Ini sebabnya mengapa kucing selalu merasa lapar

Sebagai pemilik kucing, pastinya kamu akan senang jika melihat kucing kesayanganmu banyak makan. Namun, jangan buru-buru senang. Apalagi kalau kucing selalu merasa lapar walaupun sudah diberi makan. Kucing yang sering makan dan seperti tidak ada rasa kenyang perlu diwaspadai. Lapar yang terus menerus dapat mengindikasikan bahwa ada yang tidak wajar pada kesehatan kucingmu. Misalnya: gejala cacingan, diabetes mellitus, hipertiroidisme, dan depresi. Barangkali juga makanan yang kamu berikan belum memenuhi porsi makan maupun kebutuhan nutrisi hariannya. Yuk, kenali penyebabnya lebih detail.

Pertanda masalah kesehatan

Masalah kesehatan dalam hal ini tidak hanya terkait fisik, tetapi juga kesehatan mentalnya. Pada beberapa kondisi kesehatan seperti di bawah ini, kucing dapat meningkat nafsu makannya sehingga terus menerus mencari makanan.

1. Cacingan

Penyakit kucing cacingan menjadi salah satu penyebab kucing selalu merasa lapar. Keberadaan parasit cacing gelang atau cacing pita di dalam sistem pencernaan kucing akan mengganggu proses penyerapan nutrisi makanan. Nutrisi yang seharusnya didapatkan oleh kucing dari makanannya justru diambil oleh cacing tersebut. Inilah yang menyebabkan kucing menjadi lebih sering makan karena ia merasa nutrisinya belum tercukupi. Jika kucingmu menunjukan gejala cacingan, silakan baca panduan praktis cara mengobati cacingan pada kucing di sini.

2. Diabetes mellitus

Rasa lapar terus menerus adalah salah satu gejala klinis penyakit diabetes pada kucing. Mengutip dari website College of Veterinary Medicine Cornell University, kucing yang mengidap diabetes mengalami kelainan pankreas. Di mana, pankreas kucing yang mengidap diabetes tidak dapat memproduksi insulin secara normal. Akibatnya, gula yang seharusnya didapatkan dari makanan tidak dapat dicerna secara baik untuk menghasilkan energi. Kucing yang kekurangan energi akan selalu merasa lapar dan ingin makan terus. Biasanya kondisi ini akan dibarengi dengan penurunan aktivitas dan penurunan berat badan pada kucing.

3. Hipertiroidisme

Asisten profesor klinis nutrisi dari Universitas Tennesse, Maryanne Murphy, menjelaskan penyebab hipertiroidisme pada kucing. Hormon tiroid terlalu banyak beredar dalam darah kucing sehingga menambah laju metabolisme. Ini menyebabkan semua nutrisi yang dikonsumsi kucing melalui makanannya terbakar dengan sangat cepat. Jadi, tidak mengherankan jika kucing yang mengidap hipertiroidisme menjadi mudah lapar walaupun sudah kamu beri makan.

4. Depresi

Tidak hanya manusia, kucing juga dapat mengalami depresi. Pemicunya bermacam-macam. Ada yang karena dikandang terus menerus sehingga ruang geraknya terbatas. Bahkan ada juga kucing yang mengalami depresi karena kesepian dan merasa bosan. Makan secara terus menerus kemudian menjadi respon yang muncul karena kucing sedang depresi. Untuk mengatasi hal ini, cobalah lebih sering mengajak kucingmu bermain keluar. Kalau perlu berikan ia mainan baru agar tidak bosan.

Terus membaca: Cara melebatkan bulu kucing agar berkilau dan halus >>

Kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi

Setiap kucing memiliki kebutuhan nutrisi harian yang harus dipenuhi. Dikutip dari Republika, drh. Novi Wulandari menjelaskan kebutuhan nutrisi pada kucing. Kucing memerlukan makanan yang mengandung protein, lemak, vitamin, mineral, dan antioksidan. Kebutuhan nutrisi ini berbeda-beda tergantung pada ras, usia, area aktivitas (indoor atau outdoor), dan kondisi kesehatan kucing.

