Home » Makanan kucing » Bolehkah kucing makan daging ayam?

Bolehkah kucing makan daging ayam?

| | Category

Saat saya sedang memasak di daput, kucing saya selalu mengikuti saya dari belakang. Dia menunggui saya memasak. Sepertinya dia penasaran dengan bau dari beberapa bahan masakan saya. Salah satu bau yang menarik perhatian kucing saya adalah daging ayam. Apakah kucing mau makan daging ayam?

Kebetulan, saya membeli paha ayam dan dada ayam. Saya ingin memberikannya kepada kucing saya. Tapi bolehkah kucing makan daging ayam? Menurut Dr. Jeff Weber boleh. Kucing merupakan hewan karnivora pemakan daging. Daging segar dari pemotongan ayam boleh kamu berikan. Usahakan pilihkan daging dari bagian yang rendah lemak, yaitu paha atau dada.

Bagaimana dengan ancaman bakteri salmonella dari daging mentah? Iya, bakteri salmonella dan penyakit parasit sering mengkontaminasi daging mentah. Saran dari ahli hewan Dr. Jeff Werber, sebaiknya kamu memberi daging ayam yang sehat. Untuk mendeteksi adanya parasit, kamu dapat memotong daging tipis-tipis layaknya sashimi. Jadi, kamu dapat melihat daging itu sehat atau berpenyakit. Ingat! Kamu hanya boleh memberi makan daging mentahnya sedikit saja dan jangan sering-sering.

CATATAN: Jika ingin rutin memberi makan kucing kamu dengan daging ayam, sebaiknya dimasak dulu untuk mensterilkan bakteri dan parasit.

Kriteria daging ayam yang bagus untuk kucing

Jika kamu ingin memberikan daging ayam untuk kucing, sebaiknya pilih daging ayam berkualitas. Kamu dapat mengenalinya dari warna daging, aroma dan tekstur daging ayam.

Berikut ini kriteria daging ayam yang bagus untuk kucing:

  1. Daging ayam harus dalam kondisi segar, bukan dari penyimpanan freezer.
  2. Pilihkan daging dari bagian tubuh ayam yang mengandung banyak protein dan rendah lemak. Misalnya: daging ayam bagian paha dan dada.
  3. Berikan daging ayam yang sudah dibersihkan. Pastikan bersih dari parasit dan cacing daging.
  4. Daging ayam segar yang sudah dibersihkan boleh diberikan pada kucing. Buatlah irisan tipis layaknya sashimi jepang. Tapi jangan sering-sering ya. Buat selingan saja sebulan sekali dan harus dalam porsi kecil. Jika kamu ingin kucing makan daging setiap minggu, saya sarankan daging dimasak. Jadi, daging ayam harus kamu masak terlebih dahulu. Bakteri dan parasit akan mati pada suhu tinggi.

Terus membaca: 10 makanan penambah nafsu makan kucing terbaik [2020] >>

Daging ayam mentah vs daging ayam rebus vs daging ayam goreng

Jika berbicara soal daging ayam untuk kucing, pasti akan banyak perdebatan. Saya akan mengulas fakta tentang daging ayam mentah, rebus dan goreng. Mana yang lebih menyehatkan untuk kucing?

Apakah kucing boleh makan daging ayam mentah?

Jika kucing kamu penasaran dengan rasa daging ayam mentah, kasih aja sedikit. Tapi kamu harus memastikan daging itu bersih dan tidak berpenyakit. Ini syaratnya:

  1. Daging ayam harus dalam keadaan segar.
  2. Sudah dibersihkan dari parasit daging.
  3. Berasal dari bagian tubuh ayam yang tinggi protein dan rendah lemak.

Kita tahu, bahwa daging ayam mentah sering terkontaminasi dengan bakteri salmonella. Dan kadang ada juga parasit yang menyebabkan diare. Tapi tenang, pada konsumsi terbatas sistem pencernaan kucing dapat mengatasi hal tersebut. Karena dia adalah hewan karnivora.

Tapi kamu tidak boleh memberi daging segar terlalu banyak dan terlalu sering.

Mengapa?

Kucing indoor yang kamu pelihara, memiliki sistem pencernaan yang berbeda dengan kucing hutan. Sistem pencernaan kucing ras yang dipelihara indoor lebih sensitif dan lebih lemah.

