10 alasan kenapa kucing pergi dari rumah

Kenapa kucing saya pergi? Apa yang kurang dari saya? Apa saya kurang baik atau tempat saya kurang nyaman? Pertanyaan-pertanyaan tersebut awalnya memenuhi pikiran saya, terutama saat saya memelihara kucing untuk pertama kalinya. Saya mencari tahu dan bahkan bertanya pada teman, pernah tidak kucingnya lari dari rumah dan mengapa. Ternyata, ada banyak alasannya. Mulai dari karena sudah memasuki masa kawin hingga sudah menemukan tempat lain yang lebih nyaman. Berikut 10 alasan kenapa kucing pergi dari rumah:

Nah, kalau kamu mau tahu alasan lainnya, let’s get started!

1. Masa kawin (reproduksi)

Alasan kenapa kucing pergi dari rumah yang pertama adalah masa kawin. Sama seperti hewan lainnya, kucing juga memiliki masa reproduksi. Artinya, saat masa kawin atau heat cycle atau siklus estrus tiba, kucing akan mencari pasangannya untuk kawin.

Maka dari itu, ketika kucing birahi, kucing akan pergi dari rumah dan kemudian kawin.

Kapan itu terjadi?

Kucing akan merasa birahi saat remaja, tepatnya saat memasuki usia 6 bulan. Walaupun begitu, karena kucing memiliki kondisi yang berbeda-beda, bisa saja kucing kamu birahi saat usia 7 bulan.

Lantas kapan mating season kucing? Mating season mulai dari Februari hingga Desember. Sangat lama bukan?

Lamanya masa kawin ini bisa berbeda-beda tergantung dari berbagai faktor, misalnya temperatur.

Walaupun terlihat lama, tapi bukan berarti kucing akan birahi terus menerus non stop ya. Menurut Meyou Paris, heat cycle biasanya akan berakhir setelah 6 hari.

Namun, kucing memiliki heat cycle yang cepat. Jadi, setelah birahi pertama selesai, kucing akan merasakan birahi setiap 2-3 minggu  hingga kucing hamil atau disterilkan.

Jika selama masa birahi kucing kamu belum menemukan mate, maka kucing akan pergi semakin jauh. Tujuannya untuk menemukan pasangan untuk kawin.

Uniknya, kucing yang akan melahirkan juga bisa pergi dari rumah. Kucing akan mencari tempat yang dirasa aman, nyaman dan tidak mengganggu proses melahirkan dan merawat anaknya.

Karena hal itulah, kucing kamu bisa pergi dalam waktu singkat, beberapa hari bahkan berbulan-bulan.

2. Jiwa teritorial muncul

Tahukah kamu kalau ternyata, kucing memiliki sense of territory. Kucing cenderung akan menandai area kekuasaannya. Penandaan kekuasaan dilakukan dengan beberapa cara:

  • Menggosokkan tubuh dan wajahnya di tempat atau area tertentu.
  • Mencakar.
  • Pup.
  • Kencing.

Ada pula yang menandai area miliknya dengan cara menyemburkan kencingnya untuk menandai wilayahnya. Namun, cara ini termasuk cara yang bermasalah. Karena itu, kamu butuh bantuan dokter hewan untuk berkonsultasi jika kucingmu melakukan marking dengan cara tersebut.

Namun, kenapa perlu melakukan marking? Pada dasarnya kucing termasuk hewan yang tidak mau kalah.

Kucing, baik kucing jantan atau betina, akan menandai wilayahnya dan membuat batas nyaman dan aman untuknya. Bedanya, kucing jantan lebih agresif untuk menandai daerah kekuasaannya. Maka dari itu, kucing jantan umumnya pergi lebih jauh dibandingkan kucing betina.

Area yang diklaim oleh kucing juga bervariasi, menurut Cat Friendly, ada 3 teritori yang diklaim kucing kamu, yaitu:

  • Core territory: area di mana kucing kamu merasa aman dan nyaman, misalnya untuk pup dan tidur.
  • Hunting territory: area kucing berburu.
  • Shared/common territory: area di mana kucing kamu merasa nyaman untuk bersosialisasi dengan hewan lain atau manusia.

Ketika kucing sudah menandai area miliknya, maka kucing akan kembali pulang. Bahkan, kamu mungkin akan melihat kucing kamu bersantai di teras atau halaman tetangga yang sudah menjadi area miliknya.

3. Naluri berburu

Kucing memiliki naluri berburu. Apapun jenisnya dan apapun ukuran kucingnya karena insting berburu memang sudah ada pada diri kucing.

Apa termasuk kucing indoor? Tentu saja.

Kucing indoor ataupun kucing yang sudah disteril juga memiliki naluri berburu. Bedanya dengan kucing outdoor adalah pergerakan dan objeknya terbatas. Umumnya, kucing indoor menunjukkan kebiasaan berburu lewat mainan yang dimainkan.

Sedangkan kucing outdoor akan berburu hewan kecil, seperti berburu tikus, burung kecil hingga serangga. Ketika kucing kamu tidak menemukan hewan buruan, maka kucing akan pergi semakin jauh.

