Panduan Lengkap Untuk Membasmi Kutu Kucing

Panduan Lengkap Untuk Membasmi Kutu Kucing

Sebagian besar pemilik kucing bulu panjang selalu frustasi saat berhadapan dengan kutu kucing. Kutu kucing selalu menimbulkan permasalahan yang cukup serius kepada kucing kesayangan kita, seperti: alergi, infeksi dan bahkan anemia.

Solusi untuk membasmi kutu kucing adalah dengan memberikan bahan kimia yang aman bagi kucing namun dapat membunuh semua kutu kucing beserta telurnya. Setelah kucing terbebas dari kutu kucing Anda harus melakukan perawatan intensif untuk menjaga kebersihan kucing dan ruangan sekitar kucing agar dia terhindar dari penularan kutu kucing.

Untuk dapat membasmi kutu kucing secara cepat dan efektif kita harus tahu terlebih dahulu tentang:

  1. Jenis kutu kucing yang menyerang kucing kita
  2. Bagaimana siklus hidup kutu tersebut
  3. Cara mendeteksi keberadaan kutu kucing
  4. Cara membasmi kutu beserta telur-telurnya
  5. Cara membasmi sarang kutu dan membersihkan ruangan rumah dari kutu.
  6. Upaya pencegahan terhadap serangan kutu di masa depan

Saya akan menjelaskannya secara detail tahap demi tahap agar kita semua dapat membasmi kutu kucing dengan cepat dan efisien.

1. Jenis Kutu Kucing

Kutu kucing adalah serangga parasit yang senang tinggal di tempat lembab dan hangat, khususnya badan/mantel kucing yang memiliki bulu tidak terawat. Kulit mantel kucing yang selalu hangat dan dilindungi oleh ribuan bulu yang lebat menjadi tempat yang sangat nyaman bagi kutu kucing untuk hidup dan berkembang biak.

Pada saat ini ada 2.000an spesies kutu kucing yang telah di identifikasi oleh para ilmuan. Disini saya hanya akan menjelaskan tentang 6 spesies kutu kucing yang paling sering menyerang kucing. Apa saja mereka? Berikut daftarnya:

  • Ctenocephalides felis
Kutu-Kucing-Ctenocephalides-felis

Kutu kucing ini bernama Ctenocephalides felis. Hewan ini termasuk jenis serangga parasit yang sering menyerang kucing. Ciri-ciri kutu Ctenocephalides felis:

  1. Memiliki panjang tubuh 2mm
  2. Tidak memiliki sayap
  3. Berwarna coklat kemerahan hingga hitam
  4. Ukuran kutu betina lebih besar dari pada kutu jantan
  5. Ctenocephalides felis dibedakan dari kutu lain dengan ciri khasnya ctenidia, atau sisir; ia memiliki pronotal ctenidium dan genal ctenidium dengan lebih dari 5 gigi.
  6. Tidak memiliki gigi apikal luar
  7. Memiliki ciri khas dahi miring, bentuk dahi kutu Ctenocephalides felis sangat berbeda dibandingkan jenis kutu lainnya
  8. Larva kutu menyerupai belatung kecil dengan bulu pendek dan mandibula
  9. Pupa hidup terbungkus dalam kepompong bertabur sutra halus

Kutu kucing Ctenocephalides felis sangat suka memakan remah-remah organik saat dia masih kecil. Apabila rahang penghisapnya telah menguat dan tajam, dia akan hinggap di badan kucing dan mulai menghisap darah kucing sebagai makanannya.

Siklus hidup kutu kucing Ctenocephalides felis melibatkan metamorfosis lengkap dengan siklus holometabolous. Seluruh siklus hidupnya berlangsung dalam waktu 30-75 hari, tergantung pada kondisi lingkungan.

Pada suhu sekitar 13 derajat Celcius, larva muncul dari telur dalam 6 hari. Suhu yang lebih rendah dan kelembaban yang rendah dapat memperlambat perkembangan. Setelah melalui tiga instar larva, atau molts, kutu larva melepaskan kepompong sutera dan memasuki tahap kepompong mereka.

Pupa kutu sensitif terhadap fluktuasi karbon dioksida di lingkungan dan juga getaran. Setelah melewati masa pupa kutu akan berubah menjadi kutu dewasa yang lincah dah gesit. Mereka akan mencari inang untuk hidup. Kucing adalah inang yang sering menjadi mangsa mereka.

Apakah kutu kucing Ctenocephalides felis selalu hidup bersama inangnya?

Tidak, mereka biasanya membangun sarang mereka didekat inang mereka. Mereka akan beristirahat dan bertelur disarang mereka. Namun, saat mereka lapar, mereka akan hinggap di tubuh inangnya dan mulai menghisap darahnya.

Kutu kucing Ctenocephalides felis biasanya menghisap darah kucing pada saat kucing tertidur pulas. Mereka akan sangat hati-hati melakukan pekerjaan ini, agar meminum banyak darah tanpa diketahui sang kucing. Setelah mereka kenyang mereka akan kembali kesarangnya.

Jika kucing Anda terdeteksi terserang banyak kutu Ctenocephalides felis, segera cari sarang mereka dan basmi semua kutu Ctenocephalides felis beserta telurnya.

  • Ctenocephalides canis
Kutu-Anjing-Ctenocephalides-canis-

Kutu Ctenocephalides canis adalah serangga parasit yang memiliki bentuk mirip dengan kutu kucing Ctenocephalides felis. Namun, dia lebih berbahaya, karena dia juga menyebarkan penyakit Dipylidium caninum.

Dipylidium caninum adalah cacing pita kutu (siklofilid cestode) yang menginfeksi organisme yang terkena kutu Ctenocephalides canis termasuk anjing, kucing, dan terkadang manusia. Anjing, kucing dan manusia yang terinfeksi Dipylidium akan terserang cacing pita Dipylidium caninum.

