Home » Info kucing » 9 perbedaan kucing bengal dan kucing hutan

9 perbedaan kucing bengal dan kucing hutan

| | Category

Sekilas, kucing bengal dan kucing hutan memiliki bentuk dan tampilan yang sama. Badan memiliki spot seperti leopard, ukuran yang lebih besar dari kucing domestic pada umumnya hingga sifatnya yang agresif. Tidak salah menyebutkan jika kucing bengal adalah kucing hutan. Namun, tahukah kamu kalau ternyata kucing bengal itu bukan 100% kucing hutan? Kucing bengal adalah kucing hybrid yang merupakan perkawinan silang antara kucing hutan/liar dengan kucing domestic. Sedangkan kucing hutan yang punya tampilan hampir sama dengan kucing bengal adalah kucing congkok atau kuwuk. Bingung dan penasaran? Daripada kamu semakin penasaran tentang perbedaan kucing bengal dan kucing hutan, yuk, langsung simak pembahasannya sampai selesai.

1. Asal

Perbedaan pertama terkait kucing bengal dan kucing hutan adalah daerah asal si kucing.

Kucing Bengal

Kucing bengal berasal dari Amerika Serikat. Bengal tiger cat ini termasuk kucing hybrid dari perpaduan asian leopard dengan american shorthair.  

Awalnya, dr. Willard Centerwall yang merupakan ahli genetik ingin mendapatkan kucing domestik dengan spotted wild cat yang berasal dari persilangan. Kemudian, bersama dengan Jean Mill yang merupakan breader asal California, di tahun 1960an mulai melakukan perkawinan hybrid kucing.

Kucing bengal merupakan generasi ketiga atau F2 dari hasil perkawinan hybrid. Dari penelusuran yang saya temukan, ada 2 sumber dengan penjelasan yang berbeda.

Di channel Kebun dan Binatang Official, disebutkan bahwa kucing bengal berasal dari perpaduan kucing domestik dengan asian leopard. Kemudian anakannya, dikawinkan lagi dengan asian leopard jantan hingga menghasilkan kucing bengal.

Sedangkan menurut sumber lain, bengal berasal dari campuran beberapa jenis kucing, diantaranya:

  • American shorthair.
  • Bernese.
  • Abyssinian.
  • Egytian mau.
  • Asian leopard.

Dari sumber tersebut, Mills mengembangbiakkan asian leopard. Diketahui bahwa asian leopard lebih kebal terhadap berbagai penyakit. Hingga akhirnya, asian leopard betina dikawinkan dengan kucing domestic lokal hitam.

Dari perkawinan tersebut, diperoleh anakan kucing dengan corak bintik serta sistem imun kuat. Kemudian, anakan betina dikawinkan lagi dengan kucing domestik hingga menghasilkan bengal.

Kucing bengal kemudian diakui oleh TCA (The International Cat Association) pada tahun 1983. Setelah itu, kepopuleran kucing bengal semakin tinggi hingga banyak orang ingin memeliharanya.

Kucing Hutan

Kucing hutan adalah jenis kucing yang hidup di alam liar. Kucing jenis ini biasa disebut juga dengan kucing liar. Habitatnya ada yang di hutan, semi gurun ataupun di gua.

Sebenarnya, ada banyak jenis kucing hutan yang ada di Indonesia pada khususnya. Setidaknya, ada 5 jenis kucing hutan di Indonesia, yaitu:

  • Macan dahan benua atau Neofelis nebulosa.
  • Macan dahan Kalimantan atau Neofelis diardi atau felis diardi.
  • Kucing batu atau Pardofelis marmorata atau Felis marmorata.
  • Kucing emas asia atau Catopuma temminckii.
  • Kucing congkok atau meong congkok atau kucing kuwuk Prionailurus bengalensis atau Felis bengalensis.

Jika disamakan dengan 5 jenis kucing hutan di atas, kucing congkok memiliki tampilan seperti kucing bengal. Kucing kuwuk ini adalah kucing liar yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Timur. Di Indonesia sendiri, kucing kuwuk kerap ditemui di hutan Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Kucing kuwuk memiliki nama lain yaitu leopard cat karena punya bintik seperti macan tutul. Ada juga yang menyebutnya sebagai asian leopard cat.

