Home » Info Kucing

Mengapa anak kucing mati mendadak setelah dilahirkan?

Sedih enggak sih kalau anak kucing yang sudah ditunggu-tunggu kelahirannya malah mati mendadak? Pasti rasa hati sangat berat dan bawaannya pengen nangis. Saya pernah mengalaminya sendiri. Kucing saya melahirkan 5 ekor anak kucing yang sangat lucu. Tapi, ada 1 anak yang mendadak mati setelah dilahirkan. Dan dari 4 sisanya, mati lagi 2 anak kucing menjelang usia 2 bulan.

Ada juga kasus, di mana semua anak kucing mati secara berurutan. Kok bisa gitu? Mengapa anak kucing mati mendadak setelah dilahirkan? Ada banyak sekali sebab kenapa anak kucing mati setelah dilahirkan. Mulai dari induk kucing yang tidak telaten merawat anaknya, sampai penyakit bawaan lahir dari si kitten. Berikut 3 penyebab anak kucing mati mendadak setelah dilahirkan:

Penasaran dengan informasi rahasia yang akan saya bongkar? Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan sampai selesai. Let’s dive in!

1. Anak kucing mati mendadak karena induk kucing sedang mengalami syndrome baby blues

Apakah kucing bisa terkena stress setelah melahirkan? Jawabannya bisa. Kucing yang baru saja melahirkan akan merasa asing dengan anaknya sendiri. Sama seperti syndrome baby blues pada manusia, kucing juga mengalami stress pasca melahirkan. Sehingga, kucing merasa enggak mau menyusui sang anak. Dengan begitu, anak-anak kucing akan kelaparan dan tidak tercukupi gizinya.

Selain tidak mau menyusui, induk kucing juga akan meninggalkan anaknya sendirian. Anak kucing yang ditinggal akan rentan terhadap penyakit, terkena hipotermia dan kelaparan. Inilah salah satu alasan mengapa anak kucing mati mendadak setelah dilahirkan. Bagi kamu yang mendapati induk kucing mengalami syndrome baby blues, tolong jaga anaknya. Karena induknya pasti akan menelantarkan anak-anaknya sementara waktu sampai stress mereda.

2. Pemilik kucing salah dalam memegang bayi kucing yang baru lahir

Saat bayi kucing lahir, pemilik tentu merasa gemas dan ingin menggendong bayi kucing. Entah untuk difoto, selfie atau sekedar ingin tahu. Namun, kamu tidak disarankan menyentuh tubuh kucing terlalu sering, loh. Kucing yang terlalu sering dipegang akan memiliki bau manusia. Sehingga, induk kucing tak mengenali bau anaknya sendiri. Saran saya, pakailah sarung tangan atau cucilah tangan terlebih dahulu sebelum memegang bayi kucing.

Apa akibatnya? Ini bisa fatal, bagi kucing betina yang baru saja lahiran, si kucing tidak tahu bagaimana memperlakukan anaknya. Jika induk kucing tidak mengenali bau anaknya, bisa jadi si anak akan ditelantarkan. Karena dia menganggap kitten yang tidak memiliki bau yang dia kenali, bukan tanggung jawabnya. Maka dari itu, tetap satukan si anak kucing dan induknya. Jika memang ingin ikut merawat, kamu bisa memberikan susu formula melalui dot. Dan kamu bisa memberikan makanan berlebih bagi si induk kucing.

Ada juga kasus di mana, anak kucing mati mendadak setelah dilahirkan karena pemilik kucing salah memegang. Tubuh anak kucing yang masih merah sangat rentan dan lemah. Kamu tidak boleh mencubit, mengangkat separo bagian, ataupun mencengkram kuat area kepala. Kesalahan dalam mengangkat dan menggendong dapat menyebabkan anak kucing mati mendadak atau cacat permanen.