Ciri-ciri kutu Ctenocephalides canis:

  1. Memiliki bentuk tubuh piph vertikal
  2. Tidak memiliki sayap
  3. Memiliki sepasang kaki belakang yang kokoh, sehingga dapat berlari dan melompat dengan sangat cepat
  4. Berwarna coklat kemerahan, ada juga yang berwarna coklat kehitaman, kadang ada yang coklat belang hitam
  5. Berukuran 2mm – 3.5mm
  6. Anggota genus Ctenocephalides
  7. Memiliki sisir pronotal ctenidium dan genal ctenidium
  8. Memiliki mata itam besar dan palpus labial tersegmentasi 5

Banyak orang yang sulit membedakan kutu Ctenocephalides canis dan kutu Ctenocephalides felis. Karena mereka identik, namun di Indonesia Ctenocephalides canis lebih banyak ditemukan pada Anjing dari pada kucing. Sehingga masyarakat sering menyebutnya kutu Anjing.

Kutu Anjing dapat dibedakan dengan kutu kucing Ctenocephalides felis berdasarkan ciri berikut ini:

  1. Lihat sisir pada tepi ventral kepala, kutu Anjing memiliki sisir lebih tajam dari pada kutu kucing
  2. Tulang belakang genal ctenidium pertama (atau luar) Ctenocephalides canis jauh lebih pendek daripada yang kedua. Pada Ctenocephalides felis, tulang belakang genal ctenidium adalah sepanjang, atau hampir tidak lebih pendek dari yang kedua
  3. Ctenocephalides canis memiliki kepala yang relatif lebih bulat dan sekitar satu setengah kali panjangnya, sedangkan kepala Ctenocephalides felis adalah sekitar dua kali lebih panjang dari lebar
  4. Kutu kucing memiliki empat hingga lima “gigi” pada tibia dari semua enam kaki, sedangkan kutu anjing memiliki tujuh hingga delapan gigi pada tibia dari semua enam kaki

Kutu Anjing sangat suka memakan sisa sisa kotoran organik. Dia akan bersarang ditempat yang lembab, hangat, kumuh dan banyak tempat sempit untuk bersembunyi. Jika mereka menemukan tempat yang cocok untuk bersarang mereka dapat bertelur sampai ribuan pada sekali reproduksi.

Kutu Anjing dewasa yang telah memiliki alat penghisap yang tajam, dan kuat akan mencari inang untuk dihisap darahnya. Inang mereka biasanya kucing dan anjing. Namun, kadang manusia, terutama anak-anak sering menjadi korban incarannya.

Darah inang digunakan kutu anjing jantan untuk bertahan hidup. Mereka dapat hidup berbulan-bulan hanya berbekal darah inang tanpa makanan. Sedangkan kutu anjing betina menggunakan darah inang untuk mempersiapkan proses bertelur.

Selain kedua kutu diatas, ada juga kutu:

  • Xenopsylla cheopsis (segera dilengkap)
  • Echidnophaga gallinacea (segera dilengkapi)
  • Spilopsyllus cuniculi (segera dilengkapi)
  • Pulex simulans (segera dilengkapi)

2. Siklus Hidup Kutu Kucing

Untuk dapat membasmi kutu kucing beserta telurnya, kita perlu mengetahui siklus hidup kutu kucing. Mengapa harus mengetahui siklus hidup kutu kucing?

Bukankah tinggal dimatiin aja yang ada di badan kucing kita.

Yups, kalau kutunya belum berkembang biak, metode itu sangat efisien. Tapi bagaimana kalau kutu kucingnya sudah membuat sarang diruangan kucing Anda?

Ingat, kutu kucing yang hinggap di tubuh kucing hanya sebagian dari kutu yang sedang merasa lapar. Sisanya kemana? Sisanya, mereka beristirahat disarangnya. Khusus untuk kutu kucing betina yang siap bertelur, mereka akan menghisap darah kucing secukupnya dan beristirahat disarangnya sampai menjelang proses bertelur selesai.

Kutu betina dapat bertelur 20-30 butir perhari. Bagi kutu betina yang sehat dan mendapatkan suplai makanan yang mencukupi, dia dapat mengeluarkan 800-1500 telur semasa hidupnya. Apabila Anda tidak menyadari ini, mereka akan membuat pasukan militer kutu kucing yang dapat membuat kucing Anda anemia parah.

Kita harus memutus siklus hidup mereka untuk mencegah mereka bertelur dan berkembang biak. Maka dari itu sangat penting sekali bagi pemburu kutu untuk mengetahui siklus hidup kutu. Membasmi kutu itu harus sampai ke akar-akarnya.

Siklus hidup kutu dari telur sampai dewasa

Siklus-hidup-kutu-kucing

Siklus hidup kutu kucing diawali dari telur, larva, pupa dan kutu dewasa. Kutu kucing menggunakan metamorfosis sempurna dengan siklus holometabolous. Lama hidup mereka sekitar 6 minggu – 1 tahun. Semua itu tergantung ketersediaan makanan dan keamanan mereka. Mari kita bahas setiap siklusnya satu persatu. Apabila Anda lebih senang melihat penjelasan siklus hidup kutu dalam versi video silakan klik disini.

Fase telur

Saat kutu betina telah dibuahi oleh kutu jantan. Kutu betina akan menghisap darah kucing sebanyak-banyaknya untuk mencukupi nutrisi anak-anaknya yang akan lahir. Setelah meresa cukup kutu betina akan pergi kesarangnya.

Kutu betina yang waspada akan membuat sarang di sekitar tempat tinggal kucing, dan kutu betina yang semau gue, akan bersarang didalam tubuh kucing. Mengapa perilaku mereka seperti itu? Kutu betina membutuhkan nutrisi darah dari inang (kucing) untuk memberinya tenaga untuk bertelur. Jadi dia tidak bisa pergi terlalu jaduh dari hewan inang, jika telah memasuki masa bertelur.

Telur-telur kutu ini memiliki ciri fisik:

  1. Berbentuk oval
  2. Berukuran 0.5 mm
  3. Memiliki tekstur kering
  4. Memiliki permukaan halus dan agak lengket
  5. Berwarna putih menyerupai nasi

Pada kasus kutu betina yang semau gue, mereka dapat bertelur di badan kucing yang tidak terawat. Telur-telur ini hanya diletakkan begitu saja di tubuh kucing, tanpa diikat dengan benang ataupun zat perekat.

Sehingga apabila kucing kita bergerak, telur-telur kutu ini dapat berjatuhan diberbagai tempat kucing kita bermain. Kasus inilah yang menyebabkan kutu kucing menyebar keseluruh penjuru rumah. Biang keroknya ya kucing kita sendiri.

