Home » Info kucing » Ini alasan kenapa makanan kucing kering bertekstur keras

Ini alasan kenapa makanan kucing kering bertekstur keras

| | Category

Pernahkah kamu bertanya, ”Kenapa makanan kucing kering (dry food) keras?”. Jawabannya sederhana, karena makanan kucing kering hanya mengandung kadar air sekitar 3-4%. Dengan begitu, makanan kering terasa renyah dan cenderung keras. Tekstur keras makanan kucing di dapat dari proses pemanasan atau pengovenan pada suhu tinggi, yaitu: 175-180 derajat Celcius. Proses ini biasanya memakan waktu sekitar 20-30 menit. Makanan kucing kering lebih awet dalam penyimpanan dan tidak mudah terserang jamur. Jadi, penjual dan pembeli dapat menyimpan makanan kering dalam waktu yang relatif lama. Untuk lebih jelasnya, yuk baca pembahasannya sampai selesai.

Kenapa makanan kucing kering memiliki tekstur keras?

Ada beberapa alasan kenapa produsen makanan kucing seperti Royal Canin, Whiskas, Equilibrio membuat makanan kering (dry food). Saya akan membahasnya satu per satu, simak penjelasan di bawah ini:

1. Makanan kering memiliki tekstur keras karena kadar air rendah

Pabrikan makanan kucing ingin menciptakan makanan kucing yang praktis dalam penyajian dan tidak mudah busuk. Tapi, produsen makanan kucing tidak mau menggunakan pengawet makanan yang berbahasa bagi kucing. Maka dari itu, AAFCO melakukan standardisasi dan uji kelayakan makanan kucing. Makanan kucing kering yang aman bagi kucing memiliki kadar air 3-4%.

Kenapa produsen makanan kucing perlu mengatur kadar air dalam makanan kucing? Tujuannya adalah untuk membuat makanan kucing yang minim zat pengawet. Makanan kucing kering dengan kadar air 3-4% memiliki ketahanan terhadap jamur, dan bakteri pembusuk. Dengan begitu, makanan kucing kering dapat bertahan sampai berbulan-bulan di dalam kemasan.

Akibat proses pemanasan dan pengovenan dalam tungku api bersuhu 175-180 derajat Celcius, makanan kucing menjadi keras. Proses pembuatan makanan kucing kering mirip dengan proses pembuatan kue cookies. Ada pengolahan adonan, pencetakan, pengovenan, pengeringan, dan pendinginan. Proses inilah yang membuat makanan kucing kering menjadi keras.

Catatan: semakin sedikit kadar air dalam makanan  kucing, semakin keras tekstur makanan tersebut.

2. Komposisi bahan baku pembuatan makanan kering mengandung tepung yang membuat tekstur makanan menjadi keras setelah pengovenan

Penghilangan kadar air pada makanan kucing memang terbukti ampuh untuk melawan jamur dan bakteri pembusuk. Akan tetapi, jika adonan makanan kucing tidak tepat, makanan kucing akan menjadi rapuh.

Pada kasus ini, bahan campuran makanan kucing menjadi pemeran utama penentu tingkat kekerasan makanan kucing. Jika terlalu banyak kandungan tepung maka makanan kucing akan sangat keras. Jika terlalu banyak protein maka makanan kucing akan mudah hancur.

Produsen makanan kucing, seperti: Royal Canin & Whiskas memiliki ahli nutrisi hewan untuk membuat formula makanan kucing yang tepat. Terbukti makanan kucing dari kedua merek tersebut sangat bernutrisi dan empuk. Kucing saya sangat senang memakan makanan kering dari kedua merek tersebut. Kalau boleh saya sebutkan, makanan kucing kering dari Royal Canin dan Whiskas itu keras tapi mudah dimakan oleh kucing. Jadi, tidak membuat kucing kesulitan menelan makanannya.

3.  Teknik pengolahan makanan kering menggunakan pemanasan suhu tinggi

Teknik pengolahan makanan kucing memegang peranan penting dalam menentukan tingkat keras dan lunak dari makanan kucing. Kenapa begitu? Karena panas akan mengubah bentuk adonan mentah makanan kucing menjadi adonan matang. Dengan kata lain, merubah struktur bahan dari tepung menjadi makanan kucing berbentuk pada. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat video pembuatan makanan kucing kering ini.

Jika saya boleh menjelaskan secara biokimia, adonan mentah makanan kucing mengalami perubahan ikatan kimia. Akibatnya, bentuk fisik dari lembek menjadi kering dan keras. Dan perubahan kimiawi ini terjadi searah atau permanen. Dengan begitu, makanan kucing yang sudah menjadi kibble tidak bisa kembali menjadi bentuk awalnya.

 Apa kelebihan makanan kucing keras?

