Berapa takaran makanan kucing per hari yang tepat?

Sama seperti kamu, kucing juga butuh makanan bergizi. Dengan takaran makan yang tepat, kucing dapat memiliki bentuk tubuh dan berat badan yang ideal. Dengan begitu, kucing nggak akan terkena obesitas, malnutrisi maupun anoreksia. Tapi, kebanyakan pet owner nggak tau pasti seberapa banyak takaran makanan kucing per hari yang pas. Takaran makanan kucing buat si meong bisa kamu ketahui dari beberapa faktor. Usia, tingkat aktivitas, hingga berat badan jadi faktor penentu dari takaran makanan kucingmu sehari-hari. Selain itu, ada rumus rahasia yang bisa kamu pakai supaya perhitunganmu lebih akurat. Cari tahu di sini, yuk.

1. Berapa banyak takaran makanan kucing per hari yang bagus buat kucingku?

Jawabannya, bergantung dari beberapa faktor. Kamu perlu memperhatikan jenis makanan yang kamu berikan. Apakah kamu memberi makan si meong dengan makanan basah atau makanan kering?

Jenis makananJumlah kalori
Makanan kering333 kalori per 100 gram (1,2 cup serving)
Makanan basah125 kalori per 85 gram (kemasan kantung/pouch)

Bahkan, merek makanan kucing yang kamu berikan juga punya pengaruh besar, lho. Kamu bisa baca komposisi dan nilai gizi di balik kemasannya.

Nggak hanya itu, kamu juga perlu mempertimbangkan seberapa aktif kucingmu. Semakin aktif si meong, semakin banyak makanan yang perlu dia konsumsi.

Kalau kamu punya kucing betina, kamu juga perlu perhatikan kondisi fisiknya. Apakah dia sedang hamil atau tengah menyusui?

Kondisi kucing betinaKebutuhan kalori
Kucing betina sedang birahiSedikit
Kucing betina sedang hamilBanyak
Kucing betina sedang menyusuiSangat banyak

Dengan paham hal tersebut, kamu bakal mengetahui pasti berapa banyak takaran makanan kucing yang tepat.

Baca juga: Kapan anak kucing bisa makan makanan kering? >>

Yang nggak kalah penting, kamu juga wajib perhatikan usia kucingmu itu. Anak kucing pastinya butuh asupan nutrisi dan porsi makanan yang beda dengan kucing remaja. Kucing remaja juga pastinya butuh asupan pakan yang beda dengan kucing yang sudah tua.

  
Usia kucingKebutuhan kalori
Kitten30 kalori per kilogram berat badan.
Kucing dewasa66 kalori per kilogram berat badan.
Kucing tua50 kalori per kilogram berat badan.

Selain itu, berat badan kucing juga wajib jadi bahan pertimbanganmu. New York Animal Medical Center menyatakan bahwa seekor kucing dewasa butuh makan kurang lebih 2% dari berat badannya. Kebutuhan nutrisi kucing dewasa adalah 66,67 kalori per kilogram berat badan per hari. Dan 4,5 gram protein per kilogram berat badan per hari.

Bingung ya? Hehe.

Sederhananya seperti ini.

Saya kasih contoh kucing dewasa seberat 5 kg butuh 333 kalori dan 22,5 gram protein per hari.

Jumlah kebutuhan kalori tersebut dapat tercukupi melalui makanan kering (dry food) dan makanan basah (wet food).

  • Dry food dapat memberikan 333 kalori per 100 gram penyajian.
  • Wet food dapat memberikan 125 kalori per 85 gram penyajian (kemasan kantung/pouch).

Info penting: makanan kucing berkualitas memiliki komposisi yang seimbang antara kalori, protein dan taurin. Jadi, jika takaran penyajian makanan kucing per hari kamu benar, si meong akan memiliki tubuh ideal.

Dari panduan tersebut, takaran makanan kucing per hari yang ideal adalah:

  1. Perhitungan untuk takaran makanan kucing kering:
    • Rumus perhitungan: 2% x berat badan = 2% x 5 kg = 0,1 kg = 100 gram makanan kering. Dengan 100 gram makanan kering, kucing akan mendapatkan 333 kalori.
  2. Perhitungan untuk takaran makanan kucing basah:
    • Rumus perhitungan: 66,57 kalori x berat badan = 66,67 x 5 = 333 kalori. Kebutuhan di dapat kamu cukupi dengan 3-4 pouch makanan basah kemasan per hari.
  3. Lebih bagus lagi kalau kamu mengkombinasikan pemberian wet food dan dry food. Takaran yang bisa kamu berikan adalah: 1 kantong wet food + 63 gram makanan kering per hari.

