Steril kucing

Bagaimana proses steril kucing? Berapa biaya sterilisasi kucing? Bagaimana cara merawat kucing setelah disterilisasi? Kamu berada di tempat yang tepat. Artikel ini adalah panduan komprehensif tentang sterilisasi kucing. Saya akan berbagi pengalaman dan tips mengenai steril kucing.

Apa saja pengalaman yang akan saya bagikan?

CATATAN: saya bukanlah seorang expert. Saya hanya membagikan pengetahuan dari pengalaman yang saya alami. Jika ada info yang kurang akurat, tolong ralat saya melalui kolom komentar ya.

Okay, saya akan mulai dari asal muasal adanya sterilisasi kucing.

Kucing merupakan hewan yang dianugerahi kemampuan berkembang biak yang cepat. Apa buktinya?

  1. Kucing betina umur 4-6 bulan sudah memiliki organ reproduksi yang matang. Jadi, kucing betina bisa hamil dini.
  2. Masa kehamilan kucing betina sekitar 58-67 hari. Artinya, kucing betina dapat hamil setahun 4 kali. Jika setiap kucing hamil melahirkan 5 anak maka kucing dapat memiliki 20 anak/tahun.
  3. Kucing betina tidak memiliki masa menopause. Artinya kucing dapat terus menerus hamil sepanjang hidupnya.
  4. Kucing jantan memiliki siklus birahi berulang-ulang (“polyestrus”). Artinya, kucing jantan mampu mengawini puluhan ekor kucing sepanjang tahun.

Kemampuan inilah yang sering menyebabkan ledakan populasi kucing liar.

Apa itu steril kucing?

Sedikit info, kucing liar yang tidak terawat dapat membawa penyakit Zoonosis. Menurut dokter hewan, steril kucing dapat menjadi jawaban permasalahan tersebut. Singkatnya gini, steril kucing adalah tindakan medis untuk mengangkat organ reproduksi pada kucing jantan atau kucing betina.

Bahasa keren steril adalah kebiri atau sering disebut juga kastrasi. Jadi, kebiri, kastrasi dan steril itu merujuk pada tindakan yang sama, yaitu pemandulan permanen.

CATATAN:
1. Steril kucing jantan bertujuan untuk mengangkat organ reproduksi testis pada kucing jantan.
2. Steril kucing betina bertujuan untuk mengangkat organ reproduksi ovarium pada kucing betina.

Banyak pro dan kontra tentang hal tersebut. Ya, itu sah-sah saja sih. Karena setiap orang memiliki landasan dan argumen masing-masing. Dan setiap pendapat memiliki pembenaran masing-masing.

Jadi, kamu pro sterilisasi kucing atau kontra steril kucing? Berikan pendapat kamu dikolom komentar.

Sepertinya sudah terlalu melebar ya. Hehe. Baiklah, saya balik lagi ke alur cerita. Di awal saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya dalam steril kucing. Berikut ini 10 pelajaran yang saya pelajari dari sterilisasi kucing:

1. Syarat steril kucing: Apa dan bagaimana?

Ada dua tindakan medis yang selalu dihindari oleh dokter hewan:

  1. Euthanasia (suntik mati). Artinya, dokter disuruh mencabut nyawa kucing dengan obat kimia atau tindakan medis.
  2. Kastrasi (kebiri). Artinya, dokter disuruh mengangkat organ reproduksi kucing agar kucing steril. Tindakan ini akan menimbulkan pemandulan permanen.

Inilah dilema menjadi seorang dokter hewan. Biarpun kebiri kucing memiliki banyak manfaat. Di sisi lain juga menimbulkan efek samping, misalnya: kucing tidak akan memiliki keturunan. Nanti, manfaat steril dan efek samping steril juga akan saya bahas tuntas di chapter 4 &5. Jadi, keep reading!

Sebelum melalukan kebiri kucing, dokter biasanya memberikan edukasi kepada pemilik kucing. Kamu akan diberitahu bahwa tidak semua kucing dapat disterilisasi.

Apabila kamu tetap ingin melakukan sterilisasi kucing, kucing kamu perlu melewati serangkaian tes. Hanya kucing-kucing yang memenuhi syarat yang boleh di kebiri.

Apa syarat steril kucing?

