Home » Rekomendasi produk » 10 rekomendasi obat diare kucing terbaik [manjur]

10 rekomendasi obat diare kucing terbaik [manjur]

| | Category

Diare merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang kucing. Kondisi tersebut menyebabkan kucing tiba-tiba sering bolak-balik litterbox. Satu kali, dua kali, tiga kali, berkali-kali. Jangan panik dulu ya, diare memang membuat kucing akan sering pup. Akan tetapi, pup yang keluar cenderung cair atau encer. Setelah itu, badan kucing tiba-tiba lemas dan mulai demam. Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa rekomendasi obat diare kucing yang bagus. Mulai dari Nutri-Vet Anti-Diarrhea Liquid, Primacat, hingga Metronidazole. Obat tersebut dapat mengatasi gangguan pencernaan yang disebabkan oleh bakteri penyebab diare. Berapa harga obatnya? Berapa dosis pemakaiannya? Saya akan menjawab semuanya melalui artikel ini. Untuk lebih jelasnya, yuk baca pembahasannya sampai selesai.

1. Nutri-Vet Anti Diarrhea Liquid for Cats

HargaUkuranBentuk
Rp227.0004 oz (118 ml)Cair

Nutri-Vet Anti Diarrhea Liquid for Cats bisa menjadi pilihan untuk atasi diare pada kucing. Kenapa? Karena Nutri-Vet Anti Diarrhea Liquid for Cats memiliki keunggulan berikut ini:

  • Memiliki kandungan Pectin, Kaolin, untuk melindungi membrane gastrointestinal yang teriritasi dan memadatkan feses.
  • Berperan sebagai agen detoksifikasi untuk melawan bakteri beracun.
  • Bekerja dengan cepat.

Sebelum digunakan, Nutri-Vet Anti Diarrhea Liquid for Cats harus dikocok terlebih dahulu. Lalu berapa takarannya? Takaran Nutri-Vet Anti Diarrhea Liquid for Cats, yaitu:

  • ½ sdt per 1-12 lbs (453,59 gr – 5,44 kg).
  • 1 sdt per 13-25 lbs (5,89-11,33 kg).

Pemberian Nutri-Vet Anti Diarrhea Liquid for Cats dilakukan per 12 jam sehari ya. Namun, jika setelah 2-3 hari pemberian diare masih belum membaik atau memburuk, segera bawa ke dokter hewan.

2. Primacat

HargaUkuranBentuk
Rp13.000-Rp17.00030 mlCair

Kalau kamu mencari obat diare untuk kucing kesayangan yang mudah ditemukan di pet shop, kamu bisa pilih Primacat. Obat diare kucing berbentuk cair ini mampu mengatasi diare karena:

  • Bakteri seperti Salmonella, Clostridium, Escherichia coli.
  • Virus seperti Cat distemper, Feline calicivirus, Infectious peritonitis.
  • Perangan di saluran pencernaan seperti lambung, usus halus dan usus besar.

Primacat dilengkapi dengan antibiotik gabungan Sulphameditorine, Trimethoprim, vitamin A dan K3. Agar obat diare kucing ini bekerja dengan maksimal, maka Anda harus memberikan Primacat sesuai dosis berikut:

Berat kucing (kg)Takaran (ml)Intensitas pemberian
0,5 kg1,5 ml ( ¼ sdt)2-3x sehari
0,5-1 kg2,5 ml ( ½ sdt)
1-2 kg5 ml (1 sdt)
4 kg10 ml (2 sdt)

Sebagai catatan, sebelum digunakan, obat harus dikocok terlebih dahulu. Jika kucing kamu BAB dengan intensitas tinggi, misalnya 5x dalam 1 jam, kamu bisa menggandakan dosisnya. Apabila kondisinya memburuk atau tidak kunjung sembuh, segera bawa ke dokter hewan ya.

3. Metronidazole (brand: Flagyl)

HargaUkuranBentuk
Rp25.00020 mlCair

Metronidazole merupakan antibiotik untuk menghentikan infeksi parasit dan bakteri penyebab diare. Walaupun metronidazole adalah obat diare untuk manusia, namun metronidazole juga sangat efektif untuk menyembuhkan diare pada kucing. Obat ini satu-satunya obat manusia yang teruji klinis dapat menyembuhkan diare pada kucing. Brand obat diare yang saya rekomendasikan adalah Flagyl & Pet Metronidazole Diarrhea Medication For Cat

Metronidazole (Flagyl) efektif mengatasi infeksi protozoa seperti Giardia, Balantidium coli, Trichomonas. Obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi infeksi pada gigi, tulang dan sistem saraf pusat kucing.