*Catatan: Dengan acuan tersebut, kamu dapat menghitung sendiri takaran makanan kucing per hari sesuai berat badan kucingmu.

Baca terus: 9 makanan penggemuk kucing yang bikin gendut dan berbulu halus >>

2. Berapa kali memberi makan kucing dalam sehari?

Hayo, sudahkah kamu tahu berapa sering kamu kasih makan kucingmu dalam sehari? Kamu perlu memberi makan kucing 2-3 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Kamu juga wajib memberi makan si meong tepat waktu. Buat mempermudah, kamu bisa membuat jadwal makan berdasarkan jam. Misalnya, kamu memberikan makan si meong jam 08:00 di pagi hari dan jam 15:00 di sore hari.

Pastikan untuk tepat waktu saat memberi makan setiap harinya. Kucing adalah makhluk yang suka dengan sesuatu yang pasti dan teratur. Kalau kamu kasih makan dia di waktu yang acak, jadwal makannya pun pasti bakal kacau. Kucing yang punya jadwal makan kacau biasanya punya jadwal buang air besar yang nggak teratur. Bayangin, kamu harus membersihkan litterbox di malam hari. Uh, jengkelin banget, kan? Padahal badan udah pegal-pegal setelah seharian kerja. Suruh bersihin kotoran kucing saat malam hari. Kamu mau? Nggak mau, kan? Makanya, pastikan jadwal makan kucingmu teratur.

Gimana kalau kamu tipe orang yang sibuk? Kamu bisa aja memberi makan kucingmu dengan menyediakan feeder. Feeder adalah sejenis tempat makan kucing yang dilengkapi dengan dispenser untuk menampung makanan kering. Nah, kamu bisa mengisi dispenser tersebut dengan sejumlah makanan kucing kering. Jangan mengisi dispenser terlalu banyak, ya. Soalnya, kucingmu cenderung malas makan kalau makanan keringnya sudah nggak renyah lagi. Coba deh bayangin, kamu harus buang sisa makanan kucing yang lumayan banyak itu. Mubazir, kan?

Catatan: Jika makanan kering kucingmu sering melempem, silakan baca panduan 5 cara menyimpan makanan kering kucing ini. 100% ampuh, makanan kering kucing awet dan tidak melempem.

Selain sediakan makanan dengan feeder, kamu juga wajib sediakan akses minuman bersih buat kucingmu. Apalagi, kalau kamu cuma kasih makan makanan kering aja. Bahkan, lebih baik lagi kalau kamu selang-seling antara makanan basah dan makanan kering. Kucingmu jadi bisa dapat nutrisi yang seimbang dan cukup buat perkembangan tubuh dan aktivitasnya.

3. Ih, repot! Kasih makan sesukanya aja nggak boleh, ya?

Hmm, lebih baik jangan, deh. Ada alasan yang jelas kenapa kucingmu wajib makan makanan kucing dengan takaran dan jadwal yang pasti. Salah satu alasannya adalah, supaya kucingmu tetap berselera makan. Dengan pemberian jeda antara waktu makan, kucingmu bakal punya cukup waktu untuk merasa lapar lagi. Emang sih, ada beberapa kucing yang seakan nggak pernah kenyang. Kucing saya adalah salah satunya. Anggota keluarga saya jadi sering banget kasih makan kucing saya di luar waktu makannya. Akibatnya, ketika jadwal makan tiba, dia jadi ogah-ogahan makan. Kalau udah gitu, mereka jadi menyangka kalau kucing saya udah bosan dengan makanannya. Akhirnya, harus keluar uang ekstra buat beli makanan kucing merek lain. Pengeluaran bulanan pun jadi membengkak gara-gara terlalu sering beli makanan kucing. Pusing kepala, deh!

