Home » Cara Merawat Kucing

Kucing Melahirkan: Ciri-Ciri, Penanganan, dan Perawatan Pasca Lahiran

Saat pertama kali tahu kucing saya akan melahirkan, 1 hal yang saya rasakan, yaitu bingung. Saya harus apa, bagaimana, nanti kalau terjadi apa-apa dengan kucing saya maka saya harus bagaimana? Campur aduk lah pokoknya. Kemudian saya mencari tahu, apa yang harus saya lakukan agar kucing bisa melahirkan dengan baik-baik saja?

5 ciri ciri kucing akan segera melahirkan

Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari tahu ciri-ciri kucing yang akan melahirkan. Mulai dari perilakunya hingga kondisi tubuhnya.

Lalu, apa cirinya? Berikut 5 ciri-ciri kucing yang akan melahirkan yang perlu kamu tahu:

1. Mencari tempat untuk melahirkan (nesting)

Kucing yang due date akan mulai mencari tempat untuk melahirkan. Di mana tempatnya? Di tempat yang nyaman, aman dan sepi.

Kenapa? Karena secara insting, kucing akan mencari tempat aman untuknya berlindung di saat atau setelah melahirkan. Dengan begitu, kucing akan terhindar dari predator.

Bukannya sekarang tidak ada predator ya?

Memang, tapi secara naluri, kucing akan merasa seperti itu. Jadi, jangan heran kalau kucing kamu akan memilih tempat seperti bawah kasur dan di dalam lemari yang aman.

Lalu, kapan kucing akan nesting? Biasanya, beberapa hari sebelum melahirkan, kucing akan mencari tempat melahirkan.

Umumnya, nesting dilakukan oleh kucing 12 jam hingga 2 hari sebelum kucing melahirkan. Karena itu, jika kamu melihat kucing sudah mulai mencari tempat, kamu perlu bersiap-siap. Misalnya, menyiapkan tempat untuk kucing melahirkan.

Okay, next ke ciri yang kedua!

2. Terjadi perubahan perilaku

Sebelum melahirkan, kucing akan mengalami perubahan perilaku. Apa saja perubahan perilakunya?

Ada 6 perubahan perilaku kucing yang saya temukan menjelang kucing melahirkan, di antaranya:

  • Kerap mengeong.
  • Lebih pasif dibandingkan sebelumnya.
  • Nafasnya lebih berat.
  • Kerap menjilat tubuhnya terutama di area selangkangan, tepatnya di area genital.
  • Lebih manja daripada sebelumnya.
  • Perubahan nafsu makan (bisa lebih nafsu atau bisa juga enggan untuk makan).

Pada awalnya, perubahan perilaku tersebut akan luput dari pengawasanmu. Namun, menjelang melahirkan, perubahan perilaku akan semakin sering terlihat. Seperti lebih sering untuk menjilat bagian selangkangan.

Jadi, kamu perlu lebih jeli melihat perubahan perilaku kucing agar kamu lebih siap saat kucing kamu mau melahirkan.

3. Terjadi perubahan fisik

Kucing yang akan melahirkan tidak hanya akan mengalami perubahan perilaku tapi juga fisik. Perubahan fisik ini mencakup membesarnya perut kucing hingga puting kucing yang terlihat sejajar.

Mendekati waktu due date, perut kucing akan semakin besar. Kalau kamu raba, perut kucing akan semakin keras. Bahkan, kamu bisa merasakan tekstur kitten yang masih dalam kandungan, lho!

Namun, jangan terlalu sering meraba perut kucing ya. Takutnya kucing kamu akan merasa tidak nyaman.

Selain itu, puting pada kucing juga akan mengalami perubahan. Memangnya seperti apa tampilan puting kucing yang hendak melahirkan?

Kurang lebih tampilannya akan seperti berikut:

Ciri Ciri Kucing Hamil Adalah Kucing Memiliki Puting Berwarna Pink Menonjol Dan Besar
Puting kucing menonjol dan mengeluarkan cairan air susu kucing.

Kalau kamu perhatikan, puting kucing terlihat semakin jelas, semakin gelap atau lebih pink dan seperti 2 titik sejajar.

Kenapa bisa begitu?