Sedihkan? Iya, sebaiknya kita harus merawat kucing kita dengan lebih teliti lagi.

Lalu berapa lama fase telur kutu kucing berlangsung? Fase ini sangat singkat, mereka hanya membutuhkan 2-7 hari untuk menetas. jika lingkungan telur kutu hangat dan lembab mereka akan menetas lebih cepat.

Fase Larva

Induk kutu memiliki kebiasaan meninggalkan banyak kotoran di sekeliling telur-telurnya. Kebiasaan ini ternyata sebagai upaya perawatan telur setelah mereka menetas menjadi larva. Larva kutu kucing terlahir dengan banyak kekurangan.

Mereka terlahir tidak memiliki mata, tidak memiliki kaki, seluruh tubuhnya ditutupi oleh rambut. memiliki exoskeleton yang transparan, berukuran kisaran 0.8-2mm dan memiliki fisik yang sangat lemah. Larva kutu memakan semua puing-puing organik yang ada didekatnya, seperti: serpihan roti, serpihan daun, bubuk kayu, sisa makanan, bangkai serangga, kotoran kutu dewasa, dll.

Larva kutu akan berterima kasih kepada induknya, karena telah ditinggali kotoran organik yang banyak. Kotoran ini akan dimakannya sebagai nutrisi untuk tumbuh menjadi pupa/kepompong. Kotoran dari kutu dewasa banyak mengandung nutrisi.

Kotoran kok mengandung nutrisi?

Bukannya kotoran itu ampas yang nutrisinya sudah diambil semua?

Pada kutu dewasa yang telah meminum darah, ternyata ada fenomena unik. Darah dari sang inang tidak akan terserap seluruhnya oleh tubuh kutu, melainkan dia akan menggumpal bersama kotoran.

Kotoran hasil penggumpalan darah sisa metabolisme ini masih memiliki banyak nutrisi dari darah inang (kucing) sehingga sangat berguna bagi larva untuk pertumbuhannya. Fase larva membutuhkan waktu 15 hari.

Jika mereka mampu mendapatkan nutrisi dan makanan yang cukup mereka akan dapat melanjutkan fase metamorfosisnya menjadi pupa. Oh iya…karena fase larva memiliki fisik yang lemah, mereka rentan terhadap ancaman lingkungan, hewan lain dan ancaman kelaparan.

Larva kutu sangat senang tinggal di tempat yang lembab dan hangat, yaitu dengan suhu 36-38 derajat celcius dan tingkat kelembaban 75%.

Fase Pupa

Fase pupa adalah fase bertapa bagi kutu kucing. Sebelum menjadi dewasa, larva harus memintal kepompong sutra tempat mereka akan bertapa. Fase punya lebih lemah dari pada fase larva.

Mengapa lebih lemah? Berarti lebih mudah dibasmi dong di fase ini?

Iya, betul sekali tapi, sebelum menjadi pupa, larva mengkamuflasekan kepompongnya agar tidak mudah diketahui oleh manusia dan pemangsanya. Pupa kutu terbuat dari benang sutra yang lengket di permukaan luarnya, sehingga kotoran dan puing-puing tertarik dan menempel kepadanya.

Teknik kamuflase ini akan membuat hewan pemangsa dan manusia tidak menyadari keberadaan pupa kutu. Larva akan tetap berada di kepompong sampai kepompong sepenuhnya berkembang menjadi kutu dewasa.

Fase pupa membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena larva akan berubah menjadi bentuk sempurna selama masa dormansi. Biasanya fase ini membutuhkan waktu 13-25 hari. Faktor yang dapat mempercepat fase pupa adalah suhu hangat, kandungan karbondioksida dilingkungan dan getaran.

Fase Dewasa

Setelah melewati serangkaian perjuangan panjang kutu kucing akhirnya mencapai babak akhir proses metamorfosis sempurnanya. Jika mereka berhasil melewati masa pupa, mereka akan terlahir kembali menjadi kutu dewasa.

Kutu dewasa ini akan berwarna coklat kemerahan, namun seiring bertambahnya usia mereka akan berwarna coklat kehitaman. Pada saat baru keluar dari pupa kutu dewasa masih memiliki struktur tubuh yang kurang kuat. Kutu dewasa berukuran sekitar 1,5-3,2mm.

Setelah semua kulitnya mengeras dengan sempurna, dia akan memiliki kaki yang kokoh untuk dapat melompat dan berpindah tempat dengan cepat dan alat penghisap yang dapat digunakan untuk menghisap darah kucing sebagai makanannya.

Catatan: Kutu betina yang waspada selalu menaruh telurnya di tempat yang aman, tersembunyi dan memiliki supplai makanan yang cukup, ciri-cirinya ditempat itu banyak kotoran kutu. Sedangkan kutu betina yang ceroboh, dia akan secara membarangan dalam bertelur, misal di tubuh kucing, dikarpet, di sudut ruangan. Sehingga tingkat keberhasilan telur kutu menjadi kutu dewasa hanya sekitar 30%

Siklus hidup kutu adalah satu rangkaian metamorfosis sempurna yang melibatkan tahap telur, larva, pupa dan menjadi kutu dewasa. Siklus ini biasanya berlangsung 30 hingga 75 hari, namun dapat bervariasi karena faktor eksternal, seperti suhu dan kelembaban.

Cara kutu kucing berkembang biak

Setelah kutu dewasa tumbuh dan berkembang memasuki masa kawin. Mereka akan mencari kutu betina untuk dibuahi. Anda dapat membedakan kutu betina dan kutu jantan dari bentuk fisiknya. Kutu betina memiliki tubuh yang lebih besar dari pada kutu jantan, apalagi dibagian perut.

Kutu kucing berkembang biak dengan cara bertelur. Sekali kawin, kutu jantan dapat membuahi 20-50 indung telur. Kutu betina yang telah positif hamil akan lebih sering menghisap darah inang (kucing) untuk mencukupi kebutuhan nutrisi telur-telurnya.

Mereka akan membuat sarang ditempat yang lembab, hangat dan tersembunyi untuk melindungi telur-telurnya. Mereka akan menjaga telur-telur mereka sampai tiba saat mereka menetas. Proses penjagaan ini biasanya membutuhkan waktu 2-7 hari.