Kamu bisa mengetesnya. Coba kucing ras, kamu kasih makan daging ayam dalam jumlah banyak. Pasti dia akan diare. Apalagi daging ayam tersebut terkontaminasi bakteri, selang dua hari kucing bisa langsung sakit. Jadi, saya ingatkan, pastikan kamu memilihkan daging yang berkualitas. Dan, jangan memberi makan daging ayam terlalu sering.

Bahaya raw food untuk kucing

Banyak praktisi kucing sangat menyarankan untuk menghindari raw food. Karena banyak pemilik kucing yang kurang jeli dalam memilihkan raw food yang sehat. Jadi, dari pada pusing memberi tahu cara memilih daging, mending melarangnya.

Berikut ini 3 bahaya raw food untuk kucing:

1. Bakteri salmonella

Bakteri salmonella adalah bakteri yang berkembang biar didalam usus hewan. Apabila hewan yang terinfeksi bakteri salmonella mati, bakteri dapat menyebar ke dagingnya. Tidak mudah untuk mendeteksi bakteri ini. Kebanyakan raw food sering mengandung bakteri salmonella.

Apa efek raw food yang mengandung bakteri salmonella untuk kucing?

Kucing akan terinfeksi bakteri salmonella. Jadi, kucing akan mengalamai gangguan pencernaan dan diare. Pada kondisi yang sangat parah, kucing akan kehilangan banyak cairan. Dan kucing bisa mati.

2. Bakteri listeria monocytogenes

Bakteri listeria monocytogenes merupakan bakteri patogen berbahaya. Penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri listoria adalah listeriosis. Bakteri ini menular melalui air, dan pakan ternak. Ayam yang terserang listeria dapat menyebarkan bakteri melalui dagingnya. Jadi, jangan memberikan daging ayam sakit kepada kucing.

3. Parasit daging

Parasit daging adalah cacing yang hidup di daging mati. Cara penangan parasit daging lebih mudah dari pada bakteri. Jika kucing kamu makan daging segar, selanjutnya kasih obat cacing saja. Nanti, parasit cacingnya bakal mati sendiri.

Bolehkah Kucing Makan Daging Ayam Rebus?

Kucing kamu tetap ingin makan daging ayam? Tentu, cobalah rebus daging ayam tanpa bumbu. Setelah itu, kasih ke kucing kamu. Bakteri salmonella, listeria dan parasit mati pada suhu panas. Sebaiknya jangan menambahkan bumbu ya, ini makanan kucing bukan makanan manusia. hehehe.

CATATAN: Pada suhu 100 derajat celcius bakteri salmonella akan mati total. Jadi, daging ayam akan steril dari bakteri dan parasit.

Daging rebus memiliki tingkat kekenyalan yang berbeda dengan daging mentah. Kamu perlu memotong-motong daging rebus agar mudah untuk dikunyah oleh kucing kamu. Ada cara yang lebih untuk membuat makanan kucing dari daging ayam. Ingin tau caranya? Giling daging ayam sampai lembut dan simpan dalam plain agar-agar.

Baca juga: Kenapa makanan kucing harus grain free? >>

Resep daging ayam giling untuk makanan penggemuk kucing

Bahan:

  1. Daging ayam. Saya memilih bagian dada dan paha ayam.
  2. Agar-agar plain warna putih (tidak memiliki rasa, aman untuk kucing).
  3. Air 500 ml.

Alat:

  1. Pisau.
  2. Kompor dan panci.
  3. Cetakan.

Prosedur Memasak:

  1. Bersihkan daging mentah yang sudah disiapkan. Saya menggunakan dada dan paha ayam.
  2. Panaskan air dalam panci sampai mendidih.
  3. Masukkan dada ayam dan paha ayam yang telah disiapkan. Jumlah dan berat daging mentah kamu sesuaikan dengan kebutuhan saja.
  4. Rebuslah daging kurang lebih 5-7 menit.
  5. Angkat daging rebus dari panci kemudian tiriskan. Pada tahap ini air sisa rebusan jangan dibuang.
  6. Jika sudah agak dingin, pisahkan daging dengan tulangnya.
  7. Haluskan daging ayam tanpa tulang yang sudah kamu siapkan. Kamu dapat menggunakan mesin giling/blender untuk mencincang daging. Kamu juga dapat mencacah daging sampai lembut.
  8. Ambil 500 ml air sisa rebusan secukupnya. Campur air rebusan dengan agar-agar plain warna putih yang sudah disiapkan.
  9. Tambahkan daging yang sudah kamu giling secukupnya.
  10. Rebuslah ketiga campuran bahan. Air sisa rebusan daging + agar-agar plain warna putih + daging giling sampai mendidih.
  11. Tuangkan kedalam cetakan dan tunggu hingga mengeras.
  12. Makanan kucing dari daging giling siap disajikan.