Persyaratkan ini berlaku untuk kucing jantan maupun kucing betina. Saya juga baru tahu tentang pra-syarat tersebut saat bertanya dokter hewan. Hal tersebut demi keselamatan dan kesehatan kucing. Dokter hewan ingin operasi kebiri berjalan lancar dan tidak membahayakan kucing.

Pertama, kucing berumur minimal 6 bulan

Di Amerika Serikat, dokter ahli bedah hewan mampu melakukan steril kucing umur 3 bulan. Pada umur tersebut, luka operasi akan cepat sembuh hanya dalam hitungan hari. Namun, keahlian tersebut mahal harganya.

Praktik dokter hewan di Indonesia, berbeda. Dokter biasanya menyarankan anak kucing minimal berumur 6 bulan.

Untuk sterilisasi kucing jantan, anak kucing minimal berumur 6 bulan. Dan testis kucing jantan terlihat jelas (testis sudah jatuh? -red.). Jika testis kucing jantan belum jatuh, biasanya kamu akan disuruh menunggu lebih dulu.

Syarat umur minimal 6 bulan juga berlaku untuk kucing betina. Menurut dokter hewan, ovarium kucing betina sudah terbentuk dengan sempurna. Jadi, pengangkatan rahim akan 100% berhasil dan tidak meninggalkan sisa.

Kedua, kucing dalam kondisi sehat

Kucing betina maupun jantan harus dalam kondisi sehat. Kucing sehat akan lebih cepat pulih pasca steril kucing. Dan kucing tidak mudah drop. Bagaimana cara agar kucing sehat? Pastikan berikan vaksin kucing sejak dini.

Beberapa kucing kadang mengalami drop pasca operasi kebiri kucing. Apabila kucing belum pernah menerima vaksin, sistem kekebalannya akan melemah saat drop. Dengan demikian, kucing akan mudah terinfeksi penyakit dari lingkungannya.

Lain halnya jika kucing telah divaksin, kucing akan lebih sehat dan sistem imunitasnya lebih kuat. Jadi, kucing siap melawan berbagai penyakit yang akan menyerangnya. Saya sudah mengulas manfaat vaksinasi pada kucing dan panduan vaksinasi kucing untuk pemula. Di sana kamu akan mempelajari dasar-dasar tentang pentingnya vaksinasi pada kucing.

CATATAN: Vaksin kucing akan melindungi kucing dari wabah penyakit endemik dan virus berbahaya. Jadi, kucing jauh lebih sehat. Berdasarkan pengalaman saya, kucing yang sudah divaksin lebih cepat sembuh pasca steril. Kucing juga tidak terkena kompilasi infeksi ataupun virus.

Ketiga, kucing betina tidak sedang hamil/mengandung

Jangan melakukan proses steril kucing, saat kucing betina hamil. Kamu sama saja sengaja ingin membunuh anak-anaknya. Pada proses sterilisasi kucing betina, dokter hewan akan mengangkat rahim/ovarium kucing.

Pada saat mengandung, rahim ini telah terisi oleh janin kucing. Apabila rahim diambil, janin kucing didalamnya akan mati. Intinya, sterilisasi kucing saat hamil dapat membahayakan nyawa anak kucing dan induk kucing.

Jadi, jika kucing kamu masih hamil, kamu sabar dulu ya. Tunggu kucing selesai melahirkan, baru daftarkan steril kucing. Apabila kamu kesulitan merawat kucing hamil, saya sudah membuat panduan singkat cara merawat kucing hamil hingga melahirkan. Pembahasan tentang makanan dan vitamin kucing hamil juga ada di sana.

Okay, saya sudah menunggu kucing sampai melahirkan. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk sterilisasi kucing? Kamu baru bisa sterilisasi kucing betina setelah anak kucing disapih oleh induknya. Kira-kira 2 bulan setelah melahirkan. Anak kucing umur 0-8 minggu masih butuh ASI induknya. Jadi, jangan buru-buru steril kucing.

Keempat, kucing tidak dalam kondisi birahi

Kucing jantan dan kucing betina memiliki siklus birahi yang berbeda. Kamu harus berkonsultasi dengan dokter hewan terlebih dahulu untuk menentukan tanggal yang tepat.

Kenapa kucing birahi tidak boleh disteril?

Bukan tidak boleh, tapi lebih baik steril kucing setelah siklus siklus birahi kucing selesai. Saya sudah membahas secara detail siklus birahi kucing di sini.