Pengalaman saya di atas juga bisa terjadi di kamu, lho. Makanya, kamu harus punya mental baja buat menolak tatapan memelas dari kucingmu. Kalaupun kamu nggak tega, cukup berikan sedikit aja camilan atau treats. Tapi, jangan terlalu banyak, ya! Kalau kamu kebanyakan beri dia camilan, bisa-bisa si meong nggak mau makan makanannya dan cuma mau ngemil. Memberi makan sembarangan tanpa dijadwal juga bisa bikin kucing terkena obesitas. Sama seperti manusia, kucing yang kena obesitas rawan terkena berbagai macam penyakit. Kasihan, kan?

Kerugian lainnya adalah, kamu jadi nggak bisa mendeteksi pola makan kucingmu yang di luar kebiasaan. Kalau sudah gini, kamu bakal kesulitan buat mendeteksi seandainya dia lagi nggak nafsu makan. Apakah dia nggak nafsu makan karena sudah bosan dengan makanannya? Atau karena dia sedang menderita sakit tertentu? Kamu bakal sulit untuk tahu. Padahal, pendeteksian lewat perubahan pola makan penting banget lho buat pertolongan pertama saat kucing sakit.

Terus membaca: 10 makanan penambah nafsu makan kucing terbaik [2020] >>

4. Trus, gimana saya bisa tahu sudah memberi makan yang cukup untuk si meong?

takaran makanan kucing per hari yang tepat dapat membuat kucing memiliki bentuk tubuh ideal

Kekhawatiran paling besar yang dialami para pemilik kucing: “gimana kalau kucingku masih kelaparan?”. Saya ngerti banget kok kegelisahan hatimu. Untuk tahu apakah kamu sudah kasih makan dengan porsi yang tepat atau nggak sebenarnya gampang banget. Kamu bisa meraba bagian samping perut dari kucingmu. Kalau tulang rusuk kucing terlihat menonjol dan teraba banget oleh jarimu, berarti dia terlalu kurus. Kamu wajib melakukan perbaikan gizi buat dia. Jenis makanan basah jadi pilihan yang ideal buat menambah berat badan kucingmu. Kalaupun kamu pilih makanan kering, pilihlah jenis dry food berkualitas tinggi yang kaya akan kandungan protein.

Sedangkan kalau kucingmu terlihat gendut banget, itu artinya kamu kebanyakan memberinya makan. Apalagi kalau perutnya terlihat sangat besar seperti kucing betina hamil (walaupun kucingmu adalah kucing jantan). Ini artinya kamu wajib mengurangi porsi makannya sedikit demi sedikit. Jangan sampai deh kamu kehilangan kucingmu gara-gara dia terkena obesitas. Yang ideal, kamu tetap bisa meraba tulang rusuknya samar-samar. Selain itu, kamu juga bisa melihat pinggulnya dengan sedikit lemak yang terlihat di bagian perut. Buat lebih jelasnya, kamu bisa lihat grafik gambar di atas.

Baca terus: 10 tips praktis agar makanan kucing tidak disemuti [100% ampuh] >>

5. Bagaimana cara mengatur makan si meong, kalau saya memelihara banyak kucing?

Punya kucing banyak memang ada suka dukanya. Kamu harus sesuaikan takaran makanan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kucing. Buat kitten dan kucing usia 1 tahun misalnya, dia butuh makanan dengan kandungan protein yang tinggi. Soalnya, anak kucingmu sedang ada di dalam masa pertumbuhan. Pastinya, dia juga pasti lebih aktif dan butuh sumber energi yang tepat. Makanan jenis wet food emang paling ideal buat kucing di usia aktif. Tapi, kamu juga bisa beli makanan kering yang diformulasikan khusus buat kitten atau kucing usia 1 tahun.

 Di sisi lain, makanan kucing kaya protein justru bahaya buat kucing usia 6 tahun ke atas. Si meong di usia itu bisa dibilang udah masuk “usia senja”nya kucing. Makanan berprotein tinggi justru bisa bikin dia terserang gangguan saluran kencing dan ginjal. Buat si meong yang udah masuk usia tua, pilihlah makanan kucing yang rendah protein. Lebih bagus lagi kalau kamu pilih makanan dengan formula Urinary. Tujuannya supaya saluran kencing dan ginjal kucingmu jadi terawat.

Pertanyaan yang sering ditanyakan pembaca

Berikut ini beberapa pertanyaan terkait topik “takaran makanan kucing per hari” yang sering ditanyakan pembaca. Jika kamu tidak mendapatkan jawaban dari permasalahanmu, silakan tinggalkan pertanyaan di kolom komentar.