Daging giling dalam agar-agar dapat kamu jadikan variasi menu untuk makanan kucing. Kombinasi dry food (makanan kering) dan wet food (makanan basah) akan membuat kucing tidak bosan. Dokter hewan juga menganjutkan perlakuan tersebut. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut kucing.

Saat saya mencoba resep ini, kucing saya suka. Kucing makan dengan sangat lahap. Feses kucing menjadi padat dan tidak berbau. Fakta yang paling mengejutkan adalah kucing menjadi lebih cepat gemuk. Mungkin disebabkan oleh nafsu makannya yang meningkat. Maybe?

CATATAN: Sediaan makanan basah sangat cocok untuk anak kucing dan kucing tua. Mereka tidak memiliki gigi yang lengkap. Jadi, daging ayam giling dalam agar-agar dapat kamu jadikan makanan andalan.

Kamu dapat memberikan makanan ini secara langsung atau mencampurnya dengan makanan pokok kucing. Sediaan makanan olahan dari daging giling dan agar-agar dapat kamu simpan didalam kulkas. Makanan basah ini dapat disimpan untuk beberapa hari kedepan.

Jika kucing kamu menyukainya, kamu dapat melakukan variasi campuran sumber protein. Misal: daging ayam gilingnya diganti dengan daging ikan, tempe, daging sapi, daging, rusa, dll.

Bolehkah kucing makan daging ayam goreng?

Tidak direkomendasikan memberi makan kucing kamu dengan daging ayam goreng. Mengapa tidak boleh?

Ada beberapa alasan mengapa daging ayam goreng tidak baik untuk kucing:

  1. Daging ayam goreng memiliki tekstur yang kasar dan sulit untuk dikunyah oleh gigi kucing
  2. Daging ayam yang digoreng dengan minyak nabati memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi. Makanan yang mengandung lemak tinggi tidak cocok untuk diet kucing.
  3. Daging ayam goreng biasanya diberi banyak bumbu untuk membuatnya renyah dan gurih. Bumbu, penyedap rasa dan bahan pengenyal sangat tidak baik bagi saluran pencernaan kucing.

Jadi, jangan memberi makan kucing kamu dengan daging ayam goreng.

Bagaimana dengan ayam bakar?

Ayam bakar juga tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada kucing. Hal ini disebabkan, sebelum ayam dibakar, daging ayam telah diolah dengan bumbu-bumbu tertentu. Bumbu pelunak daging dan bumbu penyedap rasa pasti terserap ke daging ayam bakar.

Bagaimana dengan ayam goreng Fried Chicken/kentucy/KFC?

Ayam goreng kentucy/KFC tidak direkomendasikan untuk dimakan kucing. Daging ayam goreng fried chicken sudah pasti dibumbui. Dan daging itu diolah dengan teknik khusus agar daging lebih lembut dan rasa lebih kuat.

Bagi kucing, bumbu dan bahan kimia dalam daging terlalu menyengat. Di sisi lain pencernaan kucing juga mudah alergi terhadap tepung fried chicken. Daging yang dengan bumbu yang menyengat juga sangat tidak baik untuk pencernaan kucing. Jadi, kamu harus bijak dalam memilih menu untuk kucing.

Bolehkah kucing makan tulang ayam?

Kucing boleh memakan tulang ayam, asalkan tulang ayam tersebut lunak, dan mudah dicerna. Misal tulang rawan dan area persendian. Kamu lebih baik tidak memberi makan kucing kamu tulang yang keras. Tuling yang memiliki sudut tajam juga tidak boleh.

Tulang yang memiliki sudut tajam dapat melukai rongga mulut kucing. Apabila tulang tidak dapat dicerna, dia dapat memberikan luka pada saluran pencernaan kucing. Di sisi lain, tulang tersebut biasanya memiliki susunan molekul yang keras. Jadi, susah untuk di cerna.

