Home » Info kucing » Ciri ciri kucing mau mati: 10 fakta ini mengejutkan!

Ciri ciri kucing mau mati: 10 fakta ini mengejutkan!

| | Category

Hal paling sulit yang dialami oleh pencinta kucing adalah ketika kucing kesayangannya mendekati ‘sakaratul maut’. Rasa sedih dan takut kehilangan selalu menghantui lubuk hati yang paling dalam. Lalu, saya bisa apa? Kamu bisa menemani kucing kamu sampai akhir hayatnya. Ini adalah ungkapan kasih sayang yang tulus dari seorang majikan. Pada artikel ini, saya akan membagikan 10 ciri-ciri kucing mau mati. Mulai dari bulu kucing rontok, kucing mulai tidak mau makan hingga suhu badan kucing menjadi dingin. Saat kematian telah dekat, kucing akan menunjukkan tanda-tanda yang semakin jelas secara fisik. Ingin tahu lebih detailnya? Simak pembahasan ini sampai selesai.

1. Kebiasaan makan kucing berubah

Nutrisi lengkap mampu membuat kucing hidup lebih lama. Sekarang, banyak kucing yang mampu hidup hingga 17 tahun. Kucing pun akan lebih lahap dan berselera saat makan makanan dengan nilai gizi yang lengkap. Akan tetapi, kebiasaan tersebut bisa berubah tiba-tiba saat kucing mendekati kematiannya. Kucing akan jarang makan, bahkan tak mau menyentuh makanan dan minuman sama sekali. Saat kucing tidak makan dalam waktu yang lama, ada kemungkinan bahwa kucing sedang terserang penyakit serius.

Saat nafsu makan kucing hilang, tentu kucingmu akan mengalami kesusahan dalam mencerna makanan. Hal tersebut terjadi karena kucing merasa tubuhnya semakin lemah. Dalam kondisi ini, andaikan ada sedikit makanan yang masuk ke dalam mulutnya, makanan akan sulit dicerna. Untuk itu, jika kucingmu biasa memakan dry food (makanan kering), kamu bisa mencampurnya dengan sedikit air. Kamu juga bisa membuat tekstur makanan lebih halus dengan cara memblendernya. Jika keadaan kucing masih tidak membaik, maka segeralah bawa ke dokter hewan agar peliharaanmu mendapat diagnosa dan diperiksa oleh ahlinya.

2. Kinerja organ vital kucing memburuk

Ciri ciri kucing mau mati berikutnya adalah penurunan fungsi organ vital di tubuh kucing. Organ vital di dalam tubuh kucing terdiri dari jantung dan paru-paru. Detak jantung yang rendah dan tidak stabil menjadi ciri bahwa kesehatan kucing buruk. Normalnya, jantung kucing berdetak sekitar 140-220 kali per menit. Jika detak kurang dari jumlah di atas, kamu wajib khawatir. Untuk mengecek baik dan buruknya detak jantung si kucing, kamu bisa meletakkan tanganmu di sisi badan kucing (di belakang kaki depan si meong). Dengan begitu, kamu bisa menghitung sendiri jumlah detakan per menit. Untuk kinerja paru-paru, kucing yang normal dan sehat bernapas sebanyak 20-30 kali per menitnya.

Saat jantung kucing lemah, secara otomatis paru-parunya pun akan memompa sedikit oksigen. Keadaan ini membuat kucing terpaksa bernapas dalam tempo cepat karena ingin menghirup oksigen dalam jumlah banyak. Pernapasan yang terus menerus tidak teratur juga bisa mengindikasikan adanya cairan di dalam paru-paru kucing. Untuk mengecek apakah hewan peliharaanmu baik-baik saja, coba dengarkan saat si kucing bernapas. Kalau badannya terlihat naik turun, ritme napas sangat cepat, boleh jadi kucing akan segera mati.

