Bolehkah kucing makan keju? Ini jawabannya!

Kucing punya rasa penasaran yang tinggi terhadap makanan. Tidak heran, ketika kamu makan roti keju, kucing kesayangan akan mendekatimu dan mengeong untuk minta makanan. Semua orang tahu, hidung kucing memiliki indera penciuman yang tajam. Dia mengira aroma keju adalah aroma makanan yang lezat. Jadi, si meong ingin mencicipi makanan tersebut. Terkadang, saya sendiri tidak tega melihatnya dan kemudian memberikan sedikit potongan keju.  Namun, setelah itu saya panik, apakah kucing boleh makan keju? Apakah keju termasuk makanan beracun bagi kucing? Gimana nih? Singkat kata, saya langsung riset dan bertanya ke dokter hewan langganan. Ini dia jawabannya. Kucing boleh makan keju. Tapi, dalam porsi sangat sedikit dan tidak boleh kamu jadikan sebagai makanan utama. Penasaran dengan detail penjelasannya?Yuk, simak pembahasannya sampai selesai. Let’s dive in!

Apakah kucing boleh makan keju?

Menurut  Christine O’Brien, yang dilansir di laman website Hill’s Pet, kucing boleh makan keju. Namun, keju yang diberikan harus dalam takaran tertentu. Jadi, tidak masalah kalau kamu memberikan keju dalam porsi kecil ke kucing kesayangan.

Karena saya tidak mau salah langkah, akhirnya saya mencari tahu lebih lanjut. Ternyata, porsi keju yang diberikan ke kucing juga ada batasannya, lho. Ini yang harus kamu perhatikan dengan baik dan teliti sebelum memberikan keju ke kucing.

Kenapa begitu? Bukankah keju memiliki kandungan protein yang tinggi dan kucing butuh protein tinggi?

Pada dasarnya kucing termasuk hewan karnivora dan keju bukan pilihan utama untuk dijadikan makanannya. Umumnya, keju dapat dijadikan alternatif agar nafsu makan kucing bertambah dan memudahkan kucing minum obat.

Namun, kamu perlu tahu bahwa kucing memiliki intoleransi laktosa. Padahal keju terbuat dari susu yang mengandung laktosa.

Terlalu banyak laktosa yang masuk ke tubuh kucing, bisa menyebabkan masalah pencernaan dan masalah kesehatan. Permasalahan kucing yang mengalami intoleransi laktora:

  1. Kucing tiba-tiba diare.
  2. Kucing susah bab (sembelit).
  3. Muntah.
  4. Alergi.
  5. Bulu kucing rontok.
  6. Kulit kucing berwarna kemerahan dan gatal.

Di sisi lain, keju memiliki kandungan lemak dan garam yang tinggi yang berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan kucing. Misalnya, keju dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan obesitas atau masalah pada ginjal kucing. Jadi, kamu tidak boleh memberi kucing keju secara sembarangan. Pastikan hanya pada kondisi tertentu dan dalam porsi yang kecil.

Berapa porsi keju yang aman untuk kucing?

Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, kamu hanya boleh memberikan keju dalam porsi kecil. Tapi, saya bingung juga, porsi kecil itu seberapa ya? Apakah sebanyak 1 slice keju, 1 balok keju atau satu sendok keju?

Takaran keju yang diberikan tidak boleh lebih dari 8-10% dari kalori harian kucing. Jadi, kamu harus cek dulu kalori keju yang akan kamu berikan ke kucing. Kamu dapat melihat detail data kalori keju di label nutrisi di kemasan keju. Pastikan, potongan keju yang kamu berikan tidak lebih tinggi dari porsi keju yang dianjurkan.

Apakah anak kucing boleh memakan keju?

Dari penjelasan di atas, mungkin kamu bertanya, jadi bolehkah memberi keju pada anak kucing? Jawabannya adalah tidak.

Seperti penjelasan sebelumnya, kucing memang bisa makan keju dalam porsi yang kecil. Namun, kucing merupakan karnivora dan intoleran laktosa. Jadi, sistem pencernaan kucing kurang bersahabat dengan produk yang terbuat dari susu.

Dibandingkan kucing dewasa, kitten masih memiliki sistem pencernaan yang lemah. Alhasil, anak kucing hanya bisa mencerna susu dari induk dan makanan halus.

