Apa yang harus dilakukan saat kucing sakit?

Saat kucing kesayanganmu mendadak sakit, rasanya pasti sedih, khawatir, sekaligus bingung. Terutama jika si kucing menjadi lemas dan tidak mau makan. Kira-kira, apa yang harus dilakukan dan bagaimana merawat kucing yang sedang sakit? Tenang dan jangan panik dulu. Berikut ada 10 cara mudah merawat kucing sakit. Langkah awal, kamu perlu mengamati gejala sakitnya, setelah itu, beri pertolongan pertama. Jika belum kunjung sembuh, bawa kucing ke dokter hewan. Langkah terakhir, lakukan pemulihan kesehatan si meong. Ingin tahu detail pembahasannya? Let’s dive in!

1. Amati penyebab dan gejala yang dialami kucingmu

Penting untuk mengamati berbagai penyebab dan gejala yang dialami kucingmu. Beberapa pemilik kucing sering melewatkan hal tersebut. Karena mereka mendadak bingung dan panik dengan kondisi kucingnya. Tanpa mengetahui penyebab dan gejala sakitnya, kamu akan semakin bingung menentukan langkah perawatan yang tepat. Virus, tekstur makanan yang sulit dicerna, stress, hingga keracunan dapat memicu kucing sakit. Penyebab-penyebab inilah yang perlu untuk kamu cari tahu.

Selain itu, amati gejala sakit seperti apa saja yang nampak pada kucingmu. Sebagai panduan, kamu bisa mengeceknya berdasarkan ciri umum yang biasanya dialami kucing saat sakit, seperti:

  • nafsu makan dan minumnya menurun;
  • muntah;
  • diare, bahkan ada yang bercampur dengan darah;
  • bulu rontok dan kusam;
  • kejang;
  • suhu tubuh menjadi lebih panas atau lebih dingin;
  • ada benjolan di tubuhnya;
  • pada beberapa kasus, perut akan terasa keras dan membengkak;
  • aroma napas tidak sedap;
  • gusi merah;
  • bersin dan batuk;
  • mata merah, berair, dan lebih banyak kotoran (belekan);
  • nafasnya terdengar berat;
  • gelisah dan sulit tidur, tetapi pada beberapa kucing justru tiduran berlebihan;
  • ada kucing yang menjadi lebih berisik;
  • kesulitan buang air kecil maupun air besar;
  • lesu dan tidak aktif seperti biasanya.

Selain ciri di atas, kamu juga dapat mengumpulkan gejala dan perubahan perilaku lain yang terlihat pada kucingmu. Saya sudah menuliskan panduan cara mendeteksi kucing sakit di sini. Silakan kamu ikuti step by stepnya. Data gejala dan penyebab kucing sakit dapat membantumu untuk melakukan pertolongan pertama kepada si meong. Nantinya informasi ini juga akan bermanfaat saat kamu membawa kucingmu berobat ke dokter hewan. Semakin akurat penjelasanmu, maka akan sangat membantu dokter hewan untuk lebih cepat mengidentifikasi penyakit kucing.

Terus membaca: Bagaimana cara merawat kucing agar terhindar dari penyakit? >>

2. Bawa ke dokter hewan

Apabila kucingmu sudah sakit lebih dari 24 hingga 48 jam dan kondisinya semakin menurun, segera bawa ke dokter hewan. Apalagi jika mengalami kejang, muntah terus menerus, atau terdapat darah pada muntahan dan fesesnya. Sakit yang berkepanjangan mengindikasikan adanya masalah serius pada kesehatan kucingmu. Dokter hewan dapat memberikan pemeriksaan dan tindakan medis yang lebih akurat. Misalnya, jika kucingmu sakit hingga mengalami dehidrasi, maka dokter hewan dapat segera memberikan cairan tambahan.

Jika belum memungkinkan untuk dibawa berobat, coba untuk konsultasi melalui telepon terlebih dahulu dengan dokter. Jelaskan kondisi kucingmu dan tindakan apa yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama.

Bayangan mengenai mahalnya biaya berobat seringkali membuat pemilik kucing enggan membawa kucingnya ke dokter hewan. Padahal, jika tidak segera dibawa justru dapat memperparah kondisinya. Baik itu karena tubuh yang semakin lemah atau terjadinya komplikasi penyakit. Kondisi yang semakin parah tentu akan membuat biaya semakin mahal pula. Jadi, usahakan jangan menunda untuk segera membawa kucingmu yang sakit ke dokter hewan, ya.

3. Rawat kucingmu sesuai arahan dari dokter hewan

Pada kondisi yang tidak memerlukan rawat inap, kamu dapat merawat sendiri kucingmu di rumah. Ikuti instruksi dan anjuran dari dokter hewan. Berikan obat sesuai dengan dosis dan waktu yang ditentukan. Jangan menambah atau mengurangi sendiri cara pengobatan untuk kucingmu.

Selalu amati perkembangan kucingmu setelah diberikan obat. Jika membaik, teruskan pengobatan sesuai petunjuk. Namun, segera bawa kembali ke dokter hewan apabila kondisinya semakin menurun.