Setelah kamu mengetahui kenapa makanan kucing keras, kamu mungkin juga bertanya, ”Apa kelebihan makanan kucing keras? Kenapa tidak dibuat empuk seperti roti saja?”. Pertanyaan yang bagus. Ada 3 kelebihan makanan kucing keras

1. Makanan kering yang memiliki tekstur keras lebih awet dan tidak mudah melempem

Coba kamu buat percobaan di rumah. Kamu keluarkan roti cookies dan makanan kucing keras. Diamkan selama lebih dari 4 jam di ruang terbuka. Kira-kira mana yang lebih dulu melempem? Pasti roti cookies. Hal ini dikarenakan kadar air di roti cookies lebih tinggi dan tekstur roti lebih empuk. Jadinya, kelembaban lingkungan, angin dan udara mudah mempengaruhi kondisi roti.

Makanan kucing yang keras mengandung kadar air yang lebih sedikit. Kondisi fisik kibble juga lebih padat. Makanan kucing kering lebih tahan terhadap kelembaban udara, dan jamur. Alhasil, makanan kucing lebih awet di simpan dalam waktu lama.

2. Penyajian makanan kucing kering lebih mudah dan praktis

Kemudahan dan kepraktisan menjadi keunggulan utama makanan kering kucing. Kenapa? Karena pemilik kucing tinggal menuangkan makanan kucing ke mangkuk kucing saja. Dan, selesai. Kucing akan makan dengan lahap.

Di sisi lain, berkat kecanggihan teknologi pengolahan makanan, makanan kucing bisa awet sampai berbulan-bulan. Dengan catatan, kamu menyimpan makanan kucing di tempat yang benar. Dengan begitu, kamu bisa membeli makanan kucing dalam jumlah besar untuk mencukupi kebutuhan kucing selama satu bulan. Sangat praktis, bukan?

3. Makanan kucing keras tidak memicu karang gigi pada kucing

Secara kodrat alam, kucing adalah hewan karnivora. Dengan begitu, kucing seharusnya berburu dan makan daging mentah. Akan tetapi, semenjak kucing menjadi hewan peliharaan manusia, manusia menciptakan makanan khusus bagi kucing. Entah itu, makanan kucing homemade ataupun makanan olahan lainnya. Tujuannya sederhana, yaitu untuk mencegah kucing kembali berburu.

Namun, banyak kasus karang gigi pada kucing yang terlalu sering makan makanan basah. Akhirnya, dokter hewan menciptakan makanan kering kucing. Menurut Masayuki, 2005, makanan kucing kering dapat mengurangi terbentuknya karang gigi pada kucing. Di mana, makanan kucing berbentuk kibble memiliki ukuran yang pas untuk langsung ditelan.

Bagaimana kalau kucing tidak langsung menelan makanan? Kalau kucing saya biasanya di kunyah dulu sebelum ditelan. Tidak masalah, karena makanan kering tidak meninggalkan banyak sisa makanan di gigi kucing. Alhasil, gigi kucing lebih sehat dan terhindar dari karang gigi.

4. Pemilik kucing dalam membeli makanan kucing dalam kuantitas besar

Berbeda dengan makanan basah yang memiliki masa simpan yang pendek. Makanan kucing kering memiliki masa simpan yang panjang. Kelebihan lainnya, bentuk makanan kucing sangat kecil, sehingga bisa masuk ke dalam sak atau karung makanan. Akibatnya, produsen makanan kucing dapat menjual dalam kemasan berbagai variasi kemasan, seperti:

  • Makanan kering kucing kemasan kecil: 100gram, 500gram, 1kg.
  • Makanan kering kucing kemasan besar: 2,5kg, 5kg, 10kg, 50kg.

Apa keuntungannya bagi pemilik kucing? Kamu dapat membeli dalam kuantitas besar dengan harga jauh lebih murah.

5. Penyimpanan makanan kucing kering lebih mudah

Ini kelebihan makanan kering yang saya suka, yaitu penyimpanannya mudah. Kamu tinggal masukan ke stoples kedap udara saja. Setelah itu, simpan di ruangan yang sejuk. Hindarkan dari paparan sinar matahari secara langsung. Jadi, kamu tidak perlu kulkas, dan tidak perlu peralatan khusus.

Apakah menyimpan makanan kering di stoples tetap membuat makanan kering kucing renyah? Iya, pastikan stoples kamu kedap udara dan tertutup rapat. Penyebab makanan kucing mudah melempem adalah kadar air di sekitar makanan kucing rendah (lembab). Jika kamu bisa mengatasinya, makanan kucing akan tetap renyah.

Kesimpulan

Alasan kenapa makanan kering kucing keras, ada 5 sebab, yaitu:

  1. Makanan kering memiliki kadar air yang rendah.
  2. Kandungan tepung di dalam bahan makanan kering mengeras setelah proses pengovenan.
  3. Teknik pengolahan makanan kucing menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi.
  4. Untuk mempermudah penyimpanan dan pemberian makanan kepada kucing.
  5. Untuk meningkatkan daya tahan makanan kucing terhadap jamur dan pembusukan.

Akhir kata, begitulah ulasan dari topik “Kenapa makanan kucing keras?”. Apakah kamu menyukai nya? Jika iya, bagikan artikel ini ke teman-temanmu agar mereka mendapatkan informasi bermanfaat seperti yang kamu dapatkan. Sudah di share? Good! Makasih.

Baca lebih lanjut: 9 makanan penggemuk kucing yang bikin gendut dan bulu bagus »