Kucing birahi sedang dalam kondisi tidak stabil dari segi hormon reproduksi dan metabolisme. Jadi, waktu kesembuhannya lebih lambat. Ada kejadian unik, saat kucing birahi disterilisasi.

Baru 3 minggu setelah operasi steril kucing, si kucing birahi lagi. Nah, loh! Apa penyebabnya?

  1. Dokternya yang kurang teliti saat mengoperasi?
  2. Hormon birahi masih ada yang tersisa di dalam tubuh kucing?

Semua tidak ada yang mau disalahkan atas kejadian tersebut. Jadi, si kucing yang bersalah. Hehe.

CATATAN; Jika kamu terpaksa steril kucing saat kucing birahi, tolong kandang kucing selama sebulan. Pastikan hormon birahi kucing sudah hilang dan tidak mempengaruhi kucing. Kasian loh, kalau jahitan operasi rusak karena birahi dan kawin.

Kelima, berat badan kucing ideal

Kucing yang ingin di sterilisasi sebaiknya kucing yang sehat dan memiliki berat ideal. Dokter hewan di Indonesia biasanya mensyaratkan berat minimal 3 kg. Kenapa harus begitu? Karena kucing yang sehat dan memiliki berat badan ideal akan sembuh lebih cepat.

Kucing kurus teridentifikasi sedang terjangkit penyakit atau malnutrisi. Biasanya kamu akan disuruh melakukan perawatan kesehatan kucing terlebih dahulu.

Keenam, pemilik kucing harus menandatangani surat persetujuan operasi

Ini persyaratan terakhir yang perlu kamu lengkapi. Masih ingat dua tindakan medis yang paling dihindari dokter? Ya, euthanasia (suntik mati) dan kastrasi (steril kucing).

Kedua perlakuan itu membutuhkan surat persetujuan operasi. Jika kamu yakin ingin melakukan steril kucing maka kamu harus menandatangai surat persetujuan. Operasi sterilisasi hewan telah diatur secara legal oleh hukum. Jadi, apabila terjadi malpraktik, dokter hewan dapat dituntut melalui jalur hukum.

2. Steril kucing dapat dilakukan pada kucing jantan dan kucing betina

Untuk mengendalikan populasi kucing, dokter hewan menyarankan untuk melakukan steril kucing. Komunitas pecinta kucing pro steril juga membuat program catstrate. Jadi, komunitas pecinta kucing terjun ke lingkungan yang terjadi over populasi kucing.

Selanjutnya, mereka melakukan trap-neuter-release (TNR).

Kucing jantan atau kucing betina yang harus di steril? Boleh, keduanya. Boleh, salah satunya. Terserah si pemilik kucing.

  • Jika kucing jantan di steril maka kucing jantan tidak bisa menghasilkan sperma. Artinya, kucing jantan tidak dapat membuahi ovum kucing betina.
  • Jika kucing betina di steril maka kucing betina tidak bisa menghasilkan ovum. Artinya, kucing betina tidak bisa hamil dan melahirkan anak.

3. Proses steril kucing jantan dan kucing betina berbeda

Ternyata, proses steril kucing jantan tidak sama dengan kucing betina. Untuk lebih memahaminya, saya buatkan tabel perbedaan saja. Perhatikan tabel di bawah ini:

Steril kucing jantanSteril kucing betina
Organ reproduksi yang di steril adalah testis. Testi adalah penghasil sperma.Organ reproduksi yang di steril adalah ovarium (rahim). Ovarium adalah tempat terbentuknya ovum (indung telur)
Testis berada diluar tubuh kucing. Letaknya di bawah anus.Ovarium berada di dalam perut kucing.
Operasi steril kucing ringan. Jadi, luka operasi dapat sembuh dengan cepat.Operasi steril kucing agak berat. Jadi, luka operasi perlu waktu lama untuk sembuh.
Kucing jantan tetap bisa kawin, tapi tidak bisa menghamili kucing betina.Kucing betina tetap masih bisa kawin, tapi tidak dapat hamil dan tidak beranak.
Biaya steril murah.Biaya steril mahal.

Proses steril kucing jantan

gambar anatomi posisi testis pada kucing jantan

Perhatikan bagian yang saya tandai dengan anak panah merah. Itulah tempat penghasil sperma pada kucing jantan. Saat melakukan steril, bagian testis akan dipotong oleh dokter hewan.

Masih belum ada gambaran?

Proses steril kucing jantan adalah proses pengangkatan testis kucing melalui operasi bedah bagian luar tubuh. Jadi, steril kucing jantan prosesnya sangat cepat.

