Home » Perilaku kucing » 10 penyebab kucing tidak mau makan dan tidur terus

10 penyebab kucing tidak mau makan dan tidur terus

| | Category

Kenapa kucing saya tidak mau makan dan tidur terus ya? Kucing menjadi tidak seaktif biasanya. Bagaimana ini? Apa harus dibawa ke dokter sesegera mungkin? Pertanyaan-pertanyaan dan kekhawatiran tersebut pernah saya alami. Bahkan beberapa minggu lalu, kucing saya hampir 1 minggu tidak mau makan dan lesu. Usut punya usut, kucing tidak mau makan bisa disebabkan karena berbagai alasan. Mulai dari sakit hingga stres. Penasaran dengan penyebab lainnya kenapa kucing tidak mau makan? Let’s find it.

1. Sakit

Kucing tidak mau makan dan tidur terus bisa menjadi pertanda dia sedang sakit. Sakit apa? Bisa jadi karena flu kucing, diabetes, demam, hyperthyroidism, pancreatitis, masalah pada ginjalnya. Bahkan, bisa jadi pula, kucing kamu merasa sakit di area badannya yang lainnya.

Bagaimana caranya tahu kalau kucing sedang sakit? Kamu bisa melakukan observasi dan membandingkan sebelum sakit dan saat sakit.

Misalnya, saat sakit, kucing kamu diare, muntah, berat badan menurun, tidak tertarik pada apapun, bahkan makanan kesukaannya. Jika hal tersebut terjadi, segera bawa ke dokter hewan ya.

Di dokter hewan, kamu akan ditanyai, misalnya kucing kamu diberi makan apa sebelumnya. Jika diperlukan, akan dilakukan pemeriksaan darah, urine, penggunaan ultrasound ataupun x-ray.

Dari pemeriksaan yang dilakukan dokter hewan, kamu bisa tahu apa yang terjadi pada kucing kamu. Mungkin saja kucing kamu sedang demam. Bisa jadi pula mengalami masalah ginjal sehingga perlu penanganan lebih lanjut.

2. Termasuk kucing pemilih

Tidak semua kucing suka dengan makanan yang sama. Seperti kucing saya, yang satu suka Whiskas, yang satu justru lebih suka Felibite. Kenapa bisa begitu?

Menurut pendapat Tony Buffington dalam WebMD, pada dasarnya kucing sangat terbuka untuk mencoba berbagai makanan. Kucing bahkan memburu makanannya sendiri seperti burung, tikus, serangga. Selama makanan tersedia, maka kucing akan memakannya.

Dari setiap makanan yang dicoba tersebut, masing-masing kucing memiliki seleranya sendiri. Bisa jadi, menurut kucing A semua makanan enak dan kucing B menganggap hanya Whiskas yang enak.

Jadi tugas saya ataupun kamu sebagai pemilik kucing adalah mengetahui apa yang disuka dan tidak disukai. Jangan-jangan, apa yang diberikan ke kucing bukanlah makanan kesukaannya atau kucing tidak doyan. Jadi, kucing tidak mau makan dan tidur terus, biasanya berat badannya menurun.

Bagaimana membedakan apakah kucing sedang sakit dan kucing yang pemilih? Kucing yang sakit tidak mau makan, lemas, lesu dan menunjukkan masalah kesehatan lain. Sedangkan kucing yang pemilih biasanya tidak mau makan tetapi masih bisa beraktivitas normal dan aktif.

Terus, bagaimana caranya untuk tahu mana yang disuka dan mana yang tidak? Observasi. Lakukan observasi dengan memberikan berbagai makanan, bila perlu dari merk yang berbeda.

Cek bagaimana reaksinya dan efek setelah makan. Bisa saja kucing kamu cocok tapi ternyata membuat kucing diare. Jika ini terjadi, maka kamu harus mencari pilihan makanan lain yang kucing suka dan tidak menimbulkan masalah kesehatan.

3. Bosan dengan makanannya

Sama seperti kamu yang diberi masakan tempe terus dalam 1 bulan. Ada rasa bosan yang membuat kamu tidak mau makan. Hal yang sama juga terjadi pada kucing. Kucing juga bisa mengalami bosan pada makanannya. Untuk mengatasinya, kamu bisa mencoba memberi minyak ikan dan makanan penambah nafsu makan kucing.

Misalnya hari pertama wet food rasa tuna, hari kedua wet food rasa ayam + minyak ikan. Manfaat minyak ikan untuk kucing adalah untuk meningkatkan aroma dan nafsu makan kucing. Jadi, saat kamu campurkan ke makanan kucing, makanan menjadi beraroma lebih lezat. Jika masih belum terlalu nafsu makan, coba kombinasikan antara wet food dan dry food yang punya aroma tajam. Dengan begitu, nafsu makan kucing kesayangan bisa timbul kembali. Bagaimana jika masih tidak mau makan? Coba berikan 2 wadah, 1 wadah berisi makanannya yang lama dan 1 wadah berisi makanan baru.

