11 makanan yang menyebabkan bulu kucing rontok

Seringkali, tanpa disadari, saya atau pun kamu memberikan makanan manusia makan ke kucing. Padahal, makanan seperti: keju mozzarella, cokelat, jagung hingga ikan asin bisa menyebabkan bulu kucing menjadi rontok lho. Jadi, agar bulu kucing tidak rontok, sebaiknya kamu hindari beberapa makanan yang menyebabkan bulu kucing milikmu rontok. Nah, pada artikel ini saya akan membahas 10 makanan penyebab bulu kucing rontok. Yuk, simak penjelasannya sampai selesai.

1. Nasi dalam jumlah banyak

Nasi adalah salah satu biji-bijian yang mengandung banyak karbohidrat. Dan tentu, kucing boleh memakan nasi dalam porsi sedikit. Tapi, tahukah kamu, apabila kucing makan nasi  dan kucing yang makan daging memiliki kualitas bulu yang berbeda? Kucing yang terus-menerus makan nasi memiliki bulu yang tidak sehat dan mudah rontok. Kenapa bisa begitu? Ini penjelasannya.

Kucing membutuhkan lebih banyak protein dibandingkan dengan karbohidrat. Protein akan bertransformasi menjadi asam amino yang akan menguatkan akar bulu dan membuat bulu mengkilap. Apabila kucing terlalu banyak mengkonsumsi nasi sampai kenyang, kucing tidak akan mendapatkan asupan protein yang cukup. Alhasil, kulit dan akar bulu kucing menjadi lebih dan mudah rontok.

Fakta lain, ternyata memberikan nasi yang terlalu banyak pada kucing bisa mempengaruhi kesehatan pencernaan kucing lho. Contohnya: diare. Kenapa bisa begitu? Kucing terlahir sebagai hewan karnivora murni yang makan daging. Dengan begitu, sistem pencernaan kucing tidak bisa bekerja optimal untuk mencerna sumber makanan dari biji-bijian. Jika kamu kasih kucing makanan dari sumber biji-bijian terus menerus, kucing dapat mengalami gangguan pencernaan. Pada kasus parah, kucing dapat terserang sakit ginjal.

Catatan: Kamu boleh memberikan nasi sedikit saja. Dengan catatan ya, porsi nasi tidak lebih besar dari sumber protein. Kamu hanya boleh memberi maksimal 30% dari produk daging yang kamu gunakan. Untuk menghindari kerontokan bulu yang lebih parah, sebaiknya hindari memberi makan kucing dengan nasi.

2. Garam dengan konsentrasi tinggi

Makanan yang mengandung garam dengan konsentrasi tinggi adalah salah satu makanan yang menyebabkan bulu kucing mudah rontok. Sebenarnya bukan hanya ikan asin yang memiliki kadar garam tinggi. Daging kaleng juga memiliki kadar garam tinggi. Jadi, apabila kamu membeli makanan kucing, selalu perhatikan kadar garam di dalam kemasan.

Kenapa kamu perlu memperhatikan kadar garam dalam makanan kucing? Sederhananya, kucing yang mengkonsumsi garam berlebih akan mengalami gangguan kesehatan. Misalnya: diare, muntah, dehidrasi, hilang nafsu makan dan kerontokan bulu yang parah.

Mekanisme garam bisa memicu kerontokan bulu seperti ini:

  1. Kadar garam berlebih di dalam tubuh kucing akan mengganggu keseimbangan sistem elektrolit tubuh.
  2. Cairan tubuh kucing menjadi lebih pekat. Pada kondisi kucing yang hiperaktif, kucing akan mengalami dehidrasi.
  3. Apabila kucing terus-menerus mengkonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi, metabolisme akan mulai terganggu.
  4. Kulit kucing akan kekurangan suplai nutrisi dan akar bulu kucing melemah.
  5. Kondisi ini menyebabkan bulu kucing mudah lepas atau rontok.