Kenapa testis kucing jantan diambil? Steril kucing atau kebiri kucing adalah upaya memandulkan kucing secara permanen. Jadi, organ reproduksi kucing jantan harus dihilangkan.

Testis merupakan organ reproduksi kucing jantan yang berfungsi untuk menghasilkan sperma. Tanpa sperma, kucing jantan tidak dapat menghamili kucing betina. Dengan demikian, kucing jantan tidak akan lagi menghasilkan keturunan.

Prosedur steril kucing jantan menurut dokter hewan

  1. Kucing jantan diletakkan di meja operasi, kemudian dia dipegangi oleh asisten dokter hewan
  2. Dokter hewan membersihkan seluruh bulu disekitar alat reproduksi kucing. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pengangkatan testis.
  3. Kucing jantan diberikan bius lokal untuk menghilangkan rasa sakit.
  4. Dokter hewan menarik saluran testis kucing jantan. Dan dokter mulai menjepitnya dengan beberapa gunting penjepit.
  5. Proses ini perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.
  6. Untuk menghentikan pendarahan saat testis dipotong, dokter hewan melakukan penjahitan. Bagian yang dijahir adalah saluran testis yang menuju ke badan kucing jantan.
  7. Dokter hewan akan memotong testis dengan gunting operasi. Setelah itu, dokter akan mengembalikan lagi saluran testis ke tempat asal mereka.
  8. Operasi telah selesai, dokter membersihkan sisa darah pasca operasi.
  9. Dokter melakukan monitoring pada kucing jantan yang telah selesai dioperasi.

Kamu penasaran bagaimana proses steril kucing jantan di klinik dokter hewan? Tonton video berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ORh1VnjhhLI

Proses steril kucing betina

gambar anatomi posisi ovarium pada kucing betina

Cara steril kucing betina sangat berbeda dengan kucing jantan. Perhatikan anak panah merah pada gambar di atas. Letak organ reproduksi ovarium berada di dalam perut kucing. Mau tak mau, dokter harus melakukan operasi besar untuk mengambil organ tersebut.

Ada 2 aliran steril kucing betina:

  1. Ovariohysterectomy.
  2. Ovariectomy.

Baru pertama kali mendengar istilah tersebut? Tenang, perlu pembiasaan. Saya juga baru tahu saat di edukasi oleh dokter hewan langganan saya.

Kita bahas mulai dari mana dulu ya?

Ovariohysterectomy adalah proses steril kucing betina dengan mengangkat ovarium dan uterus. Praktik sterilisasi ini populer di Amerika Serikat. Dokter hewan di sana berpendapat bahwa uterus yang tidak berfungsi dapat menyebabkan penyakit. Jadi, lebih baik dihilangkan saja sekalian.

Ovariectomy adalah proses steril kucing betina dengan hanya mengangkat ovarium dan meninggalkan uterus. Praktik ini sangat popular di eropa. Dokter hewan di sana berpendapat bahwa uterus tidak menyebabkan bahaya bagi kucing.

Mulai pusing? Hehe. Saat mau steril, kamu bisa tanya ke dokter hewan terlebih dahulu. Mana yang lebih bagus? Saya tdak tahu. Tapi, kalau kamu bertanya, mana favorit saya? Maka jawabannya adalah Ovariohysterectomy.

Kenapa? Karena kalau uterusnya hilang maka peluang kucing terjangkit pyometra dan breast cancer akan berkurang. Sebenarnya, fungsi kedua prosedur tersebut sama yaitu steril kucing betina. Jadi, kucing betina akan kehilangan kemampuan hamil dan tidak dapat beranak. Hanya perbedaan pendapat dokter hewan saja.

Prosedur steril kucing betina menurut dokter hewan

  1. Kucing telah memenuhi prasyarat sterilisasi pengangkatan rahim.
  2. Dokter malakukan bius total kepada kucing agar operasi berjalan lancar
  3. Kucing betina yang telah selesai dibius dipindahkan ke meja operasi
  4. Dokter hewan bersama asistennya mulai melakukan pembedahan menggunakan pisau operasi
  5. Secara detail dan teliti, dokter mencari ovarium & uterus kucing betina. Dokter melakukan proses operasi pengangkatan.
  6. Setelah tindakan medis steril kucing selesai. Dokter hewan menjahit kembali perut kucing betina dan membersihkan sisa-sisa operasi.
  7. Kucing yang telah selesai diangkat rahimnya dibawa ke ruang perawatan
  8. Selesai.

