7 penyebab perut kucing jantan membesar [+Solusi]

Kucing dengan perut besar seringkali dianggap hamil. Kalau kucing betina sih, mungkin saja. Tapi, bagaimana kalau hal itu terjadi pada kucing jantan? Kucing jantan dengan kondisi perut yang membesar bukan pertanda yang baik. Memang, mungkin dia kebanyakan makan sehingga mengakibatkan obesitas. Tapi perut kucing jantan yang membesar dan keras bisa jadi pertanda penyakit. Distensi atau pembengkakan perut bisa disebabkan oleh banyak hal. Asites, atau penumpukan cairan pada rongga perut kucing bisa jadi penyebab perut si meong membesar. Parasit cacing atau infeksi pada usus juga bisa memicu pembesaran pada perut kucing. Selain itu, ada beberapa penyebab distensi perut pada kucing jantan lainnya. Yuk simak pembahasannya sampai selesai.

1. Obesitas

Penyebab pertama perut kucing jantan membesar adalah obesitas. Perut kucingmu bisa jadi bengkak bukan karena penyakit. Tapi, karena dia kegendutan. Kucing jantan bisa saja terkena obesitas kalau dia hobi banget makan. Tapi, di saat yang sama dia juga nggak memiliki kesempatan buat berolahraga. Obesitas sering banget terjadi pada kucing-kucing indoor. Kucing yang gendut memang menggemaskan. Tapi, itu malah bikin kesehatan kucingmu terancam. Ya, kurang lebih sama dengan manusia yang kegendutan. Kucing jantan yang terkena obesitas juga jadi lebih rentan terkena penyakit. Mulai dari penyakit hati, dan ginjal. Nyeri sendi atau arthritis juga bisa terjadi pada kucing jantan yang kelebihan berat badan.

Gimana cara mengetahui kalau kucingmu terkena obesitas? Kucing yang terkena obesitas mengalami pembesaran di berbagai bagian tubuh saja. Jadi, nggak cuma di bagian perut. Lemak tubuh juga biasanya terdistribusi secara rata. Kalau kamu mau lebih yakin, bisa juga bawa kucingmu ke dokter hewan. Nanti, dokter hewan bakal memeriksa kondisi kucingmu dengan menimbang berat badannya. Kucing yang overweight biasanya punya berat badan di atas 5 kilogram. Dokter hewan juga bakal kasih tahu cara yang efektif buat menurunkan berat badan si meong.

2. Penumpukan udara di dalam perut

Hal ini sering banget menimpa kitten yang masih menyusu. Kalau kamu menemukan bayi kucing, tentunya kamu harus memberikannya susu lewat dot. Nah, ada kalanya si bayi kucing terlalu semangat saat menyusu. Akibatnya, terjadi penumpukan udara di dalam perutnya. Perutnya pun jadi terlihat menggembung (bloating/kembung). Pastinya, itu bikin si baby kitten jadi nggak nyaman. Penumpukan udara di dalam perut terjadi karena bayi kucing memang belum punya refleks bersendawa yang bagus.

3. Infeksi parasit

Infeksi parasit juga bisa bikin perut kucing jantan membesar. Ini biasanya lazim terjadi pada kitten yang baru saja kamu ambil dari jalanan. Anak kucing liar memang punya kehidupan yang keras. Makanan yang mereka makan juga nggak terjamin kebersihannya. Bahkan, nggak jarang mereka makan daging yang sudah terkontaminasi telur lalat atau kecoak. Akibatnya, perut mereka pun jadi membesar. Infeksi parasit pada kitten hingga mengakibatkan distensi perut disebabkan oleh parasit Coccidia. Parasit bersel satu ini menginfeksi usus kucing dan mengakibatkan pembengkakan pada lapisan usus. Akibatnya, si meong jadi mengalami diare dengan ciri-ciri feses yang berlendir.

Selain parasit Coccidia, anak kucing juga rentan terkena parasit cacing pita. Cacing pita bisa masuk ke dalam saluran pencernaan kucing lewat telur kutu yang tertelan saat dia grooming. Infeksi cacing pita bisa mengakibatkan perut anak kucing jadi membesar. Sedangkan, bagian tubuh yang lain terlihat kurus. Si meong juga jadi lesu dan nggak lincah. Bahkan, cacing pita yang menginfeksi kucingmu juga bisa menempel pada feses kucing. selain itu, cacing pita ini juga sering terlihat menempel pada dubur.

4. Infeksi FIP

Feline Infectious Peritonitis (FIP) adalah salah satu penyakit kucing jantan yang paling fatal. Penyakit ini juga dikenal sebagai biang kerok yang bikin terjadinya pembengkakan pada perut kucing jantan. Jadi, penyakit FIP kucing bisa membuat perut kucing jantan tiba-tiba membesar. FIP adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus feline coronavirus. Virus ini menginfeksi membran peritoneum yang melapisi bagian dalam usus kucing. Pembengkakan tersebut bakal mengakibatkan terjadinya penumpukan cairan atau asites pada usus si meong. Selain mengalami asites, kucing yang kena FIP juga bisa menunjukkan gejala lainnya. Gejala lain yang muncul seperti demam kronis, anoreksia, penurunan berat badan, dan kucing jadi lesu. Kucing yang kena FIP juga bisa jadi lebih sering haus dan sering buang air kecil. Ini terjadi kalau virus juga menyerang organ ginjal. Kucing yang tinggal di tempat penampungan hewan lebih rawan terkena FIP. Selain itu, FIP juga sering menjangkit kucing yang berumur 6 bulan dan 2 tahun.