Jadi, makanan kucing harus bebas garam? Tidak, menurut Journal of Nutrition, kucing umumnya membutuhkan 21 mg garam per harinya. Jadi, kucing juga membutuhkan garam. Tapi, dalam jumlah yang sangat sedikit. Dan itu semua sudah dapat tercukupi dari makanan kucing komersial.

Catatan: The National Research Council tidak merekomendasikan memberikan lebih dari 42 mg garam per hari untuk kucing.

Lalu, bagaimana dengan makanan kaleng? Kalau kamu memberikan makanan kaleng, misalnya tuna kaleng, cek label gizinya ya. Apakah makanan kaleng tersebut memiliki kandungan sodium atau tidak?

Jika iya, cek seberapa banyak sodium yang terkandung di makanan kaleng tersebut. Kalau kamu tidak menemukan berapa banyak sodiumnya, coba tanyakan ke dokter hewan kamu.

Selain itu, cek semua makanan kucing yang kamu berikan ya. Jangan-jangan, dari snack dan makanan yang diberikan ternyata jumlah garam melebihi jumlah yang direkomendasikan.

3. Keju mozzarella

Kamu boleh memberikan sedikit keju pada kucing untuk membangkitkan nafsu makannya. Aroma keju sangat kuat dengan rasa gurih yang khas. Sayangnya, tidak semua keju baik lho untuk kucing. Contoh keju yang tidak baik untuk kucing adalah keju mozzarella.

Baik jenis keju mozzarella yang sudah dimasak atau belum, keju ini tidak baik diberikan ke kucing. Lho kenapa? Bukannya keju mozzarella memiliki tekstur yang lembut? Memang lembut bagi manusia, tapi keju mozzarella memiliki kandungan laktosa yang tinggi sehingga tidak baik untuk pencernaan kucing.

Jika kamu paksakan, walaupun kucing suka, kucing bisa mengalami intoleransi laktosa dan sakit diare. Pada kasus gastritis akut, bulu kucing akan rontok parah. Jadi, kamu harus lebih cermat dalam memilih makanan bagi si meong.

Catatan: Selain mozzarella, kamu juga perlu menghindari makanan olahan dari susu sapi ya. Ini karena produk olahan tersebut mengandung laktosa yang tinggi. Bagi beberapa kucing yang memiliki intoleransi laktosa, makanan tinggi laktosa akan mengganggu pencernaan kucing.

4. Telur mentah

Telur mentah memiliki kandungan asam amino yang bisa membantu pembentukan otot kucing kesayanganmu. Biarpun telur bagus untuk kucing, tapi kamu tidak boleh memberi telur mentah pada kucing.

Saya pernah mau mencoba memberikan kuning telur. Ini karena karena ada mitos bahwa kuning telur bisa membantu mengatasi kucing yang terserang demam. Namanya juga panik, jadi percaya-percaya aja. Untungnya, saya dikasih tahu teman, kalau memberikan telur mentah, baik putih ataupun kuning, tidak baik bagi kucing.

Alasan sederhananya seperti ini:

  • Telur ayam dari peternakan Indonesia langsung di ambil dan dijual. Tidak ada proses pencucian, pembersihan ataupun sterilisasi dari bakteri dan kuman.
  • Jika ayam petelur terinfeksi bakteri salmonella dan E. coli di saluran pencernaannya, maka telur akan ikut terkontaminasi.
  • Daya tahan cangkak telur dari serangan kontaminasi bakteri dari luar sangat rendah.

Jadi, demi kesehatan kucing, lebih baik kamu memberikan telur matang. Karena bakteri akan mati saat terpapar suhu panas di atas 65-77 derajat Celcius.

