Penting! Ini sebabnya kucing tidak boleh makan ikan asin

Beberapa pemilik kucing sering memberikan ikan asin sebagai makanan utama untuk kucing kesayangannya. Padahal sebenarnya ikan asin tidak boleh diberikan sembarangan kepada kucing. Apalagi kalau diberikan rutin setiap hari. Kamu pasti bertanya-tanya, memangnya kenapa kucing tidak boleh makan ikan asin? Jawaban singkatnya, ikan asin memiliki efek jangka panjang yang tidak baik untuk kesehatan kucingmu. Hal ini disebabkan karena ikan asin memiliki kandungan garam yang sangat tinggi. Makanan dengan kandungan garam tinggi seperti ikan asin bisa menimbulkan efek keracunan hingga kerontokan bulu yang parah. Saya akan membahas kasus ini secara detail. Jadi, baca sampai selesai.

Kandungan garam pada ikan asin sangat tinggi

Aroma dan rasa ikan asin memang sangat menggugah selera kucing. Tidak sedikit kucing yang melahap ikan asin hingga habis tidak bersisa. Saat melihat kucingnya makan dengan lahap, tentu membuat pemilik kucing sangat senang. Ikan asin kemudian dianggap sebagai makanan yang cocok untuk diberikan sebagai makanan utama. Selain itu, ada juga yang menganggap bahwa ikan asin memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk kucing. Benarkah begitu? Mari kita lihat dulu informasi gizi pada ikan asin dengan ukuran porsi 100 gram berikut ini.

NutrisiPenyajian per porsi
Energi814 kj

195 kkal

Lemak

Lemak jenuh

Knadungan lemak tak jenuh ganda

Prosentasi lemak tak jenuh tunggal

1,59 g

0,31 g

0,54 g

0,23 g

Kolesterol102 mg
Protein42,16 g
Karbohidrat

Serat

Gula

0 g

0 g

0,0 g

Sodium4717 mg
Kalium979 mg

Sumber: FatSecret Platform API

Jika dilihat pada tabel, ikan asin memiliki kalori dan protein yang tinggi. Kalori dan protein tinggi memang dibutuhkan oleh kucing untuk menunjang pertumbuhan organ dan sel tubuhnya. Namun, kamu perlu memperhatikan juga kandungan sodiumnya. Sodium mengindikasikan kandungan garam pada ikan asin. Sodium yang ada pada ikan asin jumlahnya cukup tinggi mencapai 4717 mg.

Dalam penelitiannya, Yuniati, dkk. (1994) mengungkapkan kandungan natrium (NaCl) dalam beberapa ikan asin mentah per 100 gram. Detail hasil penelitian Yuniarti, terlampir pada tabel di bawah ini:

Terus membaca: Bolehkah gonta ganti makanan kucing? >>

Kandungan garam pada berbagai jenis ikan asin di Indonesia

No.Jenis ikan asinGaram (NaCl) (g)Natrium (g)Air (g)
1.Sepat21,28,128,6
2.Peda putih18,17,141,6
3.Gabus16,46,415,9
4.Teri cue15,76,012,7
5.Peda merah13,15,246,8
6.Dendeng japu12,54,519,7
7.Japuh ketan10,94,345,4
8.Teri medan8,93,644,0
9.Jambrong pres5,72,535,5

Jika dilihat, rata-rata kandungan garam pada beberapa ikan asin tersebut memang cukup tinggi. Malahan, ada ikan asin yang jika tidak diproses dengan benar, kadar garamnya bisa lebih tinggi lagi.

Wah, tapi kan ikan asin bisa dicuci dulu sebelum dimasak supaya kadar garamnya berkurang? Ya betul, tapi tunggu dulu. Pencucian hanya menurunkan kandungan natrium dalam ikan asin kering sekitar 22,1 % hingga 31,8 % saja. Jumlah kadar garamnya tetap masih tergolong tinggi. Terlebih jika dikonsumsi secara rutin setiap hari. Untuk manusia saja tidak disarankan mengonsumsi ikan asin terlalu banyak sebab bisa meningkatkan risiko penyakit. Nah, bagaimana dengan kucing?