Kamu penasaran bagaimana proses steril kucing betina di klinik dokter hewan? Tonton video berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=fJI7L-7YjvY

4. Ada 7 manfaat tersembunyi dari steril kucing

Fungsi utama sterilisasi kucing adalah untuk menghilangkan kemampuan reproduksi kucing. Banyak pro dan kontra terkait praktik sterilisasi kucing. Tapi, ternyata steril kucing memiliki banyak manfaat loh! Setelah beberapa hari melakukan riset akhirnya saya mendapakan rangkuman berikut ini:

1. Steril kucing dapat menekan ledakan populasi kucing liar

Kucing memiliki kemampuan berkembang biak yang cepat. Ditambah kucing betina yang tidak memiliki menopause. Jadi, kucing jantan dapat menghasilkan keturunan secara terus menerus. Jika, populasi kucing tidak terkendali, akan muncul wabah endemik, yaitu penyakit Zoonisasi.

Ledakan populasi kucing liar dapat dicegah dengan kebiri kucing. Jadi, proses regenarasi keturunan kucing dapat dikontrol sampai pada tingkat aman.

2. Sterilisasi pada kucing jantan membuatnya betah dirumah dan lebih jinak

Apabila kucing jantan tidak disterilisasi, mereka akan sering kabur dari rumah pada saat masa birahi datang. Hormon reproduksi mereka mempengaruhi hasrat kejantanan kucing untuk secepatnya menemukan kucing betina yang cocok untuk dikawini.

Semakin jauh dia berkelana semakin besar potensi kucing jantan ini tertular penyakit, kecelakaan di jalan atau di curi orang. Namun, saat kucing jantan sudah disterilkan, hasrat birahi mereka akan hilang dan mereka akan betah dirumah. Sehingga kamu tidak lagi khawatir mencari-cari kucing.

3. Sterilisasi dapat menghilangkan kebiasaan kucing jantan spraying

Spraying atau mengencingi suatu area adalah kebiasaan kucing jantan yang jorok. Di dunia hewan perilaku ini dilakukan sebagai penanda daerah kekuasaannya. Namun, hal tersebut sangat menjengkelkan apabila seluruh daerah rumah kamu dikencingi.

Sterilisasi dapat menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Kucing jantan yang telah steril akan lebih tenang dan tidak lagi menandai daerah kekuasaannya karena nafsu menguasai mereka akan menurun. Kelebihan lainnya, akan semakin sedikit kucing jantan yang berkelahi memperebutkan wilayah.

4. Sterilisasi membuat kucing lebih sehat dan hidup lebih lama

Fakta membuktikan kucing yang telah disterilkan menjadi lebih jinak, tidak bandel, lebih gemuk dan betah dirumah. Kucing kalau sudah bisa seperti ini akan mudah dirawat dan dijaga kesehatannya sehingga mereka dapat hidup lebih lama.

5. Sterilisasi akan mengurangi resiko kucing terkena tumor dan kanker

Untuk kucing betina, sterilisasi dapat menjauhkan dia dari penyakit tumor rahim, kanker rahim dan toxoplasmosis. Penyakit ini sering menghantui kucing betina yang tidak bersih saat melahirkan anak-anaknya.

6. Sterilisasi akan mengurangi resiko kematian kucing

Banyak anak kucing meninggal pada saat dia dilahirkan dan banyak induk kucing yang meninggal saat berjuang melahirkan anaknya. Sterilisasi dapat mencegah resiko kematian induk kucing dan anak kucing.

7. Sterilisasi akan mengurangi resiko radang rahim (pyometra) bagi kucing betina

Kucing betina yang masih mengalami siklus reproduksi akan sangat rentan terjangkit bakteri. Salah satu bakteri berbahaya yang menyerang ovarium kucing adalah Staphylococcus sp., Steptococcus sp., Klebsiella sp., Alkaligenes fecalis dan pseudomonas sp. Bakteri ini akan menyebabkan gangguan hormonal dan infeksi pada rahim.

Kasus paling parah dapat menyebabkan peradangan dan rahim bernanah. Apabila kucing betina sudah steril, mereka akan terbebas dari resiko penyakit ini, sehingga dimasa tuanya mereka akan hidup lebih lama dan sehat.