5. Kegagalan fungsi organ

Penyebab perut kucing jantan membesar berikutnya adalah kegagalan fungsi organ. Distensi perut pada kucing jantan juga bisa disebabkan kegagalan fungsi organ perut, lho. Organ-organ vital seperti saluran kemih, hati, dan ginjal bisa jadi mengalami penurunan fungsi seiring dengan bertambahnya usia si meong. Padahal, organ-organ itu punya peranan yang penting banget dalam menjaga kelancaran pembuangan kelebihan cairan dan racun dalam tubuh. Gangguan fungsi organ itu bisa bikin cairan yang harusnya dikeluarkan jadi menumpuk di dalam tubuh. Kalau nggak segera diatasi, asites itu bisa bikin perut kucingmu jadi membesar. Nyawa kucingmu pun bisa ikut terancam.

Biasanya, kucing jantan yang mengalami kegagalan fungsi organ juga bakal menunjukkan gejala lain. Contohnya seperti hilangnya nafsu makan yang drastis dan penurunan berat badan. Selain itu, kucing jantan juga bisa saja mengalami gejala jaundice atau dia jadi lebih sering minum dan buang air kecil. Semakin cepat kamu bawa kucingmu ke dokter hewan, semakin baik.

6. Trauma akibat benturan

Perut kucing jantan yang membesar juga bisa disebabkan oleh luka trauma. Ini sering banget terjadi pada kucing jalanan, yang memang rentan terhadap kekerasan. Si meong bisa saja baru tertabrak kendaraan bermotor atau dipukul dengan benda keras di bagian perut. Benturan yang keras itu bisa bikin organ dalamnya sobek. Sehingga, cairan yang ada di dalam tubuhnya bocor keluar dan menumpuk pada rongga perut. Akibatnya, perut kucingmu pun jadi bengkak. Segera bawa si meong ke dokter hewan buat mendapatkan pertolongan, ya.

7. Kanker

Penyebab terakhir kenapa perut kucing jantan membesar adalah karena ada tumor atau kanker. Munculnya tumor atau kanker juga bisa bikin perut kucing jantanmu jadi membesar. Penyakit satu ini lebih sering dialami oleh kucing jantan yang sudah menginjak usia senja. Kanker pada kucing jantan tergolong sulit banget dideteksi. Soalnya, gejala dari penyakit ini kelihatan seperti gejala penyakit yang umum menyerang kucing. Gejala yang lebih spesifik biasanya baru muncul saat pertumbuhan tumor itu sudah terlalu fatal.

Tumor yang sudah terlanjur membesar biasanya bakal memenuhi rongga perut kucing. Akibatnya, cairan yang harusnya masuk ke organ hati dan ginjal jadi terhambat jalannya. Sehingga, terjadilah asites di dalam rongga perut. Selain itu, kucing jantan juga mulai menunjukkan gejala lainnya, seperti:

  • Hilang nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Muntah-muntah
  • Sering pipis, dan
  • Kucingmu juga kelihatan lesu.

Apakah perut kucing jantan yang membesar bisa disembuhkan?

Bisa, kok. Bergantung dari penyebabnya, cara menyembuhkan distensi perut bermacam-macam. Kalau kucing jantanmu mengalami pembesaran perut, segera bawa ke dokter hewan, ya. Setelah itu, barulah kamu bisa lakukan tindakan pengobatan berikut ini:

1. Perawatan buat kucing yang terkena FIP

Kalau pembesaran perut disebabkan oleh penyakit FIP kucing, periksakan si meong ke dokter hewan. Dokter hewan nantinya bakal mengeluarkan cairan asites yang ada di dalam perut si meong. Perut kucingmu buat sementara bakal kembali seperti semula. Tapi, penyedotan asites ini harus dilakukan secara berkala, ya. Soalnya, FIP memang membutuhkan perawatan seumur hidup. Selain itu, dokter hewan juga bakal memberikan sejumlah obat yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh kucingmu.

Dengan begitu, kucingmu bisa menikmati masa hidup yang lebih panjang. Beberapa kucing jantan bahkan bisa jadi kebal terhadap virus ini, sehingga dia terhindar dari infeksi kedua kalinya. Tapi, lebih baik lagi kalau kamu berikan dia vaksinasi buat FIP. Kucingmu sudah bisa menerima vaksinasi FIP di usia 16 tahun. Selain itu, memberikan litterbox tersendiri buat masing-masing kucing jantan juga bisa bantu cegah menularnya FIP. Soalnya, virus feline coronavirus ini memang paling gampang menular lewat feses kucing.