Kenapa? Karena kucing belum familier dengan makanan yang baru. Adanya 2 makanan ini bisa menjadi pembanding sehingga kucing kamu bisa merasakan dan membandingkannya sendiri. Jika ternyata kucing kamu suka dengan makanan yang baru, coba beri porsi yang lebih banyak dari makanan lama. Dengan begitu, kucing kesayangan akan terbiasa dengan makanan barunya. Jika tips itu masih belum berhasil, coba tips meningkatkan nafsu makan kucing dari artikel ini.

4. Baru saja divaksin

Kucing yang baru saja divaksin bisa berkurang nafsu makannya. Efek samping vaksinasi ini bersifat temporer dan tidak semua kucing mengalaminya. Nafsu makan kembali normal setelah 1-2 hari dan kucing kamu akan aktif kembali.

Jadi, jika kucing kamu tidak nafsu makan setelah vaksin, coba observasi lagi. Apakah tidak nafsu makan ini terjadi setiap kali vaksinasi atau hanya 1 kali?

Jika kamu khawatir karena baru pertama kalinya kucing tidak mau makan setelah vaksinasi, coba konsultasi ke dokter hewan. Apalagi jika 2 hari setelah vaksin, nafsu makan belum kembali normal, segera beritahu dokter hewan ya.

Ini karena bisa jadi, kucing kamu mengalami reaksi alergi terhadap vaksin yang disuntikkan ke tubuhnya. Dengan begitu, kucing kamu tidak akan diberi vaksin yang bisa memicu alergi.

5. Stres dan depresi

Siapa bilang kucing tidak bisa stres atau menderita masalah psikologis lainnya? Faktanya, kucing bisa mengalami stres.

Stres kenapa? stres ini bisa jadi karena perjalanan jauh, berada di tempat yang baru bisa juga karena faktor lain.

Kucing saya beberapa minggu lalu mengalami stres karena kucing yang biasanya menemaninya bermain, tiba-tiba mati. Akibatnya, kucing saya menjadi lemas, sangat suka tidur, tidak mau bermain lagi dan tidak mau makan.

Bagaimana bisa stres mempengaruhi nafsu makan kucing?

Sean Delaney, DVM, MS dalam Cat Watch Newsletter mengungkapkan, level stres yang naik bisa menyebabkan banyak dampak. Salah satunya adalah menurunkan nafsu makan. Selain itu, stres juga bisa membuat kucing mengalami sembelit dan sistem imun terganggu.

Sayangnya, jika dibiarkan terus kucing akan sakit. Bahkan kucing cenderung akan membiarkan dirinya kelaparan hingga mati.

Bagaimana mengatasinya? Berikan makanan yang aromanya kuat. Jika masih tidak mau makan, suapi kucing kamu.

Setidaknya ada sedikit makanan yang masuk ke tubuh. Selain itu, berikan minuman seperti air madu agar kucing tetap terhidrasi. Dengan begitu, kondisi kucing tidak akan semakin parah.

6. Memakan sesuatu yang asing

Kucing cenderung ingin tahu sehingga tidak jarang memakan sesuatu yang bahkan kamu sendiri tidak tahu. Bisa jadi, tisu toilet, kertas, plastik, serangga atau benda asing lainnya.

Benda asing yang masuk ke perut kucing inilah yang menyebabkan masalah pencernaan pada kucing. Apalagi, benda-benda tersebut tidak bisa dicerna dan dikeluarkan dari tubuh. Karena itulah, kucing merasa tidak nyaman hingga akhirnya tidak mau makan.

Apakah ada gejalanya? Ada. Kucing yang menelan sesuatu benda asing biasanya akan mengalami gejala berikut:

  • Muntah.
  • Diare.
  • Bagian perut keras atau kucing merasa sakit.
  • Sembelit.
  • Lesu.
  • Mendesis atau menggigit ketika kucing diangkat.

Jika kamu mendapati gejala tersebut, segera bawa ke dokter hewan. Beri tahukan apa yang terjadi. nantinya, dokter hewan akan melakukan pengecekan seperti menggunakan x-ray. Terkadang, dokter hewan juga akan melakukan tes urin dan darah.

Dari pemeriksaan tersebut, dokter hewan bisa menentukan penanganan apa yang perlu dilakukan. Jika perlu, akan dilakukan operasi khususnya jika benda di perut kucing terlalu besar atau efeknya sudah parah.

7. Karena disteril

Ketika disteril, nafsu makan kucing akan berkurang. Kucing akan cenderung bersembunyi saat tiba di rumah setelah disteril. Setelah 2-3 hari, biasanya, kucing akan kembali normal.

Lantas, mengapa kucing yang disteril nafsu makannya berkurang? Ini karena 4 alasan, yaitu:

  • Efek obat bius setelah operasi yang membuat kucing mual. Perlu waktu setidaknya hingga 36 jam setelah operasi agar obat bius keluar dari sistem tubuh kucing.
  • Rasa sakit terutama pada bagian perut.
  • Kucing kesulitan makan karena memakai collar kucing (Elizabeth collar). Collar kucing adalah alat pengaman ,berbentuk seperti corong, yang dipasang pasca operasi steril agar kucing tidak menjilati luka setelah operasi. Kucing yang memakai E-collar pertama kali pasti tidak nyaman. Dan kesulitan makan. Sehingga kucing tidak mau makan dan tidur terus.
  • Kucing kamu masih dalam tahap penyesuaian diri setelah operasi.