4. Jangan sembarangan memberi obat manusia kepada kucing

Beberapa obat yang dikonsumsi oleh manusia dapat diberikan kepada kucing. Namun, ada juga yang tidak. Dikutip dari AVMA, kucing tidak memiliki enzim yang dapat membantunya mengurai jenis obat tertentu dengan cepat. Jika kamu tetap memberikannya, ini akan berbahaya dan memperparah kondisi kucingmu.

Salah satu obat yang tidak aman untuk kucing adalah paracetamol. Dilansir dari website liputan6, peneliti Victoria State Government di Australia mengungkapkan bahaya paracetamol bagi kucing. Efek pemberian paracetamol dapat menjadi racun untuk tubuh kucing. Kucing yang mengonsumsi obat ini akan mengalami kesulitan bernapas, kencing darah, dan gusi membiru. Lebih parah lagi, kucing dapat mengalami pembengkakan pada wajah dan cakarnya.

Hal ini diperkuat oleh penelitian Wijaya sebagaimana termuat dalam Jurnal ARSHI Vet Letter IPB. Mereka meneliti seekor kucing lokal yang mengalami keracunan paracetamol karena diberi Decolgen oleh pemiliknya. Kelainan yang dialami akibat keracunan tersebut adalah depresi, anoreksia, muntah, serta pembengkakan pada cakar dan wajahnya.

Jadi, pastikan kamu tidak sembarangan dalam memberikan obat manusia kepada kucing. Terlebih saat kucing sedang sakit. Hal ini dikarenakan, kamu tidak mengetahui efek samping dan dosis pemberian obat yang aman untuk hewan. Lebih baik, kamu konsultasikan gejala, penyebab dan pengobatan yang akan kamu lakukan kepada dokter hewan terlebih dahulu.

5. Letakkan kucingmu di tempat yang tenang

Secara naluri, kucing selalu mencari tempat yang dirasanya aman. Oleh karena itu, untuk pemulihan dari sakit, letakkan kucingmu di tempat yang tenang. Carilah tempat yang sepi dan tidak dilalui oleh banyak orang. Ini akan membantunya untuk istirahat total tanpa terganggu aktivitas manusia. Namun, kamu perlu menghindari tempat yang gelap dan lembab. Tetap cari tempat yang tenang, tetapi cukup cahaya dan hangat.

Baca juga: 8 penyebab mata kucing tertutup selaput putih [lengkap dengan solusinya] >>

6. Hangatkan area tidurnya

Kucing yang sedang sakit membutuhkan tempat yang hangat. Siapkan bantalan empuk, alas kain, handuk bekas, atau selimut di area tidur kucingmu. Ini akan membuatnya merasa lebih hangat dan nyaman. Kamu juga dapat menempatkan lampu pijar kecil (di bawah 15 watt) ke bagian dalam kandangnya. Lampu pijar tersebut akan memberi efek lebih hangat dan menenangkan. Namun, pastikan menempatkan lampu pijar secara aman dan tidak mengganggu posisi tidur kucingmu.

7. Jaga kebersihan kucingmu

Selama sakit, kucing perlu tetap dijaga kebersihannya. Mulai dari kebersihan tubuh hingga area tidurnya. Jaga kebersihan bulu-bulu kucingmu dengan rutin menyikatnya secara lembut dan perlahan. Bersihkan mata, mulut, dan telinganya dengan tisu basah atau kapas basah yang lembut.

Kamu juga perlu membersihkan kandang dan area di sekitarnya. Buat area tidur kucingmu menjadi tempat yang bersih dan tidak lembab sehingga nyaman untuknya beristirahat. Langsung bersihkan sisa makanan, muntahan, atau bekas buang air kecil dan air besar dengan cairan desinfektan. Selain akan meninggalkan aroma yang tidak sedap, kandang yang kotor dapat membawa bakteri atau virus lain. Ini tentu kurang baik untuk pemulihan kucingmu.

Catatan: kamu juga perlu memeriksa kebersihan telinga dan bulu kucing. Karena kedua tempat tersebut selalu menjadi sarang kutu kucing. Kutu telinga dapat menyebabkan demam, insomnia dan stress pada kucing. Sedangkan kutu pada badan kucing dapat menyebabkan penyakit infeksi, anemia dan penyakit kulit. Jadi, selama merawat kucing sakit, pastikan kucing terbebas dari serangan kutu.

8. Berikan banyak air minum

Salah satu cara efektif untuk merawat kucing sakit adalah dengan memberikan banyak air minum. Hal ini dapat membantu kucingmu untuk terhindar dari dehidrasi. Pastikan wadah minumnya selalu terisi air yang segar. Ganti dan bersihkan pula air beserta wadahnya secara teratur agar tidak ada virus atau bakteri yang tersisa. Dalam kondisi sakit, kucing akan malas bergerak terlalu jauh. Jadi, letakkan wadah minum tersebut di dekatnya.

Jika kucingmu kesulitan untuk minum sendiri, kamu perlu membantunya. Gunakan alat suntik tanpa jarum untuk memasukkan air ke dalam mulut. Selipkan perlahan ujung alat suntik melalui samping sisi kiri atau sisi kanan mulut kucingmu. Jangan memaksa dari bagian depan karena dapat menyebabkan kucingmu tersedak.