Tempat bersembunyi kutu kucing

Okay, kita sampai dipembahasan yang menarik. Setelah kita mengetahui siklus hidup mereka, kita dapat menemukan dimana mereka bersembunyi. Setiap siklus memiliki titik lemah, maka dari itu kutu kucing akan sering bersembunyi. Berikut ini beberapa tempat persembunyian kutu kucing sesuai siklus hidupnya.

  1. Tempat bersembunyi telut kutu berada diarea lembab, hangat dan tersembunyi. Seperti: di celah-celah lipatan sofa bagian belakang, di permadani/karpet berbulu yang kumuh, di ranjang/kasur, dibadan kucing dan diarea tempat tidur kucing. Tempat persembunyian telur kutu selalu ada banyak kotoran kutu dewasa. Jadi, cari dengan teliti, jika Anda menemukan kotoran kutu, disitu pasti ada sarang dan beserta telurnya.
  2. Tempat bersembunyi larva kutu biasanya berada di karpet, permadani, lantai, didekat tempat makan kucing dan bawah almari. Larva kutu tidak dapat berpindah tempat jauh dan dia membutuhkan banyak nutrisi, dia akan menjadi tempat yang banyak serpihan organik dan kotoran kutu dewasa. Jika Anda telah menemukan sarang kutu dan lokasi kotoran mereka, maka larvanya akan berada tidak jauh dari tempat tersebut. Anda harus jeli melihat larva ini, tubuhnya yang transparan dan kepala yang agak hitam membuatnya mudah mengkamuflasekan diri dengan lingkungan yang kotor dan kumuh.
  3. Tempat bersembunyi pupa biasanya berada di karper berbulu, permadani, kasur lantai, dibawah sofa, dibawah almari. Pada masa pupa, kutu menyelimuti dirinya dengan benang sutra dan mengkamuflasekan diri dengan kotoran yang ada disekitarnya. Anda akan kesulitan dalam mengidentifikasinya. Mereka biasanya memilih tempat yang gelap, lembab, banyak kotoran untuk memudahkan berkamuflase.
  4. Tempat bersembunyi kutu dewasa biasanya berada di sofa, kasur, pakaian, dibawah tumpukan daun, di semak-semak, dikebun, ditempat makan hewan, di badan kucing dan di celah-celah sempit dibawah karpet/keset/permadani bulu. Kutu dewasa memiliki kaki yang kuat dan pergerakan yang lincah. Mereka dapat melompat setinggi 30cm. Kutu dewasa akan sering berpindah-pindah tempat untuk mengamankan dirinya. Mereka memiliki kebiasaan tidur disiang hari dan menghisap darah inang(kucing) dimalam hari.

3. Apakah Kutu Kucing Bisa Menular?

Kutu kucing dewasa memiliki kaki yang sangat kuat dan dia dapat melompat setinggi 30cm. Kemampuan ini membuatnya mampu berpindah tempat dengan cepat.

Jadi, apabila saya ditanya tentang,“apakah kutu kucing dapat menular?” jawabannya iya, kutu kucing dapat menular. Kutu kucing dapat menular dari kucing ke kucing, kucing ke anjing, anjing ke kucing dan dari hewan ke manusia. Setalah mereka menular, mereka akan menghisap darah inangnya dan mulai berkembangbiak.

4. Bahaya Kutu kucing

Meskipun kutu kucing merupakan serangga kecil, tapi dia dapat menimbulkan ancaman berbahaya. Berikut ini beberapa bahaya kutu kucing yang dapat Anda waspadai:

Bahaya kutu kucing bagi kucing:

  1. Menyebabkan alergi pada kulit
  2. Menularkan penyakit tapeworm (cacing kutu)
  3. Menyebabkan kucing kekurangan darah (anemia)
  4. Menyebabkan penyakit hemobartonella ( blood parasit kutu masuk kedalam aliran darah kucing)
  5. Menyebabkan wabah plague

Bahaya kutu kucing bagi manusia:

  1. Menyebabkan alergi dan gatal-gatal pada kulit
  2. Menyebabkan infeksi plague (pes)
  3. Menyebabkan infeksi murine Typhus
  4. Menularkan penyakit tapeworm (cacing kutu)

5. Penyakit Yang Disebabkan Oleh Kutu Kucing

Kutu kucing dapat menjadi agen penyebaran penyakit menular dari kutu ke kucing dan dari kucing ke manusia. Penyakit yang disebabkan oleh kutu kucing adalah:

  • Tapeworm

Tapeworm / Cacing pita adalah cacing parasit yang dapat menginfeksi kutu dan menular ke kucing. Meskipun tidak ditularkan melalui gigitan, kutu menyebarkan infestasi cacing pita saat kucing secara tidak sengaja menelan kutu yang telah membawa larva cacing pita.

Setelah tertelan, larva cacing pita terus berkembang di saluran pencernaan kucing. Ketika cacing pita (tapeworm) ini telah berkembangbiak, kepala cacing pita akan menempel pada dinding usus dan segmen kecil yang berisi telur tapeworm akan terputus secara berkala dan dikeluarkan dari dubur.

Segmen-segmen ini akan dimakan oleh larva kutu dan siklus berlanjut. Meskipun cacing pita biasanya tidak menyebabkan penyakit pada kucing, pengangkatan cacing pita dianjurkan.

  • Anemia

Anemia adalah penyakit kekurangan darah. Kutu dapat menjadi penyebab penyakit ini saat segerombolan kutu menyerang anak kucing. Kutu dewasa ini akan dengan lahap menghisap darah sebanyak-banyaknya.

Anak kucing yang kehilangan banyak darah akan terlihat sangat lemah dan pucat. Jika kehilangan sangat banyak darah dapat menyebabkan anemia berat. Kucing yang mengalami anemia parah dapat meninggal dunia, untuk menyelamatkannya diperlukan transfusi darah, pemberian supplemen dan rawat inap.

  • Hemobartonella

Hemobartonella adalah parasit darah yang ditularkan oleh kutu. Parasit ini menempel pada sel darah merah, yang pada akhirnya menyebabkan penghancuran sel pembawa oksigen. Jika tidak diobati, hemobartonella menghasilkan anemia serius.

Transfusi darah dan rawat inap, serta antibiotik khusus, diperlukan untuk memberi kucing kesempatan bertahan hidup. Sekitar sepertiga dari kucing yang terkena hemobartonella tidak bertahan hidup.