Jika dirunut, kucung kuwuk inilah yang menjadi bakal mula kucing bengal. Jadi, tidak heran ya jika banyak yang akhirnya menyamakan kucing kuwuk dengan kucing bengal.

2. Bentuk kepala

Kucing bengal

Kepala kucing bengal memiliki ukuran yang besar dan panjang. Walaupun begitu, kepala kucing bengal terlihat kecil dan kurang proporsional jika dibandingkan dengan badannya yang panjang dan besar.

Kucing bengal memiliki leher yang besar dan berotot untuk menopang kepalanya. Hidungnya lebar dan kulit di bagian hidung memiliki warna merah dengan garis luar hitam.

Untuk telinga, kucing bengal memiliki telinga yang meruncing ke atas. Sedangkan matanya, berbentuk bulat, lebar dengan warna iris hijau atau amber.

Kucing hutan

Kepala kucing hutan ukurannya kecil. Di bagian kepala terdapat 2 garis dari mata ke telinga berwarna gelap dan garis putih dari mata ke hidung.

Belakang telinga kucing hutan memiliki bentuk bulat agak panjang dengan warna hitam dan putih di bagian tengahnya. Sedangkan untuk moncong kucing hutan memiliki moncong pendek putih dan sempit.

3. Tubuh kucing

Kucing bengal

Kucing bengal memiliki badan yang cukup panjang, besar dan berotot jika dibandingkan dengan kucing lain. Karena dari itu, kucing bengal memberikan kesan gagah terutama untuk jenis kucing bengal jantan.

Kucing hutan

Tubuh kucing hutan cenderung kecil dan seukuran dengan kucing domestik. Namun, kucing hutan seperti kucing kuwuk punya kaki lebih ramping dan panjang. Uniknya, di antara sela jari kaki terdapat selaput.

Bagian tungkai dan tubuh terdapat bintik hitam dengan warna dan ukuran yang berbeda. Kalau kamu memperhatikan dengan jeli, di sepanjang punggung kucing kuwuk terdapat 2-4 baris bintik yang memanjang.

Untuk panjang, kucing hutan memiliki panjang yang berbeda karena tergantung dari habitatnya. Di daerah tropik seperti Indonesia, kucing kuwuk memiliki panjang dari kepala hingga badan sekitar 38,8-66 cm. Sedangkan panjang ekornya bisa mencapai 17,2-31 cm.

Untuk kucing kuwuk di daerah Siberia dan Tiongkok Utara, memiliki badan lebih panjang, yaitu 75 cm. Ukuran bahu juga lebih tinggi sekitar 41 cm.

4. Berat badan

Kucing bengal

Rata-rata, kucing bengal memiliki berat badan sekitar 5-8 kg. Walaupun begitu, kucing bengal jantan memiliki ukuran dan berat lebih besar dari kucing betina.

Berat badan kucing jantan dewasa sekitar 10 kg. Sedangkan berat badan kucing betina hanya setengahnya saja, yaitu 4-5 kg.

Kucing hutan

Kucing hutan jenis kuwuk atau kucing congkok memiliki berat yang berbeda-beda. Di daerah tropika seperti di Indonesia, berat kucing kuwuk hanya sekitar 0,55-3,8 kg. Di daerah Siberia dan Tiongkok Utara, kucing kuwuk memiliki berat hingga 7,1 kg. Berat badan tersebut bisa berkurang hingga musim semi dan bertambah sebelum musim dingin.

5. Motif dan bulu

Kucing bengal

Umumnya, kucing bengal memiliki bulu pendek. Namun, kamu bisa menemui kucing bengal dengan bulu panjang atau yang biasa disebut dengan Cashmere bengal. Kucing jenis ini memiliki status Preliminary New Breed oleh NZCF (New Zealand Cat Fancy) di tahun 2013.

Ada bedanya Cashmere bengal dengan kucing bengal pada umumnya? Bedanya hanya di panjang pendek bulunya. Jadi, motifnya sama ya.