Jangan mengganti seluruh kebutuhan air minum hanya dengan susu. Pada beberapa kondisi, kucing tidak tahan pada susu, terutama yang memiliki kandungan laktosa tinggi. Susu dengan laktosa tinggi dapat mengakibatkan diare, mual, atau muntah sehingga malah memperparah kondisi kucingmu.

9. Pastikan kucingmu makan

Kondisi sakit akan menguras lebih banyak energi. Kamu perlu memastikan agar kucingmu tetap makan agar tidak lemas. Tanpa makanan yang cukup, proses pemulihan akan menjadi lebih lama. Namun, biasanya kucing akan kehilangan selera makan saat sakit. Ada pula kemungkinan kucingmu tidak mau menyentuh makanan dengan tekstur yang keras. Jadi, coba berikan makanan khusus kucing dengan aroma yang tajam dan tekstur yang lembut. Kamu dapat mencobanya dengan makanan basah (wet food). Pilih makanan basah yang mengandung nutrisi lengkap untuk memulihkan kesehatannya. Di beberapa petshop tersedia makanan basah dengan label recovery yang baik untuk proses pemulihan kucing sakit.

Dalam kondisi kucing tidak dapat makan sendiri, kamu perlu membantunya. Kamu dapat menggunakan sendok kecil atau alat suntik tanpa jarum. Caranya, tempatkan ujung alat suntik pada sisi kiri atau sisi kanan mulutnya (di dekat pipi). Secara refleks, kucing akan menelan apa saja yang masuk ke dalam mulutnya melalui area ini. Ada kemungkinan kucing akan berontak karena tidak terbiasa dan merasa tidak nyaman. Namun, tetap lakukan saja secara perlahan dan sabar.

10. Berikan madu

Dalam porsi tertentu, madu memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan kucing. Terutama untuk kucing yang memiliki luka dan alergi, madu baik untuk diberikan. Kandungan pada madu (gula, vitamin C dan B6, protein, hingga kalium) membantu memulihkan kondisi kucing yang sakit. Beberapa manfaat madu untuk kesehatan kucing, yaitu:

  • Melawan bakteri;
  • Menyembuhkan luka;
  • Menguatkan metabolisme tubuh;
  • Sebagai antioksidan;
  • Menyehatkan pencernaan;
  • Menambah nafsu makan.

Namun, kamu juga perlu memperhatikan takaran pemberian madu ini. Sesuaikan dengan usia dan kebutuhan kucing. Pilih madu yang alami, bebas gula tambahan, dan tanpa pengawet. Gula dan pengawet tidak aman untuk tubuh kucing. Sistem pencernaan kucing tidak dioptimalkan untuk mencerna gula seperti fruktosa dan glukosa. Jika diberikan madu terlalu banyak, kucing akan kesulitan mencerna madu tersebut.

Bonus Tips

Setelah kucing berangsur-angsur membaik, saatnya melakukan proses pemulihan. Ada tiga tahap pemulihan setelah kucing sakit.

  • Pertama, pemulihan nafsu makan.
  • Kedua, pemulihan sistem imun tubuh.
  • Ketiga, pemulihan berat badan tubuh.

Untuk pemulihan nafsu makan, kamu dapat memberikan si meong makanan yang beraroma lezat. Contohnya: Royal Canin Recovery, Me-O creamy treats, Purina Fancy Feast Gourmet Wet Food, dll. Intinya makanan kucing tersebut menggugah selera makan kucing.

Untuk pemulihan sistem imun tubuh, saya biasanya memberikan minyak ikan, vitamin (vitamin B6, B12) dan transfer factor(4life). Dengan pemberian rutin, sistem imun kucing akan kembali menguat. Alhasil, kucing akan kembali sehat dan ceria.

Untuk pemulihan berat badan, kamu wajib memberikan makanan basah. Kasih makanan basah kesukaan kucingmu. Kamu juga dapat membelikan daging sapi atau dada ayam. Bisa kamu oleh menjadi makanan basah homemade. Bisa juga, kamu rebus sebentar, kemudian daging kamu giling sampai halus. Selanjutnya, daging kamu campurkan dengan makanan basah kucing. Beri kucing kamu nutrisi dari makanan basah yang banyak sampai dia kembali gendut. Setelah kucing kembali sehat, kamu bisa mencampur makanan basah dengan makanan kering lagi.

Merawat kucing sakit tidak sulit, tapi harus telaten dan sabar

Nah, ketika kucingmu mendadak sakit, cobalah untuk tidak panik dan tetap tenang. Amati dulu berbagai gejala dan perubahan perilakunya. Setelahnya, bawalah kucingmu berobat ke dokter agar mengetahui secara pasti tentang penyakitnya. Berdasarkan anjuran dan obat dari dokter, kamu dapat merawat sendiri kucingmu di rumah. Asalkan telaten dan mau bersabar, merawat kucing bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Selamat mencoba dan semoga kucingmu segera pulih, ya.

Baca lebih lanjut: Biaya operasi kucing ambeien di klinik dokter hewan >>