6. Cara Mendeteksi Kutu Kucing

Kutu kucing tidak akan diam saja saat dia berada ditubuh kucing. Tujuan utama mereka adalah mencari makan dan bersembunyi. Kita dapat mendeteksi keberadaan mereka dengan beberapa cara:

  1. Perhatikan kebiasaan kucing menjilati badannya. Jika dia terlalu sering menjilati badannya biasanya ada serangan kutu didaerah tersebut. Kutu yang telah selesai menghisap dasah kucing akan meninggalkan saliva dan luka memar dikulit kucing. Hal ini akan membuat kucing alergi dan gatal-gatal. Untuk mengatasi ini, kucing akan menjilati bagian yang digigit kutu berulangkali sampai rasa gatal itu hilang.
  2. Carilah tanda-tanda bekas serangan kutu. Kutu dewasa dapat bergerak lincah dan sulit ditangkap. Namun dari setiap aksinya menghisap darah kucing, mereka selalu meninggalkan tanda, seperti: benjolan kecil pada kulit, lapisan kulit yang mengelupas, banyak bulu rontok akibat kaki kucing yang sering menggaruk, adanya cacing pita pada kotoran kucing. Cacing pita pada kotoran kucing juga menjadi tanda adanya serangan kutu. Saat menjilati bulu, kadang kucing menangkap kutu pembuat onar dan memakannya. Tapi naas, kutu yang termakan membawa penyakit tapeworm. Sehingga kucing tertular tapeworm.
  3. Sisirlah bulu kucing dengan sisir kutu. Untuk mendeteksi kutu dengan cara menyisir bulu kucing Anda perlu alas berwarna putih dan sisir besi bergerigi rapat dan dengan sela lebih kecil dari 1.5 mm. Sisir ini untuk menjebak kutu, mendeteksi telur kutu dan membersihkan bulu dari kotoran kutu. Dudukan kucing Anda pada alas putih yang telah Anda siapkan. Kemudian sisirlah dari kepala sampai ekor secara perlahan. Perhatikan jika ada tanda-tanda kotoran berwarna hitam, coklat kemerahan dan putih yang tersangkut di sisir. Kemungkinan itu tanda adanya kutu. Alas putih akan memudahkan Anda melihat kutu yang jatuh atau berusaha kabur. Jika Anda menemukan kutu segera dibunuh saja.
  4. Carilah kotoran kutu. Kutu dewasa memiliki kebiasaan meninggalkan kotoran kutu ditempat dia berada. Kotoran kutu dapat terlihat pada badan kucing, di karpet, permadani, kasur, sofa dan celah-celah sempit disekitar rumah. Kutu jantan akan meninggalkan kotoran kutu sebagai tanda keberadaannya. Sedangkan kutu betina meninggalkan kotoran kutu untuk memberikan makanan bagi larva kutu yang baru menetas. Jika Anda menemukan tanda kotoran kutu, yah…selamat Anda telah di invasi oleh kutu kucing. Saatnya Anda menyatakan perang.
  5. Temukan area bulu kucing yang mendadak botak. Kutu dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kerontokan bulu kucing. Gigitan kutu dalam memberikan luka pada kulit dan membuat kucing tidak nyaman. Akhirnya dia akan sering menggaruknya. Semakin lama digaruk kulit diarea tersebut akan iritasi dan jaringan kulitnya rusak, sehingga bulu-bulu disekitarnya mudah rontok.

Anda harus mendeteksi serangan kutu kucing sedini mungkin, untuk mengantisipasi meledaknya populasi kutu kucing. Jika Anda telah menemukan hasil positif setelah mencoba kelima cara mendeteksi kutu kucing diatas, Anda harus bersiap-siap membasminya.

7. Cara Membasmi Kutu Kucing Dengan Cepat dan Efektif

Saat sampai pada tahap ini saya mengasumsikan Anda telah mengidentifikasi jenis kutu yang menyerang kucing Anda. Anda juga telah mengetahui siklus hidup dan tempat-tempat yang digunakan kutu untuk bersembunyi, serta Anda telah yakin dengan tindakan pembasmian kutu.

Catatan: Kutu yang Anda temukan pada kucing Anda mewakili sekitar 5% dari jumlah total yang mungkin sudah ada di rumah Anda. Dengan kemampuan berkembangbiak yang cepat, telur, larva dan kepompong kemungkinan sudah tersebar di atas karpet, pelapis, tempat tidur, kursi mobil, dan hampir di mana-mana, kutu kutu dapat dengan cepat mengambil alih hidup Anda.

Oleh karena itu, mari kita belajar cara membasmi kutu yang cepat dan efektif:

Langkah #1: Basmi semua kutu yang ada di badan kucing

Ada tiga tahap untuk membasmi kutu pada kucing dengan cepat dan efisien:

  • Membasmi kutu dengan sisir kutu.

Tahap pertama pembasmian kutu kucing kita mulai dengan menyisir kutu. Anda memerlukan meja kerja atau lantai yang cukup luas untuk Anda dan kucing Anda. Kemudian, Anda harus menyiapkan alas berwarna putih agak lebar, boleh kain putih, atau kertas putih.

Fungsi alas berwarna putih ini untuk memudahkan kita mendeteksi telur kutu, larva, pupa ataupun kutu dewasa yang rontok saat kita sedang menyisir kutu. Setelah kita mempelajari siklus hidup kutu, kita tahu, bahwa:

  1. Telur kutu berwarna putih keruh, berukuran sekitar 0.5-0.7mm
  2. Larva kutu memiliki kepala agak kehitaman, badan berwarna putih transparan, tidak memiliki mata, berukuran sekitar 0.8-2mm dan seluruh tubuhnya diselimuti bulu
  3. Pupa kutu berukuran 0.7-1.5mm, memiliki benang sutra yang lengket, dapat menarik kotoran atau debu untuk berkamuflase
  4. Kutu dewasa berwarna coklat kemerahan, coklat kehitaman, berukuran sekitar 1,5-3,2mm dan ada yang belang. Dia tidak memiliki sayap.
  5. Kutu betina memiliki badan yang lebih besar dari pada kutu jantan dan memiliki perut yang lebih lebar

Jika Anda menemukan kelima ciri tersebut pada sisir kutu ataupun di alas putih yang sudah Anda siapkan, segera eksekusi mereka. Beri hukuman mati ditempat.