Sekarang tahu dong, kenapa lebih baik tidak memberikan telur mentah setiap hari. Ya, kamu tidak tahu telur mentah mengandung bakteri salmonella dan E.coli. Jika bakteri tersebut masuk ke tubuh kucing, maka bakteri jahat akan menyebabkan gangguan kesehatan lho, seperti: lesu dan muntah. Jika dibiarkan terus akan menyebabkan hal yang fatal.

Fakta lain, ternyata pada telur mentah juga terdapat terdapat protein yang disebut dengan avidin. Protein inilah yang menghambat penyerapan biotin (vitamin B7) pada kucing. Alhasil, bulu dan juga kulit kucing kamu menjadi tidak sehat dan mudah rontok.

Catatan: Saya sarankan kamu tidak memberikan telur mentah bagi kucing. Dan apa bila kamu berencana memberikan telur matang, berikan secukupnya saja. 10% dari kebutuhan kalori harian kucing, saya rasa cukup. Dan satu hal lagi, pastikan kamu selalu memantau kondisi kucing setelah mengonsumsi telur matang. Jika ada tanda-tanda kelainan kesehatan, berarti pencernaan kucing kamu tidak cocok dengan telur matang.

5. Daging dan ikan mentah yang telah terkontaminasi bakteri

Makanan yang menyebabkan bulu kucing mudah rontok berikutnya adalah daging dan ikan mentah yang telah terkontaminasi bakteri jahat. Pada dasarnya, kucing merupakan hewan karnivora yang akan memakan daging bahkan dalam kondisi mentah sekalipun. Namun, pada makanan mentah seperti daging atau ikan mentah jelek, jangan kamu kasih ke kucing. Daging mentah dan ikan yang sudah basi selalu mengandung bakteri jahat, seperti: Salmonella atau E.coli. Kedua jenis bakteri tersebut bisa menyebabkan keracunan dan gangguan pencernaan. Dan lagi-lagi, bakteri jahat tersebut dapat mempengaruhi seluruh transportasi nutrisi di tubuh kucing. Jika jaringan adipose penompang bulu kucing tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, maka kucing akan mengalami bulu rontok.

Catatan: Jika kamu ingin memberikan daging dan ikan mentah, pastikan dari sumber yang terjamin higienis. Pastikan kamu sudah menghilangkan semua duri, tulang-tulang kecil dan pengotor lainnya. Dan jangan memberikan daging sisa yang sudah kadaluarsa pada kucing. Hehe.

6. Makanan anjing

Di kondisi tertentu, makanan anjing menjadi pilihan untuk diberikan ke kucing. Memang kamu boleh memberikan makanan anjing  jika kepepet, namun hanya dalam waktu yang singkat saja.

Lho kenapa? Ini karena anjing dan kucing memiliki kebutuhan nutrisi tubuh yang berbeda. Kucing butuh banyak taurin dan sedikit karbohidrat. Anjing tidak butuh taurin, dan butuh lebih banyak karbohidrat dari pada kucing.

Jika dibandingkan, makanan untuk kucing memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan makanan kucing. Alhasil, bau dan rasa makanan kucing lebih menyengat dari makanan kucing. Makanan anjing tidak memiliki vitamin A dan taurin yang cukup untuk kucing.

Jika kamu terus-terusan memberikan makanan anjing kepada kucing, kucing kamu bisa terkena malnutrisi lho. Kucing yang kekurangan gizi akan mengalami gangguan kesehatan. Kalau pada manusia namanya anoreksia. Tubuh kucing menjadi kurus, lesu, dan banyak bulu yang rontok. Jadi, jangan sampai kamu memberikan makanan anjing ke kucing kesayangan kamu ya.

7. Bawang merah dan bawang putih

Semua jenis Allium seperti bawang putih, bawang merah, daun bawang ataupun jenis bawang lain, terlarang untuk kucing. Bahkan, hanya 5 gr bawang putih bisa meracuni kucing lho. Tidak hanya menyebabkan bulu rontok namun juga kucing menjadi lesu, ataxia, urin berwarna cokelat atau merah, diare, muntah.