Bolehkah kucing makan leher ayam?

Untuk kucing dewasa yang telah memiliki gigi yang kuat, diperbolehkan makan leher ayam. Ingat! Jangan leher ayam goreng/ayam fried chicken/ayam bakar ya. Jika leher ayamnya mentah lebih baik dibersihkan dulu, dan berikan sedikit saja, jangan banyak banyak.

Leher ayam banyak mengandung tulang rawan dan lunak. Sehingga kucing dewasa mudah mengunyahnya. Namun, kamu juga harus mengawasi kucing kamu saat memakan leher ayam, jika ada tanda-tanda muntah atau tersedak, kemungkinan dia salah makan. Segera hentikan jika terjadi keanehan. Ambil leher ayam dan pisahkan dari kucing.

Bolehkan kucing makan hati ayam?

Hati ayam merupakan salah satu kelenjar enzim paling besar dalam tubuh ayam. Bagian ini mengandung banyak gizi dan nutrisi untuk hewan karnivora. Kucing sangat menyukai organ ini.

Kucing boleh memakan hati ayam, asalkan hati ayam tersebut bebas dari penyakit. Kamu harus mengisir-ngiris tipis hati ayam segar. Periksa setiap lembarnya. Jangan sampai ada parasit.

CATATAN: Hati ayam mentah mengandung banyak vitamin & mineral. Misalnya: Vitamin B, protein, kalsium, zat besi, tembaga, magnesium, dan fosfor.

Satu hal yang perlu kamu ingat. Kucing boleh memakan hati ayam, tapi jangan jadikan hati ayam sebagai makanan utama. Kamu hanya boleh memberikannya sebagai makanan sampingan sebulan sekali. Apabila kucing kamu mengkonsumsi hati ayam terlalu banyak, kucing dapat menderita diare.

Bolehkan kucing makan jeroan ayam?

Hewan karnivora saat berburu pasti mereka mengincar jeroan hewan mangsanya terlebih dahulu, Entah itu hati, jantung, limpa, usus, dll. Naluri alamiah hewan memberi tahu bahwa bagian tersebut enak dan bergizi.

Jadi, bolehkah kucing memakan organ ayam? Boleh. Asalkan organ ayam tersebut (misal jantung, usus, dll) dalam kondisi sehat. Organ ayam juga mengandung taurin yang sangat dibutuhkan kucing.

Namun, kamu perlu ingat, jika kamu memberikan organ mentah, kamu harus memastikan beberapa hal:

  1. Jeroan ayam berasal dari ayam yang sehat.
  2. Kamu sudah membersihkan jeroan ayam tersebut.
  3. Kamu hanya boleh memberikan jeroan ayam dalam jumlah sedikit dan tidak boleh terlalu sering.

Memang ada banyak variasi makanan yang dapat kamu berikan untuk kucing. Akan tetapi, kamu juga harus lebih teliti dalam mengamati perubahan perilaku kucing. Kadang saat diganti jenis makanannya kucing dapat senang, dan dapat juga stress. Ada juga yang mengalami diare setelah mencoba jenis makanan baru. Jadi, bijaklah dalam memilihkan makanan untuk kucing kamu.

Kesimpulan

Kucing boleh memakan daging ayam mentah dalam porsi kecil dan tidak terlalu sering. Daging ayam sebaiknya berasal dari bagian ayam yang mengandung banyak protein dan rendah lemah. Pilih saja bagian paha ayam dan dada ayam.

Jika kamu ingin membuat makanan basah, sebaiknya daging ayam direbus dulu. Daging yang direbus akan bebas dari bakteri yang mengkontaminasi daging mentah. Untuk membuat sediaan makanan basah, kamu dapat memakai daging giling + agar-agar plain.

Ada beberapa daging ayam olahan yang tidak direkomendasikan untuk kucing. Misalnya: Daging ayam goreng, daging ayam bakar, dan daging ayam olahan. Apakah ada info yang saya lupakan? Tolong ingatkan saya dengan meninggalkan catatan di kolom komentar ya. jangan lupa share ke facebook, WA & twitter. Makasih.

Baca lebih lanjut: 9 makanan penggemuk kucing yang bikin gendut dan bulu halus >>