Terus membaca: 20 ciri ciri kucing sakit beserta solusinya »

3. Kucing terlihat lemah dan tidak mau grooming sendiri

Kucing sehat akan rajin menjilat bulu-bulunya dalam rangka membersihkan diri (grooming). Kucing juga akan bersemangat saat diajak bermain. Bila kucing yang selama ini riang, tiba-tiba menjadi pendiam dan lesu (terutama pada bagian kaki), kamu patut curiga. Usahakan kamu selalu berada di dekat mereka ya. Saat lesu, kucing bahkan tak mau membersihkan diri sendiri. Ditambah, tubuh kucing yang lesu juga ditandai dengan suhu yang menurun (telapak kaki dingin berlebih). Suhu tubuh kucing yang normal berkisar 37 hingga 39 derajat Celcius. Jika suhu tubuhnya menurun drastis, kucing sedang dalam keadaan ‘sekarat’. Untuk mengukur suhu tubuh kucing, kamu bisa menggunakan termometer khusus hewan di telinga atau telapak kaki kucing. Dua tanda ini menjadi sinyal yang dikirim oleh kucing bahwa umurnya tak akan lama lagi.

4. Kucing menjadi sering menyendiri di tempat tersembunyi

Apakah kamu pernah mendengar perkataan bahwa kucing yang akan mati cenderung sering menyendiri? Hal ini memang ada benarnya. Seolah punya firasat tersendiri bahwa hidupnya akan segera berakhir, kucing biasanya memilih menetap di tempat tersembunyi selama berhari-hari. Hal ini dilakukan oleh kucing agar tidak ada predator yang melihat dan memangsanya. Selain itu, kucing tak ingin sang majikan tahu kalau dia akan meninggalkannya.

Sesuai dengan habit (naluri), kucing yang sekarat rawat diserang oleh predator lain. Karena itulah, insting kucing mulai mencari tempat sepi seperti di dalam gudang, bawah lemari, ruangan gelap, atau bawah perabotan lain. Jadi, kalau kucingmu sering menyendiri, jangan anggap hal ini remeh ya! Itu bisa jadi ciri-ciri kucing mau mati.

5. Bau badan kucing menjadi tak sedap

Seiring dengan tubuhnya yang semakin rapuh, organ-organ dalam juga tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, zat beracun di dalam tubuh kucing mulai menimbulkan bau tak sedap, terutama badan dan pernapasannya. Semakin buruk keadaan si kucing, semakin bau dan aroma tak sedap akan menyeruak. Karenanya, periksa kucing kesayanganmu secara berkala. Waspada jika kamu mencium bau menyengat, boleh jadi kesehatan kucingmu dalam keadaan buruk. Apalagi, saat kamu sudah rajin melakukan grooming, tetapi kucing berbau tak sedap, segera bawa ke vet terdekat.

6. Gigi dan bulu kucing rontok serta berat badan kucing turun drastis

Ciri ciri lain yang muncul saat kucing mau mati adalah berat badan yang turun secara drastis serta gigi dan bulu yang rontok. Badan menyusut ini karena kinerja organ tubuh yang sudah tak lagi maksimal. Sedangkan gigi dan bulu yang perlahan-lahan rontok bisa karena beberapa faktor, seperti:

  • Kucing enggan lagi makan.
  • Tubuh kucing tak mampu mengelola nutrisi dengan baik.
  • Penyakit komplikasi yang diderita oleh kucing.

7. Kucing menjadi banyak tidur dan mata kucing cenderung berair

Masalah kesehatan yang serius, organ tubuh yang mulai melemah dari waktu ke waktu akan membuat energi kucing terkuras. Tak heran kalau kemudian kucing akan malas bergerak dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur-tiduran. Jika kucingmu sering tidur lebih sering dari biasanya, cobalah untuk mengecek kesehatan kucing secara berkala, jika diperlukan bawalah ke klinik hewan. Selain aktivitas tidur yang terus menerus, perubahan lain adalah pada mata kucing. Mata kucing yang sudah mendekati ‘ajalnya’ sering berair. Hal ini bukan karena kucing sakit mata, melainkan pertanda organ dalamnya tidak baik-baik saja. Mata berair ini akan berlangsung dalam waktu yang lama dan terus-menerus. Bahkan, sampai kucing kesusahan membuka mata karena dipenuhi oleh belek (tahi mata).