Saya menyarankan untuk menggunakan sisir kutu (cat fleas comb) dengan kerapatan berbeda. Dari data diatas, setiap siklus hidup kutu memiliki ukuran badan yang berbeda, jika Anda ingin membasminya mulailah dari induknya.

Sisir-Kutu-Kucing-dengan-Kerapatan-Berbeda

Pertama, gunakan sisir dengan kerapatan 1,5mm untuk menghilangkan semua kutu dewasa dan kutu betina. Sisirlah dengan cermat dan hati-hati dari arah kepala sampai ke ekor. Kutu dewasa yang berukuran lebih besar dari kerapatan sisir akan tertahan disisir.

Jika Anda menemukan kutu disisir kutu Anda, segera dibinasakan. Oia, Anda harus menggunakan sarung tangan karet saat menyisir kutu, selain memudahkan Anda dalam membunuh kuku dengan jari, sarung tangan akan melindungi kulit Anda dari saliva/darah kutu yang dapat membuat alergi.

Kadang-kadang, kutu yang tertangkap di sisir kutu dapat dengan lincah lari. Namun, Anda tidak perlu khawatir, alas berwarna putih akan memudahkan Anda mendeteksinya. Dari yang telah kita pelajari, kutu kucing itu tidak memiliki sayap, sehingga hanya bisa berlari dan melompat.

Jadi, kalau si kutu kucing kabur, dia hanya ada di sekitar alas putih yang telah kita siapkan. Jika Anda melihatnya, segera gilas dengan tangan Anda yang sudah memakai sarung tangan karet.

Kedua, gunakan sisir kutu dengan kerapatan 0.5-0.7mm. Sisir tahap kedua ini lebih rapat dari sisir kutu pertama. Tujuan menggunakan sisir yang lebih rapat adalah untuk membersihkan pupa, larva dan telur kutu yang ada di tubuh kucing.

Dari data yang kita pelajari, ukuran telur kutu sekitar 0.5-0.7mm, ukuran larva sekitar 0.8-2mm, ukuran pupa 0.7-1.5mm. Sehingga apabila sisir lebih rapat dari ukuran tersebut, telur, larva dan pupa akan terjebak pada sisir kutu dan kita akan dengan mudah membasmi mereka.

Teknik menyisir kutunya berbeda. Anda akan menyisir bulu kucing sampai ke kulit kucing. Jika bulu kucing Anda berminyak dan menggumpak, Anda membutuhkan tepung jagung dan gunting berujung tumpul untuk membantu mengurai bulu tersebut akan dapat disisir.

Sisirlah mulai dari kepala ke ekor secara hati-hati. Jika ada bulu kusut segera diurai dengan tepung jagung, jika tidak bisa diurai karena terlalu menggumpal (gimbal) dapat Anda potong dengan gunting berujung tumpul.

Menurut pengalaman saya, akan ada banyak kotoran yang menempel disisir dan rontok di alas putih yang telah kita siapkan. Cermati ciri-ciri kotoran yang terlihat. Jika ada tanda-tanda telur, larva, dan pupa dan kutu segera binasakan.

Pada tahap ini Anda harus sabar, karena sisir Anda akan cepat mengumpulkan banyak kotoran, jika terlalu terburu-buru, Anda akan melepaskan banyak telur, larva, pupa dan kutu kucing. Terlebih lagi, Anda dapat membuat kucing Anda kesakitan karena disisir terlalu tergesa-gesa. Bisa-bisa bulunya malah rontok kalau tidak disisir dengan benar.

  • Mandikan kucing Anda dengan shampo anti kutu

Jika Anda masih pemula dalam memilih shampo kucing, baca dulu panduan memilih shampo kucing yang bagus disini. Jika Anda sudah lama merawat kucing, mari langsung gunakan shampo anti kutu andalan Anda untuk memandikan kucing.

Setelah proses penyisiran kutu selesai, biasanya kotoran kutu (yang menempel dikulit atau hancur saat bergesekan dengan sisir kutu) dan telur kutu yang sangat kecil banyak yang masih tertinggal di tubuh dan bulu kucing. Untuk membersihkan itu, kita perlu memandikan kucing kita sampai bersih dengan shampo anti kutu.

Saya sangat menyukai shampo anti kutu dan anti jamur “Adams plus flea & tick shampoo” dan “Fluffycare”. Selain dapat membersihkan tubuh kucing, dia juga dapat membasmi jamur dan kutu. Kelebihan lainnya, shampo ini aman untuk kucing kita.

Baik, yuk segera dimandikan kucingnya.

Jika sudah selesai keringkan bulu mereka. Anda dapat menggunakan blower, hairdryer ataupun pengeringan manual untuk mengeringkannya.

  • Gunakan obat tetes anti kutu (frontline plus atau revolution) sebagai pencegahan kutu setiap bulan.

Saya sangat menyukai obat Anti kutu frontline plus dan revolution. Produk ini dapat diaplikasikan tanpa perlu memandikan kucing. Wow…hemat waktu dan tenaga bagi Anda yang memiliki banyak kucing.

Obat kutu ini bekerja melalui jaringan kelenjar epitel eksokrin. Kemudian menyebar ke seluruh jaringan kelenjar minyak pada tubuh kucing.

Kemudian apabila ada kutu yang menyerang kucing yang telah dilindungi oleh frontline, kutu itu akan mati seketika saat menghisap darah atau keringat kucing. Kutu juga tidak akan betah berlama-lama didalam tubuh kucing.

Masih bingung?

Jadi kita aplikasikan “frontline plus” dulu pada tengkung kucing kita. Teteskan perlahan-lahan langsung pada kulit di area tengkuk kucing. Hati-hati, harus di kulit kucing, bukan di bulu.

Diamkan beberapa saat agar cairan obat kutu terserap secara sempurna kedalam jaringan minyak pada tubuh kucing. Cairan ini akan menyebar secara bertahap dan memberikan perlindungan pada kucing selama 1 bulan (jika pemakaian sesuai dosis yang dianjurkan)

Proses aktivasinya sangat cepat, 4-12jam kutu-kutu yang menyerang kucing Anda akan langsung mati. Sehingga kucing Anda terbebas dari ancaman kutu. Oia…saat menggunakan produk ini kucing jangan dimandikan, jangan dimandikan, jangan dimandikan. Karena obat kutunya dapat berkurang khasiatnya saat dibilas air/sabun/shampo saat mandi.