3. Bayi kucing terserang penyakit berbahaya (bakteri/virus)

Selain tidak mendapat perhatian dari induknya, kucing juga bisa mati karena infeksi bakteri dan virus. Salah satu infeksi berbahaya yang bisa menyebabkan anak kucing mati mendadak setelah dilahirkan adalah feline panleukopenia virus (FDV). Tingkat imun kitten yang masih rendah membuat dia rentan terserang virus. Maka dari itu, virus panleukopenia menjadi momok yang menakutkan bagi pemilik kucing. Kitten yang terserang virus panleukopenia bisa mati mati mendadak. Pada kondisi tubuh yang buruk, anak kucing dapat mati hanya dalam rentang waktu 24 jam saja.

Selain virus, bakteri juga bisa menjangkiti bayi kucing dengan cepat. Bakteri ini awalnya akan menginfeksi rongga mulut, kemudian menjalar ke ginjal. Kitten pun akan lemah tak berdaya dan mati perlahan. Selain virus dan bakteri, berbagai jenis parasit juga bisa masuk ke dalam tubuh kucing kecil. Contohnya saja cacing, jamur kulit, bahkan kutu. Jika si kucing kecil tidak segera mendapat penanganan, maka kucing akan mengalami anemia. Pada kondisi infeksi akut, kucing tidak akan bisa diselamatkan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan pembaca

Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan pembaca terkait topik “anak kucing mati mendadak setelah dilahirkan”. Jika pertanyaan kamu belum terjawab di sini, silakan tinggalkan pertanyaan melalui kolom komentar di bawah:

1. Selain faktor penyakit bawaan, hal apa lagi yang bisa membahayakan nyawa anak kucing?

Selain karena penyakit infeksi, virus, dan parasit, kucing juga bisa mati karena faktor non-infeksi.

  • Kucing lahir secara prematur dan kurang bulan.
  • Jumlah anak kucing yang terlalu banyak, sedangkan puting susu kurang.
  • Kurangnya nutrisi yang diberikan oleh induk kucing.
  • Kucing tak mampu bersaing dengan saudaranya yang lain saat menyusu kepada induknya.
  • Cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Cacat bawaan dari lahir, seperti dada rata, hernia dan sumbing.
  • Kelainan organ dalam.
  • Dehidrasi (tak mendapat supply air yang cukup).

2. Bagaimana cara merawat anak kucing agar tidak mati mendadak setelah dilahirkan?

Mengurus bayi kucing itu gampang-gampang susah. Karena anak kucing belum memiliki sistem termoregulator dan sistem imun yang bagus. Kucing yang masih kecil membutuhkan perhatian agar dia tetap hangat, cukup makan dan istirahat, serta bisa buang air dengan baik. Saat kucing kamu baru saja lahiran, maka peran pemilik kucing adalah memastikan induk kucing dan bayi kucing agar tetap sehat. Berikut ini hal yang harus dilakukan agar anak kucing tidak mendadak mati setelah dilahirkan:

1. Beri makan anak kucing dengan baik

Perawatan terhadap anak kucing ini bergantung pada usia si kucing. Kamu harus tahu apakah induk kucing masih merawat anaknya dengan benar. Atau mungkin, kamu melihat tanda-tanda induk kucing meninggalkan anak-anaknya. Jika anak kucing sudah ditelantarkan induknya, maka yang harus kamu berikan adalah tempat tidur yang hangat, serta makanan untuk bayi kucing. Sebagai pengganti susu, kamu bisa memberikan kucing susu formula khusus anak kucing dengan bantuan dot.

Penasaran bagaimana cara membuat dot kucing dari barang bekas yang ada di rumah? Silakan baca artikel cara membuat dot kucing sendiri ini. Tutorial lengkap dari awal sampai akhir.

2. Berikan makanan tinggi nutrisi dan kalori untuk induk kucing

Induk kucing yang baru saja selesai melahirkan membutuhkan asupan makanan dengan nutrisi lengkap. Hal tersebut bertujuan supaya dia bisa menyusui anak-anaknya dengan baik. Berikan makanan dengan porsi berlebih kepada induk kucing. Makanan yang diberikan akan membuat si induk merasa kenyang dan punya tenaga.