Karena, saat perut kucing membesar, puting yang sebelumnya tertutup bulu atau pun lemak, akan lebih terlihat. Lebih nongol kalau bahasa gaulnya. Jadi, puting, bahkan yang ada di area dekat kaki depan akan terlihat seperti 2 garis sejajar.

Kalau kamu perhatikan lebih jeli, kamu mungkin akan melihat cairan kental yang berwarna krem dari puting susu kucing. Biasanya, kucing akan menjilati cairan tersebut atau membiarkan mengering sehingga terlihat seperti koreng kecil yang berwarna putih. Itu adalah air susu kucing yang siap dipakai untuk memberi makan anak kucing yang akan segera lahir.

Lanjut yuk ke ciri keempat!

4. Mengalami penurunan suhu tubuh

Jika kamu pernah mengukur suhu badan kucing, normalnya, suhu akan berada di angka 37,2oC hingga 38oC. Namun, ketika akan melahirkan, suhu badan kucing akan menurun di angka 36,2oC-37oC.

Bukannya penurunan suhu tersebut tidak terlalu jauh ya?

Benar, tapi penurunan suhu tersebut merupakan tanda kucing akan segera melahirkan. Panas tubuh kucing akan terkonsentrasi pada inti tubuh kucing. Dan semua tenaga kucing akan dipusatkan pada area perut untuk membantu proses kontraksi saat melahirkan.

Catatan: Penurunan suhu tubuh kucing kadang menyebabkan kucing tidak nyaman. Beberapa kucing juga akan mengalami muntah apalagi ketika suhu tubuhnya menurun lebih drastis. Karena hal tersebut, kamu bisa melakukan pengecekan suhu pada kucing.

5. Mengalami kontraksi

Sama seperti manusia, menjelang melahirkan, kucing akan mengalami kontraksi. Bagaimana bisa tahu kalau kucing sedang kontraksi? Caranya dengan melihat dan meraba perut kucing.

Kalau kamu lihat pada bagian perut, kucing yang kontraksi akan terlihat bergerak atau seakan seperti tertarik dan kencang. Jika kamu raba, perut kucing seperti lebih tipis dari biasanya dan lebih kencang.

Biasanya, ketika kucing mengalami kontraksi, kucing akan lebih manja. Karena itu, kamu bisa mengelus kucing untuk membantu menenangkan queen menjelang waktu melahirkan.

Paham ya dengan ciri kucing yang akan melahirkan? Ciri di atas perlu kamu perhatikan agar kamu bisa sesegera mungkin mempersiapkan kebutuhan kucing agar tetap nyaman dan aman.

Cara menangani kucing melahirkan

Kucing hamil selama 58-72 hari. Ketika menjelang due date, kucing akan menunjukkan ciri yang sudah dijelaskan di atas. Lalu, apa yang harus dilakukan?

Untuk lebih lengkapnya, simak tata caranya berikut ini.

Langkah #1: Siapkan tempat untuk melahirkan

Tahapan pertama adalah dengan menyiapkan tempat untuk melahirkan. Kamu bisa menggunakan dus, tempat tidur khusus untuk kucing untuk kucing melahirkan.

Hanya itu saja? tidak.

Kamu perlu menempatkan nest tersebut di tempat yang nyaman, hangat dan sepi. Kenapa? Karena ruangan dengan kondisi tersebut akan membuat kucing merasa aman dan nyaman.

Lalu, seberapa besar box yang harus dipergunakan? Sebenarnya ini cukup tricky apalagi kamu tidak pernah mengecek berapa kitten yang akan dilahirkan.

Biasanya, kucing akan melahirkan sekitar 4-6 kitten. Walaupun ada pula yang melahirkan hingga 12 kittens tapi hal tersebut biasanya dialami oleh kucing Oriental, Burnese, Siamese.

Jadi, kenali dulu jenis kucing kamu sehingga kamu bisa memperkirakan sendiri besar box untuk nesting. Kalau kamu masih bingung, 8 pon atau kucing seberat 4 kg bisa menggunakan box ukuran 16-24 inci (40-64-60,96 cm).