Langkah #2: Basmi telur kutu, larva dan kutu betina yang bersembunyi di tempat tidur kucing

Setelah mengetahui siklus hidup kutu kucing, induk kutu yang waspada akan bersarang di dekat tempat tidur kucing. Hal ini dilakukan untuk memudahkan kutu dalam mencari makan. Kasur kucing yang memiliki banyak celah dan lipatan menjadi tempat yang cocok sebagai sarang kutu.

Segera periksa tempat tidur kucing Anda, alasnya, lipatannya, busanya, kainnya dan bahkan kerangka dalamnya. Bersihkan semuanya, jika Anda menemukan kutu kucing segera bunuh. Setelah semua bersih cuci dan keringkan dengan pemanas.

Mesin pengering yang menggunakan panas akan membunuh kutu dengan membuat mereka dehidrasi dan kepanasan. Jika Anda melakukannya dengan benar ada dua kemungkinan. Pertama kutu kucing keluar karena merasa pengap dan mati, kedua kutu kucing dehidrasi dan mati ditempat.

Apakah sudah selesai? Belum, apabila serangan kutu sudah parah Anda juga perlu mencuci semua sprei, sarung bantal, dan kain yang berada di area kucing Anda. Ingat, kutu yang ditemukan pada tubuh kucing hanya 5% dari total kutu yang telah menginvasi rumah Anda.

Yuk, segera dibersihkan, dicuci, dan dikeringkan dengan pemanas.

Langkah #3: Bersihkan semua perabotan diarea kucing dengan penyedot debu

Setelah kita selesai membasmi semua kutu yang menyerang kucing kita. Segera pindahkan kucing keruangan isolasi (ruangan yang steril dari kutu). Jika, sudah kita akan membasmi 95% sisa kutu yang menyerang rumah kita.

Lalu, bagaimana cara membasmi kutu kucing yang berkeliaran di ruangan rumah? bagaimana cara menghilangkan kutu kucing di lantai?

Solusinya adalah VAKUM CLEANER / penyedot debu

Vakum, vakum, vakum. Sedot, sedot, sedot. Lagi, lagi, lagi

Pada saat siang hari kutu akan beristirahat dan bersembunyi di sarangnya. Ini kesempatan kita untuk membasmi mereka tanpa perlawanan.

Nyalakan penghisap debu vakum cleaner Anda dan mulai bersihkan debu dan kutu diruangan Anda. Mulailah dari tempat yang teridentifikasi menjadi sarang kutu. Jika Anda belum tahu, baca panduan menemukan tempat persembunyian kutu disini.

Kutu sangat suka bersarang di tempat yang lembab, hangat dan memiliki banyak celah untuk bersembunyi, seperti karpet/permadani berbulu, lipatan sofa, pojokan kasur, tempat tidur kucing, pakaian, dll.

Jika Anda menemukan bercak-bercak hitam dan kotoran kutu, yes…Anda telah menemukan sarang persembunyian mereka. Segera basmi mereka dengan alat penyedot debu Anda. Lakukan pembersihan secara teliti dan cermat. Kutu kucing tidak memiliki sayap, dia hanya bisa berlari dan melompat jadi dia pasti hanya bersembunyi disekitar tempat itu.

Untuk menghilangkan kutu kucing di rumah, Anda perlu menyedot semua karpet dan perabotan lembut seperti sofa setiap hari selama setidaknya tiga minggu. Perhatikan celah di pinggir papan, sudut dan di belakang tempat tidur – di sinilah telur dan larva mungkin bersembunyi, serta kotoran kutu yang mungkin bertindak sebagai sumber makanan untuk kutu remaja.

Setelah proses pembersihan dengan alat penghisab debu selesai, ada kemungkinan Anda akan mendapatkan banyak telur kutu, larva, pupa dan kutu dewasa. Segera musnahkan semua kotoran dan wabah itu dengan hati-hati.

Tahap terakhir adalah membersihkan tabung penghisap debu dengan air panas. Mengapa tabung penghisap debu harus dicuci dengan air panas? Hal ini untuk membunuh telur-telur dan pupa kutu yang tidak kita lihat dan masih menempel di tabung penghisab debu.

Langkah #5: Semprotkan Flea Spray atau Flea Fog untuk mensterilkan ruangan dari kutu

Setelah kita selesai menyedot debu dan membersihkan ruangan dari kutu kucing dengan penghisap debu (vacum cleaner), gunakan semprotan anti-kutu (flea spray) atau fogger di ruangan yang terkena wabah kutu. Saya merekondasikan produk ini untuk Anda: Vet’s Best Flea & Tick Spray. Bagus dan terbukti Ampuh membasmi kutu kucing sampai keakar-akarnya.

Untuk membunuh kutu dan larva dewasa yang mungkin terlewatkan oleh penyedot. Ikuti instruksi pada kemasan flea spray atau fogger tentang dosis dan frekuensi penyemprotan. Pastikan Anda menjaga kucing (dan keluarga) dari bahan kimia pembasmi kutu spray atau fog(kabut) saat mereka bekerja. Anda mungkin perlu melakukan perawatan top-up untuk menangkap telur yang belum menetas.

Pastikan Anda menjaga kucing (dan keluarga) dari bahan kimia pembasmi kutu spray atau fog(kabut) saat mereka bekerja. Anda mungkin perlu melakukan perawatan top-up untuk menangkap telur yang belum menetas. Selesai, 5 langkah ini jika Anda kerjakan dengan benar akan membantu Anda membasmi kutu kucing beserta telurnya.

8. Cara Mencegah Kucing Kutuan

Apabila Anda telah sukses melakukan pembasmian kutu secara besar-besaran, itu tidak berarti perjuangan Anda telah selesai. Anda perlu ingat, kutu itu bisa menular.

Apabila kucing Anda bermain keluar rumah, bermain disemak-semak, bermain dengan kucing lain, dia akan memiliki potensi tertular kutu kucing lagi dari sesama kucing maupun dari lingkungan tempat dia bermain.