3. Timbanglah badan anak kucing secara rutin

Untuk bisa memastikan bahwa anak-anak kucing mendapatkan nutrisi yang baik, kamu harus menimbang anak kucing. Menimbang badan kitten ini bisa kamu lakukan seminggu sekali. Umumnya, anak kucing akan bertambah beratnya 50-100 gram. Jika berat badan tidak bertambah selama berminggu-minggu, maka anak kucing berkembang secara tidak normal. Sebaiknya, kamu bawa ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

4. Bantulah anak kucing buang air

Di minggu awal kelahiran, proses buang air anak kucing akan dibantu oleh induknya. Sang induk akan menjilat area kelamin dan dubur bayi-bayinya dengan telaten. Namun, jika induk kucing sudah tidak ada, maka kamu bisa membantu si kitten. Caranya, usaplah area kelamin anak kucing dengan lap yang sudah dibasahi air hangat. Usap dengan sabar sampai anak kucing buang air. Kemudian, cucilah  lap tersebut dan lakukan hal yang sama untuk anak kucing lain.

5. Tempatkan kucing di dalam kotak pasir saat usianya 4 minggu

Semakin usia anak kucing bertambah, kitten ini akan semakin aktif. Oleh karena itu, memasuki usia empat minggu ajari dia menggunakan kotak pasir (litterbox). Setelah selesai memberikan makanan, masukan kucing-kucing kecil tersebut ke dalam kotak pasir. Dengan begitu, anak kucing akan familiar dengan tekstur pasir.

Awalnya susah, karena kitten sering buang air kecil dan buang air besar sembarangan. Jika kondisi seperti itu, kamu bisa mengandang si kucing dengan litterbox, saat memasuki waktu buang air kecil atau bab. Jika litterbox training berjalan lancar, anak kucing akan pipis dan pup di tempat yang kamu sediakan.

6. Aturan memandikan anak kucing

Kucing yang masih kecil mempunyai bau khas, sehingga mudah dikenali oleh induknya. Jangan memandikan anak kucing sebelum usianya lewat 9 minggu. Memandikan kucing sebelum waktunya dapat membuat anak kucing kedinginan. Hal ini karena anak kucing belum dapat mengatur keseimbangan suhu tubuhnya. Jika sampai terkena hipotermia, anak kucing bisa mati mendadak.

7. Waspadai anak-anak yang hendak memegang kucing

Tubuh mungil si kucing memang membuat orang gemas. Namun, jangan biarkan anak-anak kecil di bawah usia 8 tahun untuk memegang anak kucing. Pastikan ada orang dewasa yang mengawasi. Anak kecil bisa saja gemas dengan si kucing, memegang terlalu erat, bahkan membuat kucing mati.

Poin 1-7 ini diatas, hanya rangkuman singkat cara merawat anak kucing baru lahir agar tidak mati. Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel panduan lengkap dan praktis cara merawat anak kucing baru lahir di sini. Pada artikel tersebut, saya telah mengulas berbagai aspek perawatan anak kucing dari lahir hingga dewasa.

Akhir kata, kitten yang masih bayi membutuhkan perhatian ekstra. Karena anak kucing dapat mati mendadak setelah dilahirkan. Kamu perlu memberikan kehangatan, makanan, hingga membantu proses buang air kecil dan bab. Jika kucing tidak dirawat dengan benar, tidak mendapat gizi yang cukup, kucing bisa saja mati setelah dilahirkan. Anak kucing yang masih kecil juga tidak boleh terlalu sering dipegang tangan manusia. Hal itu akan membuat sang induk abai karena bau anaknya tidak lagi khas.

Baca lebih lanjut: Ini 5 alasan kenapa kucing makan anak sendiri »