Kucing bengal memiliki motif bulu yang sama seperti leopard dengan warna motif mengikuti warna bulu. Ada 2 motif bulu kucing bengal yaitu yaitu spotted dengan warna coklat hitam dan marble dengan 5 jenis pola, yaitu:

  • Horizontal flowing marble.
  • Chaos pattern marble.
  • Closed pattern or sheet marble.
  • Reduced pattern horizontal flowing marble.
  • Bullseye pattern.

Di bagian ekor terdapat motif berbentuk seperti cincin. Sedangkan di pundak kucing, terdapat garis horizontal berwarna hitam.

Uniknya, jika semakin besar spotted dan semakin jauh jarak spotted pada kucing bengal, maka semakin disukai.

Kucing hutan

Kucing hutan jenis kucing kuwuk  memiliki warna dan bintik yang bervariasi, tergantung dari spesiesnya. Misalnya kucing kuwuk di selatan, memiliki warna coklat kekuningan. Sedangkan untuk populasi di wilayah utara, berwarna abu-abu perak pucat.

Untuk motifnya, kucing kuwuk memiliki motif spotted dan marble atau garis putus-putus. Motif bulu ini tergantung dari subspecies. Jadi, jangan heran ya kalau kamu menemukan kucung kuwuk dengan motif seperti leopard.

6. Kepribadian

Kucing bengal

Kucing bengal memiliki sifat yang sangat aktif sehingga butuh ruang gerak yang luas. Kucing bengal bahkan bisa melompat setinggi 3x panjang tubuhnya dan suka memanjat. Karena hal tersebutlah, kucing bengal punya tulang kaki yang tebal, keras dengan otot yang kencang.

Bagaimana dengan sifatnya? Kucing bengal memiliki gen kucing liar. Jadi, jangan kaget ya kalau kucing bengal bisa menjadi liar. Kucing bengal bahkan tidak takut dengan air atau tempat basah.

Walaupun begitu, kucing bengal ternyata bisa dijinakkan. Jika sudah jinak, kucing bengal akan bisa bersahabat dan memiliki sifat penyayang.

Kucing bengal juga memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Kamu bisa melatih kucing bengal seperti melakukan trik dan pup di toilet. Bahkan, kamu bisa mengajak kucing bengal berjalan-jalan layaknya anjing.

Kucing hutan

Kucing hutan memiliki sifat yang liar, agresif dan susah untuk dijinakkan. Maka dari itu, jangan heran jika kucing hutan akan takut, mengeluarkan suara seperti mendesis ketika didekati manusia.

Untuk kelincahan, kucing hutan lebih lincah dibandingkan kucing bengal. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah habitatnya.

Kucing hutan termasuk hewan nocturnal dan hidup di alam liar. Maka dari itu, mau tidak mau kucing hutan harus bergerak lincah untuk menangkap mangsa dan bertahan hidup.

7. Masalah kesehatan

Kucing bengal

Kucing bengal termasuk sebagai kucing yang tidak mudah terserang penyakit. Jika dirawat dengan baik, kucing bengal bisa bertahan hingga berusia 14-16 tahun.

Bahkan kucing bengal tidak terlalu menyebabkan alergi karena termasuk hypoallergenic. Ini karena kucing bengal memiliki zat alergennya yang lebih sedikit. Jadi, cocok untuk kamu yang punya masalah dengan alergi, khususnya bulu kucing.

Sama seperti kucing pada umumnya, kamu perlu mewaspadai penyakit pada kucing bengal dan masalah kesehatan genetik. Penyakit pada kucing bengal, diantaranya:

  • Neuropati distal: gangguan di sistem saraf dan biasanya menyerang bengal di usia 1 tahun.
  • Flat-chested kitten syndrome: kelainan bentuk tulang rusuk dorsoventral sehingga dada nampak rata.
  • Luxated patella: dislokasi herediter tempurung lutut.