Di box tersebut, kamu bisa menambahkan alas. Misalnya menggunakan heating pad, handuk, baju yang sudah tidak terpakai lagi agar kucing dan kitten tidak kedinginan. Hindari untuk meletakkan heating pad di bagian paling atas atau bersinggungan langsung dengan kucing agar kucing tidak kepanasan/terbakar.

Kalau kamu masih bingung dan tidak punya heating pad, kamu bisa melakukan hal berikut:

  • Siapkan box besar atau sekiranya cukup untuk kucing kamu.
  • Lubangi bagian depan kardus agar kucing kamu bisa masuk.
  • Beri lapisan seperti kertas koran dan kain agar kucing kamu tetap nyaman.
  • Di bagian atas, tutup dengan handuk tak terpakai agar di dalam kotak tetap terasa hangat.

Jadi, cek lagi box yang akan kamu siapkan untuk kucing kamu. Jika terlalu panas atau dingin, terlalu kecil, akan membuat kucing tidak nyaman dan kucing kamu bisa mencari tempat lainnya.

Langkah #2: Menyiapkan kebutuhan lainnya

Saat melahirkan, kucing tidak hanya butuh tempat untuk melahirkan tapi juga makanan dan minuman. Secara keseluruhan, kamu bisa mempersiapkan perlengkapan berikut:

  • Makanan dan minuman.
  • Handuk.
  • Ekstra box.
  • Gunting steril dan benang gigi.
  • Mainan.
  • Litter box.

Kemudian, kamu bisa menempatkan perlengkapan tersebut di tempat yang sama dengan kamu meletakkan box untuk kucing melahirkan.

Oh iya, pastikan kucing kamu dijauhkan dari hewan lain, misalnya kucing lain. Memang, di beberapa kasus, kucing ingin ditemani oleh kucing yang lainnya.

Memangnya ada? Ada. Kucing saya, Kuro, salah satunya.

Kuro memang sensitif saat hamil. Dia cenderung tidak bisa berdekatan dengan kucing lain, termasuk dengan Coco, kucing lain yang sama pelihara. Jika berdekatan, dia akan mendesis dan tidak ragu untuk menyerang jika Coco nekat mendekati Kuro.

Namun, saat melahirkan, Kuro akan mencari Coco dan seakan meminta Coco untuk menemaninya. Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena setiap kali Coco keluar dari kamar persalinan yang saya siapkan, Kuro akan ikut keluar.

Jika memang kucing kamu kasusnya seperti kucing saya, kamu bisa kok mendekatkan kucing kamu dengan hewan lainnya. Pastikan semuanya tetap dalam pengawasan kamu ya. Takutnya, beberapa saat kemudian, salah satu kucing kamu akan merasa tidak nyaman, stres dan akhirnya menyerang.

Dengan begitu, kucing kamu yang akan melahirkan akan merasa nyaman dan aman. Sedangkan peliharaan kamu yang lain juga tidak merasa tertekan, takut atau stres. Kasihan ‘kan kalau itu sampai terjadi?

Okay, lanjut ke langkah ketiga yuk!

Langkah #3: Berikan ruang dan jangan panik

Ketika kucing kamu sudah menunjukkan tanda-tanda hendak melahirkan, maka jangan panik. Berikan ruang agar kucing kamu merasa nyaman saat melahirkan.

Kadang kala, kucing akan mencari tempat tersendiri walaupun kamu sendiri sudah menyiapkan box khusus. Misalnya, kucing kamu pindah di tumpukan kain atau handuk di sekitar box yang kamu siapkan.

Jika hal ini terjadi, kamu tidak perlu khawatir. Pastikan saja kucing kamu tetap merasa hangat dan jangan memindahkan kucing ya.

Kenapa? Selain karena kucing akan merasa tidak nyaman, ketika dipindahkan, kucing akan kembali ke tempat yang sama.

Karena hal tersebut, pastikan tempat untuk kucing melahirkan berada jauh baju keseharian kamu/lemari yang biasa kamu gunakan.

Lalu bagaimana jika kucing saya ‘menangis’ saat melahirkan? Apa tetap saya beri ruang agar melahirkan sendiri?