Metronidazole memiliki rasa yang pahit. Jadi, jika kamu memilih bentuk kapsul atau tablet, sebaiknya kamu campurkan dengan makanan basah ya. Sedangkan jika kamu memilih bentuk cair, kocok dulu sebelum digunakan.

Lalu berapa dosisnya? Rata-rata, dosis yang diberikan sekitar 5-25 mg/lb (453,59 gr).

Namun, besar dosis Metronidazole tergantung dari resep dokter hewan. Ini karena setiap kucing memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda. Jadi, sebelum kamu berikan ke kucing, pastikan kamu bertanya dulu dan ikuti saran dan resep dari dokter.

Setidaknya butuh waktu sekitar 1-2 jam untuk melihat apakah obatnya bekerja dengan efektif atau tidak. Jangan memberi Metronidazole dengan dosis ekstra atau double tanpa bertanya dulu ke dokter hewan ya. Dengan begitu, obat bisa bekerja dengan maksimal.

Jangan lupa untuk menanyakan efek sampingnya. Dilansir dari Vcahospitals.com, ada beberapa efek samping yang harus kamu ketahui agar nantinya kamu tidak kaget:

  • Muntah.
  • Mengeluarkan liur dalam jumlah banyak atau drooling.
  • Regurgitasi.
  • Mual.
  • Tremor.
  • Lemas.

Apakah semua kucing bisa diberi Metronidazole? Tidak. Sebelum kamu meminta Metronidazole ke dokter hewan, beritahu jika kucing kamu:

  • Sedang hamil.
  • Masih kecil.
  • Memiliki masalah pada hati.
  • Punya darah yang encer.

Nantinya, dokter hewan akan menyesuaikan dosis dan pemberian Metronidazole. Namun, kamu tidak boleh memberikan Metronidazole jika:

  • Kucing kamu memiliki alergi terutama pada obat yang berkaitan dengan Metronidazole.
  • Sedang menyusui.
  • Kondisinya sangat lemah.

Jadi, pastikan kamu memberitahu kondisi kucing kamu yang sebenarnya ke dokter hewan. Setelah itu, patuhi petunjuk dokter hewan ya.

4. Tylosin (brand: Tylan)

HargaUkuranBentuk
Rp145.000100 mlKapsul, cair

Tylosin merupakan antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri seperti diare pada anjing dan kucing. Tylosin berbentuk bubuk yang tersimpan dalam kapsul.

Karena rasanya sangat pahit, pemberian Tylosin sebaiknya dicampurkan ke makanan basah. Dengan begitu, kamu tidak perlu susah payah untuk memberikan obat ke kucing kesayangan.

Sedangkan untuk bentuk cair, Tylosin diberikan dengan cara disuntikkan. Cara ini biasanya dilakukan oleh dokter hewan untuk hewan kecil misalnya anak kucing.

Lalu, berapa banyak Tylosin yang harus diberikan? Dosis Tylosin ditentukan oleh dokter hewan berdasarkan pada kondisi kucing kamu. Jadi, ikuti petunjuk dan resep dari dokter hewan kamu ya.

Untuk tahu efektif atau tidaknya, kamu bisa menunggu selama 1-2 jam setelah pemberian obat. Cek juga apakah selama 24 jam kucing kamu menunjukkan efek samping atau tidak.

Beberapa efek samping yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Masih atau intensitas diare semakin tinggi.
  • Tidak nafsu makan.
  • Peradangan di area yang disuntik.

Jika kamu menemukan efek samping tersebut pada kucing kamu, segera bawa ke dokter hewan ya. Dengan begitu, kucing kamu akan mendapatkan penanganan lebih lanjut.

5. Puasa

Jika kamu mendapati kucing kamu diare, coba hentikan dahulu pemberian makan setidaknya 12-24 jam. Kamu tetap bisa memberikan air dalam jumlah sedikit. Dengan begitu, sistem pencernaan kucing bisa membaik dan tidak semakin parah.