Kucing hanya boleh mengonsumsi sedikit garam

Kucing boleh saja mengonsumsi makanan yang mengandung garam. Namun, jumlah garam yang boleh dikonsumsi oleh kucing jumlahnya sangat rendah. Dilansir dari website the nest, the Journal of Nutrition mengungkapkan jumlah kebutuhan garam untuk kucing. Kucing berukuran sedang hanya membutuhkan sekitar 21 mg garam per hari. Dewan Riset Nasional juga merekomendasikan standar garam untuk kucing maksimal hanya 42 mg per hari. Sedikit sekali kan? Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikal “Bolehkah makanan kucing diberi garam?” ini.

Nah, dari jumlah tersebut, kamu bisa melihat sendiri bahwa kandungan garam pada ikan asin memang sangat tinggi untuk kebutuhan harian garam seekor kucing. Jika ikan asin dikonsumsi rutin setiap hari oleh kucing, hal ini akan menimbulkan efek buruk bagi kesehatannya.

Efek buruk ikan asin bagi kesehatan kucing

Apa yang akan terjadi jika kucing terlalu banyak mengonsumsi garam? Beberapa ahli dari rumah sakit khusus hewan di Monterey, Peninsula, mengungkapkan efeknya.

  1. Kucing bisa mengalami radang lambung yang parah
    Peradangan pada lambung bisa menyebabkan muntah dan diare pada kucing.
  1. Kehilangan keseimbangan elektrolit
    Garam berlebihan akan membuat elektrolit dalam tubuh kucing menjadi tidak seimbang. Kerja sel pada tubuh kucing menjadi tidak sempurna. Akibatnya, kucing bisa mengalami tremor dan kejang yang cukup parah. Saat tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berakibat koma, bahkan kematian.
  1. Dehidrasi
    Efek dari dehidrasi bisa menyebabkan lemas dan sel-sel otak menyusut. Ada juga kemungkinan pendarahan akibat pembuluh darah yang pecah.
  1. Keracunan
    Beberapa tanda umum keracunan garam pada kucing adalah muntah, diare, suhu tubuh tinggi, dan buang air berlebihan. Kucing juga bisa menjadi banyak minum karena timbul rasa haus yang tidak wajar.

Efek buruk lain jika mengonsumsi ikan asin adalah munculnya reaksi alergi pada kulit kucing. Alergi ini ditandai dengan kerontokan bulu yang parah. Kerontokan bulu yang parah bisa mengakibatkan botak pada beberapa bagian tubuh kucing. Kasus ini banyak terjadi dan mudah diamati pada kucing ras berbulu tebal. Sayang sekali jika bulu kucingmu yang tebal dan indah menjadi rusak karena terlalu banyak mengonsumsi ikan asin.

Kerontokan bulu pada kucing tidak boleh disepelekan karena bisa mengganggu kesehatan kucing secara keseluruhan. Kucing cenderung akan menjilati bulu-bulunya yang rontok. Efeknya akan berakibat pada munculnya hairball. Jika tidak diatasi hairball bisa mengganggu sistem pencernaan kucing.  

Kesimpulan

Nah, sudah tahu kan kenapa kucing tidak boleh makan ikan asin? Jika kamu masih sering memberikan ikan asin kepada kucingmu, sebaiknya mulai dihentikan. Apalagi jika kucingmu adalah kucing ras berbulu tebal. Kandungan garam pada ikan asin dapat memicu kerontokan bulu yang parah. Dalam jangka panjang, garam berlebihan dari ikan asin juga bisa menyebabkan keracunan. Duh, jangan sampai terjadi, ya. Yuk, cari alternatif makanan lain yang lebih sehat untuk kucingmu.

Akhir kata, apakah ada informasi penting terkait topik “kenapa kucing tidak boleh makan ikan asin?” yang saya lewatkan? Ingatkan saya melalui kolom komentar sekarang. Makasih.

Baca lebih lanjut: Bolehkah kucing makan roti tawar? Ini dia jawabannya! >>