Pada umumnya, kucing bisa melahirkan dengan selamat dan tidak ada masalah. Ketika kamu mendengar suara ‘tangisan’ atau mengeong dalam waktu lama, kamu bisa memberikan sedikit elusan agar kucing lebih tenang.

Menjelang due date atau beberapa saat sebelum melahirkan, kucing cenderung akan diam. Tidak mengeluarkan suara apapun dan secara tiba-tiba, kitten sudah dilahirkan.

Jadi, kamu jangan panik, tetap berikan ruang atau space tapi tetap memantau kucing kamu ya. Dengan begitu, ketika kamu melihat ada masalah, kamu bisa langsung melakukan tindakan darurat.

Langkah #4: Memotong tali pusar

Pada umumnya, tali pusar dan kantung ketuban akan terlepas dan pecah secara alami saat kitten lahir. Induk akan mengunyah dan memakan plasenta kemudian menjilati anaknya. Proses menjilat ini akan menstimulasi anak kucing untuk bernafas.

Setelah itu, secara naluri, kitten akan bergerak dan mencari puting induk untuk menyusu.

Lalu, bagaimana jika kucing masih terjebak di kantung ketuban dan induk tidak mengindahkan anaknya? Jika hal ini terjadi, maka tugas kamu adalah untuk membuka kantung ketuban tersebut dan menstimulasi kitten.

Bagaimana caranya? Pertama, kamu harus pastikan kalau tangan kamu steril apalagi jika kamu hendak merobek kantung ketuban secara manual. Hindari menggunakan benda tajam seperti gunting agar tidak menyakiti kitten.

Kenapa harus disteril lebih dahulu? Agar tidak ada bakteri yang menempel pada tali pusar dan kemudian menyebabkan infeksi. Kamu juga bisa menggunakan sarung tangan bersih kalau kamu enggan menyentuh langsung kitten yang baru lahir.

Setelah itu, kamu bisa menstimulasi anak kucing dengan cara menggosok secara perlahan bagian hidung dan mulutnya menggunakan handuk bersih. Kenapa? Agar air ketubannya tidak menutupi hidung dan mulut dan menyebabkan kitten susah untuk bernafas. 

Lalu, bagaimana jika tali pusar tidak terpotong, misalnya karena kucing terlalu lelah karena melahirkan? Bagaimana cara memotong tali pusar anak kucing? Berikut prosedur medis untuk cara memotong tali pusar anak kucing:

  • Ambil benang gigi.
  • Ikatkan benang gigi di 2 titik tali pusar tepatnya 2,5 cm dari kitten.
  • Kemudian, potong tali pusar menggunakan gunting bersih di tengah-tengah 2 ikatan.
Cara Memotong Tali Pusar Anak Kucing Yang Baru Lahir
Cara memotong tali pusar anak kucing yang baru lahir.

Bagaimana jika saya tidak punya benang gigi? Kamu bisa menggunakan tali pancing atau senar layangan. Tapi, pastikan benang yang kamu pakai bersih dan steril. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan penjepit. Pastikan kalau penjepit tersebut bersih. Jika menggunakan penjepit, setelah memotong tali pusar, tunggu sekitar 1 menit agar darah tidak keluar.

Catatan: jika kamu lebih suka belajar melalui video, silakan tonton video cara pemotongan tali pusar anak kucing di sini.

Perawatan kucing pasca persalinan

Tugas saya dan kamu sebagai pemilik tidak berhenti setelah kucing selesai melahirkan. Kamu perlu melakukan perawatan agar kucing kamu, baik induk atau kitten tetap sehat. Lalu, apa yang perlu dilakukan?

Ada beberapa tindakan yang bisa kamu lakukan, yaitu:

  • Tetap menjaga agar kucing kamu tetap hangat. Kamu bisa menggunakan handuk tambahan dan meletakkan di box.
  • Agar tetap bersih, kamu bisa mengganti pad atau handuk yang kamu gunakan sebagai alas box.
  • Pastikan jika semua anak kucing kamu sudah terlepas dari kantung ketuban dan semua tali pusar sudah terpotong. Jika belum, lepaskan lebih dulu ya.
  • Jika kucing kamu terlalu lelah, kamu bisa membantu menstimulasi dan membersihkan kittens. Setelah itu, posisikan kembali kittens di dekat induknya agar bisa menyusu.
  • Kamu perlu menjadi induk pengganti jika kucing kamu terlalu lemah, tidak menyusui atau susunya kurang. Maka dari itu, kamu juga perlu menyiapkan suplemen untuk induk dan susu untuk kitten.
  • Siapkan makanan dan minuman untuk induk agar induk memiliki tenaga.