Dilansir dari Pet Assure, setelah kucing kamu puasa, kamu bisa mencampur sedikit nasi dan ayam rebus. Berapa jumlah porsi tepatnya? Saya tidak menemukan berapa jumlah pasti porsi yang harus diberikan.

Maka dari itu, sesuaikan porsi makannya dengan kondisi kucing kamu ya. Catatan tambahan, hindari terlebih dahulu memberi makanan basah. Berikan saja makanan kering karena mengandung lebih banyak serat.

6. Yogurt

Jika kucing kamu mengalami diare karena intoleransi makanan ringan, kamu bisa memberikan pengobatan dengan yogurt. Apalagi, yogurt memiliki tekstur lembut sehingga mudah untuk dicerna.

Yogurt memiliki probiotik yang tinggi sehingga efektif untuk mengatasi diare. Manfaat lainnya adalah mengatasi kram perut, diare, hairball dan masalah buang gas.

Apakah semua jenis yogurt direkomendasikan untuk kucing? Tidak. Jenis yogurt yang bisa kamu pilih adalah yogurt plain atau tanpa rasa dan bebas lemak ya.

Untuk pemberiannya, kamu bisa memberikan 2-3 sendok teh yogurt secara langsung atau mencampurkan ke makanan basah. Pemberian yogurt ini cukup 1 kali sehari saja ya. Tujuannya agar sistem pencernaan kucing tidak bekerja terlalu keras

Jika kucing kamu sedang dalam pengobatan, menurut Feline Living, berikan 1 sendok untuk membantu pemberian obat. Kamu juga bisa memberikan 1 sdt (5 ml) sebelum pemberian makan, jika kucing kamu rentan diare.

Saat memberikan yogurt untuk mengatasi diare, kamu juga perlu melakukan tindakan pencegahan, diantaranya:

  • Berhenti memberikan susu terlebih dahulu.
  • Pastikan tempat makan dan minumnya bersih.
  • Hindari memberikan makanan yang membuat kucing diare.

7. Labu

Jika kamu mencari sumber serat untuk membantu mengatasi diare pada kucing kamu, maka labu bisa jadi alternatif terbaik. Labu baik untuk membantu mengatasi masalah sembelit ataupun diare pada kucing.

Selain kaya akan serat dan air, labu memiliki kandungan vitamin dan mineral, diantaranya:

  • Potassium.
  • Vitamin A.
  • Vitamin C.
  • Karotenoid.

Jenis labu yang boleh kamu berikan adalah labu asli dan bukan yang ada di kaleng dan mix labu. Jika pun kamu adanya labu kaleng, pastikan itu 100% labu ya. Jika tidak, misalnya dicampur dengan gula, garam, hasilnya tidak akan maksimal.

Bagaimana jika hanya punya buah labu? Kamu bisa mengolahnya, misalnya dengan mengukusnya lebih dahulu. Dengan begitu, kucing kesayangan kamu akan lebih mudah untuk mencerna makanannya.

Berapa porsi yang harus diberikan?

Kamu bisa memberikan ½ sdt terlebih dahulu. Lihat reaksinya, apakah manjur atau tidak.

Jika masih belum terlihat perubahannya, kamu bisa menambahkan hingga 2 sdt labu. Berikan ke kucing secara langsung atau mencampurkannya ke makanan basah sebanyak 2x per harinya. 

Butuh waktu hingga 24-48 jam setelah pemberian labu untuk melihat hasilnya. Jangan terlalu khawatir ya bila kamu melihat pup kucing kamu berwarna agak oren atau kuning. Namun, bila kondisinya masih belum membaik, maka kamu harus segera membawanya ke dokter hewan.

8. Profender Allwormer

HargaWarna Bentuk
Rp457.000-Rp468.000Biru untuk medium cat (2,5-5kg)Cair (tetes)
Rp453.000-Rp454.000Merah untuk large cat (5-8 kg)

Kalau kucing kamu diare karena cacingan, maka kamu harus membasmi atau mengatasi cacing pada kucing terlebih dahulu. Untuk mengatasinya, maka kamu bisa menggunakan Profender Allwormer.