Jika kamu tetap memberi keju pada anak kucing, masalah kesehatan kitten juga semakin besar. Mulai dari masalah pencernaan hingga diare parah yang bisa menyebabkan permasalahan serius pada kitten.

Apa semua keju bisa diberikan ke kucing?

Tidak semua kucing cocok untuk makan keju. Namun, kamu bisa memberikan sedikit keju dan kemudian lihat reaksinya. Apakah menunjukkan reaksi seperti muntah dan diare atau tidak.

Kalau kamu ragu, cobalah jenis keju yang terbuat dari susu kambing dibandingkan keju dari susu sapi. Ini karena keju kambing memiliki laktosa, lemak dan natrium yang lebih rendah dari keju susu sapi. Alhasil, keju dari susu kambing lebih mudah dicerna oleh kucing.

Namun, tidak semua jenis keju diperbolehkan untuk diberikan ke kucing. Ada beberapa jenis keju yang sama sekali tidak boleh kamu berikan ke kucing.

Keju yang boleh diberikan ke kucing

Ada keju yang bisa diberikan ke kucing karena rendah laktosa. Namun, sebelum kamu memberikannya, cek dulu kandungan keju tersebut. Dengan begitu, kucing kamu akan terhindar dari masalah pencernaan.

Jenis keju yang bisa kamu berikan ke kucing, yaitu:

  1. Keju Cheddar: Keju cheddar memiliki laktosa yang lebih rendah dibandingkan jenis keju lain. Ada yang teksturnya agak lembut tetapi ada juga yang keras.
  2. Keju Swiss: Selain rendah laktosa, keju swiss juga rendah lemak dan garam tetapi tinggi protein.
  3. Keju Parmesan: keju parmesan memiliki kadar sodium yang rendah.

Selain 3 keju tersebut, menurut Dr. Brad LeVora mengemukakan bahwa cream cheese bisa diberikan ke kucing. Dari pernyataan Dr. LeVora di Pet Central Chewy, sedikit cream cheese bisa jadi alternatif agar kucing doyan minum obat.

Namun, apabila kamu ragu, lebih baik berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu ya. Ini karena setiap kucing memiliki kadar intoleransi laktosa yang berbeda-beda.

Keju yang tidak boleh diberikan ke kucing

Hati-hati ya, jangan sampai kamu memberikan jenis keju ini agar kucing kamu tetap sehat:

  1. Mozarella: mozarela memiliki tekstur yang empuk. Sayangnya, keju empuk ini memiliki kandungan laktosa yang tinggi. Karena itu, hindari memberi keju mozarella bahkan dalam jumlah yang sedikit.
  2. Keju brie: keju bertekstur lunak ini terbuat dari susu sapi yang diproses dengan cara pasteurisasi. Sayangnya, seperti yang dilansir di laman Hill’s Pet, keju dari Perancis ini mengandung Listeria dan Salmonella. Jika diberikan ke kucing, bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, misalnya mual dan diare parah.
  3. Blue cheese: keju ini terbuat dari susu, rennet, mikroba Penicillium sehingga menyebabkan bintik biru pada keju. Walaupun terlihat cantik, namun keju biru ini sangat beracun untuk hewan. Jadi, jangan sekali-kali memberikan blue cheese ke kucing kesayangan kamu ya.

Poin penting

Jawaban singkatnya adalah kucing boleh makan keju. Dengan catatan, keju yang kamu berikan tidak boleh lebih dari 8-10% dari kalori harian kucing. Jadi, kamu harus menghitung dulu berapa asupan kalori harian kucing kamu dan cek kandungan gizi pada kejunya. Dengan begitu, kucing kesayangan kamu bisa makan keju kesukaannya dan tetap mendapatkan asupan harian agar tetap sehat.

Berikut ini beberapa jenis keju yang boleh di makan kucing.

  • Pertama, keju Cheddar.
  • Kedua, keju Swiss.
  • Ketiga, keju parmessan.

Dan ada beberapa keju yang tidak boleh dimakan kucing, seperti keju mozzarella, keju brie, dan blue cheese. Akhir kata, tolong bagikan ke teman-temanmu yang sedang galau saat si meong makan keju ya! Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca lebih lanjut: Bolehkah kucing makan roti tawar? »