Sedangkan masalah kesehatan genetik yang perlu kamu waspadai, diantaranya:

  • Hypertrophic cardiomyopathy (HCM): masalah kesehatan di mana otot jantung menebal secara tidak normal sehingga jantung susah memompa darah.
  • Bengal progressive retinal atrophy (PRA-b): isu genetik yang menyebabkan retina bengal mengalami kerusakan dan kebutaan.
  • Hip dysplasia: kelainan genetik yang mengakibatkan penurunan dan kegagalan perkembangan dan fungsi secara bertahap di area panggul.
  • Erythrocyte pyruvate kinase deficiency (PK-deficiency): anemia hemolitik turunan dengan gejala:
    • Energi dan berat badan berkurang.
    • Warna mata dan kulit memudar.
    • Perut membesar.

Kucing hutan

Kucing hutan memang terbiasa hidup di alam liar, tetapi, bukan berarti kucing hutan bebas dari gangguan kesehatan. Kucing hutan juga bisa sakit seperti batuk karena faktor lingkungan ataupun internal dari kucing itu sendiri.

Namun, untuk saat ini, kucing hutan justru menghadapi masalah yang lebih pelik, yaitu perburuan liar dan penyempitan lahan.

8. Kelangkaan

Kucing bengal

Kucing bengal kini banyak ditemui di Indonesia. Bahkan, sudah ada breeder di Indonesia. Jadi, Anda tidak perlu bersusah payah untuk mendatangkan kucing bengal dari luar negeri.

Kucing hutan

Per tahun 2002, kucing kuwuk termasuk ke dalam spesies Least Concern (IUCN Red List), PP No. 7/1999, Appendix II (CITIS). Artinya, kucing hutan termasuk sebagai satwa yang dilindungi.

Sesuai dengan PP no. 7 th 1999 dan UU No. 5 th 1990, siapapun tidak boleh dengan sengaja:

  • Membunuh.
  • Menangkap.
  • Menyimpan.
  • Melukai.
  • Memelihara.
  • Memiliki.
  • Mengangkut.
  • Menjualbelikan satwa yang dilindungi dalam kondisi hidup.

Jika melanggar, maka ancaman pidana maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp100 juta harus kamu hadapi.

9. Harga

Perbedaan paling mencolok dari kucing bengal dan kucing hutan adalah terkait harga jual. Di mana, kucing bengal di perjual belikan dengan harga tinggi. Sedangkan kucing hutan tidak boleh diperjualbelikan (hewan yang dilindungi).

Kucing bengal

Kucing bengal memiliki harga yang cukup tinggi. Untuk anakannya, bisa mencapai Rp5-40 juta per ekor.

Harga tersebut bisa berbeda-beda tergantung dari berbagai macam faktor, diantaranya:

  • Kualitas kucing bengal.
  • Motif.
  • Dari mana kamu mendatangkan kucing bengal.

Kucing hutan

Kucing hutan tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan. Jika kamu ingin memiliki 1, ada ketentuan yang wajib kamu patuhi, yaitu:

  • Punya ijin dan penandaannya sehingga nanti kamu akan punya sertifikatnya. Ijin ini berkaitan dengan kesiapan kamu, baik finansial, tempat atau kemampuan merawat.
  • Berasal dari penangkaran legal yang terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Balai BKSDA setempat.
  • Termasuk dalam generasi kedua (F2).

Jadi, kalau kamu tidak siap dan hanya ingin membuktikan atau sekedar memiliki, sebaiknya jangan ya. Karena jika dipaksakan, kamu bisa terkena masalah hukum.

Demikian pemhabasan dari topik “perbedaan kucing bengal dan kucing hutan”. Saya harap kamu dapat membedakan kedua jenis kucing tersebut dengan mudah. Pada dasarnya, kucing bengal adalah turunan dari kucing hutan. Walaupun begitu, ada 9 poin yang membedakan antara kucing bengal dengan kucing hutan, yaitu:

  1. Asal.
  2. Bentuk kepala.
  3. Tubuh kucing.
  4. Berat badan.
  5. Motif dan bulu.
  6. Kepribadian.
  7. Masalah kesehatan.
  8. Kelangkaan.
  9. Harga.

Dari perbedaan tersebut, kamu bisa menilai mana yang kucing hutan asli dan mana yang bengal. Dengan begitu, kamu bisa lebih selektif sebelum memelihara dan merawat agar tidak menghadapi masalah hukum. 

Baca lebih lanjut: Jenis dan motif kucing bengal paling popular 2021 »