Lalu, kapan harus menghubungi atau ke dokter hewan? Jika hal berikut terjadi, maka segera hubungi dokter hewan kamu:

  • Jika selama 2 jam kucing kamu tidak melahirkan lagi, tapi kamu yakin masih ada anak di dalam perut induk.
  • Dalam kurun waktu 24 jam, tidak ada tanda-tanda kalau kucing mengejan.
  • Kucing yang tiba-tiba melemah.
  • Pendarahan tanpa disertai dengan keluarnya anak kucing.
  • Kitten tersangkut saat dilahirkan dan kamu tidak bisa menariknya keluar.
  • Nafas induk melambat dan terdengar berat.
  • Keputihan yang berbau busuk dengan warna hijau atau kuning.

Ingat ya, penanganan yang tanggap akan membantu kucing, induk atau anakan, tetap sehat baik sebelum, saat atau setelah melahirkan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan pembaca

Berikut pertanyaan pembaca yang sering ditanyakan terkait topik “kucing melahirkan”. Jika pertanyaan kamu belum terjawab di sini, silakan tinggalkan pertanyaan pada kolom komentar di bawah.

1. Jarak kucing melahirkan anaknya?

Jarak antara kitten yang satu dengan yang lain setelah dilahirkan adalah sekitar 10-60 menit. Jarak waktu tersebut bisa berbeda untuk setiap kucing karena tergantung kondisi kucing itu sendiri.

Untuk kucing yang baru pertama kali melahirkan, cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun, 1-2 jam adalah toleransi waktu maksimal yang perlu kamu jadikan acuan. Ketika setelah 2 jam dan kamu merasa yakin ada anak kucing yang tertinggal di dalam rahim, maka segera hubungi dokter hewan.

Kamu bisa saja diberi arahan langsung oleh dokter hewan atau diminta untuk segera membawa ke klinik hewan. Dengan begitu, kucing kesayangan kamu akan segera mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Berapa lama proses persalinan kucing?

Kucing membutuhkan waktu sekitar 2-5 jam untuk melahirkan. Untuk kucing yang sehat, lama waktu maksimal untuk melahirkan adalah sekitar 7 jam. Namun, untuk beberapa kasus, proses melahirkan kucing bisa berlangsung hingga 1 hari.

Untuk melahirkan kitten pertama, kucing butuh waktu hingga 1 jam. Kenapa lama?

Saya mencari tahu alasannya dan tidak ada alasan pastinya. Bisa saja karena faktor ukuran, berat kittens hingga keseimbangan hormon dari kitten dan induk.

Setelah itu, kitten akan lahir dengan rentang waktu sekitar 10-60 menit. Di sela-sela waktu saat melahirkan tersebut, biasanya digunakan kucing untuk istirahat atau membersihkan kitten yang sudah lahir. Karena hal tersebut, kamu perlu menyiapkan makanan dan minuman di dekat box. Dengan begitu, kucing kamu akan lebih mudah untuk makan dan minum. 

3. Apa saja permasalahan yang sering terjadi selama persalinan kucing?

Tidak semua kucing mengalami proses melahirkan yang sukses. Ada kalanya permasalahan seperti berikut terjadi saat proses persalinan kucing:

  • Plasenta tidak ikut keluar.
  • Kitten yang terjebak saat proses persalinan, baik terjebak di jalur persalinan atau di dalam perut.
  • Tali pusar yang tidak terputus sehingga harus dipotong secara manual.
  • Induk kelelahan sehingga tidak bisa membersihkan atau menyusui kittens.
  • Terjadi uterine prolapse.
  • Metritis atau peradangan di bagian uterus.

Jika kamu melihat masalah tersebut, segera hubungi dokter hewan untuk penanganan darurat.

Baca lebih lanjut: Mengapa anak kucing mati mendadak setelah dilahirkan? »