Baca juga: 15 penyakit kucing yang dapat menular pada manusia [WASPADA] >>

5. Steril kucing membawa efek samping pada kucing

Selain memiliki banyak manfaat sterilisas kucing juga memiliki efek samping. Berikut ini beberapa efek samping pada kucing setelah di sterilisasi:

  • Tingkat agresifitas kucing menurun.
  • Kucing jadi pendiam dan kurang aktif.
  • Kucing mengalami gangguan metabolisme dan obesitas.
  • Kucing sudah tidak dapat memiliki keturunan.
  • Kucing jantan jadi betah dirumah dan tidak suka keluyuran lagi.
  • Kucing jantan jadi tidak tertarik dengan kucing betina yang sedang birahi.
  • Kucing betina tidak lagi berisik memanggil lawan jenisnya.
  • Kucing betina menjadi lebih penurut dan lebih manja.

Untuk penjelasan lebih detail, baca ulasan saya pada artikel: 5 Efek Samping Steril Pada Kucing. Di sana kamu akan mendapatkan informasi detail dan akurat terkait efek samping sterilisasi.

6. Steril kucing tanpa operasi biasanya menimbulkan penyakit

Saya pernah mendengar tentang rumor penggunaan pil KB untuk sterilisasi kucing. Ada juga menggunakan obat pemandul. Ada juga pil penghambat kehamilan.

Obat-obat tersebut setahu saya diformulasikan untuk dikonsumsi manusia, sehingga dosisnya akan sangat apabila diberikan kepada hewan.

Tapi, saya telah memberikan pil KB untuk kucing saya dan sudah setengah tahun tuh gapapa?

Baik, mungkin untuk saat ini tidak menimbulkan efek samping yang terlihat. Coba sesekali kamu melakukan pemeriksaan kesehatan rahim kucing.

Efek jangka panjang pemberian obat penghambat hormon estrogen pada kucing akan memicu tumbuhnya tumor pada rahim kucing. Hal ini dikarenakan siklum reproduksi (estrus) tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini diperparah dengan masukkan bakteri Staphylococcus sp., Steptococcus sp., Klebsiella sp., Alkaligenes fecalis dan pseudomonas sp. melalui saluran reproduksi kucing.

Terus membaca: Bagaimana cara merawat kucing agar terhindar dari penyakit? >>

7. Biaya steril kucing mahal

Setelah saya mengetahui manfaat dan efek samping sterilisasi akhirnya saya memutuskan untuk mencari tahu, berapa biaya steril kucing. Alamak, ternyata biaya sterilisasi kucing mahal. Untuk melakukan sterilisasi di klinik dokter hewan kamu perlu biaya sekitar Rp. 200.000 – 1.500.000

Biaya sterilisasi kucing jantan lebih murah dari pada kucing betina. Hal ini dikarenakan proses sterilisasinya lebih sederhana dan tidak terlalu rumit. Biaya sterilisasi kucing jantan sekitar 450.000 dan biaya sterilisasi kucing betina sekitar 700.000.

Harga sterilisasi kucing dapat berbeda disetiap kondisi karena perbedaan perlakuan medis yang dibutuhkan, tingkat keahlian dokter hewan dan biaya administrasi klinik dokter hewan.

8. Jangan sembarang memilih tempat steril kucing

(segera dilengkapi)

Saat saya mempelajari lebih mendalam tentang sterilisasi kucing. Teman saya bertanya, menurut hukum islam boleh atau tidak kucing dikebiri(steril)? Ada beberapa perbedaan pendapat para ulama dalam menyikapi permasalahan ini.

Jika tujuan steril itu membawa kebaikan untuk kucing dan manusia (misal menekan populasi, mencegah dari penyakit mematikan) maka diperbolehkan, tapi jika tujuan steril itu untuk menyakiti hewan (kebiri sebagai hukuman) maka hukumnya dilarang. Ulasan lengkapnya bisa kamu baca di sini dan di sini.

10. Perawatan kucing pasca steril ternyata mudah

Cara merawat kucing pasca sterilisasi pada kucing betina dan kucing jantan berbeda. Kucing jantan cenderung lebih cepat sembuh dari pada kucing betina. Hal ini disebabkan karena letak organ reproduksi yang di operasi. Kucing jantan di operasi di luar tubuh, sedangkan kucing betina harus membedah perutnya.