8. Kucing menjadi sering buang air besar dan muntah

Sudah menjadi naluri, kucing tidak ingin memperlihatkan kondisi tubuh yang sedang tidak baik. Namun, seharusnya kamu yang harus peka lebih dengan kondisi kucingmu. Saat kucing buang air besar dan muntah tanpa terkendali, hal itu bisa saja adanya gagal fungsi pada tubuhnya. Meskipun kucing dalam keadaan sehat, usia yang mulai tua mungkin saja membuat dia mengalami ini. Jika kucing sudah ada di tahap ini, maka buatlah dia merasa nyaman. Kamu harus memberi minum yang cukup agar kucing tidak dehidrasi. Karena, kucing yang kurang minum bisa sangat menderita, sebelum kematiannya. Sebelum muntah dan sering buang air besar, perut kucing akan terlihat membesar. Boleh jadi karena adanya tumor atau penyakit serius lain dalam perutnya. Karena itulah, kucing menjadi sering muntah dan buang air tak terkendali.

9. Kucing tidak mau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar

Kucing adalah makhluk yang paling mudah berinteraksi dengan lingkungan. Entah itu sosialisasi ke sesamanya, manusia, atau bahkan hewan lain seperti anjing. Kamu perlu khawatir jika tiba-tiba sifat kucingmu berubah lebih antipati dan acuh tak acuh. Saat dia tak mau berinteraksi, itu artinya ada sesuatu yang ingin kucing tutupi. Terkadang, kucing bisa menghilang selama berminggu-minggu dan tak mau ditemani oleh manusia. Dia tidak menyambut saat kamu pulang dari bekerja, tak lagi aktif berlarian di rumah, bahkan tak meminta makanan. Sikap antipati ini merupakan sinyal yang kucing kirimkan, bahwa hidupnya tidak lagi panjang.

10. Penglihatan kucing tidak lagi berfungsi dengan baik

Ciri ciri kucing mau mati yang terakhir adalah penglihatan kucing tidak berfungsi dengan baik. Semakin tua usia kucing, fungsi organ vital di tubuh kucing melemah, salah satunya penglihatan. Kucing tak lagi bisa melihat objek dengan baik karena fungsi otak mereka menurun drastis. Kamu bisa melihat tanda-tandanya, mereka sering menabrak benda di sekitar saat berjalan, sulit melihat dinding, ataupun tidak berjalan dengan tegap saat melihat ke bawah. Saat hal ini terjadi, kamu lebih baik menghabiskan waktu bersama peliharaanmu lebih banyak. Dekatkan pula makanan dan minumannya, agar dia tidak kesulitan mencari ke sana dan ke sini.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika melihat kucing memiliki ciri ciri mau mati

Apa yang bisa saya lakukan jika kucing saya memiliki ciri-ciri kucing mau mati? Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar kucing merasa nyaman dan tenang sebelum dia mati, yakni:

  • Tempatkan kucingmu di tempat yang tidak terlalu bising dan ramai. Ruangan yang sepi membuat kucing merasa nyaman dan lebih tenang.
  • Selain tempat yang tidak berisik, sediakan alas tambahan. Alas ini bisa berupa tempat tidur (kasur kucing) jika kamu punya. Jika tidak ada, kamu bisa gunakan kardus yang di dalamnya sudah ada kain bersih. Alas yang empuk juga membuat si kucing bisa berbaring dalam posisi nyaman.
  • Pencahayaan yang pas juga membuat kucing merasa nyaman. Di saat siang, biarkan cahaya masuk ke tempat peristirahatan kucing. Saat malam, tempatkan kucing di tempat yang remang. Hindari memilih tempat yang gelap total, ya!
  • Letakkan kebutuhan di dekat tubuhnya. Kucing yang sudah mendekati ‘ajalnya’ akan lebih lemah dan tidak bisa banyak bergerak. Oleh karena itu, dekatkan makanan dan minumannya. Dengan begitu, ia tak perlu banyak bergerak saat merasa lapar atau haus.

Kesimpulan

Setiap kucing yang hidup pasti mati. Dan setiap kucing akan mati, dia pasti memberikan tanda yang jelas. Apabila kamu menemukan ciri-ciri kucing mau mati, sebaiknya temani kucingmu sampai akhir hayatnya. Karena kucing yang sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut umurnya tidak akan lama.

Saran saya, perlakukan kucing dengan sebaik mungkin. Tetap kasih makan dan rawat kucing dengan setulus hati. Memang berat, tapi itulah wujud kasih sayang yang tulus dari majikannya.

Baca lebih lanjut: Bagaimana tata cara mengubur kucing yang benar? »