2. Perawatan buat kucing yang mengalami obesitas

Jawabannya sudah jelas, kucingmu harus diet! Kamu bisa mendiskusikan jenis diet yang tepat buat si meong. Biasanya, dokter hewan bakal mempertimbangkan faktor, seperti: usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan lain-lain. Selain itu, kamu juga biasanya disarankan buat memberikan makanan rendah kalori buat kucingmu. Jangan lupa ajak kucingmu bermain sesering mungkin.

Buat jenis kucing yang memang doyan makan, ada beberapa trik yang bisa kamu pakai. Misalnya dengan membeli treat ball, atau bola mainan dengan ruang buat dry food di dalamnya. Buat dapatkan makanan di dalamnya, kucingmu jadi harus memainkan bola tersebut. Kamu juga bisa membuat treat ball sendiri dengan menggunakan botol minuman bekas, lho. Cari saja tutorialnya di YouTube. Ada banyak banget, kok!

3. Perawatan buat kucing yang terkena kanker

Sampai sekarang, nggak ada obat buat menyembuhkan kanker pada kucing. Biasanya, dokter bakal melakukan ultrasound. Setelah itu, dia bakal menentukan apakah tumor yang menyerang si kucing termasuk tumor jinak atau ganas. Kemoterapi memang tersedia buat kucing yang terkena tumor ganas. Tapi, dokter hewan biasanya nggak merekomendasikan ini. Karena, selain prognosisnya jelek, harga perawatan ini juga mahal banget. Dokter hewan biasanya bakal memberikan estimasi masa hidup dari kucingmu. Perawatan kucing yang terkena kanker biasanya meliputi peningkatan kualitas hidup saja. Kucingmu nggak boleh terpapar asap rokok, asap kendaraan, dan sumber radikal bebas lainnya. Kamu juga diminta untuk segera lapor seandainya dia tunjukkan gejala, seperti penurunan nafsu makan.

4. Perawatan buat kucing dengan gangguan fungsi organ

Buat kucing yang mengalami pembesaran perut gara-gara gangguan organ, wajib segera diperiksakan ke dokter hewan. Nantinya, dokter hewan bakal menentukan tipe perawatan yang si meong butuhkan sesuai dengan gejalanya. Sayangnya, penyakit yang berhubungan dengan organ dalam memang nggak bisa disembuhkan seratus persen. Jadi, kamu harus tetap memberikan jenis perawatan yang dibutuhkan si kucing jantan sepanjang hidupnya. Paling nggak, kucingmu jadi punya lebih banyak waktu buat menemani hari-harinya bersamamu.

5. Perawatan buat kucing yang terkena gangguan parasit

Perut kucing jantan yang membesar gara-gara cacing bisa diatasi dengan pemberian obat cacing rutin. Pemberian obat cacing tiap tahun bisa menghindarkan si meong dari resiko penyakit cacingan. Selain itu, kamu juga bisa memberikannya makanan daging yang sudah dimasak buat menghindari infeksi parasit Coccidia. Jaga kebersihan rumahmu supaya nggak ada kecoak yang berkeliaran. Karena, kecoak adalah salah satu inang dari parasit tersebut. Pemeriksaan lewat feses kucing juga bisa bantu deteksi awal infeksi parasit.

6. Perawatan buat bayi kucing yang menyusu terlalu cepat

Buat mencegah terjadinya penumpukan udara di dalam perut kitten, caranya sederhana banget. Setiap kamu selesai dengan sesi menyusui bayi kucing, jangan lupa buat menepuk pelan bagian punggungnya. Gunakan satu atau dua jari tanganmu dan tepukkan secara lembut pada punggung si meong. Ini bertujuan buat menstimulasi bayi kucing agar bersendawa. Sehingga, udara yang masuk saat dia menyusui pun akan keluar.

Kesimpulan

Penyebab perut kucing jantan membesar ternyata bermacam-macam. Kucingmu bisa saja cuma mengalami obesitas saja. Kucing yang terkena infeksi parasit juga bisa mengalami pembesaran perut. Tapi, bisa juga pembesaran perut itu jadi gejala penyakit yang lebih serius. Penumpukan cairan atau asites misalnya, jadi salah satu penyebab utama perut kucing membesar. Penyebabnya bisa gara-gara infeksi FIP atau karena trauma akibat benturan keras. Walaupun tergolong langka, kanker juga bisa bikin perut kucingmu jadi membesar. Buat tahu penyebab aslinya, periksakan ke dokter hewan, ya!

Akhir kata, apakah ada informasi terkait topik perut kucing jantan membesar yang saya lewatkan? Jika ada, ingatkan saya melalui kolom komentar ya. Nasihat dan masukan dari kamu akan saya jadikan renungan untuk meningkatkan kualitas artikel ini. Makasih.

Baca lebih lanjut: Efek samping steril pada kucing: 5 fakta ini mengejutkan! »