Bahkan, saus barbeque ataupun bumbu makanan yang mengandung bawang cukup berbahaya lho. Kalau kamu menemui ada keanehan pada kucing setelah makan makanan berbumbu, segera bawa ke dokter hewan. Kucing kamu akan diinduksi agar muntah dan mengeluarkan makanan yang dimakan.

Bisa jadi, kucing kamu akan mendapatkan infus ataupun terapi oksigen. Bahkan, jika diperlukan, kucing kamu membutuhkan transfusi darah. Jadi, jangan sekali-kali memberi bawang putih atau makanan dengan bumbu bawang ya. Cek juga apakah makanan ataupun snack untuk kucing mengandung bawang atau tidak. Dengan begitu, bulu indah kucing kamu akan terjada

8. Ragi

Biasanya, kucing saya sangat pemilih. Tapi beberapa waktu lalu, ketika saya membuat adonan untuk dimsum, tiba-tiba kucing saya memakan salah satu adonannya. Saya bingung, kenapa kucing saya doyan tepung dan ragi ya?

Walaupun begitu, saya langsung menjauhkan adonan tersebut dari kucing saya. Saya kemudian bertanya di forum kucing, apakah ragi aman bagi kucing? Banyak pemilik kucing menjawab, makanan yang mengandung ragi tidak baik dikonsumsi kucing dalam jumlah banyak. Karena bisa bikin bulu rontok.

Ternyata, ragi seperti yang digunakan di roti bisa memproduksi karbon dioksida dan alkohol yang berbahaya untuk kucing. Bahkan, bisa saja kucing saya harus dilarikan ke dokter hewan terdekat karena mengalami masalah di perutnya.

Untungnya, kejadian tersebut tidak berlangsung lama dan kucing saya dalam kondisi yang baik-baik saja. Jika tidak, saya tidak tahu lagi apakah kucing saya akan mabuk atau mengalami masalah kesehatan serius. Misalnya asidosis metabolisme karena etanol pada ragi masuk ke aliran darah.

Tapi, bolehkah saya memberi roti tawar ke kucing? Ada beberapa jenis roti yang boleh dan ada yang tidak boleh. Saya sudah menuliskan detail tentang aturan kucing makan roti tawar di sini. Silakan di baca untuk bahan pertimbangan.

9. Cokelat

Cokelat memiliki kandungan kafein dan theobromine yang sangat berbahaya untuk kucing jika dikonsumsi berlebihan. Keracunan cokelat bisa menyebabkan kematian pada kucing jika tidak diatasi dengan baik.

Beberapa gejala keracunan cokelat yang wajib diwaspadai adalah:

  • Hiperaktif.
  • • Muntah.
  • Diare.
  • Kehausan lebih dari yang biasanya.
  • Tremor.
  • Reflek yang meningkat.
  • Terengah-engah.

Keracunan cokelat juga bisa menyebabkan bulu rontok karena cokelat dapat merusak kerja metabolisme tubuh. Jika, kucing mengalami keracunan, kucing akan mengeram dan kesakitan. Lama kelamaan banyak bulu kucing berjatuhan.

Berikut ini adalah dosis maksimal yang bisa diterima kucing dengan berat 4 kg:

  • Susu cokelat: 32 gr.
  • Dark chocolate: 14 gr.
  • Semisweet chocolate: 14 gr.
  • Chocolate baking: 5.67 gr.

Catatan: ini hanya toleransi konsumsi cokelat. Bukan ajuran untuk membolehkan makan cokelat. Jika kamu ingin bulu kucing tidak rontok, hindari makanan yang mengandung cokelat.

Kalau kamu mendapati kucing keracunan cokelat, segera buat agar kucing kamu muntah. Dengan begitu, makanan yang ditelan bisa keluar dan tidak meracuni tubuh kucing. Setelah itu, bawa segera ke dokter hewan untuk penanganan lanjutan.