Obat cacing dari Bayer ini bisa digunakan untuk mengatasi semua jenis cacing. Jadi, kamu bisa mengaplikasikannya sendiri di rumah dengan cara diteteskan ke tengkuk. Kemudian kamu ulangi lagi per 3 bulan sekali.

Ada 2 jenis, yaitu:

  • Profender Allwormer biru untuk kucing dengan berat 2,5-5 kg.
  • Profender Allwormer merah untuk kucing dengan berat 5-8 kg.

Apa bisa diberikan ke semua usia kucing? Tidak. Kamu hanya boleh memberikan Profender Allwormer ke kucing dengan usia minimal 8 minggu.

9. Drontal

HargaJumlah Bentuk
Rp20.000-Rp60.0001 tabletTablet

Kalau kucing kamu diare karena disebabkan oleh cacing, maka kamu dapat menyembuhkannya dengan cara memberi obat cacing. Cacing yang menginfeksi sistem pencernaan kucing dapat menyebabkan diare parah. Kamu harus membasminya terlebih dahulu untuk menghentikan diare. Solusi kucing cacingan itu sederhana, yaitu pemberian obat cacing kucing. Drontal termasuk sebagai salah satu rekomendasi obat cacing kucing terbaik. Obat Drontal yang berbentuk tablet ini memiliki kandungan Pyrantel dan Praziquantel. Kandungan obat tersebut membantu membasmi semua jenis cacing pada usus kucing.

Sebelum kamu memberikan drontal, kamu harus pastikan bahwa usia kucing kamu sudah lebih dari 2 bulan. Dalam pemberian obat, kamu bisa memberikan Drontal sesuai dosis secara langsung atau menghaluskannya dan mencampurkan ke makanan basah.

Takaran atau dosis Drontal yang perlu kamu perhatikan adalah:

Berat (pounds)Dosis (tablet)
2-3 pounds (907 gr – 1,36 kg)½ tablet
4-8 pounds (1,18-3,6 kg)1 tablet
9-12 pounds (4,08-5,44 kg)1,5 tablet
13-16 pounds (5,89-725)2 tablet

Pemberian untuk anak kucing diberikan setiap 2 minggu sekali hingga usianya 12 minggu. Setelah itu kamu bisa memberikannya 1 kali per bulan hingga usia 6 bulan.

Kemudian, berikan 3 bulan sekali untuk mengatasi cacing pada kucing. Sedangkan untuk kucing yang sedang menyusui, kamu bisa berikan Drontal bersamaan pemberian obat cacing untuk anak kucing. Karena air susu kucing yang diserap yang anak dapat mengandung zat pembasmi cacing dari Drontal yang di makan induknya.

10. Mengganti makanan

Sebelum membawa ke dokter hewan, kamu bisa mencoba untuk mengganti makanan kucing. Kamu bisa memberi makanan yang khusus diformulasikan untuk mengatasi diare. Misalnya Royal Canin Veterinary Diet Gastrointestinal Moderate Calorie Canned Cat Food.

Coba kamu lihat perubahan kondisi kucing kamu setelah 2-3 hari. Jika ada perubahan, berarti makanan yang kamu berikan sebelumnya tidak cocok. Alhasil, mau tidak mau kamu harus mengganti makanan yang sesuai dengan kondisi dan pencernaan kucing kesayangan kamu.

Jika tidak ada perubahan dan bahkan kondisinya memburuk, langsung bawa ke dokter hewan ya. Dengan begitu, kamu bisa tahu lebih lanjut bagaimana kondisi kucing kesayangan kamu. Bisa jadi, kucing kamu mengalami masalah kesehatan yang serius.

Jadi, obat apa saja yang direkomendasikan untuk atasi diare pada kucing? Setidaknya ada beberapa rekomendasi obat diare kucing yang mujarab, seperti:

  • Nutri-Vet Anti Diarrhea Liquid for Cats.
  • Primacat.
  • Metronidazole.
  • Tylosin.
  • Labu.
  • Profender Allwormer.
  • Drontal.

Jika kondisi kucing belum membaik, sesegera mungkin bawa kucing ke dokter hewan ya. Dengan begitu, kamu bisa tahu kondisi kucing secara keseluruhan. Dan kucing kesayangan kamu mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca lebih lanjut: Cara mengobati kucing hamil mencret »