Inti dari perawatan kucing pasca steril adalah:

Pertama, berikan ruang yang nyaman dan tenang untuk kucing

Pasca operasi kucing akan banyak diam dan mudah marah. Ruangan yang tenang dan nyaman akan menjadi kebutuhan primer mereka.

Kedua, berikan tempat tidur kucing yang empuk dan nyaman untuk kucing tidur

Pasca operasi steril kucing akan banyak istirahat dan tidur. Nyeri dibagian bekas operasi akan terasa saat efek obat bius mulai habis. Kucing memerlukan tempat tidur yang empuk dan lembut untuk mengurangi rasa nyeri ini.

Ketiga, jangan menggunakan cahaya yang terlalu terang di tempat kucing tidur

Usahakan pakai cahaya yang remang-remang saja. Cahaya remang-remang bagus untuk membuat rileks kucing kamu dan tidak menyilaukan mata.

Keempat, cukupi semua kebutuhan kucing

Sediakan kebutuhan kucing, seperti makanan, minuman dan bak pasir untuk buang pup. Kucing pasca operasi tidak mau bergerak terlalu banyak. Jadi perlengkapan itu kamu taruh saja didekat tempat kucing istirahat.

Kelima, belikan pembatas leher “Elisabeth Cone” untuk melindungi bekas operasi dari gigitan atau kepala kucing

Periksalah bekas operasi steril setiap pagi untuk mengetahui tingkat kesembuhannya dan memantau adanya infeksi yang tidak diinginkan

Keenam, jangan mengangkat dan menggendong kucing

Jangan menggendongnya, biarkan dia istirahat agar luka operasi cepat menutup dan sembuh. Luka operasi steril membutuhkan waktu beberapa hari untuk kering. Jangan membuat bekas jahitan operasi terbuka karena sering menggendong kucing.

Ketujuh, Jangan mengijinkan kucing bermain di luar rumah

Kamu tidak akan bisa mengawasi kucing kamu jika dia pergi bermain ke luar rumah. Jadi, untuk sementara waktu kurung kucing kamu di dalam ruangan sampai dia sembuh total.

Kedelapan, berikan obat pereda nyeri dan sakit

Saat obat bius dari dokter hewan habis, nyeri setelah operasi akan terasa. Kamu dapat meminta kepada dokter hewan kamu obat nyeri khusus untuk kucing agar dia tidak merasakan sakit dan nyeri. Jika ini pengalaman pertama kamu memberikan obat pada kucing, ikuti panduan cara mudah memberikan obat kucing tanpa takut di cakar.

Kesembilan, Awasi kesehatan kucing dan perubahan perilakunya

Kadang ada kucing yang mengalami drop setelah sterilisasi. Awasi perubahan perilakunya, lihat nafsu makannya, amati kotoran yang dikeluarkan. Jika ada yang janggal segera laporkan kepada dokter hewan langgananmu.

Kesepuluh, disiplin mengikuti jadwal pemeriksaan ke dokter hewan

Lakukan kunjungan ke dokter hewan secara berkala untuk memeriksakan kesehatan kucing pasca operasi steril

Bonus: Setiap tahun selalu ada program steril kucing gratis

gambar 02
Program Steril Gratis 2019

Sterilisasi kucing ternyata tidak murah teman, kita perlu merogoh kocek kita agak dalam untuk melakukan steril kucing. Itulah sebabnya, banyak terjadi ledakan populasi kucing domestik di berbagai tempat di Indonesia.

Untuk menanggulangi ledakan populasi anak kucing yang ditelantarkan induknya, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan klinik dokter hewan dan komunitas pecinta kucing sering melakukan program steril kucing gratis setiap tahun.

Jika kamu kurang mampu membiayai kebiri kucing, kamu hanya perlu menunggu jadwal program sterilisasi kucing gratis di daerah. kamu dapat mencari infonya di komunitas pecinta kucing di daerahmu. Kamu juga dapat bergabung di grup facebook atau grup WA komunitas peduli kucing.

Kesimpulan

Setelah saya mempelajari tentang sterilisasi pada kucing, saya menjadi paham ternyata tidak semua kucing dapat disterilkan. Ada syarat yang harus dipenuhi sebelum dilakukan program sterilisasi kucing. Saya telah merangkum 10 hal yang saya pelajari dari sterilisasi kucing, semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Salam, mion!

Baca lebih lanjut: 10 cara mudah mengatasi kucing birahi tanpa dikawinkan >>