10. Makanan bayi

Jujur, saya belum pernah melihat kucing memakan makanan bayi. Tapi ternyata, ada lho kucing, terutama kucing yang sudah tua, yang makan makanan bayi. Bukan karena dipaksa ya tapi karena memang maunya makanan bayi, khususnya yang mengandung daging.

Tapi, kamu tetap tidak boleh lho memberikan makanan bayi walaupun ada kandungan dagingnya. Ini karena makanan bayi tidak memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh kucing. Jadi, kucing kamu tidak akan mendapatkan nutrisi harian.

Selain itu, pada makanan bayi biasanya memiliki kandungan bawang seperti bawang putih. Kandungan bawang ini tentu akan berdampak buruk pada kucing. Salah satunya adalah menyebabkan keracunan sehingga kucing menjadi lesu dan tidak aktif.

Jadi, bolehkan memberikan makanan bayi ke kucing? Boleh, dengan catatan makanan bayi tersebut tidak memiliki rasa atau plain. Dan kamu harus memastikan hanya memberikan makanan kucing sementara waktu saja. Selain itu, pastikan juga bahwa makanan bayi tersebut memiliki kandungan daging ya, agar kucing kamu tetap memperoleh nutrisi.

11. Telur asin

Makanan terakhir yang menyebabkan bulu kucing rontok adalah telur asin. Di beberapa daerah, misalnya Brebes, telur asin menjadi makanan popular yang enak. Tapi, tahukah kamu telur asin bisa menyebabkan bulu kucing rontok? Telur asin yang berasal dari telur bebek biasanya memiliki kadar garam yang tinggi. Pada awalnya, kucing tidak akan mengalami gangguan kesehatan. Ya, karena ada batas toleransi konsumsi garam harian bagi kucing.

Tapi, apabila kamu memberikan telur asin setiap hari selama jangka waktu lama, bulu cantik kucingmu dapat rontok. Pada awal artikel saya sudah menjelaskan bahwa makanan yang mengandung garam dengan konsentrasi tinggi dapat mengganggu elektrolit di tubuh kucing.

Kemudian kucing mengalami dehidrasi dan tubuh kucing terasa panas. jika kamu biarkan berlarut-larut transportasi nutrisi ke kulit dan akan bulu kucing akan terganggu. Alhasil, bulu jadi mudah rontok dan muncul kebotakan di beberapa bagian tubuh kucing. Jadi, jika kamu sayang dengan bulu cantik kucingmu, jangan beri kucing makan telur asin.

Poin penting tentang makanan kucing yang menyebabkan bulu kucing mudah rontok

Bulu yang sehat dan tidak rontok bisa disebabkan karena masalah makanan yang tidak tepat. Karena itu, kamu perlu menghindari makanan yang menyebabkan bulu kucing mudah rontok. Biar kamu tidak lupa, saya sudah membuat rangkuman singkat di bawah ini:

  1. Nasi yang berlebihan.
  2. Garam atau makanan dengan sodium tinggi.
  3. Mozzarella ataupun produk olahan susu tinggi laktosa.
  4. Telur mentah.
  5. Daging dan ikan mentah yang terkontaminasi bakteri jahat.
  6. Makanan anjing.
  7. Bawang.
  8. Ragi.
  9. Cokelat.
  10. Makanan bayi dengan campuran bawang.

Akhir kata, apakah kamu punya daftar makanan yang menyebabkan bulu kucing rontok yang lebih lengkap? Tuliskan rekomendasimu di kolom komentar ya. Karena saya merasa artikel ini bisa menjadi daftar rujukan jika ada banyak pemilik kucing yang mau membagikan informasinya. Nanti, jika ada pendapat dan pengalaman dari pembaca, kedepannya akan saya tambahkan sebagai update artikel.

Baca lebih lanjut: 10 rekomendasi makanan kucing untuk bulu rontok [2020] »