Namun, butuh berapa lama hingga kucing bisa makan dengan lahap lagi setelah disteril? Biasanya butuh waktu 2-3 hari setelah disteril hingga kucing kembali aktif. Namun, masing-masing kucing memiliki reaksi yang berbeda.

Ada kucing yang lebih sensitif dibandingkan lainnya sehingga membuat kucing merasa tidak nyaman dan tidak aman. Alhasil, proses penyembuhan juga bisa berlangsung lebih lama.

Proses penyembuhan bisa lebih lama lagi jika kondisi kucing memburuk. Misalnya karena ada infeksi virus, cacingan, infeksi pada luka. Jika kondisi tidak segera membaik, maka segera konsultasikan ke dokter hewan untuk penanganan lanjutan.

8. Sudah tua

Kucing yang sudah tua secara perlahan akan kehilangan fungsi tubuhnya. Mulai dari penciumannya, sistem geraknya, pencernaan.

Tidak hanya itu, kucing yang sudah tua akan mengalami masalah kesehatan lain.  Misalnya masalah pada gigi dan gusi, arthritic yang membuat kucing malas bergerak.

Kucing tua juga cenderung mengalami masalah psikologis. Mulai dari stres, depresi yang bisa menyebabkan nafsu makan berkurang, mual dan kesakitan.

Untuk mengatasinya, kamu bisa cek dulu bagaimana kondisi kesehatan kucing senior. Bisa jadi, kamu perlu memberikan perawatan ekstra seperti menggunakan tempat makan dan minum yang lebih tinggi. Dengan begitu, kucing kamu tidak akan terlalu kesakitan saat sedang makan ataupun minum.

Setelah itu, kamu bisa berkonsultasi, kira-kira, makanan apa yang cocok untuk kucing yang sudah tua. Dengan begitu, kucing kamu akan lebih mudah untuk makan, mencerna dan kesehatannya bisa terjaga.

9. Makanannya kadaluarsa

Pernah mengecek tanggal kadaluarsa makanan kucing yang kamu berikan? Jika belum pernah, cobalah mulai dari sekarang mengecek tanggal kadaluarsa ya.

Kucing tahu makanan mana yang kadaluarsa dan yang tidak dari baunya. Kucing bahkan memiliki indera perasa yang tajam yang bisa merasakan rasa pahit pada makanan.

Ketika kucing mencium atau merasa makanan tersebut sudah kadaluarsa, kucing tidak akan memakannya dan memilih untuk diam.

Untuk itu, pastikan makanannya masih belum kadaluarsa dan tetap segar. Dengan begitu, nutrisi dan aroma kuat pada makanan tetap terjaga dengan baik sehingga bisa merangsang nafsu makan kucing.

10. Ada masalah pada area mulut

Adanya masalah di bagian mulut bisa jadi penyebab mengapa kucing kamu tidak mau makan. Bisa saja ada gigi yang tanggal, lesi yang mengembang, gigi patah, radang gusi, abses gusi atau yang lainnya.

Masalah di area mulut inilah yang membuat kucing kesakitan dan kesulitan untuk memakan makanannya. Akibatnya, kucing menjadi tidak nafsu makan dan memilih untuk tidur terus.

Kamu bisa mengecek area mulut kucing kamu. Kamu bisa cek bagaimana kondisi gusi dan gigi.

Gusi yang sehat memiliki warna merah muda dan lembab. Sedangkan gigi yang sehat itu tidak ada kotoran yang menempel dan berlubang.

Namun, untuk tahu lebih lanjut bagaimana kondisi area mulut kucing kamu, sebaiknya bawa langsung ke dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan penanganan jika menemukan masalah pada area gigi kucing yang menyebabkan hilang nafsu makan. Misalnya membersihkan gigi kucing.

Jadi, apa yang menyebabkan kucing pasif dan tidak mau makan?

Hilangnya nafsu makan kucing dan membuat kucing pasif seperti tidur-tidur bisa disebabkan karena berbagai macam faktor, seperti:

  1. Sakit.
  2. Termasuk kucing pemilih.
  3. Bosan dengan makanannya.
  4. Baru saja divaksin.
  5. Stres dan depresi.
  6. Memakan sesuatu yang asing.
  7. Karena disteril
  8. Sudah tua.
  9. Makanannya kadaluarsa.
  10. Ada masalah pada area mulut.

Jadi, jika tidak semua kucing tidak mau makan dan tidur terus ada kemungkinan dia sedang sakit. Jika kucing kamu menunjukkan tanda-tanda ini, segera bawa ke dokter ya!

  • Kucing kamu tidak mau memakan makanannya lebih dari 2x waktu makannya.
  • Kondisi kucing memburuk.
  • Kucing kamu menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan.

Baca lebih lanjut: Apa yang harus dilakukan saat kucing sakit? »