anak-anak kucing mati yang sudah saya kumpulkan. Ternyata ada luka lebam di area leher. Dan ada bekas lubang di leher anak kucing. Lubang ini seperti bekas gigitan.

Pada hari berikutnya, saya berusaha menangkap kucing betina dan membawanya ke dokter hewan. Ternyata si meong mengalami kelainan syarat. Dengan begitu, si meong susah menggigit dengan benar. Setelah mendengarkan cerita saya, dokter hewan menyimpulkan kematian anaknya adalah kecelakaan. Karena induk kucing tidak sengaja mematahkan leher anaknya.

Sepulang dari dokter, saya kasih obat ke si meong dengan mencampurnya melalui makanan. Dan, akhirnya penyakit syarat si meong bisa sembuh.

Kucing jantan makan anak kucing

Setelah membahas kasus kucing betina makan anaknya sendiri, sekarang ada kasus kucing jantan makan anak kucing. Kejadian ini sering terjadi pada kucing liar. Jadi, kucing jantan liar yang nakal, arogan dan agresif. Ada 3 penyebab kucing jantan makan anak kucing:

1. Kucing jantan mengira anak kucing adalah mangsanya

Anak kucing yang baru lahir memiliki ukuran yang hampir sama dengan seekor tikus. Aroma darah yang amis juga bisa menarik minat kucing jantan. Bagi kucing jantan yang kesehariannya mencari makan dengan berburu, anak kucing sudah dia anggap sebagai mangsanya.

Dengan begitu, kucing jantan akan berusaha memakan anak kucing jika kucing betina sedang meninggalkan sarangnya. Ini semua terjadi secara cepat, karena itulah naluri pemburu dari kucing jantan liar.

Apakah kucing jantan juga suka makan anak kucing umur 2 bulan? Kalau kucing jantan liar sedang kelaparan, anak kucing yang tertangkap bisa dia makan. Kalau anak kucing umur 3 bulan lebih, paling si anak kucing di ajak berkelahi dan dicakar-cakar. Hehe.

2. Kucing jantan sedang kelaparan

Alasan kedua kucing jantan suka makan anak kucing adalah karena kelaparan. Kucing jantan liar tidak mendapatkan makanan kucing secara teratur. Pada artikel ini, saya menuliskan panduan dalam menentukan takaran makanan kucing per hari, klik aja.

Nah, jika kucing jantan menggantungkan hidupnya dengan berburu. Kadang si meong sangat kenyang dan kadang dia kelaparan. Pada kondisi kelaparan inilah si meong menjadi agresif. Kucing jantan akan tega mengincar anak-anak kucing, anak ayam, anak burung, anak tikus dan apapun hewan kecil yang bisa dimakan. Tujuannya satu, untuk bertahan hidup.

3. Kucing jantan cemburu dengan kehadiran anak kucing

Biarpun kucing jantan terlihat gagah dan pemberani, ternyata kucing jantan memiliki sifat feminim pencemburu. Si meong bisa cemburu karena berbagai hal. Mulai dari perubahan sikap kucing betina, adanya kucing jantan lain dan kemunculan anak kucing.

Saya akan membahas pada kehadiran anak kucing. Kucing jantan tidak memiliki rasa sayang kepada anak kucing. Biarpun itu adalah anaknya sendiri. Kucing jantan hanya tahu kucing betina, kucing betina, kucing betina. Udah, pikirannya hanya kucing betina. Apalagi kalau udah masa kawin atau birahi berat. Kucing betina bakal dia kejar sampai manapun.

Kembali lagi ke masalah anak, ternyata kucing jantan yang cemburu tega memakan anak kucing. Mungkin kucing jantan merasa kesepian dan merasa tidak diperhatikan lagi. Akhirnya, dia membunuh dan memakan anak kucing agar kucing betina tertarik lagi padanya.

Mana bisa cing kayak gitu? Lo kamu bunuh anaknya, induknya bakal marah-marah woi! Ya, tapi itulah kenyataannya. Kasus seperti itu banyak. Dan akhirnya, kucing betinanya juga mau kawin lagi dengan kucing jantan. Dengan begitu, logika manusia tidak berlaku untuk hewan.

Kesimpulan

Ada beberapa penyebab kucing makan anaknya sendiri.

  1. Kucing betina mengalami anemia, malnutrisi dan kelaparan.
  2. Induk kucing ingin menyelamatkan anak kucing sehat dari anak kucing yang terlahir cacat atau terserang penyakit.
  3. Kucing jantan mengira anak kucing adalah hewan buruannya.

Kebanyakan kasus kucing makan anak itu terjadi pada kucing liar. Akan tetapi, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, jika kucing betina milikmu sedang memasuki masa persalinan, siapkan tempat yang aman dan pisahkan dari kucing jantan. Beri kucing betina nutrisi yang cukup, tempat persalinan yang nyaman dan pengawasan ekstra.

Akhir kata, apakah ada informasi yang saya lewatkan? Jika ada, tolong ingatkan saya melalui kolom komentar ya. Makasih.

Baca lebih lanjut: 10 cara mudah mengatasi kucing birahi tanda dikawinkan »