Saat membeli makanan untuk kucingmu, pastikan kamu memahami apa dan seberapa banyak nutrisi yang terkandung di dalamnya. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan harian kucingmu? Misalnya, kucingmu yang masih berusia 8 bulan membutuhkan asupan protein yang tinggi. Namun, sehari-harinya justru kamu berikan makanan untuk tipe kucing dewasa (adult). Padahal, kandungan proteinnya berbeda. Protein pada makanan kucing dewasa biasanya lebih rendah daripada kandungan protein pada makanan khusus kitten. Tentu saja ini menyebabkan tidak terpenuhinya nutrisi pada kucing kecilmu sehingga ia terus saja merasa lapar.

Kemungkinan lainnya, kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi karena makanan yang kamu berikan kualitasnya kurang baik. Coba cek kembali kemasan makanan kucingmu dan perhatikan label komposisi nutrisinya. Pastikan makanan tersebut dibuat berdasarkan standar khusus yang telah ditentukan sehingga nutrisinya lengkap dan seimbang.

Baca juga: Kelebihan dan kekurangan makanan kucing BOLT >>

Porsi makanan kurang

Kucing kesayanganmu dalam kondisi sehat dan makanannya sudah cukup nutrisi, tetapi kenapa masih terlihat selalu lapar? Penyebabnya mungkin berasal dari jumlah porsi makanan yang masih kurang. Coba perhatikan kemasan makanan kucingmu. Untuk kemasan freshpack dan repack yang berasal langsung dari pabrikan, biasanya tertera label saran penyajian. Saran penyajian ini menjadi panduan umum untuk memberi porsi makanan harian kucing sesuai usia dan berat badannya.

Ukuran penyajian tiap merek dan varian makanan kucing dapat berbeda satu sama lain. Ini tergantung pada komposisi bahan baku yang digunakan untuk membuatnya. Coba cek kembali saran penyajian pada kemasan makanan kucingmu. Barangkali selama ini porsi makanan yang kamu berikan belum sesuai dengan kebutuhan hariannya. Kamu juga dapat menanyakan perihal porsi makan yang tepat ini kepada dokter hewan langgananmu.

Catatan: Kucing merupakan hewan mamalia aktif yang memiliki kapasitas lambung yang kecil dan sistem pencernaan yang pendek. Dengan begitu, kucing lebih suka makan dalam porsi kecil berulang-ulang dari pada satu kali makan besar. Karena, jika perut kucing terlalu penuh, kucing tidak bisa bergerak bebas.

Baca terus: Berapa takaran makanan kucing per hari yang tepat? [berdasarkan anjuran dokter hewan] >>

Persaingan saat makan

Penyebab ini biasanya terjadi kalau kamu memiliki beberapa kucing peliharaan. Kucing yang kurang dominan akan kalah dalam persaingan mendapatkan makanan. Kucing tersebut kemudian tidak mendapatkan makanan dalam porsi yang cukup. Hal ini akan membuat kucing selalu lapar dan kembali mencari makanan. Untuk mengatasinya, kamu perlu mengamati kucing mana yang lebih dominan, baik dari sifat maupun ukuran tubuh. Berikan makanan di tempat yang terpisah agar masing-masing kucing mendapatkan jatah makan sesuai porsinya. Kalau perlu awasi kucing-kucingmu saat mereka sedang makan.

Kesimpulan

Jadi, jika ada kucing yang selalu merasa lapar, jangan dibiarkan, ya. Kamu harus lebih peka. Barangkali hal tersebut menjadi sinyal bahwa ada masalah pada kesehatannya. Kalau ternyata kondisinya sehat, kamu dapat mengecek ulang kandungan nutrisi dan porsi makanannya. Pastikan juga tidak ada persaingan saat makan antar kucing peliharaanmu. Jika masih ragu cara mengatasi kucingmu yang selalu merasa lapar, konsultasikan saja ke dokter hewan langgananmu.

Apakah ada informasi penting yang saya lupakan terkait topik ini? Silakan ingatkan saya melalui kolom komentar. Dengan begitu, saya bisa meningkatkan kualitas dari artikel ini. Bantu saya ya! Hehe.

Baca lebih lanjut: Penyakit FIP kucing: gejala, penyebab, pengobatan dan cara pencegahan >>