Parahnya, jika kucing kita tanpa sengaja pulang kerumah membawa banyak kutu betina yang siap bertelur. Alamak…bisa perang dunia kedua, jika telur-telur mereka sukses menjadi kutu dewasa.

Singkat cerita, biarpun Anda sudah membasmi kutu kucing beserta telurnya, Anda perlu lekaukan pencegahan untuk dimasa yang akan datang. Berikut ini beberapa upaya pencegahan kutu kucing yang dapat Anda lakukan:

Tips #1: Pelihara kucing Anda di dalam ruangan (indoor) yang telah steril dari kutu kucing

Kutu hidup dan berkembang biak di lingkungan yang lembab, hangat dan kumuh. Semak-semak, kebun dan gudang menjadi tempat yang cocok sebagia markas mereka. Kucing yang hidup di indoor (didalam ruangan) lebih sudah diserang kutu.

Sedangkan kucing yang hidup dan bermain diluar rumah memiliki resiko besar untuk di hinggapi kutu. Upaya untuk menjaga kucing tetap tinggal di dalam ruangan dapat mencegah kucing Anda dari serangan kutu.

Tips #2: Lakukan perawatan kutu secara berkala untuk semua kucing yang Anda miliki

Metode isolasi tempat memelihara kucing memang cukup efektif untuk mencegah kucing dari serangan kutu. Namun, kadang masih saja kita kecolongan. Misal, saat kita dari kebun, ada kutu yang bersembunyi dibaju kita. Karena kita tidak tahu kita langsung ke ruangan kucing kita.

Kutu yang bersembunyi ini kemudian berpindah ke badan kucing. Kucing kita terserang kutu lagi deh. Kasus lainnya saat kucing yang bebas kucing bersentuhan bulu saat bermain dengan kucing lain yang memiliki kutu. Kutu kucing akan berpindah dengan sekali loncat.

Untuk mencegah migrasi kutu akibat hal yang tidak terduga, saya menyarankan untuk memberikan obat kimia frontline atau revolution. Tapi ingat beli yang hanya untuk kucing dan pastikan sudah teruji aman untuk pemakaian jangka panjang.

Cara kerja fronline dalam melindungi kucing Anda dari kutu: FRONTLINE Plus memiliki 2 senjata rahasia: fipronil dan (S) -methoprene. Setelah FRONTLINE Plus diteteskan ditengkuk kucing, senyawa ini akan meresap kedalam kelenjar minyak didalam tubuh kucing.

Fipronil dan (S) -methoprene menjadi agen pembunuh kutu yang disimpan di kelenjar minyak di kulit kucing. Kemudian senyawa ini akan menyebar secara mandiri dan kontinu selama 1 bulan ke rambut dan kulit kucing melalui folikel rambut. Kutu yang menyerang bulu dan menghisap darah kucing Anda akan mati.

Obat kimia ini telah teruji secara klinis mampu membunuh kutu yang menyerang kucing dalam waktu 4-12jam setelah penyerangan. Disisi lain, obat ini sangat aman untuk kucing. Anda perlu melakukan perawatan pencegahan kutu dengan frontline ataupun revolution setiap sebulan sekali agar kucing terbebas dari kutu.

Tips #3: Bersihkan semua debu diperabotan dan furnitur Anda dengan penghisap debu

Sofa, karpet, permadani, keset, dan furnitur sering menjadi tempat bersembunyi kutu kucing. Untuk dapat mencegah mereka berkembangbiak, selalu bersihkan ruangan rumah Anda menggunakan penghisap debu.

Penghisap debu akan menjadi alat Andalan Anda dalam memerangi kutu. Mengapa begitu?

iya, karena Anda tinggal menyedotnya, tanpa perlu bersentuhan ataupun memukulnya sampai mati. Kelebihan penghisap debu adalah alat ini mampu membersihkan perabotan rumah yang terbuat dari bulu, seperti sofa bulu, karpet bulu, permadani dll. Kotoran kutu, telur kutu dan larva yang ada disana akan dihisap seluruhnya oleh alat ini.

Penghisap debu juga dapat menjangkau lipatan kursi, sudut ruangan dan celah almari yang sudah dibersihkan dengan kemoceng. Sangat praktis bukan?

Tips #4: Selalu cuci tempat tidur kucing Anda secara teratur

Kutu dewasa yang lolos dari perburuan Anda, mereka kemungkinan besar akan berkumpul di area tempat kucing Anda menghabiskan sebagian besar waktunya. Yups…di tempat tidur kucing. Gunakan pengaturan panas tinggi untuk pengeringan kasur kucing. Kutu kucing sangat benci panas. Panas bisa membunuh kutu yang masuk ke tempat tidur atau selimut kucing.

Tips #5: Jagalah kebersihan halaman rumah Anda

Tidak mungkin kucing Anda selamanya akan Anda kurung didalam ruangan. Mereka juga membutuhkan hiburan diluar ruangan. Untuk mengantisipasi serangan kutu kucing saat kucing Anda bermain dihalaman rumah Anda.

Saya menyarankan untuk selalu menjaga kebersihan halaman rumah. Jangan sampai ada rumput yang tinggi, jangan sampai ada semak belukar. Selalu buang sampah pada tempatnya.

Kutu kucing tidak menyukai halaman rumah yang rumputnya pendek dan bersih. Jadi, sebagai tips terakhir jagalah kebershian halaman dan rumah Anda, agar kutu kucing tidak betah hidup lama dirumah Anda.

Kesimpulan

Jangan menganggap remeh kutu kucing. Sekarang Anda telah mengetahui bahya kutu kucing dapat menimbulkan penyakit bagi kucing dan manusia. Mereka juga sangat mudah berkembang biak. Jika mereka telah dewasa dapat berpindah tempat dengan sangat lincah.

Jadi, jika Anda telah menemukan tanda-tanda keberadaan kutu kucing di rumah Anda ataupun pada kucing Anda. Segera basmi dan putuskan siklus hidup mereka agar mereka tidak berkembang biak. Incar terlebih dahulu kutu betina beserta telur-telurnya.

Kemudian musnahkan sarangnya. Baru yang terakhir kita butu pejantannya. Jika Anda menggunakan senyata kimia untuk membunuh serangga, lebih baik yang mematikan untuk kutu namun aman untuk kucing dan keluarga Anda. Selamat berburu.

Leave a Comment