Jadi, bisa dikatakan perginya kucing dari rumah karena berburu adalah karena lapar atau untuk memuaskan insting berburunya.

Adakah cara agar kucing tidak berburu dan pergi keluar rumah? Ada.

Kamu bisa kok melakukan beberapa hal berikut:

  • Mengajak kucing bermain sehingga naluri berburu bisa tersalurkan lewat bermain, misalnya dengan tongkat bulu.
  • Memasangkan kalung berlonceng. Dilansir dari Purina, kucing dengan kalung berlonceng memiliki kesempatan 41% lebih rendah dalam menangkap burung.
  • Berikan makanan yang cukup agar kucing tidak menyalurkan rasa laparnya lewat berburu.
  • Tetap menjaga agar kucing kamu tetap di dalam rumah dan melakukan banyak aktivitas, seperti bermain.

4. Relokasi (pindah rumah)

Bisa dikatakan, kalau sudah nyaman, kucing akan susah untuk berpindah, termasuk pindah rumah. Tak jarang, kucing akan merasa stres saat kamu pindah rumah. Akibatnya, kucing tidak mau makan hingga pergi dari rumah untuk menemukan tempat yang dirasa nyaman.

Untuk itu, kamu perlu melakukan antisipasi berikut agar kucing tetap nyaman walaupun kamu ajak untuk pindah rumah:

a. Persiapan

Sebelum pindah rumah, kamu bisa mencoba mengajak kucing untuk bermain dan menggunakan kardus atau kargo kucing. Sesekali, tempatkan kucing di kardus dan tarik kardusnya, seperti bermain kereta api.

Dengan begitu, kucing akan lebih terbiasa dan tidak rewel saat nantinya harus diletakkan di cat cargo saat pindahan.

Kamu perlu memperhatikan, apakah di pet cargo tersebut kucing kamu tetap aman dan nyaman atau tidak. Bisa saja ukuran kargo kekecilan dan membuat kucing merasa nyaman dan lebih hectic.

b. Saat pindahan

Ketika pindahan, tetap pastikan kucing kamu merasa nyaman dan aman di pet cargo yang digunakan agar tidak stres. Berikan sedikit makanan untuk mengurangi masalah pada pencernaan kucing misalnya muntah ketika pindahan.

c. Setelah pindahan

Ketika kamu sudah ada di rumah baru, jangan biarkan kucing keluar rumah sekitar 3 minggu ya!

Kenapa? Agar kucing kamu lebih terbiasa dengan kondisi lingkungan yang baru.

Sebisa mungkin tata rumah mirip dengan rumah sebelumnya. Siapkan mainan kucing yang biasanya dimainkan dan jangan simpan/buang kardus yang digunakan oleh kucing.

Kardus atau kargo tersebut mungkin akan dijadikan tempat berlindung atau tidur oleh kucing kamu di rumah yang baru. Setelah kucing kamu merasa nyaman dan aman, kamu bisa kembali menyimpan pet cargo.  

Jika kucing sudah nyaman dan bisa bermain di luar, tetap awasi terlebih dahulu. Siapa tahu kucing kamu masih takut dan butuh waktu untuk penyesuaian.

Jangan lupa untuk menambahkan informasi pada kalung kucing ya. Misalnya nama atau alamat baru kamu. Jadi, kalau nanti kucing kamu hilang dan kebetulan ditemukan orang, orang tersebut lebih mudah mengembalikannya ke kamu.

5. Kucing punya dua majikan

Alasan selanjutnya kenapa kucing pergi dari rumah karena kucing punya dua majikan. Pasti kamu tahu kalau kucing punya karakter yang berbeda-beda, iya ‘kan? Ada yang mudah didekati oleh manusia dan ada yang tidak.

Kucing yang sudah nyaman dengan seseorang atau tempat tertentu, akan ada di tempat tersebut bahkan dalam waktu lama. Bahkan, ketika kucing tersebut sudah menjadi peliharaan kamu.

Karena hal tersebut, kucing kamu bisa saja memiliki 2 majikan.

Memangnya bisa? Tentu bisa.

Ada beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan:

  • Kucing kamu pergi dari rumah setiap hari selama beberapa jam.
  • Saat pergi dari rumah di waktu tertentu dan di waktu yang hampir sama.

Jika kamu mendapati 2 hal tersebut, kamu bisa menduga kalau kucing kamu punya majikan yang lainnya.

Kalau kamu tidak mau kucing kamu terlalu nyaman dengan majikan lainnya, kamu bisa mendiskusikannya dengan tetangga. Misalnya, jangan diberi makanan terlalu banyak.

6. Kucing yang belum disterilkan

Kucing yang belum disterilkan cenderung memiliki birahi dan agresif dibandingkan yang sudah steril. Maka tak heran kucing yang belum steril lebih sering pergi dari rumah apalagi saat musim kawin tiba.

Karena hal tersebutlah, baik kucing jantan atau betina sebaiknya disteril.