1. Kira-kira, 1 kg makanan kucing habis berapa hari?

Jawaban singkatnya, relatif. Bisa habis dalam waktu 3-10 hari. Tergantung makanan kucing tersebut kamu kasihkan kepada berapa kucing. Hehe.

Biar lebih jelas, saya akan membuat simulasi singkat. Saya asumsikan 1 kg makanan kucing yang kamu maksud adalah makanan kering. Dengan begitu, kamu beli dry food kibble kemasan packages 1kg atau repack 1 kg.

Asumsi 1

Kebutuhan kalori seekor kucing dewasa sehat dengan berat badan 4-5 kg adalah 333 kalori per hari. Angka ini dapat terpenuhi dengan 100 gram makanan kering kucing. Dengan begitu, jika setiap hari kucing mampu menghabiskan 100 gram makanan kering, maka 1 kg makanan kucing akan habis dalam waktu 10 hari.

Catatan: 1 kg = 1.000 gram. Jadi, 1.000 gram : 100 gram/hari = 10 hari.

Asumsi 2

Saya asumsikan kamu memelihara kucing dewasa sehat dengan berat 3-5 kg. Saat ini, kamu tidak tahu jumlah takaran makanan kucing yang tepat untuk setiap hari. Dan kamu hanya memberikan makanan secara asal. Pada kondisi tersebut, kamu sering mendapati kucing tidak menghabiskan makanannya. Dan pada keesokan harinya, makanan kamu buang atau kamu ganti dengan makanan kucing yang baru. Begitu seterusnya. Jika kondisinya seperti itu, 1 kg makanan kucing hanya bisa bertahan 7 hari.

Asumsi 3

Kamu memelihara sekeluarga kucing yang terdiri dari 2 anak kucing dan 2 kucing dewasa. Dan semua kucing sudah dapat memakan makanan kucing dewasa. Dari data tersebut, maka kamu dapat menghitung kebutuhan nutrisi harian kucing terlebih dahulu.

  • Kitten 30 kalori per kilogram berat badan.
  • Kucing dewasa 66 kalori per kilogram berat badan.

Saya berasumsi, setiap anak kucing memiliki berat badan 1,5 kg dan setiap kucing dewasa memiliki berat 4-5 kg. Dengan begitu, kebutuhan kalori harian mereka adalah:

  • 1 anak kucing dengan berat badan 1,5 kg butuh 75 kalori per hari. Jadi, 2 anak kucing membutuhkan 150 kalori per hari.
  • 1 kucing dewasa dengan berat badan 4-5 kg butuh 333 kalori perhari. Jadi, 2 kucing dewasa membutuhkan 666 kalori per hari.

Jika 100 gram makanan kering dapat mencukupi 333 kalori, maka 1 kg makanan kucing habis dalam waktu berapa hari? Jawabannya sudah jelask, bukan? 1 kg makanan kucing akan habis dalam waktu 4 hari untuk satu keluarga kucing tersebut. Jika ada makanan sisa yang sering kamu buang atau ada pemborosan makan, 1 kg makanan kucing akan habis dalam waktu 3 hari.

Bagaimana cara menghemat 1 kg makanan kucing agar awet?

  • Pertama, kamu selang seling antara makanan kucing kering dan makanan kucing basah.
  • Kedua, pastikan kamu memberi makan kucing di waktu yang tepat dan disiplin. Jadi, kucing akan selalu menghabiskan makanannya. Jadwal makan kucing itu penting untuk membiasakan si kucing makan dan pup secara teratur.
  • Ketiga, kasih makanan kucing homemade atau raw food. Jadi, kamu memberikan makanan tambahan kepada kucing. Misalnya: daging ayam, daging sapi, ikan tuna, ikan salmon, dll.

Kesimpulan

Dari ulasan di atas, kamu jadi tahu cara menentukan takaran makanan kucingmu per hari. Faktor usia, berat badan, tingkat aktivitas, dan jenis makanan kucing jadi faktor yang perlu kamu perhatikan. Kamu bisa pakai rumus: 2% x (berat badan kucing) buat menentukan porsi makanan yang tepat. Waktu pemberian makanan juga harus teratur. Jam makan bebas boleh aja diterapkan dengan pakai feeder. Tapi pastikan kamu sediakan akses minuman bersih buat si meong.

Baca lebih lanjut: Bolehkah anak kucing makan makanan kucing dewasa? »