Kalau dilihat dari biaya, memang cukup mahal yaitu sekitar Rp600.000 untuk kucing betina dan Rp500.000 untuk kucing jantan. Namun, sterilisasi kucing bisa memberikan manfaat berikut ini:

  • Membantu menurunkan resiko penyakit seperti FIV dan penyakit menular lainnya.
  • Menurunkan resiko tumor kelenjar susu terutama pada kucing betina.
  • Menurunkan resiko terkena kanker testis.
  • Membantu menghindari cedera misalnya karena perkelahian kucing.
  • Mencegah komplikasi persalinan.
  • Mencegah infeksi seperti pyometra.

7. Ada gangguan

Kucing termasuk hewan yang cukup sensitif. Ada gangguan sedikit saja, bisa membuat kucing tidak nyaman dan akhirnya pergi dari rumah.

Gangguan yang dimaksud dalam hal ini bisa berkaitan dengan makanan, kucing lain, kondisi di rumah hingga cuaca.

Misalnya saat musim panas atau musim kemarau. Di musim ini, hewan kecil seperti serangga banyak bermunculan. Munculnya serangga ini membuat insting berburu kucing muncul.

Alhasil, kucing pergi dari rumah untuk sekedar pergi berburu serangga.

8. Ada anggota keluarga baru yang tidak disukai si kucing

Kucing termasuk hewan yang sensitif. Ketika ada sesuatu atau seseorang masuk ke dalam teritorialnya, maka kucing akan merasa terancam atau terkekang.

Beberapa kucing bisa beradaptasi dengan anggota baru. Namun, ada pula kucing yang tidak bisa beradaptasi dan kemudian memutuskan untuk pergi.

Berapa lama? Bisa beberapa jam, beberapa hari bahkan bisa pula tidak pulang sama sekali. Apalagi ketika kucing kamu memiliki tempat yang cukup nyaman untuk tinggal.

Agar kucing tidak lari, kamu perlu memperkenalkan anggota keluarga baru pada kucing. Misalnya mengenalkan kucing ke anak, perhatikan hal berikut:

  • Perkenalkan secara perlahan. Kucing cenderung akan lari ketika dikejar atau terlalu agresif saat mendekati.
  • Jangan memaksa kucing untuk didekatkan ke anak. Kucing kamu perlu waktu tersendiri untuk beradaptasi dengan anggota baru di rumah.
  • Dekati dengan suara yang pelan karena kucing lebih sensitif misalnya karena suara keras.
  • Ajak anak untuk mengelus kucing secara perlahan, tidak memegang kucing terlalu erat dan tidak menarik ekornya.

9. Majikan punya hewan piaraan lain

Memiliki hewan peliharaan lain bisa jadi alasan tersendiri kenapa kucing kabur dari rumah. Sama halnya dengan kedatangan anggota keluarga baru, kucing juga akan merasa terancam karena hewan peliharaan lain.

Kucing cenderung akan lari atau mendesis ketika berada di dekat peliharaan baru. Butuh waktu agar kucing kamu terbiasa dengan keberadaan peliharaan yang lainnya.

Ketika kucing kamu masih merasa tidak nyaman, kucing akan sering pergi dari rumah.

Agar kucing tidak pergi dari rumah, kamu perlu memperkenalkan hewan peliharaan baru dengan kucing kamu. Misalnya, kamu punya kucing baru, maka lakukan hal ini:

  • Jangan langsung memperkenalkan atau mempertemukan kucing baru dengan kucing lama kamu. Jika dipaksakan, bisa membuat kucing lebih agresif bahkan berkelahi.
  • Perkenalkan kucing dengan perlahan. Kamu bisa menempatkan kucing di kargo dan cek bagaimana reaksinya.
  • Lepaskan kucing ketika kamu tenang dan tidak agresif. Jika masih agresif, jangan dilepaskan dulu dan lakukan 2-3 kali.
  • Biarkan kucing saling mengendus untuk mengenali kucing baru kamu. Memang butuh waktu sehingga kamu pun perlu bersabar.

 10. Lebih nyaman di tempat lain

Alasan terakhir kenapa kucing sering pergi dari rumah karena kucing lebih nyaman berada di tempat lain. Kucing pergi dari rumah bisa terjadi karena sudah menemukan tempat baru yang lebih nyaman. Bahkan jika kamu sudah merasa memberikan tempat terbaik, kalau kucing tidak nyaman, maka kucing akan pergi.

Misalnya, kamu memberikan makanan kucing dan tempat tidur. Namun, ketika kondisi rumah terlalu ramai, kerap terjadi pertengkaran, kucing akan merasa stres dan akhirnya pergi dari rumah.

Akhir kata, kucing bisa pergi dari rumah karena berbagai macam faktor. Mulai dari karena sudah masa kawin, berburu hingga mencari tempat baru. Karena hal tersebut, akan lebih baik jika sebagai pemilik, saya atau pun kamu, tetap memperhatikan kondisi kucing. Apakah kucing nyaman dan aman atau tidak? Apakah kucing terganggu atau tidak? Dengan begitu, kucing akan merasa kalau “I’m home!” saat berada di di rumah kamu dan tidak pergi-pergi lagi. 

Baca lebih lanjut: Cara Menjinakkan Kucing »